
H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Wulan di balik pintu, berdiri mendengar perkataan kedua pria tersebut.
Tadi saat berada di kamar, Rizal mengabari Wulan jika Papa Yusuf mengajak nya bicara. Dan Rizal juga memberitahu Papa Yusuf meminta Rizal untuk tidak memberitahu Wulan soal ajakan tersebut.
Tentu mendengar itu Wulan menjadi penasaran, Wulan meminta Rizal untuk datang menghampiri Papa Yusuf. Dan Wulan akan menguping pembicaraan mereka.
"Cepat katakan Paman, aku ingin tau apa alasan mu membunuh keluarga ku, padahal mereka itu juga keluarga mu sendiri," monolog Wulan bertanya-tanya pada diri sendiri.
Alasan Paman shin membunuh keluarga Wulan itu, hingga sekarang masih menjadi sebuah misteri yang belum bisa di pecahkan oleh Wulan.
Bahkan, setiap hari Wulan selalu bertanya-tanya pada diri sendiri, saat duduk seorang diri.
Sebenarnya masih sulit untuk Wulan percaya jika Paman shin adalah Papa Yusuf, pria yang membantai habis keluarga Wulan. Namun apa daya Wulan jika kenyataan sudah seperti itu.
Rizal, suami nya sendiri lah yang mengakui itu, bahkan berulang kali Rizal memohon maaf untuk tidak membenci nya.
"Aku harap setelah mengetahui semua, aku akan lebih muda memutuskan balasan apa yang tepat untuk nya. Ayah, Bunda, Wulan harap semua yang Wulan lakukan ini tidak membuat kalian marah dan kecewa. Wulan lakukan ini, karena Wulan tidak terima apa yang di lakukan Paman shin pada kalian semua," monolog Wulan berdoa.
"Baiklah karena kamu sudah siap mendengar, Papa akan cerita kan," ucap Papa Yusuf.
Rizal berdiri, menatap serius wajah Papa Yusuf yang sudah mulai siap bercerita.
__ADS_1
"Semua yang Papa lakukan itu memang pantas mereka dapat kan, bahkan Papa berpikir seharusnya sudah sejak mereka tiada. Kehadiran mereka di dunia hanya menjadi lalat. Papa membenci mereka. Kematian mereka sudah Papa rencana kan sejak Papa berusia 20 tahun. Dan tidak ada penyesalan sekecil pun sudah membunuh mereka, yang ada hati Papa sangat bahagia," ujar Papa Yusuf, tersenyum. Di wajah nya sangat terlihat jelas tidak ada penyesalan saat bercerita, wajah nya terus menunjuk kan kebahagiaan.
Rizal benar-benar tidak menyangka dengan semua yang keluar dari mulut Papa Yusuf.
Wulan di balik pintu, mengepalkan kedua tangan nya. Dia merasa Papa Yusuf bukan lah manusia, melainkan iblis. Mana ada manusia sejahat dan setega Papa Yusuf itu.
"Jangan menatap Papa seperti itu, semua yang Papa lakukan juga untuk kalian," lanjut Papa Yusuf melihat tatapan Rizal yang penuh kekecewaan.
"Apa maksud Papa? kenapa membawa Rizal dalam kejahatan yang Papa lakukan di masa lalu?" tanya Rizal bingung. Dia merasa seperti orang bodoh sekarang. Perkataan Papa Yusuf benar-benar membuat kepala nya pusing dalam mencerna.
"Tentu, Papa akan membawa kamu Rizal. Kamu pikir harta dan kesenangan yang kamu miliki sekarang itu milik siapa? milik Papa? tidak, semua itu milik keluarga wanita sial di dekat kamu. Milik mereka!" tegas Papa Yusuf menjawab pertanyaan Rizal.
Deg!
Deg!
Dada Wulan begitu sesak mendengar kebenaran ini, air mata nya terus berjatuhan. Pandangan tertuju pada Papa Yusuf.
Rizal pun sama, merasa pukulan yang begitu kuat mengenai dada nya. Dia yakin Wulan di balik persembunyian nya pasti sangat terpukul dan menangis dengan semua ini.
