
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Wulan kini sudah berada di klub dan langsung masuk menuju ruang bawah tanah tempat teman para pengkhianatan itu di bawa ke lima orang suruhannya.
"Nona tempat ini tidak baik apa tidak sebaiknya kita pulang saja, kami khawatir nona kenapa-kenapa," kata pengawal nya itu mencemaskan nona nya.
Pakaian yang di kenakan wulan begitu seksi menggoda iman, ia sebagai seorang pria tidak henti menelan kasar ludah merasa panas tubuh nya.
"Pulang? kau serius mengatakan itu padaku?" tanya Wulan menatap pengawal itu.
"Serius, apa nona tidak sadar sekarang telah menjadi sorotan para pria lapar di sini yang kapan saja siap menerkam nona," ungkap nya seraya memberi lirikan ke setiap sudut tempat para pria duduk memandang arah berdiri nona nya saat ini.
"Aku tidak peduli dengan mereka, itu hak mereka mau memandang dan menatap lapar siapapun yang mereka suka, tapi tak akan aku biarkan seorang pun menyentuh ku," balas Wulan.
Pengawal tersebut mendengar penuturan dari nona nya menjadi merinding, bagaimana tidak? nona nya begitu menakutkan, tidak ada raut wajah becanda dan tak pernah sekali mempertunjukkan senyuman pada mereka.
Raut wajah yang selalu wulan tunjukkan adalah wajah datar dan arongan.
"Terbuat dari apa nona Wulan, kenapa pemikiran nya begitu sempit? aku baru pertama kali melihat perempuan langkah seperti ini menggunakan pakaian menggoda tapi datang ke tempat panas bukan untuk menggoda. Wajahnya juga datar, apa nona malu untuk tersenyum karena wajah nya jelek?" batin pria itu menerka-nerka menatap nona nya yang mencari-cari ke suatu tempat.
"Jangan memandang nona seperti itu, bagaimana jika ketahuan habis kau dari nona," tegur teman nya.
"Tidak perlu menasehati ku, fokus pada tugas mu ingat di sini saya pemimpin mu mau di pecat?"
"Maaf Pak."
"Kembali lah."
Wulan masih melihat dan mencari sesuatu yang bisa di jadikan alat balas dendam pada teman para pengkhianat itu.
"Kalian tunggu di sini tidak perlu mengikuti ku," pesan Wulan menatap bergantian orang-orang nya lalu pergi.
__ADS_1
Pimpinan dari ke lima orang tersebut tak berani berkata apapun karena belum melakukan apapun tatapan tajam dari wulan sudah membuat nya tak berkutik.
Ke lima orang tersebut hanya bisa memandang kepergian nona nya.
Di tempat lain, tepat nya di dalam pesawat rizal baru mengingat nya jika wulan tak memiliki pakaian sopan tertutup semua yang di sediakan seksi terbuka.
Perasaannya saat ini menjadi tak menentu dan sangat yakin wulan pergi dengan pakaian menggoda.
"Bodoh nya aku kenapa sangat ceroboh," umpat Rizal memaki diri nya sendiri.
Rizal tak bisa menghubungi orang suruhannya, keadaan tak memungkinkan untuk ia menelpon.
Pria itu benar-benar pusing memikirkan wulan membayangkan pakaian seksi di gunakan wulan dan para pria mata keranjang pasti akan menyerang paksa tanpa belas kasihan.
Otak nya tak juga berhenti memikirkan yang buruk-buruk mengenai wulan.
"Sial ... kenapa aku terus memikirkan nya, kenapa aku khawatir wulan di sentuh pria lain? apa sebenarnya yang terjadi padaku? tidak mungkin aku jatuh hati pada wanita seperti itu," ucap Rizal bingung dengan dirinya.
Wulan duduk di sofa lingkaran besar bersama ke empat pria tua.
Ke empat pria itu menatap tabjuk pada ciptakan sang kuasa yang begitu sempurna yang kini berada di hadapan mereka.
"Apa kau ingin bersenang-senang dengan kami cantik?" centil pria tua itu mencolek pipi wulan.
