
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Setiba di rumah rizal menarik keras tangan lestari hingga wanita itu terus meringis kesakitan minta di lepaskan, dan rizal seolah tak mendengar permohonan lestari.
Pria tersebut sudah di kuasai amarah yang kini meledak tak bisa di kontrol.
"Sakit, lepaskan Rizal. Kenapa kamu begitu kasar padaku?" tanya Lestari yang terus di tarik Rizal dengan kasar.
"Kenapa? keberatan? tak suka? sudah seharusnya kau merasakan sakit ini," balas Rizal menatap penuh amarah pada Lestari.
"Maksud mu apa? apa yang seharusnya aku rasakan?"
"Kau akan tau setelah ini," Rizal mempercepat langkah kaki masih sambil menarik lestari tanpa ada kelembutan.
"Rizal ini sakit lepaskan, aku bisa jalan sendiri tidak perlu kamu tarik seperti ini," Lestari terus meringis, memohon di lepaskan.
Namun semakin lestari meringis, memohon , Rizal semakin memperkuat tarikan nya.
Rizal mendorong kuat tubuh lestari di kamar mandi lalu menghidupkan shower, membiarkan tubuh wanita tersebut kepanasan.
Tak ada rasa kasihan yang di tunjukkan rizal dengan apa yang di perbuat pada lestari.
Pria itu seperti iblis mengerikan dengan tatapan membunuh begitu tajam lestari sangat ketakutan.
Perempuan tersebut masih binggung apa kesalahan nya hingga membuat rizal sebegitu marah padanya.
__ADS_1
"Panas ... panas ... panas ... " teriak Lestari merasa tubuh nya benar-benar merasa terbakar sekarang.
"Panas? panasan mana ranjang yang sering kau lakukan dengan pria di luar sana dengan ini?" teriak Rizal tak kalah keras dari teriakan lestari.
"Maksud mu apa? kamu masih percaya dengan yang tadi? sudah ku katakan bocah itu bohong dia mengarang semua agar kamu marah padaku. Aku benar-benar tidak melakukan seperti yang di tuduh kan nya, Aku hanya melakukan semua dengan mu, percaya lah aku sangat mencintai mu bagaimana bisa melakukan dengan pria lain," bohong Lestari.
"Mencintai? cuih." Rizal meludahi bawah lantai jijik mendengar kebohongan lestari begitu pandai.
"Mau sampai kapan kau mengarang cerita? apa kau tidak ingin mengaku? jika kau mengakui semua aku akan sedikit memberi mu pengampunan, tapi jika tidak, tidak akan ada pengampunan," sambung Rizal dengan senyum devil menakutkan, lestari menjadi gemetar melihat itu.
Lestari diam di bawah shower air panas yang terus mengalir membakar tubuh nya, dengan batin bertanya-tanya apa yang di maksud rizal.
Perkataan rizal hingga sekarang masih belum dia mengerti kebohongan yang mana yang di maksud rizal? kebohongan di lakukan lestari terlalu banyak hingga binggung mana yang ingin di dengar rizal dari pangkuan nya.
"Pengakuan apa? aku benar tidak mengerti maksud mu?" bohong Lestari yang kekeh berlagak tidak bersalah.
"Siapa bapak dari anak yang kau kandung ini? aku tau itu bukan anak ku jadi stop mengatakan hal yang tidak ingin ku dengar dari mulut kotor mu selain pengakuan," tegas Rizal.
"Apa maksud mu? kenapa mendadak bertanya seperti ini? anak yang ku kandung benar anak mu, apa kamu lupa perkataan wulan saat itu? dia saksi yang melihat kita melakukan percintaan," jawab Lestari bohong tidak peduli betapa panas nya air shower ini tetap tak akan mengatakan yang sesungguh karena itu akan membuat nya masuk di dalam masalah yang lebih besar.
Deg...
Tubuh lestari mendadak menegang mendengar rizal mengatakan semua yang dia ketahui.
Lestari tak menyangka jika selama ini pria tersebut menyelidiki nya.
"Maaf ... maaf ... maaf ... aku khilaf saat itu, tapi kamu harus percaya jika ini benar anak kamu, wulan saksi dari percintaan kita di bawah ranjang panas mu itu, aku tidak berbohong," kata Lestari dengan wajah penuh sesal mengakui kesalahan.
Kesabaran rizal benar-benar habis, lestari terus menguji dengan acting jago nya itu, hingga tangan rizal yang sejak tadi sudah gatal tidak dapat di kontrol langsung mencengkik leher lestari.
"akkkkk ... akkkkk .... rizal lepaskan kamu bisa membunuh ku," ucap Lestari tersengal-segal susah berkata.
__ADS_1
Lestari tidak bisa menahan lebih lama nafas nya semakin kesini semakin sesak.
"Kenapa rizal mendadak curiga, siapa yang mencuci otak nya? jika aku tau otak dari dalang ini tidak akan aku maaf kan dia," batin Lestari berjanji tidak akan melepaskan orang yang telah membuat nya menderita sekarang.
...****************...
Setelah membantu wulan beberes mengemas barang ke dalam koper, panji mengajak wulan keluar.
"Duduk lah," Panji menarik kursi mempersilakan wulan untuk duduk.
"Tidak usah berlebihan seperti ini Nji aku merasa seperti perempuan spesial saja," kata Wulan menatap rizal.
"Kamu memang perempuan spesial di hidup ku. Aku mencintai dulu, sekarang dan selama nya. Masa lalu mu dengan pak rizal aku tidak peduli selagi kamu tidak memiliki niat untuk kembali lagi dengan nya, tapi jika kamu ingin kembali dengan pak rizal aku akan mundur, meski itu menyakitkan aku akan ikhlas asal kamu bahagia," ujar Panji tulus seraya meraih kedua tangan wulan.
"Tidak, aku tidak akan berubah pikiran, aku tetap ingin pisah," ucap Wulan yakin.
Melihat sikap rizal perhatian pada lestari saat di pengadilan membuat hati nya sakit, dia sudah memutuskan untuk melupakan rizal meski dia sendiri tidak tau apa benar perasaan ini cinta atau tidak.
"Apa kamu serius?" tanya Panji menatap lekat wajah wulan.
"Iya," Wulan mengangguk kecil yakin.
"Jika kamu serius, tidak ada alasan lagi untuk ku tidak mengejar cinta ku, mulai hari ini aku akan selalu ada di sisi mu tidak akan ku biarkan siapa pun termaksud pak rizal menyakiti mu lagi, izinkan ku mengisi hati mu Wulan Andini Cahyani," ucap Panji lembut dengan tatapan teduh menatap wulan penuh cinta.
Wulan binggung harus berkata apa, hati nya saat ini sedang kacau tidak sedang baik-baik saja dan sekarang panji malah mengatakan isi hati nya.
Wulan merasa tak enak jika harus menolak panji, pria tersebut terlalu baik padanya. Tapi wulan juga tak bisa mempermainkan perasaan panji dengan menjawab ya.
Hati nya benar-benar dalam keadaan di lema antara dua pilihan menerima atau menolak.
"Apa yang harus ku katakan sekarang? kenapa aku berada di situasi seperti ini? oh Tuhan tunjukkan jalan Mu, aku tidak ingin jawaban ku menyakiti panji, dia pria yang baik pantas bahagia," monolog Wulan.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...