
H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Wulan dan Rizal kini telah tiba di depan rumah Papa Yusuf. Wulan mengendong Baby Askar dalam gendongan nya.
Barang bawaan mereka di bantu bawa ke dalam oleh para penjaga yang berjaga di depan gerbang.
"Sayang, apa kamu yakin dengan semua ini? apa kamu tidak berubah pikiran?" tanya Rizal memastikan kembali. Mungkin saat tiba, Wulan berubah pikiran.
"Tidak, keputusan ku sudah bulat Mas, lagian apa yang harus ku takuti sekarang? kamu berada di sisi ku, dan tidak mungkin bukan kamu membiarkan ku sendiri melawan Papa jahat mu itu," Wulan menatap Rizal yang tadi khawatir, kini menjadi tersenyum.
"Benar, aku tidak akan membiarkan istri ku terluka. Tapi kamu harus berjanji sekarang, apapun yang ingin kamu lakukan nanti diskusikan dengan ku terlebih dahulu, jangan memutuskan semua sendiri," ucap Rizal. Mengelus pipi Wulan.
"Iya, aku janji itu, ya sudah ayo langsung masuk saja," ajak Wulan tidak sabar memberi kejutan pada Paman nya yang kini menjadi Papa mertua nya.
keluarga Rizal tidak ada yang tau mengenai kedatangan mereka saat ini. Semua bisa terjadi karena Wulan melarang Rizal memberitahu. Wulan ingin melihat langsung reaksi Paman Shin melihat kedatangan nya yang mendadak.
"Aku tidak sabar melihat reaksi mu Paman, aku harap mulai hari ini kita bisa bersenang-senang," batin Wulan.
Tiba di dalam, Mama Alma dan Papa Yusuf terkejut melihat kedatangan Rizal dan Wulan yang kini berada di hadapan mereka.
"Apa yang mereka lakukan di sini? dan koper itu, apa mereka berniat menginap di sini. Tunggu, apa dia sudah mengetahui sesuatu? tidak, itu tidak mungkin, jika iya, mereka pasti akan ribut tidak bersama, karena aku sangat yakin setelah dia mengetahui semua, dia akan meninggalkan Rizal dan mengadu pada polisi," batin Papa Yusuf menatap Wulan yang mengendong Baby Askar.
"Sesuai dugaan ku, dia begitu terkejut dengan kedatangan ku. Silakan Paman lakukan rencana jahat mu itu, aku sudah siap melawan mu. Sekarang aku tak akan kalah, karena suami ku, anak kandung mu itu akan selalu mendukung ku," batin Wulan, seolah dapat mengetahui apa yang di pikirkan Paman Shin.
"Sayang kalian datang, kok tidak kasih tau. Sejak kapan tiba di Indo? ayo duduk sini," ajak Mama Alma menepuk sofa di samping nya.
__ADS_1
"Iya Ma, aku dan Mas Rizal emang sengaja gak kabarin karena kita mau kasih kejutan. Dan lihat lah Papa dan Mama benar terkejut bukan?" ucap Wulan, tersenyum menoleh Papa Yusuf.
"Bagaimana Pa? Papa terkejut bukan?" tanya Wulan.
Papa Yusuf tidak menjawab, diam dan menatap, otak Papa Yusuf kini di penuhi dengan pertanyaan.
Melihat sikap Wulan dan perkataan barusan membuat nya yakin ada sesuatu yang tidak beres.
"Ma, Pa, bagaimana kabar kalian? baik-baik saja?" tanya Rizal, sengaja mengalihkan perhatian Papa Yusuf, melihat diam nya membuat Rizal khawatir jika Papa Yusuf sudah sedikit menaruh curiga pada Wulan.
"Alhamdulilah, kita baik. Kalian sejak kapan di Indo? barusan?" Mama Alma menatap Rizal.
"Tidak, kita sudah di Indo dari dua hari yang lalu," jawab Rizal.
