
Pagi cerah terasa lebih berwarna di kediaman Satya dan Andin.
Kelahiran Safeea dan Safeena menjadi anggota baru di keluarga Permana.
Oma Dona dan Oma Shopia tampak sedang berjemur bersama kedua cucu mereka yang cantik.
Andin dan Satya menghampiri kedua Oma dan putri mereka.
"Sat, Din, minggu ini kita adakan acara aqiqah untuk kedua cucu Oma yang cantik. Ya kan Shopia?" Oma Dona dengan senyumannya memandang cucu cantiknya dalam gendongannya.
"Iya, sekalian kita undang keluarga, rekan, sahabat dan teman kalian." Oma Shopia menimpali.
Andin dan Satya mengikuti arahan kedua ibundanya.
"Assalamualaikum. Wah Keponakan Cantik Aunty lagi berjemur ya Sayang?" Dinda menghampiri kedua keponakan cantiknya itu.
"Waalaikumsalam." jawab semua yang ada di taman belakang.
Satya pamit berangkat bekerja bersamaan dengan Dinda juga akan segera ke kantor.
Andin akan cuti selama 3 bulan kedepan, meski jika ada hal mendesak Gina akan datang dan Andin tetap mengurus kantornya meski dari rumah.
Gina yang tampak menunggu Andin menandatangani beberapa dokumen kini duduk di ruang tamu kediaman Satya.
"Makasi Mbak Andin. Maaf aku mengganggu waktu cuti Mbak." Gina membereskan dokumen yang sudah ditandatangani Andin.
"Jangan sungkan Gin, lagi pula ini sudah tugas ku. Seoptimal mungkin aku akan tetap memperhatikan pekerjaan selagi merawat ketiga anak-anakku."
Gina mendengarkan jawaban Andin menganggukan kepala.
"Gin, gimana acara lamaran kalian? Maaf Saya tidak bisa hadir waktu itu." Andin meminta maaf.
"Alhamdulillah lancar Mbak. Terima kasih juga Mbak Andin memberikan ijin kepada Gina menggunakan fasilitas kantor, sekali lagi terima kasih."
"Sama-sama Gin. Nantipun kalau menikah kalian jangan sungkan Mbak justru senang bisa berpartisipasi dalam pernikahan kalian. Lagi pula sebagai bentuk terima kasih Mbak karena kamu selama ini banyak membantu Mbak dikantor."
"Memang kapan rencana pernikahan kalian?"
"Insha Allah 1 bulan lagi Mbak. Babeh dan Nyak Gina juga Bunda ingin secepatnya." Gina dengan malu menyampaikan karena begitu cepat.
"Bagus malah Gin. Biar cepet halal!" Andin menepuk lengan Gina dan mengedipkan mata.
Candaan Andin mampu membuat Gina tersipu malu.
Andin bergantian memberikan asi kepada si kembar Safeea dan Safeena.
"Sayangnya Oma, Safeea, Safeena, cantik sekali cucu Oma." Mama Shopia mendekati kedua cucunya yang kini tertidur di box bayi.
Kamar baby twin, Safeea dan Safeena bernuansa pink.
"Sayang, tadi Dokter Alisha menghubungi Mama, beliau minta WO kita yang menghandle engagement dan wedding Daniel dan Syahla."
"Iya Ma, Gina dan Gilang juga WO kita yang handle."
"Din, untuk Gina dan Gilang kalau Mama kasih free boleh?"
__ADS_1
"Ma, justru Gina baru saja mau membicarakan soal Gina. Alhamdulillah Mama memiliki keoikiran yang sama."
"Alhamdulillah Din. Tapi Jeng Sinta apa ga tersinggung ya? Mama takut menyinggung Jeng Sinta."
"Begini saja Ma, bagaimana kalau kita bicarakan nanti dengan Gina dan Gilangnya. Agar Bunda Sinta dan Gilang tidak tersinggung."
"Oke kalau begitu Sayang. Mama akan ikut bagaimana baiknya saja."
"Oh iya, untuk acara aqiqah kembar, mau undang ustad siapa ya Ma?"
"Gimana kali ini kita undang ustad Hanan Attaki?"
"Boleh juga Ma. Mama ada link untuk menggundangnya?"
"Mama nanti akan minta Bunda Arini, waktu itu saat pengajian di kediaman sepupu Fandi saat anaknya aqiqah juga mengundang beliau. Ceramahnya sejuk dan menenangkan hati."
"Kalau begitu boleh Ma."
"Kalau begitu nanti Mama akan mengabari kamu ya kalau sudah fix."
"Cucu Oma lagi bobo ya?" Oma Dona kini ikut duduk disebelah Andin.
"Iya Bun, habis nyusu pules nih."
"Din, gimana soal acara aqiqah, sudah undang ustad?"
