
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Semua terdiam mendengar pengakuan rizal mengatakan perempuan simpanan nya itu hamil.
Mama alma diam beribu bahasa, mulut mendadak tak bersuara, rasanya pita suaranya telah putus.
Kata hamil tersebut membuat kaki nya melemas dan terjatuh di bawah lantai.
Pandangan nya tak lagi mengarah pada putra nya itu, pandangan nya kini menatap kosong lantai yang di duduki.
"Maaf, Rizal sudah mengecewakan Mama, Papa dan kalian semua tapi inilah kenyataan nya. Rizal harus menikahi lestari karena dia sedang hamil sekarang, bagaimana juga anak yang di kandung lestari adalah anak ku, cucu mama, yang berarti anggota keluarga Alberto," jelas Rizal sambil berjongkok mensejajarkan posisi nya dan Mama.
"Dasar anak tidak tau diri! Bagaimana bisa kau memutuskan semua sendiri tanpa berdiskusi dengan keluarga? Apa karena kau sudah mapan jadi bisa memutuskan sendiri? Apa ini yang Mama ajarkan dulu? Mama kecewa sama kamu Zal, Mama merasa kamu bukan anak Mama yang dulu, kamu yang sekarang benar-benar tidak mama kenali," tangis Mama menatap penuh kekecewaan pada rizal.
Mama alma tidak tau bagaimana keadaan Wulan saat ini, pasti sangat terpukul mengetahui suaminya menghamili perempuan lain.
Sesama perempuan dia dapat merasakan apa yang di rasakan Wulan, meski dia tak mengalami langsung dan tak tau rasa sakit yang di rasakan wulan sekarang, karena belum tentu apa yang dia rasakan nya sekarang sama dengan wulan. Mungkin sakit yang di rasakan Wulan lebih dari yang di rasakan.
"Pergi lah dan jangan pernah kembali. Mulai hari ini kau bukan anak Mama. Jangan sekali kau menunjukkan wajah mu di hadapan ku!" tegas Mama.
"Tidak Ma, jangan lakukan ini pada Rizal. Rizal ngaku salah maaf," pinta Rizal mengemis berlutut.
"Maaf? Apa kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan barusan? Maaf mu tidak akan mengubah apapun yang telah terjadi? Pergi lah pada wanita simpanan mu itu, Mama berdoa agar kamu tidak pernah menyesal dengan semua keputusan mu hari ini. Penyesalan selalu datang di akhir, semoga kamu tidak mengalami itu," kata Mama Alma.
__ADS_1
Rian, dan Mala istri nya itu langsung meninggalkan ruang keluarga setelah mama alma pergi dengan keadaan dan kondisi tidak baik, raut wajah menyimpan banyak kekecewaan begitu besar pada sang adik, sama halnya dengan nya yang juga kecewa tapi tak bisa dia ungkapkan.
"Mas, aku tidak nyangka rizal akan tega melakukan ini pada istrinya, padahal sejauh yang aku lihat wulan wanita yang baik dan tunduk terhadap suami, lalu kenapa Rizal tega? Apa hanya karena wulan tak bisa mengandung?" tanya Mala pada suaminya Rian, dia benar-benar kaget.
"Aku tidak tau, aku juga sama hal dengan kamu kaget melihat semua ini? Tapi dari mana mama mengetahui ini? Kenapa baru sekarang mama katakan?" tanya Rian penasaran dari apa yang di dengar tadi seperti nya Mama sudah mengetahui sejak lama dan baru di ungkap sekarang.
"Aku rasa juga seperti itu, aku kasihan sama wulan Mas. Bagaimana keadaannya sekarang? Pasti sangat terpukul menerima semua ini, apa sebaiknya kita menemui wulan saja?" saran Mala.
"Boleh juga nanti aku pikirkan kapan waktunya, sekarang kita nyusul mama saja dulu, aku khawatir keadaan mama sekarang," setuju Rian dan kini keduanya berjalan pergi menuju kamar mama.
Sedangkan Rizal di ruang keluarga hanya bisa menangis meratapi nasib hidupnya.
Pria itu bangkit dari duduk dan berjalan mendekati papa, pikirnya reaksi papa akan sama dengan mama tapi ini malah berbeda dan hal tersebut membuat nya kaget, tapi juga bersyukur.
