Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 36: Pakaian kurang bahan


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


β€’


β€’


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


Ting... tong...


Suara belum berbunyi.


Wulan langsung berlari membuka pintu tanpa menyadari jika di celana yang ia kenakan sekarang menunjukan paha mulus nya.


Celana yang ia kenakan sekarang panjang nya 35 cm.


Mata para pengawal begitu lapar melihat nona nya tampak seksi.


Wulan menyadari di tatap rakus oleh kelima pria tersebut membuka suara.


"Turun kan pandangan itu sekarang atau saya adukan pada tuan kalian," ancam Wulan tanpa menoleh.


"Maaf nona, kami janji tidak akan mengulangi lagi, kami sangat membutuhkan kerjaan ini." mohon mereka ketakutan dengan ancaman wulan.


"Hmmm," hanya balasan deheman yang di berikan wulan dan wanita tersebut berbalik meninggalkan mereka.


"Kapan aku bisa diet jika godaan terbesar ku adalah makanan? biarkan hari ini aku makan banyak aku butuh energi full untuk menyelesaikan misi ini," kata Wulan mengangguk lalu menyantap satu persatu hidangan makanan yang di pesan.


Wulan begitu lahap karena semua pesanan nya itu adalah makanan favorite nya.


Dering ponsel yang berbunyi tak ia gubris, wanita itu tak ingin mengangkat panggilan telpon dari rizal karena ia masih kesal dengan semua tindakan rizal.


"Kenapa dia tak juga menyerah menelpon ku. Jangan harap akan aku angkat ini hukuman untuk mu pria gila," ucap Wulan kembali melanjutkan makan.


Kekesalan wulan bertambah ketika melihat pakaian yang di siapkan rizal semua kurang bahan, bukan ia tak pernah memakai pakaian kurang bahan, tapi pakaian yang di siapkan rizal sekarang terlalu seksi.


Wulan yakin rizal sengaja melakukan ini.


Ting... tong... ting... tong....


"Siapa sih yang datang, perasaan aku tidak memesan apapun lagi," wulan bangkit dan segera membukakan pintu melihat siapa yang datang.


Cekrekk...

__ADS_1


Di luar tak ada siapapun selain ke lima pengawal tersebut.


"Apa kalian yang memencet bel?" tanya Wulan menatap tajam ke lima pria tersebut.


"Maaf nona, kami terpaksa melakukan itu. Tuan ingin bicara sama nona, ponsel nona susah di hubungi dan tuan meminta saya menyerahkan ponsel saya agar nona dapat bicara."


"Lain kali jika tak ada yang penting tidak usah memencet bel, kau sudah menganggu waku saya."


"Tapi nona ini penting tuan ingin berbicara."


"Katakan pada tuan mu hubungi di ponsel saya," ucap Wulan lalu berbalik menutup pintu.


Wulan kembali duduk di meja makan dengan raut wajah kesal nya.


"Ck, dasar tak berguna mengangguk ku saja, mereka pikir tuan mereka itu siapa?"


Baru juga ingin menyuapi makanan ke dalam mulut ponselnya kembali berbunyi.


πŸ“ž:"Hallo, ada apa?" ketus Wulan.


πŸ“ž:"Sayang ada apa dengan mu?"


πŸ“ž:"Aku kesal padamu Mas, kenapa memberi ku pengawal sebanyak itu aku risih tau dan kenapa pakaian di lemari berukuran kecil dan ketat?" ungkap Wulan mengatakan hal yang membuat nya badmood.


πŸ“ž:" Hanya?" ucap Wulan tak habis pikir dengan mudah nya pria di sebrang sana mengatakan hanya.


πŸ“ž:"Iya, emangnya ada yang salah? aku sengaja menyiapkan pakaian itu untuk mu, kamu menyukai bukan?"


"Dasar pria gila dia pikir aku ini perempuan apaan? sudah ku duga sejak awal kau belum berubah kau masih menganggap ku wanita murahan baiklah akan aku buktikan besok," batin Wulan berjanji.


πŸ“ž:"Ya aku sangat menyukai nya terimakasih mas, apa ada hal penting yang membuat mu menghubungi ku?"


