Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam
Bab 49: Gugat Cerai


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Dengan segala bujukan Iblis Lestari, akhirnya Rizal tanda tangan, dan saat bersamaan dengan itu Wulan keluar dari kamar menarik koper nya.


"Kamu mau kemana? kenapa membawa koper?" tanya Rizal melihat datang nya wulan membawa koper nya.


"Bukan urusan mu saat kamu tanda tangan surat gugatan itu, detik itu juga kamu bukan lagi suamiku begitu sebaliknya dengan ku, kemana aku pergi tidak ada kewajiban untuk lapor padamu," jawab Wulan tegas.


"Ya kau benar karena Rizal sudah tanda tangan jadi kau bukan lagi istri Rizal, ambil surat mu dan segera urus jangan menunda nya lagi." Lestari menyodorkan selembar kertas surat gugatan yang sudah di tanda tangani Rizal.


"Tanpa kau katakan sudah pasti akan saya lakukan," terima Wulan mengambil surat tersebut.


"Semoga hari kalian menyenangkan, kalian adalah pasangan yang serasi saya berdoa hidup kalian bahagia selama nya," doa Wulan.


Rizal mendengar itu tidak percaya Wulan mendoakan nya, tanpa ia sadari rizal sebenarnya tidak ingin semua ini seperti ini.


Berpisah dengan Wulan wanita yang ia cintai adalah keputusan yang sangat sulit ia ambil.


"Apa tidak ada aku sedikit saja di hati mu? kenapa kamu tega berkata seperti itu? apa hanya aku yang mencintai mu? apa cinta ku ini bertepuk sebelah tangan lagi?" batin rizal bertanya-tanya sedih menatap Wulan.


"Pergi lah jangan pernah kembali dan jangan harap mendapatkan harta gono-gini itu tidak akan pernah terjadi," teriak Lestari memandang kepergian Wulan.


"Henti kan Lestari, jangan kekanakan Wulan pantas mendapat sebagian harta ku, Wulan adalah istri ku," tegur Rizal merasa Lestari berlebihan.


"Mantan istri sayang, dia bukan lagi istri mu ingat itu," kata Lestari membenarkan perkataan Rizal yang menurut tidak benar sedikit salah.


"Tapi, pengadilan belum memutuskan, meski aku sudah menandatangani surat gugatan itu Wulan tetap istri ku," tegas Rizal.

__ADS_1


"Terserah kamu, aku tetap tidak setuju kamu memberi sebagian harta mu pada dia,"


"Apa hak mu? ingat kau bukan siapa-siapa ku jadi jangan pernah mengatur ku selagi kita belum menikah, jika kau masih seperti ini aku akan berpikir dua kali untuk menikahi mu!" marah Rizal lalu pergi meninggalkan Lestari.


Lestari melihat Rizal meninggalkan nya menjawab kesal, rasa benci semakin besar pada Wulan.


Meski wanita itu sudah pergi dia masih saja menjadi masalah dalam hubungan nya dengan Rizal.


Padahal sudah banyak cara ia lakukan untuk menyingkirkan Wulan dan saat sudah berhasil kenapa semua menjadi kacau.


"Sial, kenapa semua seperti ini? aku sudah bekerja keras untuk ini kenapa jadi berantakan," marah Lestari.


Dan Rizal yang belum cukup jauh dari tempat berdiri nya Lestari mendengar perkataan Lestari mendadak berhenti dan berbalik berjalan ke arah Lestari.


Wanita itu berpikir balik nya Rizal saat ini karena ingin meminta maaf, dengan pedenya menunjukkan senyum centilnya itu.


"Sudah aku duga kamu tidak akan tega pada ku dan anak kita sayang, tak masalah kejadian tadi akan aku lupakan asal kamu tidak memberi harta gono-gini pada mantan istri mu itu," kata Lestari percaya diri.


"Kata siapa aku akan menuruti perkataan mu? aku akan tetap melakukan apa yang sudah seharusnya aku lakukan," jawab Rizal bingung dari mana sikap percaya diri Lestari ini.