"Tidak bukan saya, tapi teman saya yang ingin bersenang-senang, apa bapak-bapak mau memberi kepuasan pada teman saya?" tanya Wulan santai menahan kesal dengan sikap pria tua menjijikkan itu.
"Bersenang-senang? apa kau serius?"
"Iya, apa wajah saya kelihatan sedang becanda?" Wulan malah bertanya balik dan di jawab cepat dengan gelengan kepala.
"Tidak."
"Bagaimana apa kalian mau memberi kepuasan pada teman-teman saya?"
"Dengan senang hati, saat ini kamu sedang mencari partner ranjang tapi tak juga menemukan nya dan kau datang memberi tawaran gratis bagaimana kami bisa menolak, benar seperti itu bukan?" tanya pria tersebut pada ketiga temannya.
"Bagus lah. Oiya ada satu yang ingin saya katakan, lakukan berulang kali hingga teman saya tak berdaya, meski sudah meminta kalian untuk mengakhiri jangan ikuti lakukan saja," kata wulan yang di tatap bingung oleh ke empat pria itu.
__ADS_1
"Kenapa? apa kau menjebak teman-teman mu?" tanya penasaran nya.
"Kenapa bertanya seperti itu? tidak mungkin saya teman nya tega menjebak teman sendiri seperti ini."
"Lalu perkataan kau tadi apa jika bukan memiliki makna itu."
"Jadi kalian salah paham dengan maksud perkataan saya tadi, baiklah akan saya jelaskan." Wulan memulai mengarang cerita yang membuat ke empat pria mata keranjang itu percaya.
Dan ternyata benar sesuai dugaan nya ke empat pria itu percaya begitu muda tanpa merasa curiga dengan cerita nya.
"Dasar pria tua bodoh begitu mudah nya kalian saya bohongin," batin Wulan merasa kasihan dengan pusaka para pria tersebut yang akan segera masuk ke sarang perempuan keji itu.
"Semoga pusaka kalian baik-baik saja setelah masuk ke sarang para wanita pengkhianat itu, puaskan mereka agar mereka dapat merasakan seperti apa yang saya rasakan dulu. Menangis tak berdaya minta di akhiri tapi tidak di turuti malah semakin kasar. Aku harap setelah kejadian ini kalian sadar dan taubat, bukan berarti memiliki uang dapat melakukan apapun yang kalian suka? kalian salah jika berpikir seperti itu," batin Wulan.
Wulan membawa ke empat pria menuju ruang bawah tanah.
"Kenapa kita lewat sini? bukannya kamar ada di arah sana." Tunjuk nya pada arah kiri pojok sana.
"Bapak benar, tapi tempat ini privasi dan teman saya butuh waktu yang lama untuk bersenang-senang, " bohong wulan.
Wulan tidak mungkin membiarkan ke empat pria itu melakukan di kamar yang di sediakan klub untuk permainan panas.
Di kamar sana tidak ada CCTV, sedangkan wulan menginginkan setiap adegan panas para teman nya di rekam.
Dia sadar tindakan nya ini sudah begitu kejam, tapi perlakuan mereka sudah membuat nya terluka sangat dalam hingga ingin mengakhiri hidup setelah mengetahui kondisinya sedang hamil.
Wulan merasa tindakan nya ini adil, meski mereka tak akan mengalami hal yang sama seperti nya hamil.
Wulan sudah mengatakan untuk tidak melakukan permainan dalam.
Dan tentu perkataan nya juga harus menggunakan alasan yang tepat agar di percayai, ke empat pria tersebut begitu cerewet banyak tanya.
"Masuk lah mereka berada di dalam, selamat bersenang-senang," ucap Wulan menampilkan senyum manis nya.
"Terimakasih kau juga cantik carilah pria yang dapat memuaskan mu seperti nya kita bukan tipe mu," balas pria tersebut.
"Dasar tua bangkai kau pikir saya perempuan apaan, dan semua ini karena kau Mas," batin Wulan kesal.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...