Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 89: Asisten Dosen


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Keesokan hari setelah kejadian kemarin wulan sudah rapi bersiap ke kampus, dia sudah memesan taksi online.


"Sus, hari ini saya akan pulang malam, jaga baby askar baik-baik kalau nanti rewel langsung hubungi saya akan segera pulang," pesan Wulan lalu mengusap pipi gembul baby askar.


"Baik Bu, oiya semalam Bu dinda telpon telpon tanyain kabar Bu Wulan," kata Suster tersebut.


"Lalu, Suster jawab apa? kak dinda bicara apa saja?" tanya Wulan penasaran.


"Saya bilang Bu Wulan baik-baik dan bu dinda tanya kuliah Ibu lancar atau tidak, keadaan baby askar itu saja," jawab Suster itu.


"Oh gitu, ya sudah saya pamit dulu taksi sudah di depan, jangan lupa pesan saya jika ada apa-apa segera hubungi."


"Baik Bu, hati-hati di jalan."


"Iya."


Wulan kembali memberi baby askar ke dalam gendongan Suster. Lalu pergi meninggalkan mereka.


Di tempat lain, seorang pria sudah siapa berangkat ke kampus, hari ini dia akan membuktikan pada wulan jika dia benar-benar sudah berubah bukan lagi rizal yang dulu.


Setelah sarapan pagi, rizal berangkat menuju kampus.


Dua jam kemudian.


Rizal sudah tiba di kampus, dan dia terus di olok rekan kerja nya sesama dosen.


"Gimana kemarin, lancar? tentu lancar bahkan sangat menikmati hingga lupa jika masih ada orang di sebrang telpon," goda Nina.


Nina adalah teman lama rizal saat masih di korea. Rizal dan keluarga asli korea, namun karena kerjaan papa yusuf membuat keluarga besar nya harus pindah ke Indonesia.

__ADS_1


Dan rizal pun ikut pindah, tapi tidak lama setelah lulus SMA, dia kembali ke korea melanjutkan kuliah nya di sana.


Hingga lulus S2 baru kembali ke Indo, semua juga karena bujukan Mama tidak ingin jauh dari putra bungsu nya.


"Stop mengejek ku, jika kau menghampiri ku untuk ini mending pergi sana jangan membuat mood pagi ku yang jelek," ucap Rizal kesal mendalam ledekan sahabat kecil nya.


"Ayo lah Pak Rizal ada apa dengan mu? bukan nya senang ini malah wajah di tengkuk, gak puas olahraga ranjang nya?" tanya Nina terus terang.


"Ya, semua itu karena mu yang merecoki ku, kenapa tidak di mati kan saja saat mendengar dan sekarang lihat lah dia malah pergi tidak ingin ku jumpai lagi," jawab Rizal ketus.


"Eth, kenapa karena saya, semua ini salah mu kenapa gak perhatikan baik-baik sebelum melakukan enak saja salahin saya, gak bisa itu," protes Nina tak terima.


Tanpa mereka sadari keakraban mereka di saksikan oleh seorang wanita. Saat ingin masuk ke dalam dia melihat sosok pria yang di kenal bersama wanita dan kelihatan nya kedua sangat akrab.


Entah kenapa lagi dan lagi hati nya begitu sakit seperti dulu saat melihat kedekatan rizal bersama perempuan lain.


"Dasar buaya darat, kemarin nuduh saya memiliki pria lain, lah ini malah dia sendiri yang memiliki wanita lain. Dasar om-om gak ingat umur apa udah tua juga masih saja ganjen," ucap Wulan kesal, rasanya dia ingin memotong habis pusaka rizal itu.


Menarik nafas panjang dan menghela pelan, setelah merasa cukup kuat wulan berjalan melewati mereka begitu saja seolah tak melihat apapun.


Rizal melihat wulan melewati tanpa menoleh hanya bisa memandang, nina menyadari perubahan sahabat nya itu menjadi yakin jika perempuan yang baru lewat itu ada kaitan dengan kemarin.


