
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
"Apa itu benar kamu sedang menyusui? jadi kamu berhasil melahirkan anak kita? di mana sekarang anak kita? berjenis kelamin apakah dia?" tanya Rizal beruntun semangat terpancar jelas di wajah sangat bahagia.
Bahkan pria itu tidak merasa malu apa yang di lakukan sudah di dengar wanita di sebrang sana.
Wulan tak menjawab dia benar-benar malu saat ini, dia belum memaafkan Rizal tapi mau menikmati sentuhan Rizal, dan yang lebih malu adalah suara des*han nya terdengar jelas pasti di sebrang telpon.
"Wulan kamu kenapa?" tanya Rizal binggung melihat siapa aneh wulan.
"Di mana pakaian ku?" tanya balik Wulan malah mencari baju nya.
"Baju?"
"Iya, di mana?"
"Tunggu."
Rizal beranjak pindah dari posisi awal yang menindih wulan lalu mencari baju yang di buang asal.
"Ini, beberapa kancing terlepas, kamu ganti saja yang lain di kamar masih ada pakaian mu," kata Rizal santai.
Pria itu tidak memungut baju nya, dia membiarkan otot-otot lengan dan dada terekspos jelas oleh wanita nya.
"Apa masih ada?" tanya Wulan sedikit tidak percaya pakaian nya masih di simpan Rizal.
"Tentu akan selalu ada," jawab Rizal.
__ADS_1
"Baiklah aku akan ganti pakaian kamu tetap di sini pakai pakaian mu jangan masuk hingga aku keluar," pesan Wulan memperingati rizal.
Bukan tanpa alasan lagi wulan selalu memperingati rizal, karena pria tersebut selalu melakukan hal nekat jika itu sudah menjadi tekad keinginan nya yang ingin menang dan ingin memiliki.
"Iya, aku tidak akan masuk, aku akan menunggu di sini," sahut Rizal tidak berani ngebantah atau wulan akan marah besar padanya.
Tak lama kemudian wulan sudah keluar dari kamar dan berganti pakaian dengan dress.
Ya, di dalam lemari hanya tersedia dress karena itu pilihan Rizal dulu.
Bahkan dress tersebut kini semakin pendek di pakai wulan.
Rizal melihat betapa seksi nya wulan dengan dress yang di kenakan tak bisa mengedipkan mata lagi, pria tersebut benar-benar terhipnotis.
Rizal beranjak dari duduk berjalan mendekati wulan.
Tanpa berkata Rizal langsung mengendong wulan ala brydel.
"Aku hanya mengendong mu, tidak melakukan hal aneh, lagian aku belum ingin menerkam mu, jawaban mu lebih penting sekarang," kata Rizal sambil berjalan membawa kedua untuk duduk di sofa kembali.
Rizal menurunkan wulan dengan pelan, lalu tangan nya meraih tangan wulan dan menggenggam.
"Katakan di mana anak kita sekarang apa? apa jenis kelamin nya?" tanya Rizal serius menatap wulan.
"Aku akan katakan tapi kamu harus berjanji jangan pernah merebut nya dari ku, yang ku punya sekarang hanya baby askar, tapi tidak dengan mu yang masih punya bayi dari perempuan itu," kata Wulan yang masih mengingat lestari hamil anak Rizal.
"Tidak, itu bukan anak ku, lagian aku tidak pernah membobol nya selain kamu, kita memang memiliki hubungan, tapi aku tak pernah melakukan hal itu padanya selain ciuman bibir," terang Rizal jujur tak bohong.
"Bagaimana bisa? aku mendengar semua yang kalian lakukan," ucap Wulan tidak percaya.
"Kamu mendengar, tapi tidak melihat. Semua orang pun mungkin akan sama dengan mu jika mendengar, tapi kebenaran bukan lah seperti itu, aku saat itu sedang tidak sadar karena wanita itu menuang kan sesuatu di minum ku hingga aku tidak sadar dia mengambil kesempatan, dan lebih nya kamu bisa pikirkan apa yang di lakukan ular betina itu," ungkap Rizal.