"Keputusan kamu sudah benar Nak, hanya saja cara kamu yang salah. Papa akan selalu mendukung mu jangan khawatir, urusan mama mu biarkan papa yang urus. Tapi sebelum itu selesaikan dulu masalah mu wulan jangan sampai perempuan itu mempermalukan keluarga kita, jika hal itu terjadi papa tidak akan tinggal diam," ucap Papa Yusuf menepuk-nepuk pundak rizal lalu pergi.
Rizal terdiam masih mencerna perkataan papa nya barusan.
"Kenapa Papa berkata seperti itu?"gumam Rizal bertanya pada dirinya sendiri.
"Sudahlah aku tak usah memikirkan itu, sekarang yang harus ku pikirkan adalah lestari, ada sesuatu yang tidak beres yang di sembunyikan nya dari ku," gumam Rizal saat itu masih ada Risma di belakang nya.
Rizal tidak menyadari keberadaan Risma sekarang, pikir nya semua orang telah pergi meninggalkan nya karena kecewa dengan apa yang di putuskan.
"Maksud Kakak apa? Tidak beres bagaimana? Apa kakak ragu anak yang di kandung perempuan simpanan kakak itu anak kakak?" Tanya Risma dari belakang yang mana membuat rizal kaget.
"Astaga, kakak pikir suara apa ternyata kamu, sejak kapan di sini? Kenapa kakak tidak melihat kamu?" tanya Rizal malah balik bertanya.
"Tidak penting, jawab pertanyaan ku sekarang kak? Apa benar kakak ragu?" tanya ulang Risma berjalan mendekati sang kakak dan kini sudah berada di hadapannya.
__ADS_1
"Ya atau tidak, jangan menutupi apapun lagi dari ku kak" lanjut Risma gemas dan juga kesal pada rizal kakak nya itu banyak kebohongan yang di tutupi dengan kebohongan yang lain.
Rizal terdiam bingung apakah dia harus menceritakan semua pada risma apa tidak?
Ini bukan lah hal kecil, dia ragu dengan mulut adiknya ini yang kapan saja bisa menceritakan pada orang lain.
"Jangan khawatir kak, aku akan jaga rahasia percaya lah," ucap Risma seolah dapat mengetahui apa yang di pikirkan rizal.
"Baiklah kakak akan cerita, tapi janji kamu harus jaga rahasia. Ini masih kecurigaan entah benar atau tidak? Tidak ada salahnya untuk kakak menyelidiki bukan? Kakak harap kecurigaan kakak ini benar," kata Rizal penuh harap.
"Kecurigaan apa? Emang nya kalau benar kenapa? Apa untungnya untuk kakak?" tanya Risma penasaran menatap sang kakak.
"Kepo, untuk sekarang kamu tidak perlu tau dulu, tunggu waktu yang tepat dan jika semua benar terbukti terjadi sesuai dugaan kakak," jawab Rizal yang mana membuat risma melihat nya menjadi kesal dan memutar malas kedua bola matanya.
"Terserah, sekarang katakan saja apa hal yang membuat kakak ragu? Aku akan membantu kakak menyelidiki tapi jangan geer dulu aku melakukan ini karena kak Wulan bukan untuk kakak," ujar Risma cepat.
"Ya tidak apa-apa," balas Rizal.
Pria itu pun mulai menceritakan awal terjadinya kejadian di mana dia tidak sadar, tidak mengingat apapun di kamar bersama lestari, dan juga saat wulan pergi meninggalkan mansion dia sekilas mendengar perkataan lestari yang mana seketika membuat nya menjadi ragu dan curiga ada sesuatu yang terjadi di balik perkataan nya itu, tidak mungkin semua terucap begitu saja.
Risma mendengar cerita panjang lebar dari rizal begitu serius tanpa mencela setiap perkataan yang keluar dari mulut pria tersebut.
Dan kini Risma paham, dia pun sama dengan rizal curiga dan merasa aneh, bagaimana seorang pria tidak sadar, tida mengingat apapun dalam melakukan hubungan badan?
Emangnya senjata pria dapat bergerak sendiri? Jika bukan karena campur tangan dari tuan nya.
"Kecurigaan kakak tidak salah, semua itu bisa saja setingan perempuan ular itu, tapi kakak jangan khawatir karena kakak telah tepat menceritakan masalah ini padaku, secepatnya kita akan ungkap kebohongannya dan aku akan beri perempuan ular itu hukuman yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidup telah berani membuat kakak ipar kesayangan ku sedih," ucap Risma .
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...