
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Lestari perlahan dengan berat hati membuka masker yang di kenakan, dan betapa terkejut nya mereka semua, tapi tidak dengan santi wanita itu memberi reaksi berbeda dari yang lain, yaitu tertawa terbahak-bahak.
Melihat bibir seksi lestari tidak bisa membuat mulut santi diam untuk tidak menggoda pelakor tersebut.
Mulut nya sejak tadi sudah sangat gatal ingin mengejek lestari.
Melihat tingkah angkuh nya membuat santi sangat semangat ingin mempermalukan lestari hingga wanita tersebut bisa dapat merasakan rasa malu nya lagi.
"Hahaha ... hahahaha ... lihat lah Pak sudah Saya katakan bukan jika kekasih bapak itu sedang bercumbu di dalam toilet dengan pria lain, bukti nya tuh bibir di ukir menjadi seksi. Dan leher nya pasti di ukir juga kan?" tanya Santi di selah tawa mencoba memperkeruh suasana menarik perhatian orang di sini.
"Tidak sayang dia bohong, aku tidak melakukan seperti yang dia katakan," ucap Lestari menyakinkan rizal.
"Kau bocah bar-bar stres jaga perkataan mu, atau mungkin ini ulah mu? katakan dengan jujur atau kau akan menyesal nanti," sambung Lestari mengancam santi.
"Ulah saya gimana? jangan asal tuduh emang situ punya bukti kalau ini perbuatan saya? jangan sampai kau seorang pelakor saya tuntut atas pencemaran nama baik," balas Santi mematikan ancaman lestari.
"Sayang, dia bohong kamu harus percaya sama aku, tadi saat keluar toilet aku bertemu bocah stres ini, kami sempat ribut cukup lama, dan aku yakin semua ini ulah nya hingga tawon mengigit ku seperti ini, dia marah padaku karena kamu lebih memiliki ku dari pada sahabat nya yang tak seberapa itu," ucap Lestari masih sempat mengatai wulan di situasi seperti ini.
"Dasar kau pelakor masih saja pintar ngeles di saat kau sudah ke tanggap basah, kau seharusnya bertobat minta ampun sama Tuhan, gak takut apa mati nanti masuk neraka? oiya saya lupa urat malu saja kau tak punya bagaimana dapat merasakan takut?" Ejek Santi dengan suara yang sengaja di keras kan mengundang perhatian orang menyaksikan pelakor gatal tidak tau diri.
Semua yang berada di sekitar situ mendengar keributan menjadi penasaran mendekat.
Dalam hitungan menit kini tempat tersebut menjadi rame.
__ADS_1
Banyak pasang mata yang menyaksikan keributan tersebut, bahkan ada yang merekam dan memposting kejadian tersebut.
Kali ini rencana santi berhasil total, dia yakin setelah ini lestari pasti akan sangat malu, muka nya sudah tersebar di media sosial dengan gelar pelakor murahan mau di sentuh kiri kanan.
Rizal merasa malu karena secara tak langsung dia juga kena getah dari semua ini karena dia saat ini masih menjadi kekasih lestari.
Rizal menarik tangan lestari pergi dari sini, dia tidak ingin makin malu.
Wulan melihat Rizal perhatian terhadap lestari entah kenapa hati nya merasa sakit.
Dan dinda dapat melihat kesedihan di wajah wulan saat rizal menarik pergi lestari dari sini.
"Dek, kamu harus kuat pria seperti rizal tidak pantas kamu cintai, masih banyak pria di luar sana," ucap Dinda paham perasaan wulan.
"Kita pulang sekarang kak, aku sudah tidak betah di sini," Wulan berjalan meninggalkan mereka begitu saja.
"Sayang, aku tidak bisa biarkan ini terus berlangsung lebih lama, aku sudah putus kan perceraian wulan biar kita saja yang urus dan wulan akan aku kirim ke Korea selatan di Seoul, di sana dia jauh lebih aman, kita perlu harus mengikuti rencana Mama dan adik pria itu karena aku tidak sudih. Bisa saja suatu saat nanti mereka mempertemukan pria itu dengan wulan, kan semua tidak ada yang tau jalan pikir seseorang," ujar Alvaro panjang lebar mengatakan keputusan nya.
