Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 13: Jawaban


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


"Wulan mungkin pengakuan ku ini membuat sedikit terkejut, tapi aku tidak bisa menyimpan nya lebih lama lagi. Aku jatuh cinta padamu saat pertama kali bertemu," ungkap Panji menatap lekat kedua bola mata wulan.


Pria itu berharap cinta nya tak bertepuk sebelah tangan.


"Kamu mencintai ku? bagaimana bisa?" kaget Wulan menarik keras kedua tangan nya, tapi panji tak melepaskan.


"Biarkan seperti ini wulan. Aku pun tak tau bagaimana bisa, tapi yang ku ketahui dan ku rasakan selama ini aku mencintai mu," jawab Panji.


"Tapi panji, saya dan kamu kita sahabat."


"Kenapa kalau sahabat? apa sahabat tidak boleh saling suka?"


"Bukan seperti itu maksud ku, tapi .... "


"Sudah wulan, aku yakin kamu pasti memiliki perasaan yang sama dengan ku bukan? kenapa tidak kita lalui bersama sekarang. Aku janji akan menjaga mu, dan tidak akan ku biarkan seorang pun menyakiti mu, " janji Panji.


Wulan terdiam, bingung harus menjawab apa, jujur dia tak tau tentang perasaan nya ke panji seperti apa sekarang.


Yang di ketahui hanya perasaan nyaman berada di dekat panji, panji selalu bisa menghibur nya dan mengembalikan senyuman di wajahnya.


Apa yang harus ku katakan? kenapa aku berada di posisi seperti ini? batin wulan sedih dan juga bingung langkah apa yang harus di putuskan.


"Wulan katakan, apa kamu mau menjadi separuh hidup ku? aku janji tidak akan menyiakan mu, dan aku akan membuat mu menjadi wanita yang beruntung di dunia ini karena memilih ku."


"Apa harus sekarang jawab nya?" tanya Wulan.


"Iya, hari ini aku ingin tau apa jawaban mu," jawab rizal tak sabaran dan tentu terlihat jelas di mata rizal.


Wulan melihat besar nya harapan terpancar dari mata dan juga ekspresi rizal menjadi tidak tega.


"Ya Allah, semoga keputusan yang ku ambil ini benar," batin Wulan berdoa.


"Panji saya sangat berterima kasih atas cinta yang besar kamu berikan pada saya sampai sekarang, tapi kalau boleh jujur saya tidak tau tentang perasaan saya padamu sekarang. Saya hanya merasa nyaman berada di dekat mu, tapi saya tidak tau apa itu nyaman karena cinta atau sekedar sahabat," jujur wulan mengungkapkan perasaan yang di rasakan.


"Tidak apa- apa dengan kamu berkata jujur seperti ini membuat ku semakin yakin jika kamu nyaman karena cinta, hanya saja kamu belum menyadari itu. Izinkan aku untuk menyadari cinta mu pada ku wulan," kata Panji penuh percaya diri.


"Apa kamu yakin?" ragu Wulan.

__ADS_1


Wanita itu ragu mengingat dirinya sudah menikah dan berstatus istri orang, meski rizal tak pernah menganggap nya ada dan sama hal nya dengan wulan.


"Apa di wajah ku terlihat tidak serius?" bukan menjawab Panji malah balik bertanya.


"Saya tidak tau makanya saya bertanya padamu," jawab Wulan.


Panji malah menarik wulan lebih dekat dengan nya hingga tak ada jarak antara kedua nya.


"Panji apa yang kamu lakukan? bagaimana jika ada orang yang melihat nya bisa jadi masalah nanti," cemas Wulan berontak minta di lepas kan.


"Tidak mungkin, tempat ini hanya aku dan kamu yang tau. Jika tidak ingin kena masalah cukup jawab ya atau tidak."


"Panji, lepasin.l," wulan tetap protes dirinya tidak nyaman berada di dekat cowok seperti ini.


"Ya, atau tidak?"


"Hufft ... " wulan menghembus nafas panjang.


"Ya, ya, ya ... apa kamu puas sekarang cepat lepaskan."


Cup ....


"Gadis pintar," ucap Panji mendaratkan satu kecupan di kening wulan.


