Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 82: Korsel


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Keesokan hari, rizal sudah bersiap-siap rapi, dia tak membawa banyak barang, karena memang rizal sudah memiliki banyak barang di penthouse sana.


Hingga akhir nya rizal hanya membawa beberapa barang yang menurut nya cukup penting di butuhkan nanti.


Risma tak bisa mengantar sang kakak ke bandara karena dia harus menemani anak ke sekolah.


Sekolah putri kecil nya mendadak meminta orang tua murid untuk pertemukan, entah apa yang akan di bahas, risma sendiri tidak tau.


Dan Mama Alma pun sama tidak bisa mengantar, dia harus menemani sang suami untuk perjalanan bisnis di luar kota pagi ini juga.


Tinggal lah rizal sendiri, pria itu tak masalah dan tak merasa sedih harus pergi tanpa ada yang mengantar, sebab hidup nya memang sudah menyedihkan, meski keluarga berada di sisi nya, hati dan pikiran selalu memikirkan wulan dan anak nya.


Di bandara rizal sudah berada di ruang tunggu hanya tinggal menunggu keberangkatan.


Selama berada di kursi tunggu, rizal menyibukkan diri dengan mengecek email masuk yang di kirim oleh pekerja nya di ponsel.


Rizal selalu melakukan hal tersebut di mana pun dia berada pria itu memikirkan kerjaan dan kerjaan, mungkin dengan cara bekerja dia bisa tidak memikirkan kedua orang sangat di rindukan.


Beberapa menit kemudian, terdengar pengumuman dari staff pekerja bandara jika pesawat dengan keberangkatan Jakarta ke Korsel segera berangkat, semua penumpang di minta bersiap dan segera masuk.


Rizal beranjak bangkit dari kursi nya dan menunjukkan tiket sebelum keluar dari ruang tunggu menunju masuk ke pesawat pada staff petugas bandara.


Setelah di periksa aman, Rizal di persilakan pergi masuk ke dalam pesawat.


Di dalam pesawat semua ponsel di minta nonaktifkan atau mode pesawat agar tidak menganggu penerbangan pesawat selama perjalanan.


Semua penumpang mengikuti begitu pun dengan rizal pria itu langsung nonaktifkan ponsel tanpa ingin memberi mode pesawat.

__ADS_1


Selama perjalanan rizal memejamkan mata, ya selama kepergian wulan 18 bulan yang lalu tidur rizal menjadi tidak tenang, pria itu selalu di hantui rasa bersalah dan penyesalan.


"Aku merindukan mu wulan, di mana kamu sekarang? apakah saat ini kamu baik-baik saja di sana? bagaimana kabar mu? hingga saat ini aku masih mencintai mu entah kenapa meski Papa sering mengenal kan aku dengan anak perempuan kolega teman Papa hati ku tak pernah tersentuh, hati dan pikiran ini selalu memikirkan mu," monolog rizal dalam keadaan memejamkan mata merasa rindu yang amat besar.


"Kamu telah menyadarkan aku banyak hal di hidup ini yang selalu aku lakukan dengan semena-mena, kamu juga sudah mengajari ku tanpa aku sadari kesempatan kedua tak kala selalu ada, hanya orang beruntung yang bisa mendapatkan kesempatan kedua tak semua," sambung Rizal.


Di sisi lain, wulan sekarang sedang bersiap-siap ke kampus.


Sebelum ke kampus dia menyusui baby Askar terlebih dahulu.


"Sus, nanti akan ada kurir datang mengantar paket tolong Suster terima saja saya sudah bayar lunas lewat aplikasi. Barang nya bisa Suster letakkan saja di kamar baby askar, nanti saya akan mengambil setelah pulang kampus," pesan Wulan mengecek paket nya dalam perjalanan alamat tempat tinggal sedang kan dia sekarang harus segera pergi.


"Baik Bu," sahut Suster tersebut.


"Ya sudah sekarang saya pergi dulu," pamit Wulan.


Panji tak mengantar jemput wulan lagi setelah kemarin wulan katakan untuk beberapa hari dalam waktu yang belum di tentu kan menjaga jarak untuk tidak menemui nya, bukan tanpa alasan wulan mengatakan hal tersebut, wulan hanya ingin melupakan kejadian itu.


