
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Wulan terdiam tidak memberi respon apapun, rizal melihat itu kembali bersuara.
"Aku tidak akan memaksa mu lagi, aku sadar dengan apa yang ku perbuat padamu selama ini terlalu kejam, tapi percaya lah sampai kapan pun itu hati ku hanya terukir nama mu seorang tidak ada yang lain," ucap Rizal lalu menarik kembali tangan nya.
"Hmmm, apa hukuman yang harus saya terima, saya tidak ingin perbincangan ini membuat Mas lupa memberi saya hukuman," ujar Wulan mengalihkan pembicaraan malas merespon perkataan rizal tadi.
"Lupakan saja itu hanya alasan agar aku bisa mengajak mu bicara karena jika tidak seperti ini kamu tidak akan mau bicara pada ku, tapi sekarang aku sadar," ucap Rizal menatap wulan dan wanita itu enggan menatap balik pria itu.
"Baiklah jika tidak ada yang di bicarakan lagi aku permisi dulu, oiya ini nomor ku jika Mas ingin bertemu baby askar hubungi aku," kata Wulan lalu beranjak pergi meninggalkan rizal.
Sepeninggalan wulan dari ruangan itu, rizal terdiam memandang kepergian nya.
"Aku akan selalu memperjuangkan mu wulan, aku mencintai mu sampai kapan pun itu, aku yakin kamu juga memiliki rasa yang sama dengan ku, tapi semua tertutup karena perbuatan ku di masa lalu," ucap Rizal sedih dan hanya bisa menyesal sekarang.
Kini wulan sudah berada di perpustakaan setelah keluar tadi dia langsung bergegas ke ruangan di mana dapat menyelesaikan semua tugas nya.
Saat fokus mengerjakan tugas, seseorang datang menyapa nya.
"Won," sapa pria tersebut.
"Maaf, kamu siapa? kenapa tau nama saya?" tanya Wulan menaikkan satu alis binggung menatap pria tersebut yang ikut duduk di samping nya.
"Jadi kamu benar Won?"
"Iya, itu nama asli saya dulu, tapi kamu siapa? kenapa bisa tau nama saya? apa sebelum nya kita pernah ketemu dan mungkin saya yang lupa gitu," kata Wulan mencoba mengingat ulang.
__ADS_1
"Tidak, kita baru bertemu kembali. Saya Jun kamu ingat nama itu?"
"Jun," ucap Wulan berpikir dan beberapa menit kemudian dia teringat.
"Ya saya ingat nama itu, tapi apa itu kamu?"
"Iya ini saya Jun sepupu kamu Won," ucap pria itu bernama Jun bahagia dan juga sedih bercampur aduk menuju satu.
Setelah bersusah payah mencari wulan akhir nya bisa bertemu sepupu nya kembali.
"Jun, pelan kan suara mu," pinta Wulan karena suara pria itu sedikit kencang, dia tidak ingin ada seorang pun tau nama asli nya.
"Kenapa emang nya?" tanya Jun penasaran.
"Jangan memanggil ku dengan nama Won, tapi panggil dengan nama wulan."
"Wulan? apa kamu mengubah nama setelah kematian keluarga kita?"
Wulan mengangguk." Iya kamu benar Jun, saya khawatir orang itu masih mencari saya, tapi bagaimana kamu masih hidup? bukan nya saat itu kamu di tebak oleh penjahat itu karena saya melihat jelas semua nya mati tertebak dengan pistol di tangan iblis itu, dan hingga sekarang saya belum menemukan mereka seperti nya identitas mereka pun sama dengan ku yang sengaja di tutupi agar tak ada yang tau," jelas Wulan panjang lebar mengenai alasan mengubah nama nya sendiri.
"Iya, lalu kamu kenapa masih bisa hidup, ceritakan semua karena aku tak berada lama saat kejadian itu."