Melihat keadaan yang tidak memungkinkan dan rizal dapat menyakiti wulan kembali Alvaro segera mengambil keputusan.
"Aku setuju Mas, bagaimana juga seorang ibu tidak mungkin menutupi hal ini lama-lama dari anak kandung nya, cepat atau lambat pasti akan di beritahu," Dinda menyetujui keputusan Alvaro.
"Kalau kamu setuju kita hanya perlu bicarakan ini sama wulan dan keputusan selanjut nya tergantung pada papa dan mama mau nya gimana."
"Iya Mas."
Sepanjang perjalanan Rizal terus memarahi lestari, dia tidak habis pikir apa saja yang ada di otak lestari kenapa tidak kapok-kapok membuat nya malu.
Bagaimana jika kejadian tadi di posting, dan mama alma melihat pasti masalah nya akan tambah panjang.
Mama alma bisa lebih sangat marah pada nya.
__ADS_1
"Sayang, bocah itu bohong aku tidak melakukan apapun dengan pria lain, aku hanya melakukan padamu seorang, bibir ku bisa jadi seperti ini bukan hasil percintaan tapi di gigit tawon, dan leher ku bukan jejak kepemilikan, kamu harus tau itu, aku hanya mencintai mu tidak Ada orang lain di hati ku, apa perlu aku bukti padamu?" Lestari menatap serius Rizal menyakinkan jika semua yang di katakan santi fitnah.
Rizal tidak peduli mau itu benar atau tidak, sekarang yang dia khawatirkan kejadian ini sampai ke telinga keluarga nya.
Lestari melihat Rizal yang acuh tidak peduli dengan penjelasan menjadi kesal, dia pikir Rizal cemburu dan mempercayai fitnah yang keluar dari mulut santi.
"Sebegitu cemburu nya kamu pada ku sayang, tapi tak apa aku bisa mengetahui kalau kamu memang benar mencintai ku sekarang, akan aku bukti semua ini hanya milik mu seorang," batin Lestari tersenyum licik dan lalu berpindah duduk di pangkuan Rizal.
"Apa yang kamu lakukan berpindah lah lestari aku sedang menyetir," ucap Rizal kaget dengan tindakan lestari yang berada di pangkuan nya.
"Sayang jangan terlalu cemburu padaku, aku mengatakan sebenarnya, bocah itu men fitnah ku dia ingin kamu marah padaku," ucap Lestari tangan nya membuka satu per satu kancing kemeja Rizal.
"Lestari jangan membuat ku tambah marah pada mu, atau aku tidak segan-segan menyakiti mu," ucap Rizal serius yang mana tidak di tanggap serius oleh lestari, malah lestari semakin menjadi.
Kancing kemeja Rizal sudah berhasil di buka, dan lidah lestari sudah menjilati dada bidang Rizal dengan rakus.
Rizal menepi mobil di pinggir jalan lalu mendorong kuat tubuh lestari menjauh dari nya.
"Auwh."
"Sudah ku katakan tapi kau masih saja melakukan nya bukan? sekarang jangan salah kan aku jika berbuat kasar padamu," marah Rizal kedua bola mata nya berubah merah.
Rizal Mencengkram dagu lestari dengan kuat hingga wanita tersebut meringis kesakitan.
"Rizal sakit ... lepaskan," pinta Lestari kesakitan bukan di longgar kan rizal semakin mengeras kan.
"Sakit? sejak tadi kemana saat aku peringatkan? kau itu memang wanita ja*ang," hina Rizal muak melihat tingkah lestari semakin menjadi.
"Lepaskan Rizal sakit, kau menyakiti anak kita juga."
"Anak kita? apa kamu yakin itu benar anak ku?"
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...