"Alhamdulillah Mama Shopia tadi menyarankan Ustad Hanan Attaqi, kebetulan Bunda Arini tahu linknya."
"Alhamdulillah kalau begitu. Untuk catering gimana kalau kita kali ini menu khas arab, seperti nasi kebuli, nasi briyani?"
"Wah boleh juga tuh Dona, aku setuju. Kalau begitu aku akan hubungi Umi Hanifah kita pesan souvenir di mereka. Bagaimana kalau soufenirnya berupa al-quran?"
"Mama setuju. Untuk seragam kita mau warna apa kali ini?"
"Gimana kalau kali ini kita pakai warna tosca?"
"Bagus tuh Bun. Gimana Ma?"
"Oke. Mama akan desain modelnya ya. Dona kamu bantu aku ya, sesuaikan model mana saja nanti kamu pilih untuk Andin, Dinda, Arini dan tentu untukmu."
"Siap Bu Designer! Aku selalu suka design mu Shopia."
Ketika sedang sibuk mendiskusikan persiapan acara aqiqah Safeea dan Safeena ternyata si kembat yerusik dengan suara kedua Oma dan Mamanya.
"Sayang, kebangun ya? Berisik Oma Dona ya? Duh maaf cantik." Oma Dona menggendong Safeea dan Oma Shopia menggendong Safeena.
"Kompak betul ini cucu Oma." Oma Shopia menenangkan sambil menepuk-nepuk bokong sang cucu.
"Sepertinya haus Din. Susui dulu Safeea." Oma Dona memberikan pada Andin.
"Sabar sayang, Yuk mau mimik juga Safeena?"
Kini Andin kanan dan kiri menyusui kedua putrinya.
"Masya Allah Din, kamu harus banyak makan ya Sayang, terkuras habis sama si kembar."
"Andin memang sering laper Bun, Ma."
__ADS_1
"Gimana ga laper sayang, sekali sedot langsung dua. Luar biasa ini cucu Oma." Mama Shopia saat melihat keduanya dengan antusias menikmati asi Andin.
"Assalamualaikum."
Dinda yang pulang dari kantor dan lebih cepat.
Dinda mencium tangan kedua ibundanya.
Fandi sebenarnya datang bersama hanya saja ia bekum masuk bersama Dinda karena kedua keponakannya sedang diberi Asi.
"Fandi ada Sayang? Dimana?"
"Ke kamar Bun, sungkan karena si kembar sedang mimik."
"Olaha iya iya. Gimana sayang, ada yang diinginkan, ngidam apa gitu?" Mama Shopia mengelus perut Dinda.
"Emang Mama Shopia paling baik banget. Mama Shopia hari ini masak apa?"
"Nih anak ga jauh sama makanan. Heran." Bunda Dona membolakan matanya mendengar jawaban Dinda.
"Mama masak krecek dan ayam bacem. Mau? atau ada yang kamu mau makan? mama masakin?"
"Wah itu aja enak! aku mau makan Ma, temenin yuk!"
"Kamu Din, tawari dulu suamimu, ini malah ngurusi perut sendiri!" Bunda Dona mengingatkan putrinya.
"Iya Bundaku sayang, sekalian nawarin Fandi juga."
"Ayo, Mama temenin." ajak Mama Shopia menggandeng tangan Dinda.
"Sayang, kamu makan sana. Biar Bunda jagain si kembar." Bunda Dona menyuruh Andin makan bersama Dinda.
"Kalo gitu aku makan dulu ya Bun."
"Iya. Mumpung si kembar pulas tertidur."
Andin, Dinda dan Mama Shopia menemani keduanya makan.
Mama Shopia hanya menemani, ia tidak makan karena belum lapar.
"Mama ga makan?" tanya Dinda.
"Mama masih kenyang. Kamu makan yang banyak Dinda. Andin kamu juga ya, makan banyak. Anak kamu Asinya kuat." Mama Shopia dengan ramah dan bahagia kedua putrinya lahap menikmati makanannya.
"Beib ikutan makan disini?" ajak Dinda saat suaminya turun tangga.
"Sayang, kamu makan lagi?" Fandi yang menatap heran melihat Dinda sedang makan.
"Aku laper Beib. Kenapa?" wajah Dinda merengut dan matanya melotot.
"Gapapa Sayang, yang penting kamu happy." Fandi cari aman daripada istrinya mode ngambek.
"Fandi, kamu makan sekalian." Mama Shopia menawarkan menantunya.
"Iya terima kasih Mama. Fandi masih kenyang."
Fandi sejak kehamilan Dinda berkurang selera makannya dan kadang ia nyaman hanya dengan minum susu dan biskuit regal.
__ADS_1
Tampaknya kehamilan Dinda berdampak pada Fandi dan Fandi yang mengelami kehamilan simpatik.
...****************...