Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 93: Tidak ada kesempatan ke tiga lagi


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Wulan terdiam mendengar semua cerita rizal yang mengetahui banyak tentang nya dan bodoh semua itu dia sendiri yang menceritakan saat sedang mabuk hingga tak sadar apa saja yang di katakan.


Wulan masih setia mendengar dan menatap rizal yang bercerita.


"Lalu kenapa tidak kamu katakan saat aku sadar? kenapa masih di rahasiakan?" tanya Wulan penasaran.


"Maaf aku sengaja saat itu aku hanya menginginkan kejujuran mu saja, tapi itu tidak mungkin hingga sekarang saja kamu tidak memaafkan ku," jawab Rizal.


"Aku sudah memaafkan mu Mas, hanya saja aku belum bisa menerima mu kembali, semua tidak semudah apa yang kamu pikirkan aku tidak ingin kembali terluka kedua kali nya lagi, aku harap kamu dapat mengerti," kata Wulan jujur dengan senyum manis terukir di wajah nya.


"Iya aku mengerti itu."


"Terima kasih, oiya terus apa maksud Mas tadi kenapa melarang ku memikirkan masa lalu ku? apa Mas tau sesuatu? dan kenapa Mas meminta ku untuk tetap stay di ini, apa Mas tidak ingin aku kembali ke indo?" tanya Wulan kembali teringat pada obrolan sebelum nya.


"Tidak, aku hanya tidak ingin kamu pusing, biarkan aku yang selidiki semua ini, aku janji jika sudah mendapat informasi akan segera memberitahu mu."


"Kamu serius Mas? tapi kamu tidak tau wajah paman shin seperti apa, aku saja ponakan nya tidak tau seperti apa wajah paman shin sekarang, bagaimana dengan kamu yang tidak mengenal dan belum melihat nya sama sekali."


"Tenang lah itu masalah mudah bagi ku, percaya lah aku bisa menemukan orang itu, tapi dengan satu syarat," kata Rizal menatap dengan tatapan menggoda ke arah wulan.


Wulan yang mengerti dengan tatapan menggoda dari rizal pun mencubit lengan pria itu.


"Auwh, sakit sayang, kamu benar-benar istri yang kejam bagaimana melakukan kekerasan pada suami?" ucap Rizal meringis kesakitan.

__ADS_1


"Ralat yang benar adalah mantan istri, aku bukan lagi istri mu Mas," kata Wulan.


"Ya, itu memang benar tapi sebentar lagi kita akan kembali rujuk," jawab Rizal yakin dan santai.


"Terserah kamu, tapi aku serius apa kamu bisa menemukan paman shin?" tanya Wulan lagi yang kini lebih serius.


"Apa di wajah ku terlihat tidak serius?" tanya balik Rizal menatap Wulan.


"Aku tidak tau, kenapa bertanya padaku, yang tau serius atau tidak itu hanya dirimu saja Mas jadi stop mempertanyakan pertanyaan aneh itu," jawab Wulan sedikit kesal.


"Pertanyaan aneh seperti apa? aku hanya menjawab apa yang kamu tanya kan lalu aneh nya di mana?"


"Mas!" teriak Wulan kesal pria itu terus saja becanda padahal saat ini dia sedang serius.


"Iya, iya aku serius sekarang, kamu jangan khawatir aku bisa menemukan orang itu, jadi kamu tidak perlu memikirkan itu, pikirkan saja bagaimana cara nya aku bisa kembali masuk dalam hati mu lagi," Rizal menempelkan tangan nya di dada Wulan.


"Maaf kan aku sayang, aku harus berbohong padamu, aku akan menyelesaikan semua ini terlebih dahulu jika sudah waktu nya akan aku kasih tau semua nya," batin Rizal sedih harus berada di situasi sulit seperti ini.


Dia dapat melihat dari mata itu tidak ada kebohongan, semua yang di katakan rizal serius.


"Baiklah aku akan menerima mu kembali tapi dengan syarat, kamu harus bisa menemukan orang yang membunuh keluarga ku dan juga harus menjawab jujur pertanyaan ku ini tanpa ada kebohongan," ucap Wulan serius menatap Rizal.


