
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Setelah dari bioskop, mereka ke Mall.
Rizal memilih banyak gaun, sepatu, tas dan masih banyak lagi, semua itu ia pilih sesuai selera nya untuk Wulan.
Meski wanita itu sudah menolak tidak perlu, Rizal tetap melakukan hingga Wulan tak bisa menolak karena pria tersebut jika sudah mengatakan A tidak akan berubah menjadi B.
"Mas sebenarnya semua ini tidak perlu barang-barang ku masih banyak jika di tambah lagi kamar ku bisa penuh dengan belanjaan ini," kata Wulan.
"Tidak apa sayang semua yang ku berikan ini memang sudah seharusnya kamu dapatkan dari dulu saat kita menikah bukan sekarang," balas Rizal.
"Hmmm, sekarang kita mau kemana lagi Mas? kenapa ini bukan arah penthouse?" tanya Wulan melihat Rizal membelokkan mobil ke arah kiri dan itu bukan arah pulang.
"Kejutan, aku sudah mengatakan itu bukan jika ada kejutan untuk mu dan sekarang kita akan kesana," jawab Rizal yang mana membuat wanita tersebut penasaran.
"Kejutan apa? kemana kamu mengajak ku Mas?"
"Kamu akan segera tau setelah ini bersabar lah sebentar lagi kita akan tiba," jawab santai Rizal lagi dan lagi membuat Wulan penasaran.
Wulan menarik nafas panjang kesal rasa penasaran nya ini harus di gantung seperti jemuran jika saja bisa di paksa ia akan memaksa pria tersebut untuk mengatakan, bukan malah membuat nya penasaran seperti ini.
Wulan melirik Rizal sekilas lalu kembali memandang ke arah depan.
Rizal tau Wulan saat ini pasti kesal dan juga penasaran dengan kejutan yang akan ia berikan, sejak tadi wanita itu tidak henti bertanya seperti mengorek informasi tapi selalu iya jawab dengan santai sabar dan sabar.
__ADS_1
Tak lama kemudian mobil yang di kendarai rizal berhenti di suatu tempat dan tempat tersebut begitu gelap.
Wulan ragu jika pria itu benar ingin memberi kejutan, atau ingin membunuh nya.
"Oh Tuhan lindungi hamba mu ini, hamba hanyalah perempuan bodoh yang sudah membuktikan masih saja tetap bersandiwara dan sekarang semua rencana ku mengancam nyawa ku sendiri, hamba belum ingin mati sebelum membalas mereka yang sudah membunuh keluarga ku. Ayah, bunda, kakak tolong aku tidak ingin mati secara tragis," batin Wulan berdoa agar tak terjadi hal buruk.
"Aku harap kamu senang dengan kejutan ini, akan aku lakukan apapun itu demi menebus kesalahan ku dan membuat mu bahagia," batin Rizal berjanji.
Wulan menoleh ke arah Rizal. "Mas aku ingin pulang sekarang, aku tidak ingin disini cepat nyalakan mobil nya." Desak Wulan takut.
"Kenapa sayang, kita sudah tiba kenapa harus pulang?" bingung Rizal dengan Wulan yang mendadak ingin pulang.
"Aku hanya ingin pulang Mas,"
"Sebentar saja setelah aku beri kejutan kita akan langsung pulang," bujuk Rizal berharap Wulan dapat menyetujui.
Hari ini Rizal berniat mengungkapkan perasaan nya dan mengakui semua kesalahan nya.
"Tidak Mas aku ingin pulang sekarang jika Mas tidak ingin mengantarkan ku gapapa aku akan pulang sendiri," putus Wulan yang khawatir jika terus berada disini bersama Rizal akan menjadi lebih bahaya.
"Ya Tuhan bantu lah hamba keluar dari rencana jahat pria ini, hamba tidak ingin mati sia-sia."
Wulan sejak tadi tidak henti membatin berdoa untuk keselamatannya.
Sedangkan Rizal bingung dan juga kecewa dengan permintaan Wulan secara mendadak.
