
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Santi mempersilakan kedua wanita tersebut untuk masuk, meski ada sedikit perasaan gelisah dan cemas bagaimana reaksi wulan nanti melihat kedatangan keluarga dari suami yang sebentar lagi akan menjadi mantan suami berada di sini.
"Silakan duduk saya akan memanggil wulan," ucap Santi beranjak pergi.
Setiba di kamar santi meletakkan dua kantong plastik cemilan di sofa.
Dan wulan mata nya masih fokus pada layar laptop tanpa menoleh padanya yang baru datang.
Santi yang melihat wulan jadi ragu mengatakan di luar ada keluarga dari suaminya.
"Oh Tuhan bagaimana cara ku mengatakan ini," batin Santi bingung.
"Lan," panggil Santi.
"Hmmm," balas Wulan tanpa menoleh.
"Lan," panggil ulang Santi.
"Hmmm."
Wulan masih sama membalas panggilan santi tanpa menoleh dengan wajah santai nya.
Fokus nya tak teralih kan, entah kenapa dia begitu ingin menatap lama wajah song joong ki di layar laptop.
Wulan berharap anaknya nanti pria dan wajah nya tampan seperti song joong ki idola nya itu.
"San, apa mungkin anak ku nanti wajah nya mirip dengan song joong ki? aku ingin ketampanan song joong ki menurun pada anak ku, pasti aku akan sangat senang," ucap Wulan tanpa menoleh tangan mengusap layar komputer di mana ada wajah idola nya.
__ADS_1
Dan tanpa sengaja risma dan mama mendengar ucapan wulan.
Awalnya kedua duduk di ruang yang sudah di persilakan santi untuk mereka menunggu, tapi karena santi belum juga kembali akhirnya mereka memutuskan untuk menyusul dan semua itu atas saran risma.
Dan kebetulan pintu kamar nya pun tidak di kunci rapat masih ada celah untuk mereka melihat ke dalam ruangan tersebut.
"Ma, jadi benar kak wulan hamil, jadi perceraian mereka tidak bisa di lakukan bukan?"
"Iya Nak, kamu benar perceraian tak bisa dilakukan jika sang istri hamil, tapi jika perempuan tetap memaksa ingin bercerai semua bisa terjadi tapi setelah melahirkan," jelas Mama pelan.
"Ma, kita bisa gunakan kesempatan ini untuk menyatukan kak wulan dan kak rizal, dan aku juga akan mencari bukti jika penggoda itu bukan mengandung anak kak rizal tapi anak pria lain," ucap Risma penuh tekad.
"Iya Mama setuju biarkan urusan wulan Mama yang urus, kamu urus cari bukti agar kakak mu yang bodoh itu tidak menjadi tambah bodoh karena wanita penggoda itu."
"Siap Ma, itu gampang aku sudah meminta orang suruhan mas davin menyelidiki dan mematai setiap pergerakan penggoda itu."
Di dalam wulan masih mengada-gada sesuatu yang mustahil untuk terjadi.
"Lan, lihat aku bentar napa, stop menonton. Ada hal penting yang ingin aku katakan dan ini sangat penting dari tontonan mu sekarang," serius Santi berharap setelah mendengar nya akan menoleh, tapi tidak wulan terus fokus ke tontonan nya.
"Sabar," Santi beranjak pergi mengambil satu kantong kresek di berikan pada Wulan.
"Terimakasih kamu paling terbaik deh, nanti jika kamu sudah menikah dan punya anak, anak ku akan aku jodohkan sama anak mu meski nanti anak ku akan sangat tampan mirip song joong ki yang banyak di taksir tak apalah aku ikhlas," ucap Wulan.
"Stop berandai-andai yang tidak mungkin Lan, kamu nikah sama siapa, hamil anak siapa, kenapa jadi ingin wajah anak nya mirip orang lain yang tidak pernah kamu jumpai, sadar Lan gak usah sembarangan ngomong nya."