"Astaga apa ini? kenapa dia mencium ku? Ya Allah apa ini suatu dosa? lalu apa yang harus ku perbuat? jangan membuat hamba berada di posisi sulit dalam memutuskan sesuatu," batin Wulan berdoa di beri petunjuk agar tidak salah langkah.


"Wulan kamu kenapa? apa kamu tidak pernah mendapat kan ini sebelum nya?" panji memperhatikan ekspresi wulan begitu kaget setelah mendapat ciuman nya.


Wulan menggeleng kepala dan hal tersebut membuat panji tersenyum bahagia karena dia adalah pria pertama yang melakukan nya.


"Aku beruntung bisa memiliki kamu," kata Panji memeluk wulan.


"Beruntung? saya bukan milik kamu, ingat saya tidak terima cinta mu, saya hanya memberi kamu kesempatan untuk membuktikan tidak lebih," jelas Wulan membenarkan ucapan panji.


"Ya, tidak apa-apa, sekarang bukan tapi besok akan," pede Panji melonggarkan pelukan nya dan menggandeng tangan wulan pergi.


"Kita mau kemana lagi panji?" tanya Wulan tangan nya di gandeng erat pria itu seperti tidak ingin di lepaskan.


"Kamu akan tau nanti."


________


Santi yang duduk di samping wulan merasa aura berbeda dari kedua orang tersebut terutama pada panji terus tersenyum tidak jelas memandang wulan.


"Apa ini hanya perasaan ku doang? tau ah kenapa aku yang ribet mikirin mereka sih," batin Santi sedih kesal dengan otaknya selalu ingin ikut campur dengan masalah orang.

__ADS_1


Wulan tak bisa konsen dengan materi yang di jelas kan dosen di depan, dia terus teringat dengan semua hiburan panji tadi untuk nya.


Dosen yang memperhatikan salah satu mahasiswi nya melamun di kelas menjadi marah dan menghentikan penjelasan nya.


"Aku gak nyangka panji akan seromantis ini, ternyata seperti ini rasanya di cintai seseorang begitu dalam, kak dinda pasti sangat bahagia memiliki suami seperti kak al yang sangat mencintai nya," batin Wulan.


"Wulan," panggil dosen yang kini sudah berada di depan meja wulan.


Namun pemilik nama tersebut belum menyadari jika saat ini menjadi pusat perhatian mahasiswa/i yang berada di kelas, karena tak merespon panggilan bu dosen killer.


"Astaga anak ini mikirin apa sih sampai gak sadar begini? gak tau apa sekarang sedang dalam masalah sudah membangun kan singa dalam kandang," batin Santi bingung.


Kini tangan nya sudah begitu gatal ingin menoyor kepala wulan saking kesal karena wanita bodoh itu tak mendengar suara toa masjid yang sudah begitu besar dan dekat dengan nya.


Tak bisa menahan, tangan nya pun langsung melayang kan cubitan sayang di lengan pemilik nama yang di panggil bu dosen.


"Auwh ... " wulan meringis kesakitan dan langsung menoleh pada santi.


"Santi lo apaan sih, sakit tau," kaget Wulan sedikit kesal lamunan nya harus terganggu.


Bukan mendapat balasan jawaban, wulan di buat bingung dengan sikap santi mengedipkan mata tidak jelas.


"Lo kenapa sih? sakit mata?" tanya Wulan bingung tidak mengerti kode yang di beri kan santi.


"Itu ...." santi memberi kode dengan ekor mata nya.


Wulan mengerutkan kening bingung tidak mengerti, lalu menoleh ke belakang bangku nya ada panji dan dito duduk.


Dan dito pun sama hal nya dengan santi memberi kode tidak jelas.


Wulan pun kini merasa aneh dengan semua mahasiswi/i terus menatap nya.


Perasaan nya kini merasa tidak baik dan perlahan wanita itu membalikkan tengkuk nya


Deg ....


"Eh ibu...." cengengesan Wulan menggaruk kepala yang tidak gatal.


Dia paham sekarang kode yang di beri kan santi dan dito tadi masalah ini. Dan dia merutuki kebodohannya kenapa tidak menyadari.


"Bodoh kamu Lan. Di rumah sial punya suami iblis, eh di kampus malah buat masalah masuk kadang singa," batin Wulan sedih.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2