Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 106 Baby Shower Dinda


__ADS_3

Trio Oma kini begitu bahagia saat usia kehamilan Dinda kini masuk bulan ke 7.


Sebentar lagi Dinda dan Fandi akan menjadi orang tua dari Baby Twin Boy.


Yups, Fandi dan Dinda dikaruniai 2 baby kembar berjenis kelamin laki-laki.


Mereka mengetahui hal tersebut kala periksa kandungan.


Betapa bahagianya keluarga Permana. Oma Dona merasa diberkahi dengan kehadiran cucu - cucu nya yang pasti akan membuat masa tuanya semakin berwarna dengan kehadiran cucu dari Satya Andin, Dinda Fandi.


...Dinda...



Dinda tampak cantik dalam balutan dress berkerah Sabrina bercorak bunga dengan tas pink nya membuat penampilan bumil satu ini begitu mempesona.


Trio Oma turut mengundang genk sosialitanya.


Selain itu tampak hadir Andin, Syahla, Gina, dan sejumlah teman-teman Dinda ikut bahagia dalam acara baby shower yang sengaja menjadi kejutan bagi Dinda.


Acara kali inintak melibatkan para laki-laki, khusus cewek-cewek sehingga keseruan tampak tak terhindar lagi.


Kalo cewek sudah kumpul dari A hingga Z, Siang sampe Malam seakan lupa waktu.


Tak ada habisnya obrolan mereka.


Suami, Anak, Pacar, Rumah Tangga, Fashion hingga gosip selebriti turut jadi bahan perbincangan para ciwi-ciwi.


"Gimana nih penganten baru? Enak Ga?" Dinda dengan lossdol menggoda Gina yang kini sudah 2 minggu jadi istri Gilang.


Dengan wajah merona Gina sedikit malu-malu menjawabnya.


"Duh jadi kangen Beib Fandi, liat wajah shy shy cat nya penganten baru jadi pingin pulang terus kikuk kikuk sama Beib Fandi." Dinda semakin frontal plus hormon kehamilan membuatnya makin mirip Bunda Dona yang frontal dalam urusan kikuk kikuk.


"Gimana Honeymoonnya, sukses kan?Seneng ga?" Andin tak ketinggalan meledek Gina.


Gina ingin rasanya menenggelamkan dirinya mendapatkan candaan kedua saudara ipar dihadapannya.


"Nah yang ini bentar lagi nih! Din kasih tips and trik, silahkan suhu anak 3!" Dinda kini beralih kepada Miss Lala.


"Kalo ini sih kudu ekstra, secara Bule Din!" Andin.semakin lama bergaul dengan Bunda Dona dan Dinda semakin gesrek ditambah suami omesh nya yang berperan menulari segala kemesumannya pada Andin.


"Wah bener banget tuh La! Kudu strong luar dalem kamu. Tenang ada semua ada caranya." kedipan nakal Dinda membuat Syahla aka Miss Lala bergidik.


Dasar perempuan kalau sudah membicarakan urusan ranjang seakan semangat 45 berkobar dalam jiwa dan raganya tentunya seketika ingat akan suami-suami mereka yang kini bete menunggu kapan istri-istri mereka kembali.


Suami posesif mereka semakin ketar-ketir saat melihat postingan notifikasi di HP mereka saat Dinda membagikannya via IG miliknya disertai tag nama-nama cewek-cewek cantik tersebut.

__ADS_1


...Andin...



...Gina...



...Miss Lala aka Syahla...



...Oma Dona...



...Oma Shopia...



...Oma Arini...



...Dokter Alisha...



"Sayang kenapa sih harus dandan cantik?" Satya merangkul pingganh Andin dengan posesif.


"Beib, kenala sih manyun gitu?" Dinda menggandeng lengan Fandi yang kini dibalas pelukan dan membuat Dinda kesulitan akibat kehamilannya.


"Kamu ga lihat Beib, mata cowok-cowok ngeliatin kamu rasanya mau aku congkel." Fandi mendengus kesal.


"Mana ada coba, perut melendung gini. Jangan ngaco!" Dinda hanya geleng-geleng melihat tingkah cemburu suaminya.


