Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 84: Takdir yang mempertemukan


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Pagi-pagi Rizal sudah bersiap untuk ke kampus di mana dia di tugaskan.


Sebelum berangkat dia sudah sarapan dan tentu sarapan yang di makan hasil masakan nya sendiri.


Rizal tidak pernah pesan makan melalui aplikasi lagi mau itu saat berada di Indonesia atau sekarang berada di korsel.


Pria itu benar-benar ingin mengerjakan semua sendiri.


Dua jam kemudian....


Rizal sudah berada di kampus Sungkyunkwan University (SKKU), pria itu langsung menunju ruangan petinggi kampus melaporkan diri.


Setelah selesei melaporkan diri, Rizal keluar dan di temani salah satu dosen wanita yang berada di sini untuk melihat-lihat lingkungan kampus.


Dan saat bersamaan wulan datang melewati tempat tersebut, dan.


Deg....


Kedua bola mata wulan dan rizal sama-sama beradu, sama-sama terkejut dengan pertemuan yang tak pernah di harapkan terjadi.


Wulan menyadari itu langsung berbalik dan berlari, dia tidak ingin bertemu rizal pria masa lalu yang sudah dia kubur dalam-dalam.


Rizal melihat wanita yang selama ini di cari berada di kampus yang sama dengan nya, tidak berdiam diri lagi langsung berlari mengejar wulan.


"Maaf, saya tinggal dulu," ucap Rizal lalu berlari mengejar wulan.

__ADS_1


Rizal tidak ingin menyiakan kesempatan ini lagi, sudah cukup 18 bulan dia berjauhan dan tidak bertemu, seperti nya sekarang waktu yang tepat yang di tunjukkan sang kuasa untuk nya agar bisa bertemu wulan kembali dengan cara yang tak terduga seperti ini.


Berlari, hanya itu yang bisa di lakukan wulan untuk mengindari Rizal, tapi semakin dia berlari dan menghindar pria tersebut semakin menjadi mengejar wulan.


Tak ada pilihan lagi, wulan tak bisa terus berlari karena itu pasti akan ke tangkap cepat atau lambat.


Wulan langsung berbelok arah masuk ke toilet wanita yang di pikir itu adalah tempat yang paling aman, karena Rizal tak mungkin masuk.


Huft....


"Bagaimana dia bisa berada di sini? apa dia sudah mengetahui keberadaan ku? atau dia ke sini sudah tau tentang kehamilan ku dan sekarang dia kembali ingin mengambil baby askar? tidak, tidak, semua ini tidak bisa, aku tidak akan membiarkan dia mengambil baby askar dari ku," ucap Wulan cemas takut apa yang di pikirkan itu benar.


Wulan terus berdoa dalam diam berdiri dengan tubuh terus gemetar, rasa takut, cemas, semua bercampur aduk menjadi satu, keringat terus keluar bercucuran di wajah nya.


Sedang kan Rizal di luar sana melihat wulan masuk ke toilet wanita, tak bisa berkutik pria itu hanya bisa diam menunggu di depan pintu toilet.


Banyak mahasiswa berlalu lalang masuk dan keluar toilet memandang aneh dengan sosok pria yang berjaga di depan seperti seorang satpam bertugas.


Sebenarnya rizal risih tidak suka dengan cara pandang mereka, namun semua di kesampingkan demi wulan, dia ingin bertemu dan berbicara pada wanita yang sangat amat di rindukan meski harus menunggu di sini sehari full akan di lakukan.


15 menit sudah wulan bersembunyi di dalam toilet, tapi dia masih enggan juga untuk keluar.


"Permisi, apa tadi sebelum masuk anda melihat seorang pria yang berjaga di depan pintu?" tanya Wulan pada seorang wanita yang baru saja masuk ke dalam toilet.


"Iya, ada pria aneh tapi tampan sih, apa pria itu sedang menunggu mu?" tanya balik wanita tersebut kepo.


