Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 107 Hari Patah Hati


__ADS_3

"Selamat Pagi anak-anak hari ini sampai seminggu ke depan Mom akan menggantikan sementara Miss Lala yang mulai cuti. Abizhar siapkan berdoa." Mom Ayu menggantikan Miss Lala yang hari ini mulai cuti karena esok Miss Lala akan menikah.


Abizhar memimpin berdoa kemudian mengaba-aba memberi salam dan diikuti serentak oleh kawan-kawan kelasnya.


Mom Ayu memulai pelajaran.


Siswa dengan fokus mendengarkan meski beberapa ada yang bercanda dan sibuk dengan hal lain.


Mom Ayu tipikal guru yang tegas.


Tak segan Mom Ayu menegur siswa yang tidak memperhatikan saat Mom Ayu mengajar.


Kali ini Aditya dan Bagas terkena teguran Mom Ayu saat keduanya kedapatan mengobrol tak memperhatikan Mom Ayu yang sedang menyampaikan mata pelajaran Bahasa Inggris.


Bell istrirahat berbunyi.


Para siswa menuju kantin mengisi perutnya atau sekedar membasahi kerongkongannya yang haus selama mengikuti pelajaran.


Suasana kantin begitu riuh ramai kala istirahat tiba.


Angel dan Caca menonton bts di HP mereka dan asik dengan obrolan seputar bts. Rupanya calon-calon Army masa depan keduanya.


"Ngeliatin apa sih seru banget kalian?" tanya Dito akan menyantap mie ayam dihadapannya baru saja diantar.


"Jimin Oppa, Sarangheyo!" Angel begitu menggilai boyband korea.


Andrew memutar bola matanya seakan hapal dengan kebiasaan Angel yang belakangan senang menonton youtube bts.


"Kalian besok jangan lupa ya hadir di wedding Uncle Daniel dan miss Lala."Angel mengingatkan teman-temannya.


"Berarti Miss Lala sekarang jadi Aunty kamu Ngel." Caca menanggapi.


"Iya, aku senang Ca." Angel bahagia.


"Tapi ada yang broken heart tuh." Dito mulai bergosip.


"Pasti Mr. Edo dan Mr. Fajar." Bagas bertos dengan Aditya.


Abizhar memutar bola matanya malas menanggapi.


"Ngel, kalian benar lulus SD akan balik ke German? Sekilah disana ya?" raut wajah Caca sedih karena Caca sudah merasa dekat dengan Angel.


"Iya. Aku dan Andrew mau deket sama Mommy dan Daddy, kalau sekarang kan kami pisah-pisah. Aku kangen mereka Ca."

__ADS_1


Caca memeluk Angel begitupun sebaliknya.


"Aku bakal kangen kamu Ngel. Your my bestie." Caca menepuk punggung Angel.


Andrew menatap keduanya.


Ada rasa sedih di hati Andrew meninggalkan teman-temannya terutama Caca.


Namun Andrew juga memiliki keinginan yang sama, ingin dekat dengan Mommy dan Daddy nya.


"Jangan melow lagi donk, kan kita masih bisa berkomunikasi. Siapa tahu waktu kuliah kita bisa bareng?" Abizhar menghibur kawan-kawannya.


Meski sekedar pertemanan anak-anak namun persahabatan mereka terasa begitu manis.


Di Ruang Guru


"Mr. Edo dan Mr. Fajar besok dateng kan ke Wedding Miss Lala?" Mom Conny yang terkenal mulut pedas dengan gamblang menanyakan kehadiran kedua cowok yang patah hati tersebut.


Kedua Sad Boy itu seakan malas menjawab pertanyaan rekan seniornya memilih meninggalkan ruang guru.


"Yuk makan siang dulu Mr. Edo, Mr. Fajar, patah hati kan butuh energi." tepuk Mr. Anton pada keduanya.


Sepeninggal kedua Sad Boy tersebur Bapak Kepsek mengingatkan semua guru jangan lagi bercanda hal tersebur kepada keduanya.


"Waduh, ketinggalan cerita nih aku, ada apa?" Mom Ayu baru masuk ruang guru tertinggal moment kedua Sad Boy.


"Biasa Mom, Duo Sad Boy sekolah kita." lirik Mom Dina.


Di lokasi Venue Wedding Daniel dan Syahla


Gina tampak bersama Andin mengecek kesiapan acara besok.


Semua dipersiapan secara maksimal hingga tak ada yang terlewat satupun.