"Emang nya apa yang ingin kamu tanya kan? apakah itu sangat penting hingga kamu ragu tentang apa yang akan aku jawab nanti?" tanya Rizal bingung dengan wajah serius wulan.


"Bisa di kata seperti itu, jadi please jawab jujur jika kamu benar ingin memulai hubungan baru dengan ku mulai lah semua dari kejujuran karena aku tidak ingin ada kebohongan sekecil pun yang kamu tutupi lagi dari ku, semoga kamu paham maksud ku apa."


"Iya aku paham itu, tanyakan saja apa yang ingin kamu tanya kan aku janji akan menjawab jujur," Rizal meraih tangan wulan dan menggenggam menyakinkan.


"Pertanyaan ku muda tidak sulit, apa hubungan mu dengan bu nina?" tanya Wulan to the poin.


Wanita itu tidak ingin basa-basi lagi, pikir nya semua itu seperti anak kecil jika harus berbelit-belit.

__ADS_1


Rizal mendengar itu tersenyum ternyata mantan istri nya cemburu, lalu kenapa tadi sok tidak peduli.


"Mas aku bertanya kenapa malah senyum-senyum sendiri, jangan membuat ku berpikir yang tidak-tidak tentang mu," ucap Wulan sedikit kesal karena rizal bukan menjawab tapi mempamerkan senyum yang tak pernah di minta.


"Apa sekarang kamu sedang cemburu padaku? aku senang dengar nya ternyata wanita ku mencintai ku," ucap Rizal bahagia lalu memeluk wulan.


"Aku berjanji padamu sayang, akan menyelesaikan semua ini, tapi sebelum itu aku harus membuat mu percaya terlebih dahulu pada ku," batin Rizal sedih.


"Mas, lepaskan aku tak mengatakan itu, aku hanya bertanya apa hubungan mu dengan bu nina bukan yang lain?"


"Iya, iya, aku akan menjawab. Aku dan bu nina tidak ada hubungan apapun, kita berdua murni sahabat tidak lebih, kedekatan kita memang terlihat seperti dua orang yang sedang menjalin hubungan, tapi semua itu karena bu nina adalah teman lama ku, lagian dia sudah menikah dan juga memiliki anak sama seperti kita. Meski pun belum menikah aku tak berpikir untuk menjalin hubungan dengan nya karena wanita itu bukan tipe ku," jelas Rizal panjang lebar berkata jujur.


"Apa ucapan mu ini dapat aku percaya?"


"Sangat dan kamu harus percaya karena aku hanya mencintai mu tidak yang lain."


"Baiklah aku percaya, karena kamu sudah mengetahui semua rahasia masa lalu ku, tapi ingat kalau aku mengetahui sesuatu yang kamu tutupi jangan harap ada kesempatan ke tiga lagi."


"Iya sayang aku janji, tapi kamu harus percaya semua yang ku lakukan ke depan nya demi kamu, demi kita bersama bukan karena aku atau orang lain," ujar Rizal menyakinkan Wulan.


"Terserah kamu Mas, asal itu tidak membohongi ku lagi. Oiya apa rencana mu kedepan nya untuk mencari pembunuh itu?" ucap Wulan menganti topik dengan semangat 45 ingin mendengar rencana Rizal.


"Kenapa begitu semangat? apa kamu tidak sabar membalas mereka?"


"Iya Mas, aku ingin melihat mereka membusuk di penjara dan bahkan semua keluarga nya harus ikut merasakan seperti apa yang aku rasakan seorang diri tanpa harta," jawab Wulan serius.


"Apa itu perlu sayang? bagaimana kamu ingin membalas pada orang yang tidak salah, contoh yang melakukan itu adalah bapak nya masa semua yang berhubungan dengan bapak itu harus kena imbas, apa itu tidak adil?"


"Lalu bagaimana dengan keluarga ku Mas? jika mereka membenci satu orang kenapa berimbas pada banyak orang?"


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2