
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Setelah kejadian hari itu di mansion rizal, wulan kini kembali hidup seperti biasa, dia tidak ingin keadaan nya membuat bayi dalam kandungan nya merasakan apa yang di rasakan.
Dua hari ini wulan tidak masuk kampus, dia ingin menenangkan diri.
Wulan sudah mewanti-wanti santi dan panji untuk tidak menceritakan kehamilan nya pada rizal, karena dia sudah bertekad rizal tidak perlu tau.
Biarkan semua seperti ini, besok adalah sidang pertama perceraian wulan dan rizal.
"Lan, kamu serius ingin pergi besok? saran aku sebaiknya tidak perlu, bagaimana jika kamu bertemu pelakor berbisa itu ? aku yakin pak rizal pasti membawa ular itu," ucap Santi membujuk wulan agar tidak pergi.
"Keputusan ku sudah bulat San, aku akan tetap pergi apapun yang terjadi meski harus bertemu ular itu di sana, aku tidak peduli," tekad Wulan tidak ada keraguan sedikit pun di hati nya.
"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan kamu, tapi aku akan ikut karena aku ragu kamu akan baik-baik saja di sana jika bertemu ular berbisa itu, bisa saja nanti kamu di patok," kata Santi.
"Terserah kamu tapi satu hal yang aku minta jangan melakukan kerusuhan atau akan terjadi masalah di persidangan nanti, karena aku ingin semua berjalan seperti air tanpa ada kendala," pesan Wulan mengingat santi agar tidak membuat masalah.
"Aman selagi ular itu tidak mendekat aku tidak akan melakukan hal yang buruk, tapi jika mendekat maaf apapun bisa terjadi, semua kembali pada ular itu saja," jawab Santi lanjut menonton drama di laptopnya.
Saat ini keduanya sedang berada di kamar, santi hari ini bolos kuliah karena malas melihat wajah rizal yang menurut nya bisa membuat nya meninju detik itu juga jika melihat.
Santi mengabiskan waktu nya berbincang dan juga menonton drama Korea terbaru.
__ADS_1
"Ya, aku yakin ular itu tidak akan berani berulah di sana, jadi kamu yang harus bisa tenang nanti."
"Kenapa kamu bisa seyakin itu pada ular berbisa?" tanya Santi penasaran melihat wulan begitu yakin jika lestari akan tenang tidak melakukan kekacauan.
"Jika ular itu melakukan hal buruk itu sama saja menghambat perceraian ku, dan tentu ular itu tidak akan biarkan. Selama satu menikah hanya ular itu satu-satunya yang gencar ingin aku pisah dengan Mas rizal, dan sekarang impian nya sudah tercapai tidak mungkin dia menyiakan begitu saja untuk gagal," jawab Wulan yakin dan sangat yakin.
"Tidak salah aku menjuluki nya ular berbisa, emang udah dari sana nya dan mungkin bisa saja dari lahir dia sudah menjadi ular berbisa," ucap Santi kesal membenci lestari melebihi apapun yang di benci di dunia.
...****************...
Di tempat lain Risma begitu kerja keras menyelidiki apa sebenarnya yang terjadi, mendapat kabar dari sang kakak kalau besok adalah sidang pertama perceraian mereka, pikiran risma sudah tak bisa tenang dan fokus nya tak bisa seperti kemarin lagi yang ekstra full.
Dia benar-benar cemas, dan rizal sudah pasrah begitu saja, entah apa yang ada di pikiran sang kakak nya itu sungguh membuat risma kesal.
"Astaga apa yang di pikirkan kakak, kenapa tidak melakukan sesuatu, apa dia tak ingin mempertahankan rumah tangga nya lagi? aku benar-benar binggung, sebaiknya aku samperin kak wulan saja, siapa tau setelah aku berbicara dari hati ke hati dengan nya kak wulan dapat berubah pikiran," ucap Risma penuh harapan.
Rizal di kantor uring-uringan tidak jelas, besok adalah sidang pertama perceraiannya, hal tersebut terus menganggu otak nya sehingga tak fokus bekerja.
