
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Setiba di apartment santi membantu wulan mengemas barang.
Entah kenapa wulan benar-benar bimbang dengan keputusan nya sekarang.
"Apa ini keputusan yang ku ambil sudah benar? kenapa hati ku masih bimbang begini?" monolog Wulan binggung dengan perasaan nya sendiri.
"Lan kamu kenapa? kok bengong apa masih ragu?" tanya Santi melihat diam nya Wulan.
"Entah lah aku sendiri tidak tau apa yang ku rasa kan sekarang, semua terasa aneh."
"Maksud nya aneh gimana? jangan bilang kamu kepikiran pak rizal ya?" tatap Santi curiga wulan benar sudah ada hati sama suaminya.
"Gak usah ngacau deh kalau bicara, aku gak suka sama mas rizal," bantah Wulan.
"Mulut bisa saja berkata bohong, tapi hati tidak, jangan pernah membohongi hati mu sendiri Lan, jika kamu benar mencintai pak rizal aku tak menyalahkan mu, karena cinta gak ada yang pernah tau dan pada siapa kita jatuh cinta, cinta hadir dengan sendiri nya tanpa di minta," bijak Santi tidak ingin memaksa sahabat nya dalam menentukan keputusan apapun, karena ini kehidupan nya, dan wulan juga yang menjalani.
"Tidak, aku tidak menyukai nya, stop membahas nama nya lagi aku malas mendengar nama itu," kata Wulan cape.
"Yah sudah satu hal yang ingin aku katakan padamu, jangan pernah membohongi hati dengan lisan mu, atau kamu sendiri yang akan menyesal di kemudian hari, keberuntungan tak selalu ada dan berpihak pada kita, jadi gunakan dengan baik kesempatan selagi itu bisa membawamu ke suatu keberuntungan dalam hidup."
"Terimakasih aku akan mengingat itu, sekarang bisa kita lanjutkan lagi?" tanya Wulan yang malas meladeni hal yang berkaitan dengan perasaan yang di rasa kan sekarang.
"Ish kamu apaan sih Lan, aku sudah susah payah ngomong panjang lebar mengatakan sesuatu yang bijak yang tak pernah aku katakan pada siapa pun dan ini kamu malah biasa dengar nya? sumpah ya kamu itu nyebelin banget tau," kesal Santi lalu pergi meninggalkan wulan.
Wulan melihat santi pergi dengan keadaan marah meninggalkan nya menaikan bahu tidak tau di mana salah nya hingga santi kesal.
Wulan kembali mengemas barang-barang yang dia anggap penting.
"Wulan nyebelin banget sih, gak tau apa aku udah susah payah sehari ini menjadi bijak untuk nya,"ngedumel Santi kesal.
__ADS_1
"Kamu kenapa San?" tanya Panji mendadak yang baru masuk dan mendapatkan sahabat nya ini berbicara sendiri dengan wajah kesal.
"Astaga Panji," kaget Santi menoleh menatap ke samping arah pria itu berdiri.
"Kamu kayak hantu kagetin tau, saya pikir hantu pemilik apartment ini, eh tau nya tuan rumah pemilik apartment."
"Ngacau deh kalau ngomong mana ada hantu di sini, dan kamu kenapa marah-marah sendiri? wulan mana?" tanya Panji tidak melihat wulan di dekat santi.
"Ada tuh di kamar lagi kemas-kemas langsung masuk saja," jawab Santi lalu berbalik meninggalkan panji.
"Emang nya wulan mau kemana sampai harus kemas-kemas?"
"Pindah. Mending langsung masuk saja tanya sendiri," sahut Santi sedikit teriak.
Panji langsung bergerak menuju kamar nya yang sudah beberapa hari ini wulan dan santi tepati.
Dari depan pintu yang memang tidak di tutup panji dapat melihat wulan sedang merapikan barang-barang dan di pindahkan ke dalam koper.
Wulan tidak menyadari kehadiran panji saat ini.
