
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Dua minggu telah berlalu....
Setelah kejadian tempoh hari di negara X, keduanya tak lagi saling bicara, keduanya seperti orang asing tak saling menyapa.
Rizal tak ingin memaksa Wulan dengan kehendaknya, dia tidak ingin perkataan nya nanti membuat Wulan sakit hati.
Satu minggu berada di Indo, Rizal berubah drastis tidak ada kata-kata manis atau kasar yang di ucapkan.
Hari ini Wulan ada kampus siang jadi pagi nya ia akan berdiam diri di mansion merawat tanamannya.
Wulan tak merasa kaget lagi dengan kedatangan lestari setiap pagi ke mansion, karena wanita itu kini sudah menjadi sekretaris Rizal.
Bahkan keduanya sebelum berangkat kerja selalu melakukan pergulatan antar bibir.
Dan itu sungguh membuat mata Wulan sakit melihat adegan menjijikkan itu.
Wulan yang baru selesai menyiram tanaman segera masuk, dari taman belakang ia dapat mendengar jelas obrolan lestari dan Rizal, hingga ia merasa malas berada disini.
Dia akan melanjutkan lagi setelah kepergian Rizal dan lestari.
Wulan sangat ingin pisah dari rizal, tapi ia tidak bisa melakukan itu karena tidak ingin mengecewakan keluarga angkat nya.
Wulan tidak ingin membuat mereka sedih dan kepikiran dengan apa yang terjadi dengan rumah tangga nya.
Keluarga angkat nya sudah cukup baik padanya hingga ia tidak tega membebani mereka lagi dengan masalah nya.
Lagian sekarang Wulan masih mampu menghadapi semua karena rizal tak pernah berkata kasar atau menyiksa nya lagi.
"Sayang, permainan mu makin hari semakin pandai aku menyukai itu," ucap Lestari manja sengaja melakukan itu karena Wulan saat ini sedang berjalan melewati mereka.
"Semua itu juga karena kamu sayang, tidak mungkin aku bisa melakukan itu sendiri tanpa mu," balas rizal.
__ADS_1
"Sayang, aku merasa gerah bisakah kita melakukan nya sekarang?" pinta Lestari dan Wulan mendengar perkataan wanita gila itu sedikit kaget.
"Apa mereka akan melakukan itu? kenapa aku merasa sesak mendengar nya? apa sebenarnya yang terjadi padaku?" batin Wulan bingung dengan perasaan nya saat ini.
"Apa kamu ingin sekarang, bagaimana jika kita melakukan di kantor saja?" kata Rizal.
"Aku ingin di sini sayang, ayolah satu ronde saja tidak lebih," bujuk Lestari.
"Baiklah."
"Kamu minum ini dulu sayang, aku sudah membawa nya khusus untuk mu." Sodor Lestari membuka tutup botol minum yang ia bawah.
"Oke aku akan habiskan, apa yang tidak untuk mu sayang," kata Rizal menerima minum tersebut.
Wulan yang muak melihat kedua orang tersebut kembali melangkah dan benar-benar pergi meninggalkan mereka.
Beberapa menit kemudian kepala Rizal menjadi oleng dan Lestari melihat itu tersenyum penuh kemenangan.
"Akhirnya kamu menjadi milik ku sayang, setelah ini aku tidak akan menjadi simpanan mu lagi, tapi menjadi istri sah," batin Lestari bahagia rencana nya berjalan mulus.
Lestari membawa Rizal ke kamarnya, lalu ia membuka semua pakaian Rizal begitu pun dengan pakaian nya.
"Ahhhhk, sakit sayang pelan-pelan aku tidak akan kemana, ahhhhk ... ahhhhk .... ahhhhk ...
Sayang kamu begitu pandai aku menyukai yang ini," desah Lestari dengan suara kencang mengungkapkan nikmat nya pertempuran mereka.
Wulan di kamar gelisah entah kenapa otaknya tak henti memikirkan perkataan Lestari.
Hingga akhirnya ia pergi mencari jawaban dari pertanyaan nya.
Kaki nya bergetar kuat mendengar des*han Lestari di dalam kamar Rizal.
