
Salma akhirnya berpamitan dan akan berjanji kerumah keluarga sanjaya setelah salma selesai kuliah agar bisa membantu salsa ketika mengalami kesulitan.
Salma pulang bersama papanya menggunakan mobil karena motor salma sudah ada dirumahnya di ambil oleh pak ujang ketika salma diklinik.
Dengan keadaan lesu,salma masuk kedalam rumah langsung memeluk ibunya.
"Kok tumben langsung meluk mama,biasanya ga mau banget dipeluk mama.palingan salim aja.ada apa sih sama anak mama yg cantik ini" jelas sisil bingung.biasanya jika salma ada masalah salma hanya mengurung diri dikamar sambil bermain game.
"Ini bukan masalah yg biasa sayang,masalah ini cukup besar.salma sudah merenggut nyawa seorang anak bahkan anak tersebut belum lahir" jelas Tino yg kecewa dengan kesalahan salma. "Syukur korban dari ulah salma bisa di ajak berdamai" tambahnya lagi
"Maksudnya,salma menabrak ibu² yg tengah hamil??" Jawab sisil syok dengan pengakuan suaminya.
"Ia mah,salma seorang pembunuh mahh,salma membunuh anak bahkan anak itu belum lahir" jawab salma dengan berulai air mata.
Seketika pelukan sisil lepas dari salma dan langsung menampar salma
"Apa maksud kamu salma!? Apa yg kamu lakukan." jelas sisil dengan air mata yg membendung
"Maafin salma mah.salma salah,salma udah ngecewain mama sama papa" jawab salma dengan raut wajah sedih.
Sisil beranjak dari ruang keluarga langsung masuk kekamarnya tanpa memperdulikan salma dan suaminya Tino
"Pa maafin salma pa,salma mengaku salah" mohon salma kepada Tino.Tino hanya mengangguk sambil terseyum getir dan langsung menyusul istrinya.
Sendiri, ya itu yg di alami salma.dunia yg ceria seketika menjadi kelabu dengan kejadian pagi tadi.salma berlari ke kamarnya dan menangis di pinggir tempat tidurnya.
"Apa aku benar benar seorang pembunuh,apa aku seorang pysikopat.aku tahu aku salah Tuhan tapi jangan menghukum aku seperti ini.orang tuaku seakan menjahui aku Tuhan." akhirmya salma tertidur tanpa mandi,cuci muka,makan dan lain².
"Maafkan salma,salma ga sengaja.salma bukan pembunuh." Keringat dingin di sekujur tibuh salma.
Salma terbangun dari mimpi buruknya
__ADS_1
"Apakah ini cuma mimpi??"
Salma melihat jam yg menunjukan waktu 2 dini hari.
Akhirmya salma ke kamar mandi dan mandi karna badannya lengket semua.
Selesai mandi salma membaca buku agar pikirannya teralihkan.tanpa terasa jam menunjukan waktu 05.45 pagi.karna mata kuliahnya jam 08.00 salma bersiap siap untuk berangkat kulia.tak lupa salma membereskan tempat tidurmya
Selesai bersiap siapa salma turun untuk sarapan bersama mama papanya.namun di meja makan tidak ada sisil ataupun Tino
"Mungkin mama dan papa masih kecewa sama aku"batin salma sedih
Salma hanya sarapan sendiri tanpa ditemani sisil ataupun Tino.selesai makan salma memanggil bu mina.
"Bi mina"panggil salma
"Ia non"
"Oh,kalo nyonya dan Tuan udah dari pagi tadi keluar."
"Owhh gitu yaa bi"
"Ia non"
Bu mina menatap salma sedih.karena dia tahu kondisi salma saat ini tidak baik baik saja.
*Di tempat lain*
Keluarga sanjaya sedang sarapan pagi bersama
"Papa" panggil vir
__ADS_1
"Iya,kenapa vir" jawab Bimo
"Apa keputusan yg di ambil papa tentang gadis itu?.siapa namanya" tanya vir kepada Bimo
"Namanya salma,nama yg cantik bukan?" Ujar dewi kepada vir.vir hanya diam tidak dengan devlan,mendengar namanya saja sudah membuat dia muak apalagi untuk bertemu degannya rasanya devlan ingin memakan salma hidup²
"Nanti siang papa akan bertemu pak Tino sanjaya dan kami akan memutuskan bagaimana kelanjutannya" ujar Bimo kepada vir
"Pa,ambillah keputusan yg membuat dia tertekan.jangan biarkan di lolos begitu saja" jelas Devlan kepada keluarganya
" ia pa, aku setuju dengan pemikiran Devlan" ujar vir sambil tersenyum sinis
" nanti papa pikirkan, lanjutkan makan kalian" ujar Bimo kepada vir dan devlan.Vir dan Devlan percaya papanya akan mengambil keputusan yg akan membuat salma menderita.tidak dengan Dewi,dia percaya salma akan baik² saja dan tidak ada hukuman yg di terima salma kecuali salma setiap hari kerumah sanjaya untuk membantu semua aktifitas salsa.
*flasback on*
Ketika pulang dari klinik dan mengikuti pengubutan janin bayi salsa dan vir,dewi mengajak bimo untuk berbicara tentang masalah salma
"Pah, mama yakin salma tidak sepenuhnya salah dalam hal ini.karena sudah berapa kali salsa di tabrak orang kerena dia kurang hati hati dalam menyebrang jalan pah" ujar yakin kepada Bimo
"Papa juga seperti itu mah,cuma apa keputusan yg bagus agar vir dan devlan puas dengan keputusan papa" ujar Bimo kepada dewi bingung
"Iya pah,apa ya keputusan yg tepat untuk membuat devlan dan vir puas" ujar dewi kepada Bimo. "Karena mama yakin vir tidak setuju dengan keputusan kita kemarin yg hanya membuat salma menjadi pembantu salsa" tambah dewi
"Atau kita buat salma menjadi pembantu salsa dan pura pura membuat salma keluar dari kuliahnya.papa denger salma lagi menjalankan kuliahnya.papa yakin mereka akan puas dengan keputusan ini" jawab bimo dengan senyum yg merekah
"Ia pah,mama setuju" jawab dewi puas karena dia ingin salma baik² saja walaupun dia kehilangan cucunya,rasa sedih pasti ada cuman dewi mencoba untuk mengikhlaskannya.
jangan lupa like ya teman²
dan berikan saran dan kritikan agar bisa membangun novel ini
__ADS_1