"Kenapa aku tidak bisa melupakan wulan kenapa selalu terbayang wajah nya? apa sebenarnya yang terjadi padaku? dua hari tak melihat nya di kampus benar-benar membuat kepala ku sakit," frustasi Rizal mengacak rambut nya.
Kejadian dua hari kemarin benar-benar membuat rizal sedikit kecewa dengan wulan, dia merasa wulan yang sekarang begitu berbeda tidak seperti wulan yang dulu dia kenal semarah apapun tidak akan pernah melakukan hal kasar.
"Tapi kenapa kamu berubah seperti ini Lan? kenapa kamu begitu jahat, tindakan kamu hampir saja membunuh bayi di dalam kandungan lestari jika tidak cepat di bawah ke rumah sakit pasti sudah tidak bisa di selamat kan lagi," lanjut Rizal mengingat kejadian dua hari yang lalu saat membawa lestari ke rumah sakit.
"Hueekkkk ... hueeeekkk ... huekkkkkk.... "
Rizal bangkit berlari ke di balik pintu rahasia, di dalam terdapat satu ruangan sudah di fasilitas lengkap seperti di hotel.
Pria itu memuntahkan semua yang ada di perut nya, tubuh nya mendadak lemas, entah kenapa saat ini dia begitu merindukan wulan.
__ADS_1
"Ada apa dengan ku? kenapa badan ku rasanya tak enak. Sebaiknya aku segera ke kampus hari ini ada jadwal di kelas wulan, semoga saja aku bisa bertemu wulan," ucap Rizal membasuh wajah nya menatap cermin.
"Aku akan melakukan apapun itu agar bisa melihat mu," tekad Rizal.
Dalam perjalanan ke kampus, otaknya tak juga henti memikirkan wulan.
Tak lama kemudian, rizal tiba di area kampus. Memarkirkan mobil dan segera masuk, kelasnya akan di mulai 30 menit lagi, sebelum memulai dia akan mencari wulan terlebih dahulu.
15 menit mencari kesana-kemari dia tak menemukan keberadaan wulan, yang hanya di temui adalah kedua pria yang selalu bersama wulan.
"Di mana kamu Lan? apa kamu sakit? kenapa tidak mengabari ku, bagaimana juga sekarang kamu masih menjadi istri ku karena pengadilan belum memutuskan perceraian kita. Seperti nya hari ini kamu kembali tidak masuk, baiklah aku akan mencari mu di rumah dinda, aku yakin kamu berada di sana," putus Rizal sebelum pergi dia menghubungi seseorang untuk menggantikan nya dengan alasan ada urusan penting yang tidak bisa di tinggal.
Wulan dan santi begitu serius menatap layar komputer.
Santi terus teriak histeris melihat suami online nya song joong ki melawan penjahat.
"Oh tidak suamiku!" teriak Santi sambil menunjukkan tangan nya pada layar komputer. "Lihatlah mereka begitu jahat menyerang suamiku, tapi tidak semudah itu juga suamiku akan kalah, suamiku pria tampan, cerdas dan tentu jago bela diri pasti hanya dengan satu pukulan langsung tumbang," lanjut santi yang heboh sendiri.
Wulan melihat dan mendengar kegilaan santi yang sangat mengidolakan song joong ki menjadi kesal, pasalnya dia sudah mengidolakan song joong ki dari awal mulai berkarir hingga sekarang, tapi tak pernah sekali dia seheboh santi sekarang.
"Lan kamu lihat kan betapa tampan nya suamiku saat bertarung, meski berlumuran darah di wajah, tampan nya masih terpancar jelas bahkan semakin memukau membuat jantung ku berdetak tak karuan," lanjut Santi tetap fokus pada layar komputer tanpa menoleh saat berbicara dengan wulan.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
Yang mau join di grup author yuk klik link di bawah ini. Author barusan buat grup biar kita bisa lebih dekat dalam berinteraksi, kalau gak bisa di klik bisa langsung WA Author di nomor: 082340991885
https://chat.whatsapp.com/C30KfqK9Q4qGEL9VKkGNuQ.
__ADS_1