
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Dengan berat hati Wulan menghabiskan sup brokoli kuah bening tersebut.
Rizal tersenyum puas akhirnya Wulan memakannya meski tidak menyukai sayuran.
Wulan sudah mengatakan alasan kenapa menolak makanan buatan Rizal.
Dan Rizal dapat mengerti penjelasan yang di berikan Wulan.
Pria itu tidak akan memasak sayur lagi asalkan Wulan harus menghabiskan sayuran buatannya yang ini.
"Pintar, aku akan memberi mu hadiah bersiaplah," kata Rizal mengajak Wulan masuk kamar.
"Hadiah?"
"Iya hadiah karena kamu sudah menghabiskan sup itu padahal kamu tidak menyukai sayuran," jawab Rizal.
"Tapi kenapa harus ke kamar? apa hadiah nya ada di kamar?" tanya penasaran Wulan, Rizal mengajak nya kemar.
"Tidak, tapi di luar."
"Lalu kenapa mengajak ku kedalam jika hadiah nya ada di luar?" Wulan semakin bingung tidak mengerti dengan rizal.
"Kamu akan tau nanti, jangan banyak tanya bersiaplah kita akan pergi."
Rizal mendorong Wulan ke ruang ganti. Ia pun menghubungi seseorang di seberang sana.
📞: Lakukan semua seperti apa yang saya katakan jangan ada yang kurang."
Setelah mengatakan apa yang ingin di katakan ia segera mematikan sambungan telpon.
Tak lama kemudian Wulan keluar dari ruang ganti dan mata Rizal membesar melihat penampilan Wulan begitu seksi.
"Sayang kenapa memakai pakaian ini, aku tidak ingin milik ku di lihat pria lain cepat ganti," ucap Rizal tidak ikhlas pria mana pun melihat tubuh Wulan sekecil apapun.
"Ganti dengan apa mas semua pakaian di dalam sama tidak ada yang lebih menutup dari ini lalu apa aku harus menganti dengan pakaian yang lebih pendek begitu?" balas Wulan
__ADS_1
Dan seketika mendengar ungkapan Wulan, Rizal menepuk jidat nya.
"Astaga kenapa aku bisa melupakan itu, ya sudah kamu tunggu di sini aku akan meminta orang ku untuk membawa pakaian tertutup kamu hanya bisa terbuka padaku saja."
"Dasar posesif, siapa yang ingin menjadi milikmu jangan pernah bermimpi karena sampai kapanpun itu tidak akan terjadi." batin Wulan merasa aneh mendengar rizal mengklaim ia adalah milik nya.
Beberapa menit kemudian pakaian Wulan yang ia pesan tadi tiba.
"Pilih lah mana yang kamu suka mulai hari ini pakai lah pakaian tertutup jika ingin keluar," pesan Rizal posesif.
"Iya," sahut Wulan pergi begitu saja menenteng paper bag tersebut.
Rizal mengajak Wulan ke bioskop, ia ingin menghabiskan waktu berdua sebagai penebus kesalahan di masa lalu nya.
Kali ini Rizal tak memakai sopir karena ia ingin menyetir sendiri.
Jalanan pagi ini begitu padat, kedua menikmati udara segar dengan bahagia.
"Sayang balas dendam mu telah selesai apa tidak sebaiknya kita pulang saja aku khawatir ke empat wanita gila itu mencelakai mu," kata Rizal khawatir.
Sebelum pergi, para pengawal yang ia tugas kan untuk menjaga Wulan mengatakan jika keselamatan Wulan dalam bahaya karena musuh nya itu bukanlah wanita sembarangan.
"Tidak, aku masih ingin di sini jika Mas ingin pulang silakan keputusan ku sudah bulat satu minggu di sini," balas Wulan tidak berubah pikiran.
"Dasar pembohong, kau pikir aku akan percaya begitu saja dengan ucapan mu jangan harap semua itu tidak akan pernah terjadi, setelah balik nanti aku akan menghentikan sandiwara ini dan meminta pisah dari mu," batin Wulan yang sudah tekad dengan keputusan nya.
"Terserah kamu Mas, aku tidak akan memaksa mu jika ingin pulang silakan, menetap pun silakan," kata Wulan tidak masalah apapun keputusan rizal.