"Apa semua yang kamu katakan dapat di percaya?"
__ADS_1
"Kenapa kamu masih tidak percaya padaku? apakah pria seperti ku tidak bisa di percaya meski itu sedikit saja? aku sadar aku sudah sangat jahat pada mu dulu, bahkan aku dulu seperti iblis yang berwujud manusia, aku tau julukan itu memang pantas untuk ku, tapi kali ini percaya lah aku benar-benar sudah sadar," kata Rizal dan wulan melihat tak ada kebohongan dari kedua mata Rizal tetap saja masih ragu.
"Oke, aku akan jujur sekarang, kenapa dulu aku sangat membenci mu, semua itu karena aku dendam padamu dan juga alvaro pria bren**ek itu, kamu ingat saat aku berkelahi di jamuan pesta rekan bisnis bersama alvaro?" tanya Rizal menatap wulan.
"Iya, aku ingat," jawab wulan sambil mengangguk kecil.
"Aku dan alvaro bisa berantem karena aduan kamu mengenai ku menyukai dinda ke alvaro hingga pria itu sangat marah saat bertemu ku, dan mendengar alvaro menyebut nama mu aku bertekad akan membalas dendam dan memberi penderitaan lebih dari yang ku rasakan hingga kamu sendiri ingin mengakhiri hidup. Tapi percaya lah itu dulu sekarang tidak setelah aku jatuh hati padamu," jelas Rizal panjang lebar tidak ingin menutupi apapun lagi.
Wulan bergeming, pengakuan rizal seperti sebuah pukulan yang amat keras di dada nya, dia tidak menyangka aduan nya itu membuat riz begitu membenci nya hingga menyiksa tanpa belas kasihan.
Melihat tak ada reaksi dari wulan membuat rizal khawatir jika wanita di depan nya ini marah.
"Aku minta maaf, tapi sekarang aku rasa sudah saat nya mengatakan jujur, aku tidak menutupi apalagi, aku benar-benar ingin memulai semua dari awal tanpa ada kebohongan hanya ada cinta dan kasih sayang," kata Rizal lagi.
"Aku terima pengakuan mu, sekarang kamu ingin tau bukan tentang anak kita? baiklah sekarang aku akan menjawab, aku memang sekarang sedang meny**ui baby askar anak kita berjenis kelamin laki-laki," terang Wulan.
"Tapi, maaf untuk kembali semua dari awal aku belum bisa," sambung Wulan masih ada perasaan takut pernikahan yang sakral kembali di jadikan ajang balas dendam.
"Kenapa? kamu masih belum percaya? apa masih ada hal yang kamu takuti?"
"Semua tidak semuda yang kamu katakan Mas, aku hingga sekarang masih belum bisa menata perasaan dan ketakutan ku di masa lalu, bagaimana sekarang harus kembali memulai ulang, please mengerti aku, jangan memaksa ku yang belum bisa aku yakin bisa memulai lagi, biarkan semua berjalan seperti air," ujar Wulan belum berani menjalani rumah tangan kembali.
"Aku akan mencoba mengerti, tapi bisakah kita mulai membangun hubungan pelan-pelan agar kamu perlahan dapat melupakan semua masa lalu yang ku gores kan itu," pinta Rizal ingin memperbaiki semua meski tidak langsung menikahi wulan.
Wulan terdiam memikirkan apakah dia harus menyetujui permintaan rizal atau tidak, lama berpikir dalam diam nya akhir wulan memutus untuk menyetujui, bagaimana juga dia harus mencoba melupakan masa lalu, karena dendam rizal hadir karena ulah nya juga, meski cara balas dendam rizal selama ini tak wajar untuk nya terima.
Tapi setiap manusia tidak luput dari kesalahan, tidak ada manusia yang sempurna, karena semua umat manusia selalu dan selalu melakukan kesalahan.
Karena kesempurnaan itu hanya milik Allah.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1