
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Keesokan hari nya setelah mengetahui dirinya benar hamil, perasaan nya campur aduk bahagia dan sedih.
Bahagia akhirnya di beri kesempatan kedua untuk bisa hamil menebus kesalahan di masa lalu dan sedih harus kembali terulang hamil tanpa sosok seorang suami di sisi nya.
"Kenapa rasanya semua seperti kembali di masa lalu? pendidikan ku harus kembali putus, tidak mungkin melanjutkan dengan keadaan seperti ini, kata dokter kehamilan ku sangat beresiko nyawaku bisa tidak terselamatkan jika tetap mempertahankan," ucap Wulan mengelus perut nya yang masih rata.
Kehamilan nya baru empat minggu, Wulan tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama di masa lalu, apapun resiko nya nanti ia akan tetap melahirkan meski nyawa jadi taruhan nya.
Wulan sudah mewanti-wanti Panji untuk tidak mengatakan pada santi tentang masalah kehamilannya.
Sahabat perempuan satu nya itu sangat cerewet dan kapan saja bisa keceplosan dan tentu wulan tidak ingin ambil resiko, dan sudah ia putuskan biarkan masalah ini cukup ia dan Panji yang mengetahui orang lain tidak perlu.
...****************...
Rizal bersiap-siap ke mansion utama, Mama alma menghubunginya ke sana, dan kebetulan ia ingin menyampaikan sesuatu pada keluarga mengenai perceraiannya.
Pengadilan sudah memberi surat panggilan untuk mediasi pertama, tapi kedua nya sudah sepakat menolak tidak ada yang bisa di perbaiki semua sudah hancur berantakan.
Sekuat apapun memperbaiki sesuatu yang sudah hancur hasilnya akan tetap sama, jadi untuk apa di perbaiki mending di lepaskan saja. Mulai semua dari awal.
Rizal sudah rapi dan saat ingin pergi suara Lestari menghentikan langkah nya.
"Sayang tunggu,"
__ADS_1
"Ada apa Les? aku harus pergi sekarang Mama sudah menunggu ku," kata Rizal tidak ada waktu lama-lama dengan lestari.
"Kamu ingin menemui mama? apa aku boleh ikut?" tanya Lestari ingin menemui calon mertua nya.
"Tidak, kamu tetap di sini biarkan aku yang pergi," tegas Rizal malas mengajak Lestari.
"Sayang kenapa seperti itu? aku ingin menemui calon mertua ku kenapa kamu tidak mengizinkan?" protes Lestari.
"Sekarang bukan waktu yang tepat les, mengertilah, aku pergi sekarang," rizal kembali melangkah tanpa peduli ocehan lestari yang kesal pada nya.
Tak lama kemudian rizal tiba di mansion utama keluarga Alberto.
"Ada apa Mama memanggilku ke sini? tumben tidak seperti biasa?" tanya Rizal tiba langsung mendapat tatapan tajam dari keluarga besar nya yang serius menatap nya, tapi tidak dengan Papa nya.
Mama alma berjalan mendekati Rizal tanpa menjawab dan langsung menampar keras pipi pria itu ketika tiba.
Plak ....
"Mama kenapa menampar ku? apa salah ku?" tanya Rizal yang bingung tidak ada angin, tidak ada api langsung di tampar sudah begitu tamparan nya begitu keras.
"Kau pantas mendapat itu, Mama menyesal telah melahirkan mu, Mama merasa telah menjadi ibu yang gagal dalam mendidik anak nya, kenapa kau melakukan ini pada Mama Zal? kenapa?" ucap Mama alma yang tidak bisa menahan kekecewaan dan kesedihan akhirnya menangis.
Rizal yang masih belum paham dengan maksud perkataan Mama alma bertanya ada apa sebenarnya.
Bukan mendapat jawaban malah mendapat tamparan kedua dari Mama nya lagi.
Plak ....
"Kenapa kau masih bertanya? apa yang ada di otak mu Zal? Mama benar-benar kecewa sama kamu zal? kamu yang selalu mama pikirkan, taunya tidak peduli, bahkan kau mengkhianati wulan? dia wanita yang baik, apa kurangnya Wulan hingga kau tega berselingkuh terang-terangan dan bercinta di hadapan wulan? kau anggap istri mu itu apa Zal? patung?.... apa boneka?" marah Mama alma menggebu-gebu kecewa dengan tindakan putra keduanya.
