Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 97 Sunrise


__ADS_3

Mentari pagi masih malu menampakkan diri disaat bulan enggan beranjak berganti saat pagi datang.


Satya, Andin dan Abizhar baru saja selesai shalat subuh berjamaah.


"Sayang, Abizhar, ayo kita jalan-jalan pagi." ajak Satya kepada istri dan anaknya.


Masih menikmati liburan di Bali tak menyurutkan ketiganya untuk menikmati sunrise yang indah tiada tara.


Saat ketiganya keluar hotel, berpapasan dengan Daniel dan Miss Lala, Gilang dan Gina, serta ada Andrew, Angel, Caca, Aditya dan Bagas.


Abizhar segera bergabung bersama sahabat-sahabatnya dan mereka akan bermain Voli dipantai.


Satya yang melihat kedua pasangan yang baru saja jadian tak luput menjadi bahan ledekannya.


"Jangan cuma dibawa jalan sama diturunin depan Gang Bro, tapi segera bawa ke pelaminan." Ledek Satya pada Gilang dan Daniel.


Ternyata Dinda dan Fandi yang pagi ini memiliki keinginan yang sama justru melihat semuanya sedang berkumpul dan tentunya ikut meledek kedua pasangan yang baru jadian itu.


"Duh,Duh yang baru jadian, pagi-pagi udah ngadate aja, emang rindu berat shay!" Dinda sambil menepuk lengan Miss Lala dan Gina.


Miss Lala dan Gina dengan wajah malunya ke GAP semua orang padahal niat hati ingin menikmati moment sunrise layaknya pasangan kekasih yang sedang kasmaran.


"Sayang, jangan digodain donk, tuh liat mereka jadi malu-malu kan." Fandi justru mencium istrinya didepan semuanya.


"Kalo udah nikah bisa begini juga." Satya malah mencium gemas istrinya tanpa malu.


"Emang adek kakak ga ada akhlak kalian bedua. Yuk Gin kita cabut!" Gilang dengan kesal menggandeng tangan Gina berlalu meninggalkan semuanya.


"Duh, kayak truk aja Lo Lang main gandeng. Nikahin dulu anak gadis orang!" Satya masih saja meledek Gilang.


Tentu saja candaan Satya mendapat pukulan kecil dari Andin.


"Mas, jangan gitu ah, kayak kamu ga pernah ngerasain aja. Gina malu tuh!"


"Cie Dan, ayo bawa calon istrimu menikmati sunrise. Cepat sana!" Dinda mengusir Daniel dan Miss Lala.


Dengan canggung Daniel dan Miss Lala pamit melanjutkan agenda jalan-jalan pagi nya alias morning date.


"Sayang, kenapa perutnya? Sakit?" Satya melihat Andin mengelus perutnya sedikit meringis.


"Iya, tapi mungkin cuma capek saja Mas."


" Ya sudah kita balik ke hotel ya, tapi kamu mau sarapan dulu atau langsung naik?"


"Kita sekalian sarapan dulu aja Mas, aku laper."

__ADS_1


"Oke, kalau gitu ayo kita sarapan!" Satya dengan sigap menggendong Andin ala bridle.


"Mas turunin, malu!"


"Gapapa Sayang, biar romantis!" Satya mengedipkan matanya dan mencium sekilas bibir merah Andin.


"Beib, Sini foto dulu." Dinda mengajak Fandi Wefie dipinggir pantai dengan latar matahari terbit.


"Sunrise bersama my Hubby." ketik Dinda saat posting di IG miliknya yang ia Forward ke akun Fandi.


Fandi memeluk dari belakang Dinda mencium ceruk lehernya.


"Beib, aku belum mandi, ga bau memang?"


"Aku selalu suka aroma kamu beib, Love u Beib." Fandi memutar tubuh istrinya meraih dagu Dinda dan mengecup bibir seksi milik sang istri.


"Dilan sih lewat Beib sama kamu, Beib itu romantisnya bikin diabetes." Dinda kini justru mencium bibir Fandi dengan begitu semangat.


Suasana tampak canggung saat Daniel dan Miss Lala melihat adegan kedua suami istri, Dinda dan Fandi membuat Miss Lala memutar balik arah langkahnya menjauh dari suasana hot kedua suami istri tersebut.