"Yang, kenapa sih imut gitu. Kayak anak kukiahan tahu ga? Seneng ya habis ngobrol sama cowok-cowok muda." Gilang dengan bibir monyong 5 senti saat Gina sedang berbincang dengan pria muda kisaran anak kuliahan.


"Ya amoun Bang, tadi cowok itu cuma nanya ballroom hotel. Masa gitu doang cemburu." Gina happy karena Gilang artinya mencintai dirinya.


"Emang dia buta aksara, ga bisa baca." Meski kesal Gilang langsung merangkul isyrinya dengan erat takut lepas.


"Honey!" Daniel singkat jelas padat saat seorang pria sedang berbincang dengan Syahla.


"Daniel." Miss Lala terbata melihat ekpresi kecembutuan calon suaminya saat seorang pria berusaha memberikan kartu namanya.


"Ini Kartu nama Saya. Silahkan hubungi Saya, calon suaminya." Daniel mengambil kartu nama pria tadi dan memberikan kartu namanya pada pria tersebut sambil membawa Syahla dengan posesif melingkarkan tangan dipinggang Syahla.

__ADS_1


"Duh putra-putra kita tampaknya sudah bucin ya." Oma Dona tertawa cekikikan saat melihat pemandangan lucu.


"Iya, aku tertawa loh Fandi ternyata bisa romantis begitu." Oma Arini menutup mulutnya seakan tak percaya dengan kebucinan putranya.


"Nah itu, Gilang-Gilang, sejak siang neror terus kapan balik. Padahal Gina ada sama kita. Duh bangga aku." Celoteh Bunda Sinta.


"Calon mantuku dibikin mengkerut sama Daniel yang cemburu, liat tuh!" Dokter Alisha tertawa melihak wajah Syahla yang panik dengan reaksi Daniel beradu tajam dengan pria yang sedang memberikan kartu nama.


"Pokoknya kita sekarang sudah jadi genk ibu putra bucin!" Oma Dona tertawa.


Menularkan tawanya pada sahabat-sahabat lainnya.


"Jaga istrinya masing-masing ya. Harus lebih perhatian kalian. Jangan sibuk caei uang saja. Mantu-mantu kita iru cantik-cantik. Hati-hati disamber orang!


Bukan Bunda Dona namanya dengan celotehan dan sikap bar-barnya berkata sambil melewati keempat 4 yang kini sedang terbakar api cemburu.


"Bunda!"


"Mommy!"


"Mama!"


Kompak dan serentak saat jeweran ditelinga mereka mendarat mulus dari sang ibu.


Tentu saja melihat itu Andin, Dinda, Gina dan Syahla kompak tertawa.


Bukan pria namanya kalau tak mampu ciptakan kesempatan dalam kesempitan.


"Sayang, Kuping Mas sakit nih, gara-gara jeweran Bunda. Kayaknya harus diucap-ucap Sayang." Satya dengan manja meminta perhatian istrinya.


"Beib, perih deh jeweran Bunda. Tega ya. Tiupin ya?" Fandi sambil merengkuh pinggang Dinda.


"Ayang, kuping Abang copot ga? Kayaknya kuping Abang harus di elus-elus, kita sekalian check ini aja kalo gitu ya?" Gilang dengan modus mengambil tangan istrinya membawanya ketelinganya minta di elus.


"Sakit banget ya Dan?" Syahla iba melihat Daniel dengan wajah pusingnya seakan jeweran Dokter Alisha membuatnya sakit kepala.


"if you hold it, the pain will go away." dengan wajah melasnya.


"Aduh, Aduh, banyak aja modusnya kalian ke istri kalian." Bunda Dona sebelum masuk ke mobilnya.


"Dilanjut di kamar, kecuali Daniel dan Syahla ya, sabar." Mama Shopia tertawa setelah menggoda pasangan muda yang dimabuk cinta.


"Gina, Gilang, Bunda ga akan buka pintu, sebaiknyabkalian check in di hotel saja." tawa Bunda Sinta kepada anak dan menantunya sebelum masuk mobil.


"Eits Daniel, mau kemana, Syahla, ikut Mom yuk. Mom ingin shopping. Dan, kamu bebas, mau pulang juga boleh. Nanti Syahla Mom yang antar." Dokter Alisha membawa Syahla masuk ke dalam mobilnya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2