Menurut nya jika terus bertemu dengan panji hal tersebut akan membuat nya tak nyaman dengan kejadian itu yang belum bisa di lupa kan.


Wulan sudah berada di dalam taksi dalam perjalanan ke kampus Sungkyunkwan University (SKKU).


Universitas Sungkyunkwan (SKKU atau secara sederhana disebut Seongdae, Hangul: 성균관대학교; Hanja: 成均館大學校) adalah sebuah universitas riset swasta dengan kampus yang berlokasi di Seoul dan Suwon. (Itu kampus impian author lho, doain ya S2 nya bisa benaran ke korsel😁)


Beberapa menit kemudian, taksi yang di tumpangi wulan tiba di area kampus, dan dia segera turun dan membayar tarif sesuai harga yang tertera pada layar depan taksi mengemudi.


Wulan turun dan berjalan masuk ke dalam.


Saat dalam perjalanan masuk, wulan berpapasan dengan panji, hal tersebut sedikit membuat nya canggung entah kenapa dia masih tidak nyaman, tapi wulan berusaha menutupi hal yang di rasakan karena tak ingin membuat panji sedih dan mengetahui yang di rasakan.


"Hai Panji," sapa Wulan dengan senyum tulus nya.


"Hai juga, baru nyampai?" sapa balik Panji.


"Iya kamu sendiri baru nyampai?"

__ADS_1


"Hmmm, seperti yang kamu lihat, tadi harus beli beberapa keperluan di supermarket jadi begini deh."


"Oh, ya sudah kalau gitu aku masuk dulu, takut telat hari ini ada kuliah pagi," ucap Wulan.


"Iya gapapa, semangat kelas lagi nya," kata Panji menyemangati wulan.


"Terimakasih kamu juga semangat," balas Wulan lalu beranjak pergi meninggalkan Panji.


Pria tersebut masih berdiri memandang kepergian wulan yang sudah mulai menjauh dari tempat berdiri nya.


Panji menyadari entah itu benar atau tidak tentang perasaan nya, dia merasa wulan secara terang-terangan menghindar menjaga jarak dengan nya.


Panji sedikit sedih, tapi dia bisa memaklumi semua ini penyebab nya karena dia sendiri yang membuat wulan seperti sekarang.


Tak ingin terus kepikiran dengan situasi saat ini, panji pun juga beranjak pergi dari tempat nya.


Waktu bergulir begitu cepat tanpa terasa Hari sudah sore, wulan masih berada di kampus, ada beberapa tugas yang harus di selesei kan hari ini juga hingga dia tidak bisa segera pulang.


Dan syukur nya wulan sebelum berangkat sudah menyusui baby askar dan sudah menyediakan Asi jika mendadak baby askar haus.


Di tempat lain tepat nya di penthouse, Rizal sudah tiba di korsel beberapa jam yang lalu dan segera menuju tempat tinggal nya untuk beristirahat.


Perjalanan dari Indonesia ke korea sedikit membuat tubuh nya penggal, namun sebelum benar-benar istirahat mendadak wajah wulan melintas di benak nya, ingatan hari itu kembali membuat nya mengingat wulan.


Kamar ini adalah saksi penyatuan nya menanam benih di rahim wulan dan semua itu berhasil, wanita yang di cintai itu pergi meninggalkan nya dalam keadaan hamil anak nya.


"Kamar ini kembali mengingatkan ku dengan mu Wulan, di mana kamu sekarang? apakah kamu berhasil melahirkan anak kita? berjenis kelamin apakah anak kita cowok apa cewek?" ucap Rizal sedih bertanya-tanya.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


Maaf Yah semua untuk beberapa Hari kedepan, cuman beberapa Hari saja ya, author up sekali sehari, karena author ingin fokus menamatkan dulu novel Istri Di Atas Kertas. Mohon semua dapat mengerti dan bersabar. 🙂


Terima semua yang saat ini masih setia membaca karya ku❤

__ADS_1


__ADS_2