"Tunggu Wulan jangan keluar." Cegah Rizal menahan tangan Wulan.
"Kenapa Mas? bukannya kamu tidak ingin pulang lalu kenapa menahan ku? biarkan aku pulang, aku tidak ingin berada di sini stop menahan ku," tegas Wulan tidak ingin di tahan lagi.
"Wulan kenapa kau selalu keras kepala, sekali saja bisa tidak kau menurut tidak membantah, apa itu sangat sulit untuk kau lakukan? setiap kali saya berbuat baik selalu saja kau tolak, mau kau apa sebenarnya? apa kau memang tidak bisa di baikin?" Marah Rizal tidak dapat menahan unek-unek nya lagi.
__ADS_1
"Ya, ya, ya, kau benar aku wanita yang keras kepala wanita yang tidak bisa menerima semua kebaikan mu, sedikit kebaikan yang kau lakukan selalu membuat ku ketakutan. Kau mau tau kenapa?" tanya Wulan menatap tanya Rizal yang juga menatap nya.
"Kau adalah pria jahat, kau selalu menyiksa ku padahal aku tak memiliki masalah dengan mu. Sudah cukup! sekarang aku tak ingin bersandiwara lagi, aku sudah muak dengan semua ini, aku tidak pernah memaafkan mu secara tulus semua itu palsu asal kau tau itu. Jadi stop memberi perhatian yang sampai kapan pun tidak akan aku percaya, kebaikan mu di mata ku hanyalah sebuah ancaman nyawa antara hidup dan mati," ungkap Wulan tak kalah marah dari Rizal.
Rizal terdiam kaget dan juga tidak percaya dengan apa yang di dengar dari pengakuan Wulan.
Wanita di depannya ini benar-benar marah tidak tahan hingga meluapkan semuanya.
"Apa aku seburuk itu di mata mu Lan? apa semua sudah terlambat? apa luka yang ku gores kan itu terlalu sakit hingga sulit untuk di sembuh kan?" batin Rizal sedih bertanya pada diri nya.
"Aku ingin pulang sendiri, jika kau ingin memberi kejutan untuk melenyapkan ku dari muka bumi ini aku ucap kan selamat rencana mu gagal karena aku sudah dapat menebak nya jadi jangan harap dapat melenyapkan ku begitu mudah," ucap Wulan membuat Rizal bingung maksud perkataan nya.
Satu menit terdiam akhirnya Rizal paham maksud perkataan Wulan.
Rizal sedikit tidak menyangka Wulan memiliki pikiran buruk mengenai nya yang berniat ingin menghabisi Wulan dalam pesta kejutan yang diberikan ini.
Entah kenapa ia merasa sesak di dada nya, wanita yang di cintai berpikir hal yang tidak mungkin untuk ia lakukan, sebenci apapun ia pada wanita tidak akan ia bunuh juga karena itu adalah prinsipnya.
Rizal tak menahan kepergian Wulan, ia merasa semua percuma saja.
"Aku tidak akan memaksa mu lagi, aku terima semua keputusan mu asal itu dapat membuat mu bahagia," batin Rizal menyesal seraya memukul setir mobil.
"Akkkkkkkk, kenapa semua seperti ini! kenapa aku baru menyadari sekarang? kenapa tidak dari dulu? kau memang pria bodoh Rizal kau tidak pantas disebut pria!" teriak nya marah memukul kuat setir dengan tangan tanpa peduli rasa sakit.
Rasa sakit di hati nya melebihi apapun saat ini, marah dan menyesal yang dapat ia ungkapkan sekarang.
"Kenapa aku baru menyadari sekarang? kenapa semua baru terungkap setelah aku memberi banyak luka pada nya? apa rencana mu sebenar nya Ya Tuhan kenapa percintaan ku selalu gagal? kenapa tidak pernah berjalan mulus seperti orang-orang di luar sana? apa aku tidak pantas mendapatkan itu?" tanya Rizal marah, sedih semua campur aduk menjadi satu.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1