Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 66: Mengakui


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


"Sudah kak, tidak usah di permasalah kan lagi," ucap Wulan tidak ingin ada keributan.


"Tidak Dek, pria seperti dia sudah seharusnya mendapat sikap seperti ini," kata Alvaro jika saja tidak memikirkan perkataan wulan pria di depan nya ini sudah di hajar habis oleh nya.


Wulan melirik pada kak dinda memohon bantuan agar kak alvaro tidak terpancing emosi.


"Mas tenang lah, jangan emosi ingat tujuan kita kesini apa," pesan Dinda memperingati sang suami tak tega melihat wajah sang adik memohon pada nya.


"Hmmm, baiklah kau bisa bicara pada wulan tapi tidak lama saya kasih waktu lima menit tidak lebih," kata Alvaro.


"Iya."


Rizal berniat mengandeng tangan wulan, tapi saat baru menyentuh wulan langsung menepis dan beranjak pergi.


Sikap Wulan padanya ini membuat nya sedih, dia tak menyangka sebesar itu rasa benci dan tidak sudih wulan di sentuh oleh nya.


Tapi bagaimana juga dia sadar sikap wulan ini karena diri nya penyebab utama.


Lestari melihat kepergian wulan dan rizal menjadi kesal, untuk apalagi rizal ingin bicara berdua dengan wulan? kenapa tidak langsung bicara di sini?

__ADS_1


Santi melihat raut wajah masam dan kesal pelakor melihat pak rizal pergi bersama wulan menjadi kasihan.


"Dasar pelakor, lihat diri mu sangat menyedihkan, baru juga melihat pak rizal pergi bersama wulan sudah kebakaran jenggot gimana kalau mereka kembali bersama bisa gila kamu pelakor," monolog Santi ingin sekali mengejek lestari tapi tidak bisa, mengingat janji nya pada wulan membuat nya membatalkan niat itu.


"Silakan katakan," ucap Wulan tanpa menoleh.


"Lan, bisakah kamu tidak begitu ketus pada ku? bagaimana juga saat ini aku masih suami mu, pengadilan belum memutus perceraian kita," ujar Rizal merasa sakit melihat sikap wulan yang sekarang.


"Langsung pada intinya, jika tidak kita kembali saja," ancam Wulan serius.


"Oke ... oke ... aku akan bicara langsung pada intinya, aku ingin kita memperbaiki semua dari awal, aku akan mengucap janji ulang di depan umum di saksikan banyak orang," ujar Rizal serius menatap wulan yang mendengar ucapan nya biasa tidak memberi ekspresi apapun.


"Apa hanya itu yang ingin kamu katakan Mas?" tanya Wulan dengan wajah santai menoleh pada rizal.


"Wulan tanggapan apa yang kamu berikan ini? aku mengatakan semua serius tidak becanda, apa tidak bisa kamu menangapi dengan serius juga seperti yang ku katakan ini?"


"Mas mau aku memberi tanggapan serius seperti apa? apa aku harus menunjukkan ekspresi bahagia karena Mas sudah berkata seperti ini? tidak," Wulan menggeleng kepala.


"Kamu tidak pernah berada di posisi ku Mas, jadi kamu dengan muda mengatakan semua yang kamu suka, tanpa memikirkan perasaan ku bagaimana, aku membenci mu sampai kapan pun tidak akan pernah memaafkan mu."


"Jangan mengatakan itu wulan, aku mengaku salah, aku telah banyak menyakiti mu baik secara fisik maupun batin dan aku benar-benar menyesal itu, please beri aku satu kesempatan untuk memperbaiki semua, aku janji tidak akan mengecewakan mu," pinta Rizal memohon mencoba meraih tangan wulan, tapi di hindari wulan.


"Keputusan ku sudah bulat, tidak dan akan tetap tidak, jika hanya ini yang ingin kamu katakan sebaiknya kita kembali saja aku tidak ingin ada masalah baru yang di timbulkan oleh kekasih mu karena aku sedang tidak mood untuk meladeni nya," ujar Wulan.