Daniel yang juga menyaksikan adegan hot suami istri tersebut, mengejar langkah Miss Lala yang sedikit cepat.


"Kenapa putar balik?" tanya Daniel menggoda Miss Lala yang wajahnya memerah setelah melihat Dinda dan Fandi membuat adegan mesranya.


"Kenapa wajah kamu merah begitu? Karena Dinda dan Fandi tadi..."


"Dan, kita kesana yuk!" Dinda menyelak kata-kata Daniel yang membuat Miss Lala semakin Malu.


Daniel menarik tangan Miss Lala menghentikan langkahnya.


"Eh, kok berenti?" Miss Lala menoleh kebelakang melihat Daniel menggenggam tangannya.


"Kamu memang belum pernah berciuman?" Daniel semakin penasaran karena melihat reaksi Miss Lala yang begitu malu menyaksikan adegan mesra Dinda dan Fandi.


Ditanya begitu Miss Lala menjadi salah tingkah dan ingin segera melewati sesi menjawab memilih melanjutkan langkahnya.


Namun bukan Daniel namanya, is kini menahan takan Miss Lala dengan sedikit menariknya.


Miss Lala yang teekejut tak siap dengan gerakan Daniel membuat keduanya kini dalam posisi Miss Lala dengan tangan Daniel melingkar erat pada pinggang Miss Lala.


Netra keduanya beradu begitu dekat.


Daniel sungguh terpesona dengan wajah cantik dan manis milik Miss Lala.


"Cantik." mata Daniel menatap manik milik Miss Lala dan bibir sensualnya.

__ADS_1


Wajah keduanya kini menyisakan beberapa senti hingga Miss Lala mampu merasakan hangat hembusan nafas Daniel.


Dengan wajah gugup dan degup jantung yang berlarian begitu kencang membuat Miss Lala tegang.


"Ingin rasanya aku menciummu, tapi aku akan menyimpannya hingga hari dimana kamu akan menkadi milikku." Daniel melonggarkan pelukannya dan Miss Lala bisa menjauh dari Daniel.


Tampak nafas yang tertahan kini bisa berhembus lega. Daniel tertawa melihat kepolosan Miss Lala.


"Segugup itukah kamu honey?" Daniel mengedipkan matanya pada Miss Lala.


"Ga lucu Dan!" Miss Lala tahu Daniel menggodanya ia melangkah cepat tentu saja Daniel segera mengimbangi sambil tertawa bajagia melihat sikap wanita yang akan ia jadikan istrinya.


"Kenapa, mau aku gendong juga?" Gilang berbisik ditelinga Gina yang mendapati gadis itu menatap pada Andin yang kini dalam gendongan Satya.


"Astaga! Kalo ga ngagetin ga enak ya!" Gina terperanjat saat suara dan hembusan nafas Gilang berhasil membuatnya merinding.


Gilang mengabaikan omelan Gina kini mengangkat Gina, menggendongnya ala bridle seperti yang Satya lakukan pada Andin.


"Turunin Lang, Malu!" dengan sigap Gina meronta dan membuat Gilang kesulitan menahan gerak lincah Gina.


Gilang menurunkan Gina.


"Malu tahu!" Gina masih mengomel.


"Iya, jangan ngomel sayang, Abang turunin."


"Tapi nanti kalau udah SAH ga bakal Abang lepasin Neng!" Gilang mencubit hidung Gina dan menyentil dahi calon istrinya itu.


Gilang sengaja berlari setelah menyentil dahi Gina tentu saja Gina mengejar Gilang.


"Jangan lari Lang, awas kamu kalo ketangkep, aku piting lagi, biar terkilir!"


"Coba tangkep kalo bisa!" Gilang semakin menggoda Gina.


Keduanya berlarian dipinggir pantai disaksikan sang surya yang telah terbit dan mulai memberikan kehangatan sinarnya.


Indah rasanya pagi hari yang cerah dalam suasana liburan melihat pemandangan romantis dari insan yang mencinta dan bercinta.


Seakan alam merestui kepada mereka menyelimuti dengan hangat sinar yang nya.


Tampak para anak-anak main voli dengan ceria bahagia.


Para Oma Cantik yang tak kalah dengan para muda mudi memilih bersenam poco-poco dibibir pantai dengan sang instruktur yang begitu muda, tampan dan athletis.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2