
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Setelah pembicaraan kedua selesai, mereka segera masuk ke dalam. Wajah Rizal masih terlihat sedikit kesal pada Papa Yusuf.
Pria itu bahkan tidak segan mengancam Papa Yusuf jika berani melakukan sesuatu yang buruk pada wulan, maka akan langsung berhadapan dengan nya.
"Sayang, kita langsung makan saja, lagian Papa dan Mama juga harus pulang ini sudah malam," kata Rizal tidak suka melihat tatapan Papa Yusuf yang mencuri pandang menatap wulan dengan penuh arti di kedua bola mata nya.
"Iya Mas, ayo kita ke meja makan langsung," ajak Wulan tak keberatan, jujur saat ini dia sudah sangat lapar.
Masak bersama rizal tadi sudah menggoda iman nya untuk segera menyantap, bagaimana tidak bau masakan rizal begitu harum.
Wulan tak menunggu lama lagi langsung mengarahkan mereka ke meja makan dan rizal setia mendampingi wulan.
Dia bahkan tak ingin duduk berjauhan dengan wulan. Hal itu sudah membuat wulan curiga ada yang aneh dengan sikap rizal setelah datang bersama Papa Yusuf.
Tapi wulan tak berniat bertanya apa sebenarnya terjadi sekarang, wanita itu memilih diam mengamati dan akan bertanya nanti jika orang tua rizal telah tiada.
Mama alma melihat putra nya begitu menyayangi wulan sangat bahagia, semua itu terlihat dari kedua bola mata rizal.
"Oh iya Nak kedatangan Mama dan Papa kesini, karena ada hal penting yang ingin di sampai kan," ucap Mama Alma serius telah tiba dan duduk di kursi.
"Hal penting apa? kenapa baru Mama katakan sekarang? kenapa tidak sejak tadi?" tanya Rizal dengan wajah penasaran.
"Tenang jangan khawatir, lagian apa yang ingin kita sampai kan juga baik. Tapi sebelum itu kalian harus berterima kasih dulu sama Papa karena hal penting yang akan kita sampai kan ini untuk kalian," kata Mama Alma dan rizal mendengar itu bukan menjadi paham malah sebalik nya
"Maksud Mama apa? terima kasih untuk apa? emang nya apa yang di lakukan Papa?" tanya Rizal lalu beralih menatap tajam penuh tanya.
__ADS_1
"Rizal jangan menatap kesal seperti itu, seharusnya kamu memberi tatapan bahagia dan banyak terima kasih, berkat Papa Yusuf besok kalian menikah dan menjadi suami istri lagi. Untuk urusan lain tidak perlu di pikirkan lagi karena kalian akan menikah di kantor agama, lagian semua itu sudah di urus Papa Yusuf sebelum kemari," terang Mama Alma menjelaskan.
Namun lagi dan lagi itu membuat rizal bingung mendengar itu, seharusnya dia bahagia tapi ini tidak semua yang di dengar membuat nya semakin khawatir. Apa rencana Papa Yusuf di balik menyiapkan pernikahan mereka.
Rizal menggenggam tangan wulan memberi isyarat biarkan dia yang berbicara.
Wulan mengerti isyarat rizal menatap kesal pria itu dan mencoba tidak bicara.
"Apa keluarga wulan sudah mengetahui ini? atau jangan bilang kedatangan Papa Mama wulan besok ada kaitan nya dengan ini?" tebak Rizal sambil menatap bergantian Papa dan Mama nya.
"Yes, 100. Sebelum ke sini Papa sudah menemui orang tua Wulan dan mengatakan ini, berbagai penjelasan dan bujukan yang Papa katakan akhir nya mereka yakin dan mau memberi kesempatan kedua untuk kamu," Papa Yusuf tersenyum menatap rizal.
"Baiklah aku akan ikuti rencana Papa, tapi jangan harap rencana buruk Papa pada wulan bisa berjalan lancar, karena itu tidak akan ku biarkan. Jika di pikir dengan aku secepat nya menikah itu lebih bagus karena aku akan bisa menjaga wulan tanpa harus pisah rumah lagi," monolog Bara diam memikirkan semua itu.
