
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
15 menit mencari-cari akhirnya wulan menemukan kuburan keluarga nya.
Wulan duduk berjongkok dan menabur kan bunga di pemakaman ayah, bunda dan kakaknya secara bergantian.
"Ayah Wulan rindu, kenapa ayah pergi ninggalin wulan begitu cepat? wulan berusaha bangkit dari keterpurukan tapi semua tidak semudah apa yang di pikirkan."
"Seandainya bunda ada bersama wulan, semua tidak akan seperti ini wulan bingung harus memulai penyelidikan dari mana, wulan tak mengenal musuh bisnis ayah. Saat itu wulan masih belum memahami apapun," ungkap Wulan sedih mengatakan semua unek-unek yang ada di hati nya.
"Kak, maaf wulan gak bisa tepati janji wulan, wulan bukanlah kakak yang memiliki IQ tinggi wulan tetap lah wulan yang hanya memiliki IQ standar gak ada apa-apa nya dengan kakak. Jangan marah sama wulan ya kak, wulan bukan nya mau mengingkari tapi keadaan tak mendukung wulan hingga tak bisa mengapai."
Air mata wulan tak bisa di bendung lagi, butiran bening jatuh bercucuran merasa hancur dengan kemalangan hidup nya.
"Maaf... maaf... wulan masih belum melakukan apapun untuk kalian, wulan janji setelah masalah wulan selesai wulan akan menyelidiki dan membalas mereka," janji Wulan dengan air mata terus berjatuhan dan penuh api kebencian membara di kedua bola mata nya.
Setelah mencurahkan isi hati nya pada keluarga nya, wulan bangkit harus segera pulang.
Sebelum memasuki taksi, ia menghubungi rizal meminta alamat penthouse milik nya. Sebab ia tak mengetahui karena rizal belum memberitahu nya.
Saat wulan menghubungi rizal, pria tersebut begitu kaget dan menggerutu atas kecerobohan nya melupakan wulan.
Dan wulan tidak ambil pusing sekarang, moodnya sedang tidak baik setelah dari pemakaman, hati nya kini berubah menjadi hello kitty.
Setiap kata yang di ucapkan terdengar sedih seperti seseorang yang baru selesai menangis.
Setelah mendapat alamat dari rizal, wulan langsung mematikan sambungan sepihak.
Rizal menjadi khawatir dengan kondisi wulan, entah kenapa perasaan nya mendadak peduli takut terjadi hal buruk pada wulan.
Lestari melihat rizal diam setelah mendapat telpon dari wulan istri yang tak di ingin kan menjadi penasaran.
"Kamu kenapa sayang? kok diam apa ada masalah serius?" Lestari membelai pipi rizal perlahan turun kebawa.
"Hentikan lestari, pulang lah minggu depan kamu bisa kemari untuk bekerja," usir Rizal kepala nya sangat pusing memikirkan wulan saat ini.
"Minggu depan? kenapa tidak besok saja?" protes lestari.
__ADS_1
"Besok aku ada perjalanan bisnis selama seminggu jadi kita tidak bisa ketemu makanya aku putuskan minggu depan kamu mulai bekerja," jawab Rizal menjelaskan alasan nya.
"Kemana kamu akan pergi kenapa begitu lama hingga seminggu? apa kamu tidak bisa mengajak ku ikut bersama mu?"
"Tidak bisa, lain kali akan aku ajak tapi tidak yang ini kembali lah dan ingat perkataan ku tadi."
"Ya, aku mengingat nya. Ingat janji mu tadi akan membawa ku ke perjalanan bisnis lainnya. Aku akan menanti itu."
"Iya cepatlah pulang."
Rizal kembali merapikan kemeja nya yang berantakan dan kembali mengancing beberapa kancing yang di lepaskan lestari tadi.
Tidak lupa menarik resleting nya.
"Aku harus menyelesaikan semuanya sekarang," gumam Rizal melihat beberapa file dan dokumen di atas meja kerja.