"Semoga lancar ya Mbak acara kali ini seperti yang sudah-sudah." Gina memberikan laporan akhir bahwa hampir 100% semuanya.


"Aamiin. Tetap selalu berdoa memohon kepada pemilik waktu, tempat, kesehatan dan keselamatan Gin." Andin memang selalu meniatkan segala sesuatunya dengan berdoa terlebih dahulu dalam setiap urusan dan langkah apapun dalam hidupnya.


"Mbak Andin, maaf ya kalau besok Gina kerjanya agak ga konsen dan ga profesional, soalnya pasti diintilin." Gina seakan tak enak hati oleh karena itu ia memberitahukan lebih awal.


Ini adalah job pertama pasca Gina menikah. Terlebih Yang menikah adalah rekan dan sahabat mereka sendiri.


Sejak lama Gilang sudah wanti-wanti akan ngintilin istrinya di wedding Daniel dan Syahla.

__ADS_1


"Duh, penganten baru yang lagi anget-angetnya sampe diintilin terus ya. Gapapa Gin, mumpung yang ngintilin masih 1 orang, Latihan Gin, nanti kalau yang ngintilin 4 orang jadi udah biasa." Andin malah curhat.


Keduanya tertawa bersama membayangkan suami masing-masing.


Di Kantor Satya dan Gilang.


"Beuh siul-siul terus nieh. Kayaknya jatah aman ya Lang?" Satya tertawa melihat Gilang yang bersiul-siul meski pekerjaan mereka sedang padat-padatnya.


Tanpa menjawab senyuman lebar Gilang mengartikan semuanya.


"Maklum Sat, masih penganten baru, kalo udah punya buntut kayak kita harus pinter-pinter bagi waktu. Baru mau beraksi eh si kecil nangis." Bayu rekan mereka di kantor yang istrinya baru lahiran merasakan hal tersebut.


"Betul itu Bay, kita senyum aja. Kita liat setahun kemuadian masih bisa siul-siul tiap hari ga?" ledek Satya.


"Yang penting sekarang gw happy bro." Gilang masih dengan senyum lebarnya.


"Paling enak udah kayak Saya, anak sudah menikah semua, rasanya kembali seperti pengantin baru. Pacaran terus."


Pak Kaban yang saat masuk tak sengaja mendengar obrolan para staf nya.


"Pantes Bapak awet muda, masih rajin mokacino dingdong ternyata." Satya menimpali obrolan Pak Kaban.


"Intinya kita syukuri saja. Yang terpenting kalian harus ingat meski di luar banyak yang cantik, istri dirumah jauh lebih cantik. Berkat doa mereka kita bisa seperti sekarang. Menjadi laki-laki paling beruntung. Jadi hormat dan jaga kesetiaan kalian pada istri kalian masing-masing. Jangan karena nikmat sesaat rumah tangga berantakan. Kalau rumah tangga tentram, kerjaan lancar tentu hidup tenang. Banyak bersyukur kuncinya." nasehat Pak Kaban yang 2 tahun lagi akan memasuki masa pensiun.


Satya, Gilang, Bayu dan pegawai lain setuju dengan apa yang dikatakan Pak Kaban.


Terkadang banyak laki-laki yang merasa hebat, sukses dalam karier, bertemu dan melihat rumput tetangga lebih indah dari istri dirumah lantas potong kompas berpaling dan main hati.


Padahal pengorbanan istri jauh lebih besar.


Tidak hanyak istri tang bekerja, istri yang memang memilih fokus mengurus keluarganya itu pun sangat luar biasa pengorbanannya.


Bayangkan jika pekerja punya jam kerja dan kelibihan pekerjaan diluar jam kerja dianggap lembur itu tidak berlaku bagi para istri dan ibu yang mengurus suami, anak dan rumah tangga.


Tak mengenal tanggal merah, Tak gaji dan upah lembur, Tak boleh cuti atau mengeluh.


Bayarannya adalah pahala dan syurga.


"Jangan bengong. Mending WA istri masing-masing atau telpon tanyakan sudah makan atau belum. Jangan pas masih pengantin baru saja ya Lang honey, baby, cinta, sampai aki nini harus tetep romantis." Pak Kaban yang memang terkenal sweet dengan istrinya meski usia mereka tak lagi muda dan memasuki 30 tahun perkawinan.


Serentak masing-masing mengambil HP nya, menelpon istri tercintanya.


"Saya tunggu dibawah ya, sekalian kalian pikirin mau makan siang dimana, terserah kalian." Pak Kaban didampingi ajudannya keluar ruangan stafnya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2