
π»H 4 P P Y R 3 4 D I N Gπ»
β’
β’
πΉβ¨πβ¨πΉ
Sebelum pulang wulan singgah ke supermarket, biasa dia akan pergi bersama panji membeli cemilan untuk persediaan di apartment jika dia merasa bosan akan langsung mengemil.
"μ μλ, μ¬κΈ°μ μ μλ§μ, μ κ° λ λ΄μΌμ£ ,
(Pak, tunggu sini bentar ya, saya tidak lama nanti tarif nya saya lebih kan)," ucap Wulan menggunakan bahasa korea dan tentu sopir tersebut mengangguk cepat mendengar kata cuan di lebih kan.
Jika dia di suruh lebih lama tak masalah bagi nya asal cuan bertambah.
"μ’μ μκ°μ¨. ( Baik, Nona)," sahut pak sopir tersebut.
Wulan keluar dari dalam taksi dan segera masuk ke dalam super.
Wulan mengambil banyak cemilan, bukan hal baru yang di lakukan ini, 18 bulan tinggal di korsel wulan lebih banyak mengemil dari pada makan makanan berat.
Setelah di rasa cukup dengan cemilan yang di ambil dari rak sudah berpindah di kedua keranjang belanjaan nya, wulan segera menuju kasir untuk membayar.
Tanpa wulan sadari rizal pun berada di supermarket yang sama dengan nya.
Rizal yang tadi ingin beristirahat tak jadi karena kembali mengingat wulan dan akhir nya pria tersebut memutus kan untuk pergi berbelanja membeli beberapa keperluan nya.
Pria tersebut seperti melihat sosok wanita yang selama ini di cari, dari belakang postur tubuh nya sama, tapi sayang rizal tidak bisa melihat secara jelas wajah nya, karena saat ini tubuh wanita tersebut membelakangi hingga sulit untuk melihat memastikan apa benar itu wanita yang di cari atau bukan.
"Apa itu wulan? bisa jadi, dia kembali lagi di negara kelahiran nya," ucap Rizal menjawab sendiri pertanyaan nya dengan penuh keyakinan.
Saat kaki hendak berjalan menghampiri wanita tersebut.
Brak....
"μ£μ‘ν©λλ€. μ€μλ‘ λμμ λλ Έμ΅λλ€. (Maaf. Saya tidak sengaja mari saya bantu)," ucap Rizal memohon maaf atas ketidaksengajaan dan lalu membantu memungut barang yang di buat berserakan di bawah lantai karena ulah nya.
Setelah membantu membereskan dan rizal ingin kembali menghampiri sosok wanita tersebut, ternyata sosok tersebut sudah menghilang entah kemana rizal tak melihat.
__ADS_1
Karena menabrak ibu-ibu tadi, rizal jadi tak dapat memastikan dan sekarang dia harus kehilangan jejak wanita itu.
"Kemana wanita itu? kenapa cepat sekali pergi nya? apa benar dia wulan?" gumam Rizal bertanya-tanya, entah kenapa firasat nya mengatakan itu benar wulan.
Rizal segera mengambil ponsel dalam saku celana dan menghubungi seseorang di sebrang sana.
π:"Cari keberadaan wanita yang barusan saya kirim foto di ponsel mu, dia saat ini berada di Seoul, jangan sampai gagal," perintah Rizal.
Pria tersebut kembali melanjutkan belanja nya, karena memang saat ini dia belum selesei membeli keperluan nya karena mendadak melihat sosok wanita yang di rindu kan.
Rizal berbalik dan kembali mencari-cari keperluan nya.
Sedangkan disisi lain wulan sudah kembali masuk ke dalam taksi yang di tumpangi itu.
"κ°μΈμ μ μλ, (Ayo, jalan Pak)," kata Wulan meminta pak sopir kembali jalan menuju alamat apartment nya.
Tak lama kemudian, Wulan sudah tiba di pintu apartment nya, wanita itu segera masuk tanpa menekan bel seperti seorang tamu yang datang berkunjung.
"Sus, kok di sini baby askar nya ke mana?" tanya Wulan melihat babi sitter sedang bersih-bersih bukan menjaga bayi nya.
