
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Wulan kini tak lagi tinggal di kosan kecil dan sempit nya itu lagi, setelah mengetahui kehamilan nya kemarin panji dan santi memaksa wulan untuk pindah.
Bukan karena kosannya tidak layak untuk di tinggal hanya saja kosan ini terlalu kecil tidak bagus untuk ibu hamil.
Panji dan santi membujuk dengan banyak alasan hingga akhirnya wulan menyetujui.
Wulan melakukan semua itu hanya karena anak dalam kandungan nya, dia tidak ingin kejadian masa lalu nya kembali terulang.
Wulan tinggal apartemen panji dan tentu ada santi, dan panji kembali tinggal di mansion keluarga nya karena wulan tidak ingin timbul fitnah selagi dia lagi tahap perceraian dan panji menyetujui alasan yang di berikan wulan.
Pagi-pagi sekali panji sudah datang membawa susu hamil untuk wulan dan tentu juga ada makanan.
"Kamu pengganggu tau, kenapa pagi buta udah datang gak tau apa orang masih tidur," omel Santi kesal tidurnya harus terngangu karena kedatangan panji.
"Maaf, lanjut tidur lagi sana, mumpung jadwal kelas jam 10 pagi," kata Panji menatap santi.
"Udah gak bisa," balas Santi.
"Kok bisa gitu? kan tinggal tidur doang emang apa susah nya?" bingung Panji mendengar perkataan santi menurut nya aneh.
"Pokoknya gak bisa ya gak bisa. Kamu kesini mau ngapain jangan bilang rindu lagi sama wulan? ngaku kamu awas aja kalau benar siap-siap saya lempar ke danau yang ada buaya biar di makan buaya sekalian," ancam Santi mewanti-wanti agar bangun nya ini bukan hal yang tidak berguna seperti apa yang di duga.
"Bisa di bilang itu adalah salah satunya, tapi tujuan utama saya kesini ingin mengantar susu hamil untuk wulan dan juga makan pagi," kata Panji menunjukkan barang bawaan nya dan mulai mengeluarkan satu persatu-satu.
"Nah kalau ini baru mantap, gapapa kalau kedepannya kayak gini lagi," ucap Santi langsung mengambil makanan yang di bawah panji dan menarik kursi untuk di duduk.
Sedangkan wulan masih diam, entah kenapa pagi ini dia tak selera makan.
__ADS_1
Dia binggung ada apa dengan dirinya, padahal kehamilan pertama nya saat itu begitu semangat dan doyan makan, tapi sekarang berbeda.
Wulan rasanya ingin menjambak rambut perempuan ular itu, tapi dia tidak ingin pergi ke mansion rizal karena dia tidak ingin ketemu pria jahat yang sudah menancap banyak luka pada nya.
"Kamu kenapa Lan? ayo duduk aku akan buatkan kamu susu, tapi sebelum itu kamu makan dulu biar bayi di dalam kandungan mu sehat dan baik-baik saja," perhatian Panji menarik kursi untuk wulan duduk.
"Makasih Nji, maaf udah banyak repotin kamu," ucap Wulan benar-benar merasa tak enak hati belum bisa membalas perasaan panji.
"Tak perlu sungkan seperti itu, aku sama sekali tak merasa di repotin, aku malah merasa senang bisa membantu wanita yang aku cintai," kata Panji menatap lekat wulan penuh cinta.
Tatapan kedua tak begitu lama karena wulan langsung memutuskan tatapan tersebut mengalihkan pada makanan di depan nya, dia tidak ingin menyakiti panji lebih dalam lagi dari saat ini.
"Nji kamu gak makan, makanan nya banyak lho gak mungkin kita berdua bisa habisin semua," ajak Wulan.
"Kalian makan duluan aja, aku ke dapur dulu," kata Panji sambil mengelus rambut wulan lalu berlalu begitu saja.
"Kamu terlalu baik panji, aku tidak ingin menyakiti mu. Aku tidak tau ada apa dengan perasaan ku sekarang, semua mendadak aneh," monolog Wulan binggung dengan perasaan yang di rasakan saat ini.