"Cerita nya panjang Won, aku akan menceritakan semua padamu tapi tidak di sini kita ke belakang kampus saja, di sana tempat nya bagus dan juga aman tidak akan ada orang yang bisa mendengar ini," kata Jun lalu beranjak dari duduk mengajak wulan ikut bersama nya.
"Baiklah, ayo," Wulan bangkit mengikuti Jun membawa nya.
Dan tanpa mereka berdua sadari, rizal melihat itu.
"Pria itu siapa? kenapa membawa wulan? apa mereka punya hubungan khusus? tidak, sebaik aku ikuti saja, aku tidak ingin berprasangka buruk lagi," gumam Rizal.
Rizal mengikuti kedua orang tersebut tanpa mereka sadari.
"Jun, tempat apa ini? kenapa saya baru melihat tempat sebagus ini?" Wulan terpanah dengan tempat di mana Jun membawa nya sekarang.
__ADS_1
"Itu tidak penting, sekarang kamu duduk sini aku akan menceritakan semua kenapa aku masih bisa hidup sampai saat ini," ucap Jun serius menarik tangan Wulan untuk segera duduk karena waktu kedua tidak begitu banyak.
"Ya, ya, saya duduk."
Setelah wulan duduk, Jun pun mulai menceritakan semua kronologi saat itu.
"Saat itu aku memang di tebak oleh komplotan penjahat itu, tapi aku tidak mati, aku berakting seolah sudah tiada karena tembakan dari mereka yang mengenai langsung ke jantung, tapi semua itu tidak benar. Tebakan mereka hanya mengenai perut dan itu masih bisa aku tahan sakit nya karena aku penasaran siapa pelaku nya dan benar saja dugaan ku jika salah satu dari mereka memang benar aku kenal, dia adalah paman shin," cerita Jun panjang lebar menjeda melihat ekspresi raut wajah wulan yang kaget.
"Paman shin? bagaimana bisa? kenapa dia tega melakukan itu pada kita? katakan Jun pasti kamu mendengar semua bukan?" desak Wulan tidak sabar.
"Tenang lah, aku akan menceritakan semua jangan di potong tahan emosi mu sampai aku selesei," Jun memperingati Wulan mengingat kecil sepupu nya ini mudah kepancing meski ujung nya bakal kalah kalau melawan.
"Iya," jawab Wulan singkat.
"Paman shin melakukan itu karena satu tujuan yaitu harta, dia sangat membenci paman Dohyun, hingga berpikir jika membantai semua keluarga paman Dohyun semua harta akan jatuh di tangan nya karena tidak ada satu ahli waris lagi."
"Jadi semua ini karena harta hingga paman shin tega melakukan ini? lalu di mana sekarang paman shin, kamu tau keberadaan nya sekarang?" tanya Wulan dengan raut wajah marah dan penuh benci akan membalas paman shin atas semua perbuatan nya.
"Tidak, aku tidak tau, tapi aku pernah dengar kata orang jika paman shin dan keluarga pindah ke Indo besar kemungkinan mereka sama seperti mu Won mengubah identitas agar tidak ketahuan karena setelah kejadian itu mereka meninggalkan mayat begitu saja," jawab Jun.
"Indo? apa kamu yakin?" tanya Wulan serius.
"Ya aku yakin karena setelah kejadian saat itu semua aset paman Dohyun di jual."
"Keterlaluan paman shin benar-benar jahat. Saya tidak akan bisa memaafkan nya, dia harus menerima balasan dari apa yang di perbuat, saya berjanji itu," ucap Wulan berapi-api berjanji.
Setelah lama mencari siapa dalang nya, akhir nya wulan mengetahui jika pria jahat itu adalah paman shin paman nya sendiri.
Sedangkan di sisi lain rizal yang mendengar itu begitu terkejut.
Kini dia baru mengetahui jika pria itu bernama Jun sepupu wulan yang nama asli nya adalah Won bukan wulan, sama dengan nya yang memiliki nama asli.
"Paman Shin," ucap Rizal, tubuh nya seketika lemas.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...