Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 52 Ulang Tahun Abizhar


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat.


Andin rasanya masih ingat bagaimana ia melahirkan Abizhar kala itu.


Kini Abizhar sudah berusia 1 tahun.


Andin tadinya hanya ingin mengadakan makan keluarga saja, namun Duo Oma Abizhar seperti biasa senang sekali mengadakan pesta dan menggundang banyak orang.


Duo Oma selalu mengatakan, Gapapa sekalian silahturahmi dan kumpul-kumpul, tidak ada salahnya bukan.


Dan kini dengan bertemakan Avengers perayaan ukang rahun Abizhar begitu semarak.


Tampak ramai undangan yang hadir. Semua berasal dari keluarga, rekan bisnis dan teman kantor.


Pesta ulang tahun tersebut diadakan di taman belakang kediaman Satya.


Kolam renang pun disulap layaknya arena bermain anak.


Abizhar tampak sangat senang sekali.


Abizhar yang sudah lancar berjalan tak mau diam kesana kemari membuat semua yang melihatnya tertawa gemas.


"Halo ganteng, selamat ulang tahun." Gina rekan Andin di WO datang menyapa Abizhar yang kini di gandeng sang Papa karena jika dilepas bisa-bisa Abizhar nyebur ke kilam renang saking aktif sekali.


Abizhar senang sekali menerima kado-kado dari para undangan yang datang.


Segala hidangan tersaji di acara tersebut.


Selain bagi para orang dewasa, Anak-anak juga dimanjakan dengan segala hal-hal yang disukai anak.


Jangan berharap pesta bisa berlangsung tenang sesuai dengan rounddown acara, karena Abizhad tidak betah diminta tenang dan duduk.


Jadilah ya seperti yang Duo Oma katakan silahturahmi menggundang banyam orang dan makan bersama.


Tak masalah yang penting Abizhar happy dan tamu undangan senang.


Dokter Alisha datang bersama Daniel.


Memberikan ucapan selamat kepada Abizhar.


Dokter Alisha dan Daniel kini lebih banyak menghabiskan waktu di Indonesia.


Keduanya memutuskan tinggal di Indonesia.


Selain itu Dokter Alisha membuka RS di Jakarta khusus bagi pasien penderita Kanker.


Keduanyapun semakin lancar berbahasa Indonesia.


Tante Arini beserta Fandi tampak hadir di perayaan ulang tahun Abizhar.


Rekan-rekan Satya dan Andin turut meramaikan acara ulang tahun putra keduanya.


Anak-anak asik menonton pertunjukan sulap dan badut yang memang Andin siapkan agar memeriahkan acara tersebut.


Duo Oma kini sedang mengobrol dengan Dokter Alisha, Tante Arini dan Jeng Sinta yang merupakan Pemilik SS Glow, sebuah produk kecantikan yang saat ini banyak diminati kaum hawa.


Kalian pasti nyari Gilang ya?


Tentu saja Gilang pasti hadir bersama wanita yang ia paling sayangi siapa lagi kalaubukan Maminya yang kini sedang ngobrol dengan Duo Oma, Tante Arini dan Dokter Alisha.


Abzihar tumbuh sangat sehat dan aktif.


Dinda kini menemani keponakannya yang sedang asik dengan benerapa krucil-krucil lain.

__ADS_1


Masih inget ide Andin yang ia bisikkan pada waktu itu?


Semua telah dijalani Dinda, dan hasilnya adalah ketiganya justru masuk kriteria yang mereka buat.


Bahkan sekarang Mami Gilang, Jeng Sinta justru menjadi dekat dengan Bunda Dona dan Mama Shopia, sekaligus menjadi saling kenal dengan Dokter Alisha dan Tante Arini.


Bisa dibayangkan dong, Bagaimana Dinda menghadapi 3 pasang ibu dan anak yang terus dekat pada dirinya.


Author sendiri envy sama sama Dinda.


Tapi hal itu tidak bagi Dinda, ia justru semakin sulit memutuskan mana yang akan dipilihnya.


Lagi-lagi semuanya baik dan tampak keluarganya juga menyetujui siapapun yang Dinda pilih.


Disinilah letak kebingungan Dinda.


Dinda yang tanpa sadar termenung tak menyadari Abizhar berulang kali memanggilnya, hingga menarik-narik ujung gaun Dinda.


"Aunty Di, Abizang mau itu?" Abizhar belum fasih menyebut namanya dengan benar.


"Oh, iya. Ini Sayang." Dinda segera menggambilkan cupcake yang bermotif nuansa Avengers.



Abizhar memilih cupcake yang bermotif tameng Capten America.


Abizhar senang. Ia menikmati Cupcakenya.


"Enak Aunty. Aunty mau?" Abizhar menawarkan pada Dinda.


"Buat Abizhar aja. Aunty seneng benar liat Abizhar. Habis lucu." Dinda gemas dengan keponakannya yang semakin pinter ngomong Dinda menciumi Abizhar bertubi-tubi.


"Nda"


"Din"


Fandi, Gilang dan Daniel kompak menyapa Dinda dengan panggilan masing-masing.