"Kenalan saya? tidak, saya tidak mengenal nya bagaimana anda bisa berpikir seperti itu," bohong Wulan tidak mengakui Rizal kenalan nya.


"Oh, kirain kenalan."


"Tidak, silakan lanjutkan," balas Wulan.


"Kenapa dia masih ada, mau sampai aku harus seperti ini? kelas 30 menit lagi segera di mulai jika dia terus di sana bagaimana cara ku keluar?" tanya Wulan binggung apa yang harus di perbuat jika situasi seperti ini.

__ADS_1


Tidak ada pilihan lain selain keluar, Wulan menarik nafas panjang dan menghembus pelan berusaha mengumpul keberanian bersikap masa bodoh seolah tidak melihat dan tak mengenal Rizal.


Aku pasti bisa, aku dan dia sudah tidak ada hubungan apapun. Tenang, rileks jangan cemas semua akan baik-baik saja," ucap Wulan menyemangati dan memenangkan diri.


Wulan keluar dengan wajah santai dan tenang semua rasa takut di sembunyikan di balik wajah yang terlihat baik-baik saja.


Rizal melihat wulan keluar tak lagi menghindar dari nya, langsung menarik tangan wulan.


"Wulan aku ingin bicara dengan mu," ucap Rizal menatap wulan yang enggan menatap nya.


"Bicara saja di sini dan lepaskan tangan ku ini tempat umum aku tidak ada gosip aneh beredar di kampus," balas Wulan dengan wajah datar berusaha sebisa mungkin tidak terlihat sedang takut.


"Tidak, kita bicara di tempat lain aku tidak bisa bicara di sini, jika kamu tidak ingin aku juga tidak akan melepaskan tangan ku," ucap Rizal lebih keras keras kepala.


"Jangan memaksa ku seperti ini Mas, kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi untuk apa sekarang kamu masih menganggu ku? apa belum cukup kamu dulu membuat ku menderita? apa masih ingin? kenapa Mas? apa salah ku padamu kenapa tidak pernah lelah membuat hidup ku menderita?" tanya Wulan meluapkan semua yang berada di otak nya tanpa ragu.


Wulan berpikir jika Rizal kembali ingin menyiksa nya, dan tentu hal tersebut tidak bisa di terima wulan wanita itu tidak ingin kembali masuk lubang yang sama.


"Wulan bagaimana bisa kamu mengatakan itu padaku? aku tidak mungkin menyakiti mu, aku sangat mencintai mu," kata Rizal tidak percaya dengan apa yang di dengar keluar dari mulut wulan.


"Stop mengatakan itu, hingga kapan pun aku tidak akan percaya padamu, sekarang lepaskan tangan ku."


"Wulan beri aku satu kesempatan menjelaskan padamu," pinta Rizal memohon.


"Tidak, tidak ada yang perlu di jelaskan lagi semua sudah jelas, bahkan semua sudah berakhir dan penjelasan apapun yang keluar dari mulut mu tidak akan pernah bisa mengubah apapun saat ini," tolak Wulan tidak ingin penjelasan apapun dari rizal.


Pikir nya semua sudah berakhir jadi untuk apa penjelasan, karena sampai kapan pun keputusan akan tetap sama.


"Please Wulan kali ini jangan keras kepala ikutlah dengan ku, atau aku akan memaksa mu dengan cara lain, kamu pasti tidak mau bukan menjadi pusat perhatian mahasiswa/i?"


Wulan terdiam dalam batin mengumpat serapah pria tersebut selalu memaksa kehendaknya, hal ini lah yang tidak di sukai wulan.


"Tidak ada pilihan lain aku harus mengikuti nya, aku tidak ingin dia melakukan hal nekat yang akan berimbas nama baik ku di kampus buruk," batin Wulan kesal dengan banyak pertimbangan terpaksa menyetujui.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2