"Maafkan aku Wulan. Semua ini pasti sangat berat untuk kamu terima, tapi ini lah kebenaran nya. Aku harap kamu tidak membenci ku. Dan aku akan mengembalikan semua milik mu yang sudah Papa ku ambil dari Mu," janji Rizal penuh tekad.
"Papa benar-benar jahat, Rizal bingung kenapa Papa tega melakukan semua ini? Wulan keluarga kita, Ayah Wulan adalah saudara Papa, lalu kenapa Papa tetap tega?" tanya Rizal penasaran, dia ingin tau kenapa Papa Yusuf melakukan itu.
"Tidak! dia bukan saudara Papa! Papa tidak sudi menganggap anak pencuri itu saudara Papa. Keluarga mereka adalah pencuri, karena mereka hidup Papa menjadi hancur, dan mereka juga yang membuat Opa kamu berubah."
__ADS_1
"Dan harta yang mereka miliki itu bukan milik mereka, tapi itu milik Papa. Mereka adalah pencuri, jika saja Opa kamu tidak menikah dengan Oma wanita sial itu. Papa tidak akan melakukan hal nekat seperti ini. Dan mungkin sekarang keluarga pencuri itu masih hidup," jelas Papa Yusuf, mengingat awal mula datang nya keluarga Ayah Wulan di dalam keluarga nya yang baru saja kehilangan Mama nya saat itu.
Papa Yusuf masih tidak terima saat Papa nya menikah lagi dengan Mama nya Ayah Wulan. Dan semenjak hadir nya keluarga Ayah Wulan, Papa dari Papa Yusuf itu selalu membandingkan nya, dan selalu mengatai nya dengan kata yang tidak di sukai.
Hingga semua harta mereka di wariskan pada Ayah Wulan. Dan saat itu lah Papa Yusuf menganggap kehadiran keluarga Wulan itu adalah benalu, selain ingin numpang hidup, juga ingin mencuri semua yang mereka miliki.
Papa Yusuf yang anak kandung, hanya di beri 25% harta keluarga, sisa nya di berikan pada Ayah Wulan. Dan tentu hal tersebut tidak di terima Papa Yusuf.
"Stop Pa! stop menyalahkan keluarga Wulan. Rizal tidak tau persis bagaimana kejadian di masa lalu Papa saat itu, Rizal tidak mau dendam masa lalu Papa membuat Wulan istri ku celaka, meski itu sekecil apapun Rizal tidak akan tinggal diam," tegas Rizal mengingatkan Papa Yusuf agar tidak melakukan hal nekat.
"Satu lagi, Rizal ingin memberi nasehat pada Papa, semoga saja di dengar, kalau tidak juga tidak masalah karena itu juga Papa yang rugi," Rizal menatap serius Papa Yusuf yang masih saja bisa bersikap biasa dan santai.
"Kembalikan semua yang sudah Papa ambil dari keluarga Wulan, karena itu bukan hak kita. Dan Papa sebaiknya mengaku dosa, menyerahkan diri di kantor polisi," lanjut Rizal, melihat reaksi Papa Yusuf yang seketika melototi mata pada nya, itu tidak membuat Rizal gentar.
Rizal mendapat tatapan itu, malah menatap balik.
"Dasar anak kurang ajar, apa kau sadar dengan apa yang kau katakan barusan, hah! kau mau melihat Papa mu menerkam di penjara dan menghabiskan sisa hidup di tempat kotor, dan sempit itu?" marah Papa Yusuf tidak terima dengan perkataan Rizal.
"Rizal tidak mau itu Pa, tapi ini adalah konsekuensi yang harus Papa jalani, jika Papa berani berbuat, Papa juga harus berani bertanggung jawab. Jangan hanya mau melakukan kesalahan, tapi tidak mau mengakui," ujar Rizal tegas.
Plak!
Satu tamparan telak mendarat di pipi kiri Rizal, Papa Yusuf begitu marah, hingga tidak bisa manahan lagi.
"Apa semua ini karena perempuan itu? apa dia yang mengajarimu bersikap tidak sopan pada orang tua, hah!"
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...