Daniel memang terbiasa memanggil Dinda seperti itu. Dinda sebenarnya kurang menyukai dengan panggilan Daniel kepadanya, namun Daniel beralasan menyukai panggilan itu untuk Dinda.


Bukan Dinda yang menjawab justru Abizhar yang menyapa ketiganya dengan senang dan mulut yang sudah belepotan cream cupcake.


"Halo Uncle cemua. Maaci udah dateng. Maaci juga udah kasih Abizang Kado!" Abizhar dengan gaya sok dewasanya malah membuat gemas semuanya.


"Boy, so cute." Daniel.


"Ganteng, belepotan bikin gemes." Gilang.


"Pinternya," Fandi.


Reflek tangan ketiga pria itu mengusap kepala Abizhar.


Tentu saja Abizhar merasa berat kepalanya terdapat 3 telapak tangan pria dewasa.


"Uncle, berat kepala Abizhang." Abizhar justru melepaskan telapak tangan mereka dari kepalanya.


Abizhar berlari saat Papa dan Mamanya menghampiri.


"Papa, Mama," Abizhar langsung lompat minta digendong Papanya.


Satya dengan sigap menggendong putranya yang kini sedang aktif-aktifnya.


"Sudah makan belum, Dinda diajak makan Fandi, Gilang dan Daniel." Andin meminta Dinda membawa ketiganya sekaligus membiarkan mereka memiliki waktu tanpa diganggu Abizhar.

__ADS_1


Dinda mengajak ketiganya menawarkan sajian yang mereka sediakan.


Sementara Andin kini mengambil alih Abizhar yang tampak ngantuk uring-uringan.


"Mas biar Abizhar sama Mama saja, Papa temani tamu-tamu ya." Sejak Abizhar sudah mengerti, Andin dan Satya saling memanggil Papa dan Mama namun Jika mereka berdua saja maka panggilan Mas masih Andin gunakan kala memanggil suaminya.


"Abizhar jangan uring-uringan ya Nak, Bobo dulu sama Mama ya, Papa mau temani tamu-tamu dulu."


Satya kembali menemani tamu-tamu sementara Andin menidurkan Abizhar yang uring-uringan karena ngantuk .


Dinda bersama TRIO Tampan itu duduk di satu meja yang sama, ketiganya kini menikmati Lasagna dan Eas Koktail Buah.


"Baby, kamu sudah makan? Daniel menanyakan Dinda.


Terdapat tatapan tidak suka dari arah Gilang.


Fandi menatap lekat pada Dinda.


"Silahkan Daniel. Aku sudah makan." Dinda mempersilahkan.


Gilang juga sering mencuri ngobrol dengan Dinda tak mau kalah dengan Daniel.


Sementara Fandi hanya diam saja.


"Permisi sebentar." Fandi pamit meninggalkan Dinda, Daniel dan Gilang.


Gilang lega karena 1 pesaingnya mundur dari meja mereka. Tinggallah Daniel yang over acting menurut Gilang.


Dinda melihat kepergian Fandi dengan tatapan berat.


"Bun,"Fandi memberikan kode pada Bundanya.


Tante Arini tahu bahwa putranya hendak mengajak ia pulang.


"Jeng Dona, Jeng Sophia, Semuanya kami permisi dulu ya." Pamit Bunda Arini pada kedua sahabat sekaligus tetangga putranya.


Bunda Dona melirik ke arah Dinda.


Dilihat putrinya tampak bersama dengan Daniel dan Gilang.


"Sampaikan salam saya untuk Satya dan Andin." Tante Arini.


"Terima kasih banyak ya Jeng Arini dan Fandi sudah hadir." Jawab Duo Oma.


Acara berlangsung selesai tampak semua tamu pamit satu per satu meninggalkan kediaman Satya dan Andin.


Begitupun Gilang dan Mami Sinta yang pamit pada sang Tuan rumah.


Bersamaan dengan Dokter Alisha dan Daniel yang juga undur diri.


Abizhar justru baru terbangun saat semua keluarganya sedang ngobrol diruang keluarga.


"Waduh jagoan Oma baru bangun." Oma Dona segera memangku cucunya yang berjalan sempoyongan efek baru bangun tidur.


"Tamunya kemana Oma?" Abizhar tanpa dosa menanyakan tamu.


"Tamunya sudah pulang ganteng, abis kelamaan nungguin Abizhar bangun bobo." jawab Oma Shopia tersenyum saat melihat ekspresi polos Abizhar.


"Habis Abizang ngantuk Oma, jadi Abizang bobo dulu deh." Abizhar malah tertawa tanpa dosa.


"Iya gpp sayang." jawab Duo Oma.


"Wah,,, Kado Abizang banyak Oma. Abizang mau buka ah." Abizhar melompat dari pangkuan Oma Dona segera menuju tumpukan kado-kado untuknya.

__ADS_1


Satya dan Andin yang sudah lelah sebenarnya ingin sekali beristirahat namun tampaknya tak akan segera terwujud mengingat Abizhar yang baru bangun akan segar sepanjang malam.


...****************...


__ADS_2