"Lalu kenapa baru sekarang kesini? kenapa tidak kasih tau Mama atau lain nya tentang kedatangan kalian?"
"Maaf, Ma. Jangan salahkan Mas Rizal. Semua bukan sepenuh nya salah Mas Rizal, tapi juga salah ku," Wulan membela Rizal karena kenyataan nya memang seperti itu.
"Dan kamu Rizal ingat jangan menyiakan istri secantik dan sebaik Wulan lagi. Kesempatan kedua memang ada, tapi kesempatan ketiga jarang ada, jika sekali ada itu hanya orang bodoh yang memberikan kesempatan itu. Sudah di sakitin berulang kali masih saja memaafkan."
"Iya Ma, Rizal janji hal itu tidak akan pernah terjadi. Rizal sangat menyayangi Wulan. Apapun rintangan nya nanti, Rizal akan melawan demi melindungi Wulan," janji Rizal tegas, tak ada keraguan dari perkataan nya itu.
"Syukur lah, Mama senang dengar nya," Mama Alma puas dengan jawaban Rizal, tersenyum menatap bergantian pada putra dan mantu cantik nya.
*****
"Apa tujuan mereka kemari, tidak mungkin tanpa alasan. Perkataan dia tadi seperti mengetahui sesuatu. Seperti nya aku harus menyelidiki semuanya," Papa Yusuf mengambil ponsel di atas meja dan menghubungi seseorang di sebrang sana.
__ADS_1
Beberapa menit berbicara melalui ponsel dengan orang di sebrang sana. Panggilan pun di akhiri.
Papa Yusuf beranjak dari kursi kerja nya dan keluar, namun sebelum itu dia mengirimkan pesan pada pada seseorang.
15 menit kemudian.
"Ada apa Papa memanggil ku kemari? jika ingin berbicara hal yang tidak penting sebaik nya tidak usah. Rizal malas meladeni," ketus Rizal, menatap tajam Papa Yusuf.
"Apa ini cara mu berbicara pada orang yang lebih tua, hah? Apa Papa dan Mama dulu mengajarkan mu seperti ini? atau mungkin ini ajaran dari wanita sial itu? sudah Papa duga semuanya, seharusnya saat itu Papa lebih teliti agar tak satu pun anggota keluarga nya hidup dan menghirup udara bebas," ujar Papa Yusuf, dia merasa bodoh saat itu bisa kecolongan dan tidak memeriksa ulang apa semua sudah mati apa belum.
"Stop Pa, jangan pernah mengatakan hal seperti itu mengenai Wulan, Wulan adalah istri ku. Meski Papa adalah orang tua ku, aku tidak bisa terima itu," marah Rizal tidak suka dengan lontaran kata yang keluar dari mulut Papa Yusuf mengenai Wulan.
"Aku bingung dengan Papa, sebenarnya ada apa sih? kenapa Papa sangat membenci Wulan? apa salah nya?" tanya Rizal penasaran.
"Kamu mau tau apa alasan nya?" tanya balik Papa Yusuf, Rizal di tatap Papa Yusuf mengangguk iya.
"Iya."
"Baiklah Papa akan katakan apa alasan Papa menghabisi mereka semua dan Papa harap setelah mendengar ini kamu tidak menangis dan menyesal," ucap Papa Yusuf memperingati Rizal.
Tentu hal yang baru di lontarkan Papa Yusuf membuat nya bingung dan juga semakin penasaran. Kenapa Papa Yusuf bisa berkata seperti itu?
Kenapa Rizal harus menangis dan menyesal? apa semua itu ada kaitan nya dengan Rizal. Banyak pertanyaan yang terus memutari kepala Rizal.
Melihat wajah Papa Yusuf yang semakin serius membuat nya deg-degan.
"Alasan apa sebenarnya? Kenapa aku begitu cemas, seakan semua ada kaitan nya dengan ku. Sayang aku mohon jangan marah dan kecewa padaku, jika kamu mendengar semua ini," batin Rizal berdoa penuh harap.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...