Beranjak pergi meninggalkan Rizal, langkah kaki wulan terhenti di hitungan langkah kaki ke tiga. Rizal memeluk wulan dari belakang dengan erat hingga wulan tidak bergerak.


"Lepaskan Mas," berontak Wulan pelukan Rizal begitu erat.

__ADS_1


"Tidak, aku ingin seperti ini hingga waktu yang di berikan pria itu selesei, tetap lah seperti ini aku sangat merindukan mu, beberapa hari ini aku terus mual dan pikiran ku selalu terbayang wajah mu, aku sendiri binggung kenapa, tapi yang aku tau mual ku selalu berakhir dengan ingin bertemu kamu dan rasa nya saat itu aku begitu rindu," visit Rizal tepat di telinga Wulan.


Dan wulan tidak berontak entah kenapa dia membiarkan saja, lagian pelukan ini hanya beberapa menit saja, bayi dalam kandungan nya juga menginginkan pelukan dari ayah nya.


"Nak, apa ini ulah kamu tidak ingin menyusahkan bunda ya? terimakasih saying sudah mengerti pada bunda, tapi tidak perlu membuat ayah mu memikirkan bunda. Sampai kapan pun bunda tidak akan bisa bersama ayah mu lagi, tapi jangan sedih karena masih ada bunda yang selalu ada untuk kamu sayang," monolog Wulan.


"Mas lepaskan, waktu kita hampir habis, Aku tidak ingin kak al kemari," ucap Wulan.


"Baiklah, Aku hanya akan mengatakan satu


hal sama kamu. Aku akan selalu meminta maaf padamu meski berulang kali kamu menolak ku, aku tidak peduli. Aku benar-benar serius ingin memperbaiki hubungan kita, karena aku menyukai mu, aku mencintai mu Wulan Andini cahyani Adipati," ucap Rizal lalu melepaskan pelukan nya.


Wulan terdiam mematung, perkataan rizal barusan membuat nya kaget, entah kenapa jantung nya mendadak berdetak tak karuan.


Ada perasaan yang binggung untuk dia ungkapkan dan dia jelaskan, pandangan nya kini sudah tak terarah.


Beberapa menit terdiam seperti orang linglung, wulan kembali tersadar saat tangan nya di gandeng rizal.


"Mas lepaskan aku bisa jalan sendiri tidak perlu di gandeng segala," ucap Wulan.


"Kenapa? apa kamu bisa belum percaya dengan yang ku katakan tadi? sebenarnya perasaan ku ini sudah lama Lan. Kamu ingat satu bulan yang lalu saat aku mengajak mu ke suatu tempat di mana kamu malah menuduh ku ingin melenyapkan mu?" tanya Rizal menatap Wulan yang seperti sedang mencoba mengingat.


"Saat itu aku mencoba mengumpulkan keberanian untuk mengungkap perasaan ku pada mu, awal nya aku masih ragu jika saat itu aku benar-benar sudah jatuh cinta pada mu, tapi setelah merenung dan bertanya-tanya dengan hati ku sendiri, akhir nya sadar dan tau jika aku benar-benar telah jatuh cinta pada mu, dan aku mau memperbaiki dan memulai semua dari awal, tapi kamu malah salah paham dan pergi meninggalkan ku begitu saja."


"Yang berlalu biarkan berlalu karena itu tidak akan mengubah semua yang telah terjadi sekarang. Aku harap tidak ada yang perlu di bahas lagi karena semua hanya sia-sia saja tidak akan mengubah apapun keputusan ku," kata Wulan.


"Dan aku pun sama tidak akan menyerah sampai kamu memaafkan ku, meski nyawaku taruhan nya, semakin besar kamu menolak, semakin besar juga aku akan berusaha," balas Rizal penuh tekad.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2