"Panji," kaget Wulan sambil menoleh pada tangan yang menahan tangan nya.
"Benar kamu mau pindah? kenapa tidak mengatakan ini padaku sebelum nya?" tanya Panji sambil menatap lekat wajah wulan.
"Maaf semua ini mendadak aku juga gak bisa melakukan apapun selain mengikuti keinginan keluarga," jawab Wulan sedikit merasa tak enak.
"Duduk lah, cerita kan semua padaku sebenarnya apa yang terjadi hingga kamu harus pindah?"
Wulan menarik nafas panjang, mengumpulkan keberanian dan mulai menceritakan yang terjadi.
Tangan panji tidak lepas dari wulan, dia terus menggenggam erat seperti tidak ingin di lepaskan.
Wulan menjadi tidak enak meminta Panji melepaskan genggaman nya itu.
"Jadi kamu akan pindah besok dan melanjutkan kuliah di sana?"
"Iya," jawab Wulan sambil mengangguk kecil.
__ADS_1
"Apa kamu tidak dapat memastikan bisa kembali lagi atau tidak?" tanya Panji lagi dengan wajah sedih tidak tau bagaimana hidup nya nanti.
"Maaf, untuk itu aku tidak tau, mungkin tidak akan pernah kembali aku tidak ingin mengingat masa lalu ku di sini," jawab Wulan menatap panji yang sedih setelah mendengar cerita nya yang akan pindah.
"Aku tidak bisa menahan mu, tapi aku selalu berdoa yang terbaik untuk mu, jaga diri mu, jaga bayi dalam kandungan mu, aku janji akan menyusul mu nanti," kata Panji lalu mengelus perut rata wulan, yang mana membuat wulan kaget mendapat perlakuan ini dari seorang pria.
"Sayang jangan membuat bunda mu kerepotan ya, om akan menyusul kalian nanti," sambung Panji lembut mengajak bicara bayi dalam kandungan wulan.
Mata wulan tak lepas menatap panji yang begitu baik padanya, pria tersebut bahkan tidak mempersalahkan status nya saat ini.
"Kamu pria baik Nji, aku tidak tau dapat membalas perasaan mu atau tidak," batin Wulan.
"Apa kamu sudah selesei kemas nya?" tanya Panji menatap wulan.
"Belum masih ada beberapa lagi," jawab Wulan memberi kode dari lirikan mata pada beberapa barang yang belum selesei di packing.
"Ya sudah aku akan membantu mu, duduk lah istirahat di sini jangan bergerak biar aku saja yang melakukan," kata Panji perhatian yang ambil alih mengantikan wulan.
"Tidak Nji, masa aku duduk lihatin kamu, ini kan barang-barang ku sudah seharusnya aku yang kerjakan dan kamu saja yang duduk," tolak Wulan tidak enak barang nya harus di kerjakan panji.
"Kamu sudah melakukan nya sejak tadi sekarang biarkan aku yang melanjutkan. Aku mencintai mu Wulan, tidak akan aku biarkan kamu kelelahan selagi aku berada di sisi mu," tulus Panji serius tidak membiarkan wulan melakukan semua sendiri jika dia ada.
"Duduk lah kamu cukup mengatakan mana yang harus aku lakukan," sambung Panji lalu bangkit berdiri.
"Oke," pasrah Wulan tak dapat menolak lagi.
Wulan memberi arahan barang apa saja yang harus di masukan dan tidak. Panji mengikuti semua itu.
Santi melihat kedua orang di dalam dari balik pintu tersenyum kecil, dia bahagia panji selalu ada untuk wulan, harapan nya kedua dapat bahagia.
Santi balik meninggalkan mereka dia tidak ingin ketahuan sedang mengintip yang ada bisa jadi masalah.
Lagian jika dia terus melihat kedua orang tersebut, jiwa jomblo nya akan meronta-ronta ingin satu pria baik seperti panji dan juga tampannya seperti rizal.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1