Semua terasa mimpi, entah kenapa dada nya benar-benar sesak, jantung rasanya ingin berhenti sekarang juga mendengar suara menjijikkan wanita itu.
Wulan tidak menyangka ternyata hubungan Rizal dan Lestari begitu dalam.
"Sayang bagaimana jika aku hamil? kita sudah sering melakukan ini? kamu akan menikahi aku dan menceraikan wanita gembel itu, kan? aku tidak ingin anak kita lahir tanpa ayah?"
"Benarkah sayang, kamu ingin menikahi ku? baiklah aku akan memengang janji mu."
__ADS_1
"Kamu pria bajingan Mas, aku sangat membenci mu, aku sempat berpikir kamu tidak akan melakukan hal yang lebih ternyata pikiran ku itu salah, kamu melakukan nya dengan wanita itu?" ucap Wulan sedih air matanya sudah berjatuhan tak mampu menahannya lagi.
Wulan pergi dari situ karena tidak sanggup mendengar percintaan Rizal dan perempuan penggoda itu.
Di kamar Wulan mengunci pintu dan menangis sejadi-jadinya.
"Ada apa dengan ku? kenapa dada ku terasa sesak? tidak mungkin aku jatuh cinta pada nya. Come on Wulan jangan bodoh bagaimana kau bisaa jatuh cinta sama pria seperti nya, dia pria yang tidak pantas untuk kau cintai ... Sadarlah ... aku mohon jangan seperti ini," Tangis Wulan hati nya begitu sakit hingga isakan tangis nya tak keluar dari mulut nya.
Satu jam menangis membuat Wulan akhirnya tumbang.
Rizal yang baru sadar dari tidur nya kaget melihat tubuh nya polos dan Lestari berada di samping dengan keadaan yang sama mulai menebak-nebak apa yang terjadi dengan nya.
Rizal tidak dapat mengingat apapun, terakhir yang di ingat adalah minuman Lestari yang di minum.
Melihat pakaian nya dan Lestari berserakan di lantai dengan keadaan robek membuat ia yakin telah terjadi permainan panas jika tidak pakaian Lestari tidak akan robek jika bukan permainan panas yang ia lakukan.
Tapi Rizal masih ragu apa benar ia melakukan itu karena ia benar-benar tidak mengingat apapun.
Lestari terbangun dari tidurnya karena tidak mendapatkan Rizal saat ia ingin memeluk nya .
"Sayang kamu sudah bangun aku sangat puas hari ini, aku sedikit tidak menyangka kamu akan melakukan hal itu padaku, kamu tau semua gaya yang kamu mainkan tadi membuat ku merasa berada di atas langit. Kita berdua sangat menikmati. Aku harap semburan pertama mu ini akan ada benih di rahim ku," kata Lestari tersenyum bahagia.
"Maksud kamu kita melakukan itu? bagaimana bisa? kenapa aku tidak bisa mengingat itu?" tanya Rizal ragu dengan ungkapan Lestari.
"Sayang kamu serius tidak mengingat nya? padahal itu adalah hal terindah yang pernah kita lalui bersama setelah lama bersama akhirnya milik mu masuk ke dalam sangkar ku. Tapi itu tak masalah bagi ku karena kita ada saksi dari penyatuan abadi kita."
"Maksud kamu apa? saksi? siapa?"
"Istri gembel mu, dia melihat semua aksi kita bahkan dia memberi ku semangat dan dia juga mengatakan lakukan lah sepuasnya karena ia tak minat," bohong Lestari mengarang cerita.
"Kamu serius Wulan mengatakan itu?" Entah kenapa Rizal tidak percaya dengan apa yang di katakan Lestari.
"Benar sayang jika kamu tidak percaya silakan tanyakan saja pada istri gembel mu itu karena aku tak berbohong semua yang ku katakan memang benar adanya tidak melebihi atau mengurangi kata yang ku ucapkan," kata Lestari menyakinkan Rizal.
"Ayo tanya kan saja pada wanita gembel itu aku yakin hati nya saat ini pasti sangat hancur, aku tidak sabar ingin memiliki mu sepenuhnya dan tentu tanpa adanya penghalang," batin Lestari.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1