"Baby askar barusan tidur Bu."
Suster pasti sangat kerepotan mengurus baby askar sejak dia pergi kuliah hingga sekarang, dan dia tidak ingin menambahkan kerjaan Suster harus membantu nya membersihkan apartment.
Wulan memang tidak mempekerjakan art di apartment nya, bukan karena tak mampu membayar hanya saja dia merasa hal tersebut tidak perlu karena dia masih bisa mengurus itu.
"Tidak apa-apa Bu, saya tidak masalah melakukan ini, malah saya senang, tapi jika Ibu melarang saya maka saya akan sedih," kata Baby sitter tersebut.
"Ya sudah jika Suster memaksa dan itu membuat Suster senang saya tidak akan memaksa lagi, tapi sebagai ganti nya saya akan menaiki gaji Suster," ucap Wulan merasa tak enak jadi memilih jalan tengah untuk solusi tersebut.
"Tidak perlu Bu, saya ikhlas melakukan ini, jadi Ibu tidak perlu merasa sungkan atau tidak enak pada saya."
"Saya juga ikhlas, saya permisi dulu ingin meletakkan cemilan ini," tunjuk Wulan memperlihatkan barang belanjaan yang masih setia di tenteng di tangan nya.
Wulan pun mulai menata rapi cemilan nya di lemari yang di sedia kan khusus untuk cemilan.
Entah apa yang ada di otak wulan, wanita itu sangat menyukai cemilan yang berbaur coklat.
Jika makanan berat dia lebih menyukai makanan pedas, bukan manis.
__ADS_1
"Suster, sudah makan belum?" tanya Wulan yang baru mengingat sejak kepergian nya dia tak menyediakan makanan apapun yang bisa di makan, karena memang stok sedang habis dan hari ini baru kembali ada.
"Sudah Bu."
"Bagus lah, saya kira belum hampir saja saya merasa bersalah sudah membuat Suster kelaparan," ucap Wulan bernafas lega karena dia tidak membuat pekerja nya kelaparan karena keteledoran nya.
Saat ini rizal masih berada di supermarket dia sedang mengantri di kasir untuk membayar belanjaan nya.
Lalu kini giliran rizal, dia membayar sesuai perkataan staff kasir tersebut.
"Jumlah semua 500.000 won," kata petugas bagian kasir tersebut.
Rizal mengeluarkan kartu debit hitam yang tak ada limit batas nya.
Para kaum hawa yang mengantri di belakang melihat kartu hitam tersebut tentu tau apa kegunaan nya terpanah dan jatuh cinta pada pemilik kartu tersebut.
"Oh Tuhan pria ini benar-benar idaman ku, sudah tampan tajir lagi, mau dong jadi lamar jadi istri."
"Berikan satu pria seperti nya Tuhan."
"Jika aku mendapat kan pria seperti nya hidup ku bakal terjamin, tidak kekurangan apapun lagi, dia bukan hanya tajir tapi juga tampan."
"Oh Tidak mimpi apa semalam bisa ketemu oppa di sini."
Begitu lah jeritan beberapa wanita dalam batin yang melihat kartu debit milik Rizal, mereka jarang melihat seseorang membayar dengan kartu debit hitam, jika adapun orang tersebut pasti orang yang sangat kaya.
Setelah membayar Rizal merima tentengan barang belanjaan yang sudah di masukan di kantong kresek oleh petugas.
Lalu pria tersebut pergi meninggalkan supermarket tanpa peduli tatapan para kaum hawa yang buas seolah minta di jinak kin oleh rizal.
Rizal memasukan barang belanjaan ke job belakang kursi penumpang lalu masuk dan duduk di kursi mengemudi, menghidupkan mesin mobil dan meninggalkan area supermarket.
Dalam perjalanan Rizal masih terus kepikiran sama sosok wanita yang di temui tadi sekilas dari belakang postur tubuh nya mirip dengan wulan.
"Aku yakin itu benar wulan, tidak mungkin aku salah melihat nya," batin Rizal sangat yakin.
...Bα΄Κsα΄α΄Κα΄Ι΄Ι’......
...β¨____________ πΌπΌ_______________β¨...
__ADS_1