"Maksud kamu apa sayang? kerja keras apa, mungkin kamu salah dengar aku tidak pernah mengatakan itu," bohong Lestari mengelak dia tidak ingin semua terbongkar.


"Jangan berbohong lagi! aku mendengar nya tadi, katakan sekarang kerja keras apa!" bentak Rizal muak Lestari banyak ngeles kayak bajai.


"Aku berkata jujur kamu mungkin salah dengar sayang," bohong Lestari.


"Oke jika kau tidak ingin berkata jujur tidak masalah aku akan cari tau sendiri. Jika semua terungkap ada sesuatu yang kau sembunyikan tanggung sendiri resikonya," ancam Rizal lalu kembali pergi dari hadapan Lestari.


Rizal merasa curiga jika ada sesuatu yang di sembunyikan Lestari setelah mendengar perkataan nya.


Setiba di kamar ia terus kepikiran dengan ucapan Lestari yang di dengar tapi saat di tanya wanita itu selalu mengelak dan membuat rasa curiga nya semakin besar.


"Aku akan menyelidiki semua, jika benar kau membohongi ku siap-siap menanggung nya tidak ada kata ampun untuk orang yang sudah membohongi ku," ucap Rizal seraya mengambil ponsel dan menghubungi seseorang di sebrang sana.

__ADS_1


Di sisi lain Lestari sudah kebingungan dan takut jika Rizal mengetahui kebohongan nya jika anak yang di kandung ini bukanlah anak nya melainkan anak pria lain bisa habis riwayatnya.


Rizal pria berbahaya ia tau konsekuensi apa yang di dapatkan jika ketahuan.


Bukan hidup nya yang akan hancur tapi nyawanya juga bisa tiada saat itu juga jika Rizal mengetahui.


"Apa yang harus ku perbuat tidak mungkin aku membiarkan Rizal mengetahui ini. Ayo berpikir lah otak jangan bodoh tunjukkan kecerdasan mu," ucap Lestari berusaha mencari akal agar semua tidak ketahuan.


Lestari tidak akan membiarkan semua rencana nya hancur sebelum di mulai, belum juga menyandang gelar istri dari Rizal sudah harus putus impian nya itu.


Di tempat lain Wulan sudah tiba di kosan kecil yang sudah ia persiapkan dari jauh hari, ia sudah memikirkan ini saat mengurus surat gugatan nya.


Wulan tidak ingin tinggal bersama keluarga angkat nya, ia tidak ingin merepotkan mereka, ia juga tidak ingin mereka kepikiran dengan masalah rumah tangga nya.


Menurut nya keputusan yang di ambil ini adalah keputusan yang tepat.


Dia ingin hidup mandiri, memulai semua dari awal tanpa bantuan siapa pun.


"Aku pasti bisa lalui ini, aku bukan wanita lemah, sudah banyak yang ku lalui sebelum ini jadi sekarang aku harus bangkit tunjukkan pada semua orang aku bisa berdiri diatas kaki ku sendiri tanpa bantuan orang," ucap Wulan menyemangati diri sendiri yakin di depan masih ada kebahagiaan yang di sediakan sang kuasa untuk nya.


Wulan mulai membersihkan kosan, ukuran nya tidak besar lumayan lah untuk ia tempati sendiri mengingat tabungan nya sudah menipis, ia berniat untuk mencari kerja untuk memenuhi kebutuhan nya.


Terutama biaya kampus cukup mahal hingga ia harus irit dalam mengatur keuangan.


Dengan keadaan nya seperti ini tidak ada tempat yang akan memperkerjakan nya dengan gaji besar.


Wulan tidak henti berpikir mencari kerjaan yang cocok untuk nya? apakah ia harus berhenti kuliah setahun setelah uang nya terkumpul baru kembali melanjutkan?


Tapi ia merasa berat jika harus meminta cuti, karena jika itu benar ia akan berpisah dengan teman-teman nya.


Bagi Wulan mereka bukan hanya sekedar teman, tapi sudah ia anggap keluarga yang selalu ada di keadaan terpuruk nya.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2