"Lan kamu kenapa bengong aja, ayo makan kasihan ayang panji nya udah bawa banyak makanan untuk pujaan nya tapi gak di makan hanya di lihatin doang," ucap Santi melihat sahabat nya ini tak kunjung menyentuh makanan tersebut.
"Siapa yang sembarangan? apa yang saya katakan semua itu memang benar adanya, kamu perempuan yang di cintai panji berarti kamu adalah pujaan hati nya. Bukti nya saja sekarang panji rela ninggalin apartemen nya untuk kamu dan pagi-pagi udah repot bawain makanan untuk kita, itu mau di sebut apalagi bego? jangan bilang kamu ada rasa sama suami yang sebentar lagi jadi mantan suami kamu itu?" tebak Santi menatap serius wulan.
"Apaan sih gak usah tambah ngacau deh kamu San, siapa juga yang ada rasa sama pria iblis itu," jawab Wulan cepat mengelak tuduhan dari santi itu.
Bagaimana mungkin sekarang dia ada hati pada rizal, padahal sudah jelas pria itu memberi banyak luka, bukan hanya luka fisik tapi juga luka hati yang mana akan lebih sulit untuk di sembukan.
"Serius nih? gak bohong kan?" tanya selidik Santi kurang percaya pada Wulan.
"Serius, sana lanjut makan gak usah cerewet."
"Kamu juga harus makan kasihan anak di dalam kandungan mu itu," ucap Santi.
"Tidak, saya gak selera makan kamu aja," tolak Wulan.
"Terus apa yang kamu selera?"
__ADS_1
"Gak ada, tapi entah kenapa saya ingin sekali menjambak rambut wanita gila itu," ungkap Wulan dan santi mendengar itu senyum-senyum sendiri.
"Kenapa kamu San? apa ada yang lucu dengan perkataan ku? perasaan gak ada yang lucu, terus apa yang membuat mu seperti ini?" lanjut Wulan melihat santi senyum tidak jelas menatap nya.
"Ya, memang gak ada yang lucu, saya hanya senyum karena kebodohan yang kamu pelihara saja, kenapa kamu kebalik dari banyak orang yang lebih memilih pelihara kepintaran," ejek Santi binggung kenapa hal seperti ini wulan tidak tau.
Apa sahabat nya ini bodoh atau polos? tapi keduanya beda tipis dan tentu lebih bagus di kata bodoh saja karena polos itu bodoh.
"Kamu yang aneh, emang hewan yang bisa dipelihara?" tanya kesal Wulan malas melihat santi.
"Ya habis kamu bodoh, masa gitu aja gak tau, kamu itu sekarang lagi ngidam tapi bukan ingin makan melainkan ingin menjambak perempuan gila itu," jelas Santi.
"Kamu serius? tapi kenapa gak menyadari itu?"
"Aneh padahal ini bukan kali pertama ku hamil, tapi kenapa aku belum juga sadar?" batin Wulan.
"Nah itu yang ingin saya tanyakan kenapa kamu bisa sebodoh ini?" kata Santi.
"Lagi bicara apa sih? kenapa ada kata bodoh?" tanya Panji yang baru tiba di dekat mereka dengan kedua tangan memengang nampan berisi segelas susu dan buah apel yang sudah di potong.
"Tanya aja pada pujaan hati mu, masa ngidam saja gak tau kasihan anak di kandungan nya punya emak bodoh nya kebangetan," ucap Santi.
Panji meletakkan segelas susu dan juga piring berisi apel di meja melihat makanan wulan yang belum juga di sentuh, membuka suara bertanya.
"Kenapa belum di makan juga Lan? dan yang di kata santi itu apa? emangnya kamu ngidam apa sampai gak tau?" tanya Panji menatap wulan.
"Aku gak selera makan, aku pengen nya jambak rambut perempuan gila itu," jawab Wulan dengan wajah lesuh.
Wulan sangat ingin dan ingin sekali menjambak rambut wanita gila itu rasanya pasti akan seru lagi jika melihat wanita gila tersebut meringis kesakitan.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
Hay semua maaf yaa minggu ini author up sehari sekali dulu, senin depan akan kembali minum obat 3X sehari, mohon bersabar ya, dan tetap setia menanti episode-episode berikut nya.
__ADS_1