"Baiklah Rizal tidak masalah jika semua sudah di urus kita ikut saja, bagaimana sayang kamu tidak keberatan kan?" Rizal menoleh menatap wulan.
"Aku ikut saja Mas, asal orang tua ku merestui kita," jawab Wulan tak keberatan, meski harus berhubungan lagi dengan Papa Yusuf.
Dua jam kemudian.
Kedua orang tua rizal sudah pulang mereka akan kembali lagi besok pagi saat orang tua angkat nya tiba di korsel.
"Mas, kenapa tadi kamu menahan aku berbicara? kamu tau gak sih, aku sangat penasaran ingin tau apa alasan Papa Yusuf berkata seperti itu, aku mencium aroma yang tidak baik," ucap Wulan terang.
"Sayang, kok kamu mikir kayak gitu sih?" tanya Rizal penasaran kenapa wulan begitu peka dengan sikap Papa Yusuf.
"Enggak aja, tapi maaf-maaf ya Mas aku gak suka sama Papa Yusuf, kamu gak tau kan dulu waktu kamu sering siksa aku, Papa Yusuf orang pertama ingin kita pisah dan sekarang ini apa kenapa mendadak berubah ingin kita bersatu? bukan nya itu aneh?" jelas Wulan panjang lebar mengungkapkan apa yang di rasakan.
"Mas kenapa kamu diam? katakan sesuatu jangan membuat ku berpikir buruk," sambung Wulan lagi melihat diam nya Rizal.
__ADS_1
"Sayang sudah lah, lupakan itu sekarang kamu istirahat besok kita harus ke kantor agama jadi jangan begadang, aku juga harus pulang sekarang."
"Tapi kamu belum menjawab perkataan ku Mas."
"Besok aku akan menjawab semua pertanyaan kamu, sekarang istirahat lah jangan banyak pikir lagi, oke."
Huh.
Wulan menghela nafas panjang.
"Baiklah, janji besok ya? awas ingkar," ancam Wulan dengan wajah cemberut tapi cemberut nya itu mengemaskan dan cantik di mata Rizal.
"Sayang jangan seperti itu atau aku tidak akan tega meninggalkan mu sendiri," goda Rizal dengan satu mata mengedip.
"Dasar me*um sana pulang," usir Wulan mendorong rizal yang kini duduk disamping nya.
Bukan terbangun dan pergi, dorongan wulan malah membuat kedua menjadi dekat.
"Sudah ku katakan tadi, jangan nakal sekarang sudah seperti ini siapa yang akan kamu salah kan? aku lagi?" tanya Rizal menaikan alis.
Dorongan wulan itu tanpa sengaja membuat tubuh rizal jatuh menindih wulan. Hingga wulan berada di bawah nya.
Wulan tak menjawab, dia akui ini kecerobohan nya tidak hati-hati. Jika saja tidak mendorong rizal, pria itu tidak akan menarik nya hingga terjatuh seperti ini.
"Aku tidak sabar menunggu besok sayang, menikmati milik ku kembali, dan memanjakan mu. Tentu memberi baby askar adik biar gak sendiri,' ucap Rizal sambil membelai wajah wulan.
"Tidak sekarang, adik untuk baby askar kita tunda dulu. Aku ingin menemukan pembunuh keluarga ku, aku tidak tenang jika mereka masih berkeliaran di luar sana di atas penderitaan ku. Bahkan sepupuku harus bekerja keras untuk bertahan hidup, sedang kan mereka dengan senang, bahagia menikmati harta milik ayah ku, dan itu benar-benar tidak bisa aku maaf kan," kata Wulan terang dengan penuh amarah pada paman shin.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
Maaf ya semua gak bisa up panjang hari ini, semua itu karena author up banyak nya di novel sebelah Di Balik Cadar ( Istriku Orang Kedua) 3 Bab memang 😁