"Bodoh amat, aku gak peduli nikah dan hamil nya anak siapa, lagian aku gak pernah berharap anak ku nanti wajahnya mirip bapak nya yang tidak bertanggung jawab, bapak yang tega sakitin hati ibu dari anaknya, bapak yang tega menganggap ibu dari anaknya patung, bapak yang tega ngehina ibu dari anaknya ja**ng, bapak yang tega bercumbu dengan perempuan lain di depan ibu dari anaknya. Bapak yang tega dalam semua hal yang sangat menyiksa fisik dan batin ibu dari anaknya tanpa belas kasihan, 1 tahun pernikahan gak ada kasih sayang seorang suami yang ku rasakan, tidak ada San, semua yang ku rasakan hanya siksaan ... hiks ... hiks ... hiks ... apa salah ku padanya, kenapa dia menjebak ku dalam pernikahan yang tidak ada cinta? kenapa San? kenapa dia tega?" tanya Wulan kini tangis nya pun pecah tidak bisa menahan rasa sakit di hati nya, rasanya sesak jika mengingat semua sikap rizal dulu.
Mama mendengar ungkapan wulan kaget, dia tidak menyangka ternyata selama ini yang di lihat adalah sandiwara, wulan tak pernah bahagia, dan rizal putra nya itu selalu menyiksa wulan fisik dan batin.
Mama merasa gagal mendidik anak, air matanya pun ikut mengalir melihat isakan tangis wulan yang terdengar piluh di dalam.
Hati nya benar-benar sesak, dia menyesal sudah pernah meminta wulan untuk bertahan, jika saja dia tau semua dari awal, dia pasti sudah meminta rizal melepaskan wulan.
"Mama tenang lah, aku juga sama kecewa nya dengan Mama pada kak rizal, kita akan beri kakak pelajaran karena sudah menyiksa kak wulan begitu sadis," ucap Risma menenangkan Mama agar tidak menangis.
__ADS_1
"Mama merasa gagal, Mama malu sama wulan, Mama yang meminta wulan untuk tetap bertahan, tapi permintaan Mama malah membuat wulan lebih sakit karena suaminya tidak pernah mencintai nya tapi malah memberi luka bertubi-tubi."
"Aku juga Ma, aku pernah meminta kak wulan bertahan."
"Mama tidak ingin kakak mu itu bertemu dengan wulan lagi, Mama ingin anak itu mendapat ganjaran dari apa yang di perbuat. Kita sembunyikan kehamilan wulan, dan bawa wulan pergi jauh dari Indo agar rizal tak dapat menemukan nya lagi," tekad Mama bulat tidak bisa diam melihat mantu nya menderita.
"Aku setuju dengan Mama, aku tidak rela kakak ipar harus menderita, dan aku juga akan beri sedikit terapi pada wanita penggoda itu biar kapok," balas Risma.
"Ayo kita masuk," ajak Mama.
"Tapi Ma."
"Jangan khawatir."
Keduanya pun langsung masuk tanpa di beri izin, air mata Mama Alma terus berjatuhan saat tiba di depan wulan yang masih menangis di pelukan Santi sahabatnya itu.
Posisi wulan membelakangi Mama alma dan Risma, karena wanita itu memeluk santi.
Dan Santi melihat keberadaan dua wanita yang tadi di minta duduk tunggu sebentar tiba-tiba berada di kamar sedikit terkejut.
Dirinya tak tau harus berkata apa, karena Risma memberi kode untuk tetap diam dan Santi mengikuti saja, mengingat kesalahan tadi masih membuat nya takut.
"San, aku sangat membenci mas rizal, dia jahat, dia hanya menginginkan tubuh ku untuk senang-senang, setelah dia puas dia kan membuang seperti sampah," ucap Wulan meluapkan unek-unek yang di rasakan.
Santi mendengar semua unek-unek buruk yang keluar dari mulut wulan ingin dia hentikan, dan mengatakan jangan di lanjutkan lagi sekarang ada keluarga dari pria yang kamu katai buruk.
Tapi semua tidak bisa dia lakukan, Risma terus menatap nya dengan tatapan tajam seolah dirinya ini adalah penjahat.
"Tenang Lan, aku yakin kamu bisa lalui ini kamu wanita yang kuat," ucap Santi menyemangati Wulan.
Tidak ada kata-kata yang bisa di ucapkan lagi selain menyemangati wulan, sebenarnya santi ingin sekali memaki rizal dan mengeluarkan unek-unek nya sama seperti wulan tapi dia tidak bisa melakukan sekarang.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1