Rizal terdiam menutupi rasa kagetnya dari mana sang mama tau tentang ini? apa selama ini mama alma mengawasi nya? atau ada orang dalam yang membocorkan?
__ADS_1
"Zal, kakak kecewa sama kamu, dimana kesetiaan seorang suami? kenapa Zal kamu tega melakukan itu pada istri mu? apa karena wulan tidak bisa hamil jadi kamu mencari wanita yang bisa memberi keturunan membuktikan bibit mu berkualitas?" tanya Rian kakak dari rizal yang ikut kecewa seperti Mama.
Papa yusuf yang pusing mendengar drama pagi itu pun menghentikan dengan suara berat nya.
"Hentikan!" Teriak Papa yusuf menggelegar seketika membuat mereka diam dan setelah itu ia kembali bersuara. "Stop menyudutkan rizal! apa yang rizal lakukan sudah benar untuk apa mempertahankan istri mandul seperti perempuan itu, dia hanya pembawa petaka tidak pantas menjadi menantu Alberto. Kamu tenang saja Zal Papa akan mendukung mu dengan perempuan baru mu itu."
"Hentikan Pa, jangan pernah menghina wulan seperti itu karena semua yang terjadi pada wulan karena aku Pa ... karena aku pria pertama dan terakhir satu-satu nya yang menggambil secara paksa dan menyentuh wulan di saat usia masih masih kecil," ungkap Rizal tidak ingin ada kesalahpahaman lagi Papa nya pada wulan kerena semua ini bukan maunya wulan.
Semua ini adalah salah nya yang mengambil paksa harta berharga milik wulan tanpa ada niat mencari dan bertanggungjawab dengan apa yang sudah di perbuat.
Pengakuan rizal ini membuat mereka yang berada di ruang keluarga syok, bagaimana tidak? rizal mengakui jika ia adalah pria yang menghancurkan masa muda wulan dan rasa kecewa Mama alma semakin besar pada rizal sekarang, ternyata bukan hanya satu kesalahan yang di perbuat tapi dua.
"Apa yang ada di otak mu Zal? kenapa kau menjadi pria rakus! keluarga kita tidak pernah mengajarkan mu seperti ini lalu dari mana datang nya sifat menjijikkan mu itu? dari mana Zal? katakan jangan diam seperti orang bisu!" bentak Mama alma marah besar hati nya ikut merasa sakit seperti apa yang di rasakan wulan.
Dia tidak menyangka begitu besar penderitaan yang wulan alami selama hidup bersama rizal putra nya.
Kini ia baru sadar dengan perkataan wulan saat itu ternyata ini alasan sebenarnya.
"Maafkan Mama nak, jika saja Mama mengerti maksud kamu sudah dari dulu Mama pisahkan kalian berdua, tapi semua terlambat, semua telah terjadi anak Mama sudah memberikan luka yang amat dalam. Maafkan Mama nak, Mama gagal mendidik anak Mama dengan baik sehingga dia gagal menjadi seorang suami yang baik," batin Mama alma hancur dan perlahan berjongkok dan duduk di bawah lantai merasa malu dengan semua perlakuan rizal pada wulan sih perempuan malang yang sudah ia anggap putri nya sendiri.
"Ma, maafkan Rizal ma, Rizal mengaku salah tapi semua telah berlalu sekarang kita berdua sudah memutuskan untuk jalan masing-masing, rizal tidak mungkin mempertahankan wulan karena itu hanya akan membuat nya tersakiti dan rizal tidak bisa melihat itu rizal mencintai wulan," ucap Rizal jujur dan ikut hancur dengan semua yang di alami.
"Cinta apa yang kamu maksud Zal? jika cinta kamu tidak akan melakukan ini dan kamu akan tetap mempertahankan wulan memperbaiki semua,"
"Itu tidak akan pernah bisa ma,"
"Kenapa tidak bisa? apa alasannya, Zal?"
"Wanita yang bersama ku sekarang sedang hamil dan dia mengandung anak ku," jawab Rizal.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...