"Apa wulan wanita yang bersama kamu kemarin?" tanya Nina beralih menatap rizal.


"Dari mana kamu tau? kenapa bisa tau nama nya?" tanya balik Rizal.


"Bukan hanya saya yang tau, tapi hampir semua dosen sini juga tau, wulan mahasiswa yang berprestasi dan dia juga biasa di utus beberapa dosen untuk menjadi asisten dosen mengajar," jelas Nina yang kagum dengan kepintaran wulan di usia masih muda.


"Tapi, tunggu dulu jika benar wulan wanita nya berarti dia istri yang selama ini kamu cari?" lanjut Wulan yang baru menyadari setelah berpikir.


"Kamu serius? kalau begitu saya minta tolong kamu urus semua ini jadikan wulan asisten saya selama berada di kampus ini bagaimana pun cara nya," ucap Rizal terlihat bahagia terpancar di wajah setelah mendengar perkataan nina.


"Kenapa harus saya katakan saja pada wulan kan, dia istri kamu, bukan nya kemarin kalian bersenang-senang bersama?"


"Gak usah bawel bisa gak sih Nina, saya mohon kali ini lakukan saja bantu saya memperjuangkan kembali istri saya, wulan satu-satu nya wanita yang sekarang dan selama nya akan selalu saya cintai."


"Ya, ya, baiklah akan saya bantu tapi ada syarat nya," kata Nina tidak ingin membantu dengan cuma-cuma.

__ADS_1


"Katakan apa syarat nya?" tanya Rizal berterus terang.


"Syarat nya mudah gak susah, cukup perusahaan kamu dan suami ku bekerja sama, gimana setuju?"


"Kenapa mendadak? apa perusahaan nya terancam bangkrut hingga butuh suntikan dana?"


Bugh....


Satu tinjuan telak mendarat di lengan kanan rizal.


"Sembarangan tuh mulut kalau berbicara, emang nya salah kalau saya minta kerja sama?"


"Tidak. Baiklah tidak masalah saya setuju, tapi lakukan tugas mu dengan baik."


"Tenang semua aman, ya sudah saya duluan mau kerjakan tugas mu, karena kebetulan wulan lah yang di utus menjadi mahasiswa terpilih itu selama kamu di sini selama enam bulan."


"Kamu serius? kenapa tidak sejak tadi kamu katakan?" kaget Rizal tapi juga senang terlihat jelas di raut wajah nya.


"Sudah gak usah di bahas lagi, mending kamu ikut saya kita kelas nya sekalian saya ingin melakukan tugas saya, ayo," ajak Nina.


Kedua nya pun beranjak pergi menuju kelas wulan berada, hari ini rizal memang ada jadwal ngajar karena sementara ini dia yang akan menjadi dosen wulan.


Rizal dan nina begitu akrab hingga ada sebagian mahasiswa/i sini mengira kedua adalah pasangan.


Namun nyata nya itu tidak benar, nina sudah menikah dan memiliki 3 anak, pertama cewek dan kedua, ketiga kembar semua cowok.


Begitu pun dengan Rizal.


Tak lama kemudian kedua tiba dan masuk ke dalam, wulan melihat kedatangan rizal dengan wanita tadi menjadi malas, namun dia berusaha tidak menunjukkan itu.


Rizal melihat wulan acuh dengan kedatangan nya sedikit kesal, wanita itu bahkan tidak melihat arah nya.


"Aku akan membuktikan padamu jika aku benar sudah berubah," batin Rizal menyakinkan diri.


Berbeda dengan wulan otak nya di penuhin pencarian dalang pembunuh keluarga nya.


"Di mana lagi aku harus mencari mereka, aku bersumpah demi apapun akan menemukan mereka dan membuat orang itu menerkam di penjara seumur hidup," batin Wulan bersumpah tidak akan melepaskan mereka dengan mudah setelah apa yang di lakukan mereka pada keluarga nya.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2