Wulan duduk melamun di kursi penumpang, perjalanan menuju penthouse milik rizal begitu jauh hingga harus memakan 2 jam untuk tiba.
Ting...
Ponsel nya berdering.
Wulan membuka dan melihat notifikasi dari Siapakah itu.
Panji: Assalamu'alaikum, Lan kamu kemana? kenapa tidak masuk kampus?
Seperti itulah chat dari panji.
Tidak perlu mengkhawatirkan ku, aku baik-baik saja ada urusan penting hingga aku lupa mengabari kamu dan yang lain.
Wulan kembali scroll ke bawah membuka pesan dari grup dan membalas pesan seperti yang ia berikan pada panji.
Tak lama kemudian ia tiba di penthouse milik rizal.
Wulan membayar tarif lebih seperti apa yang sudah ia janji kan tadi.
"Nona wulan," sapa seseorang yang di ikuti beberapa pengawal mengikuti sosok pria yang menyapa nya.
"Ya, dengan siapa? kenapa tau nama saya?" tanya wulan, hati nya kini tak karuan melihat tubuh kekar ke lima pria tersebut yang masing-masing dari mereka menggunakan pakaian yang sama berwarna hitam tak ada warna cerah.
"Jangan takut nona, kami di perintahkan tuan rizal untuk menjaga nona selama di sini, mari saya tunjukkan jalan," sopan pria tersebut menyadari jika wanita di depan nya ini takut.
"Oh kalian orang suruhan mas rizal." lega Wulan menarik nafas panjang.
__ADS_1
Pikiran nya tadi sudah bercabang hingga tak bisa berpikir positif, tapi syukur orang-orang di depan nya ini bukan orang jahat seperti drama-drama yang di tonton.
"Hampir saja aku berpikir hari ini adalah hari terakhir ku menghirup udara," batin Wulan merasa konyol dengan jalan pikir nya kekanakan.
"Kita sudah tiba, ini kunci nya." kata pria tersebut menyerahkan kunci pada wulan.
"Terima kasih."
"Sama-sama. Ini sudah menjadi tugas kami nona. "
"Hmmm, saya masuk dulu kalian bisa pergi sekarang."
"Tidak nona kami akan berjaga di sini samping tuan tiba."
Seketika langkah wulan terhenti mendengar perkataan mereka.
Berbalik dan menatap tidak percaya dengan apa yang di dengar dan kenapa rizal memberi pengawal untuk nya.
"Tidak perlu repot-repot kembali lah saya bukan orang baru di negara ini, saya lahir di sini jadi semua seluk-beluk tempat ini saya tau berhenti lah bersikap seperti itu hanya akan membuat saya risih paham?" kesal Wulan tidak suka di perlakukan seperti ini.
Menuju penthouse saja ia sudah menjadi sorotan semua orang berada di sini karena di kawal ketat ke lima pria bertubuh kekar itu, bagaimana jika di luar.
"Maaf, tidak bisa kami hanya menjalankan perintah tuan, silakan masuk kami tidak akan menganggu waktu istirahat nona."
"Dasar gak guna, nurut nya sama pria gila gak nyesal apa mereka bekerja untuk nya," gumam Wulan kesal.
"Nona berbicara apa? maaf saya tak mendengar nya suara nona terlalu kecil."
"Kepo, tidak pernah tau," ketus wulan lalu membuka pintu dan masuk begitu saja tanpa berkata-kata lagi.
Mata wulan di buat tabjuk dengan isi dalam penthouse milik rizal.
Dia tidak menyangka akan secantik ini dan juga begitu terawat.
"Cantik, bagaimana bisa dia memiliki penthouse semewah ini. Pasti harga nya fantastik, kira-kira berapa uang yang dia keluarkan?" tanya Wulan berjalan melihat-lihat seisi tempat yang luas dan interior nya begitu elegant.
Mata nya tak sekali berkedip setiap masuk di ruang berbeda melihat benda-benda cantik.
"Ternyata selera nya tak buruk, selera nya begitu bagus aku tak menyangka," wulan mengakui itu dan masih belum puas melihat-lihat tempat lain.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1