Wulan memilih untuk tidak mengatakan nya dulu, ia akan mengatakan jika ia sudah terbukti bukan wanita seperti apa yang di pikir kan rizal.


Rizal mengatakan alasannya menghubungi wulan hanya ingin menyampaikan keberangkatan nya akan di lakukan hari ini mengunakan jet pribadi.


Dan wulan hanya menanggapi dengan oh ria tanpa berkata panjang lebar.


Beberapa menit kemudian panggilan pun berakhir dan wulan kembali melanjutkan makan yang sempat tertunda.


Rizal sudah menyiapkan keberangkatan nya, dan sekarang ia sedang menganti pakaian.


"Aku tidak sabar ingin mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Aku harap setelah ini semua akan berakhir," ucap Rizal menatap wajahnya dari pantulan cermin.

__ADS_1


Ke lima pengawal yang di suruh menjaga wulan bingung dengan ajakan wulan, pasalnya wulan meminta tambahan lima pengawal lagi.


"Kenapa nona? bukannya tadi nona mengusir kami kenapa sekarang meminta di carikan kelipatan dari jumlah kami?"


"Kau tidak perlu banyak tanya cukup lakukan apa yang saya perintah kan. Apa itu begitu sulit untuk kau lakukan? kenapa setiap saya berkata ada saja bantahannya dari kau," kesal Wulan bingung apapun yang di katakan selalu di pertanyakan.


"Maaf nona akan kami lakukan segera."


"Hmmm, jaga jarak 10 m. Lihat aba-aba dari saya baru mendekat, kalian paham itu?"


"Paham nona."


Sebelum berangkat wulan sudah mencari tau para penghianat yang menjebak nya itu.


Dan ternyata saat ini semua para penghianat itu berada di klub tempat nya dulu bekerja.


"Berbahagialah sekarang, dan setelah ini terimalah pembalasan ku, orang-orang seperti kalian tidak pantas bahagia atau di cintai oleh siapapun. Karena kalian hidup ku hancur, dan aku tidak akan membiarkan kalian bahagia di atas penderitaan ku," batin Wulan melihat postingan salah satu teman nya di IG.


"Ada apa dengan nona, kenapa wajahnya begitu menakutkan? sungguh pasangan yang serasi si tuan dan nona keduanya memiliki aura kunti," batin salah satu pengawal yang menyetir melihat wulan dari cermin.


"Nona pengawal yang nona minta sekarang sudah berada di klub, apa yang harus mereka lakukan? "


"Aku akan mengirim beberapa foto padamu dan suruh orang mu membawa mereka ke ruang bawah tanah."


"Ruang bawah tanah? di mana itu?"


"Di klub tempat mereka berada sekarang, jika orang mu tidak tau bertanya lah pada orang yang berada di sana."


"Bagaimana bisa nona bukan nya itu akan ketahuan?"


"Tidak akan, katakan saja jika perempuan yang di bawa orang mu adalah perempuan yang sudah di booking Penjabat penting."


"Apa nona yakin tidak akan ada yang curiga?"


"Jangan meragukan ku, lakukan saja apa yang ku katakan. Jika kau sudah bosan kerja silakan pergi saya tidak ingin membuang waktu menjawab orang seperti kalian banyak tanya tapi tak ada hasil dalam melakukan tugas," sinis Wulan


Sedang kan rizal di sebrang sana mendapat kabar dari suruhannya jika wulan meminta menambahkan lima orang pengawal menjadi penasaran sebenarnya apa yang ingin wulan lakukan, kenapa meminta mereka menuju klub dan menyekap para wanita? apa hubungan nya dengan wulan.


"Kau membuat ku semakin penasaran wulan, aku menjadi tertarik dengan masa lalu mu? kau mengatakan jika kau adalah warga asli negara X, tapi papa naldo dan mama sofia bukan asli sana? perlahan aku akan mengetahui indentitas asli mu, kepandaian mu dalam merahasiakan sesuatu membuat ku semakin tertantang ingin tau," gumam Wulan kembali menyimpan ponsel ke saku celana setelah membaca isi pesan.


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2