"Kenapa? apa kamu tidak menginginkan ku?"
"Itu tau lalu kenapa bertanya, dasar pria bodoh," batin Wulan.
"Bukan begitu Mas jangan salah paham dulu, aku hanya tidak ingin kamu tertekan dengan semua tingkah keinginan ku."
"Aku tau kamu sedang berbohong aku janji akan menebus semua dan menganti hari-hari terburuk dengan kebahagiaan," batin Rizal merasa bersalah.
Tiba di bioskop, keduanya langsung menuju loker membeli tiket.
"Sayang kamu mau film?" tanya Rizal tiba di depan loker.
"Aku menyukai film genre teen," jawab Wulan.
"Baiklah, kamu duduk di sana biar aku saja yang antri," perhatian Rizal tidak ingin Wulan capek.
__ADS_1
"Tidak, aku ingin membeli cemilan kamu antri saja," kata Wulan.
"Tetap lah di sini aku akan menemanimu, jangan kemana-mana," pesan Rizal lalu pergi meninggalkan Wulan.
Wulan memandang Rizal yang mengantri di bagian loker, dirinya tak bisa ke mana-mana karena Rizal sudah mewanti-wanti untuk tetap diam.
Tak lama kemudian Rizal kembali.
"Ayo kita beli cemilan mu," ajak Rizal menggandeng tangan Wulan.
"Hmmm," Wulan menerima gandengan tangan Rizal.
Banyak pasang mata menatap lapar Rizal, ketampanan pria tersebut membuat para wanita yang berada di sekeliling nya terus memujanya.
Wulan tak peduli tatapan lapar para wanita kepada Rizal, namun berbeda dengan pria tersebut yang melihat cuek nya Wulan sedikit merasa kesal.
"Apa dia tak cemburu suami nya di tatap lapar oleh perempuan lain, atau dia tak memiliki hati, perempuan ini kenapa membuat ku pusing dengan cara pemikiran nya," batin Rizal sedikit kesal dengan sikap acuh Wulan pada nya.
"Mas apa yang kamu lakukan? ini tempat umum jangan membuat ku malu," tegur Wulan tangan Rizal mendadak merangkul pinggang nya.
"Untuk apa malu? aku suami mu apapun yang ku lakukan karena kamu istri ku," balas Rizal tambah mengencangkan rangkulan nya.
"Mas hentikan, aku tidak nyaman seperti ini please jangan membuat ku risih dengan sikap mu ini," protes Wulan mulai muak dengan tingkah Rizal.
Dan seketika Rizal melepaskan rangkulan tersebut, ia tidak ingin membuat Wulan risih, tujuan ingin membuat Wulan nyaman bukan sebaliknya.
Entah kenapa Wulan merasa sedikit tidak enak dengan sikap nya ini, tapi jujur ia tidak menyukai perlakuan Rizal yang satu ini.
Jika melakukan di rumah ia tak keberatan, tapi sekarang ini di tempat umum.
"Maaf, aku tak bermaksud berkata seperti itu, tapi aku benar tidak nyaman, ini pertama untuk ku mohon mengertilah," jujur Wulan.
"Tidak seharusnya aku yang minta maaf padamu bukan sebaliknya," balas Rizal yang sadar ini pertama untuk Wulan pasti tidak biasa bukan dirinya yang sudah berulang-ulang bersama banyak wanita.
Setelah membeli beberapa cemilan, keduanya segera pergi menonton film.
Rizal tak lagi merangkul pinggang Wulan melainkan menggandeng tangan, dan wanita itu tak keberatan.
Wulan begitu serius menonton film yang di putar di layar depan, sama hal nya dengan Rizal serius memandang wajah Wulan yang menurut nya lebih asyik dari film di depan.
"Kenapa selama ini aku tidak menyadari jika ada bidadari di samping ku? aku begitu bodoh menyiakan wanita sebaik mu, maaf telat menyadari, tanpa aku sadari aku telah jatuh hati padamu semua berawal saat aku melihat pria asing mencium kening mu rasanya dada ku begitu sesak hati ku menjadi panas tidak terima," batin Rizal mengakui perasaan nya.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...