Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 43 Semua Untuk Baby 2


__ADS_3

Bunda Dona, Mama Shopia, Andin dan Dinda masuk salah satu Store Branded yang menyediakan segala perlengkapan baby.


Tampak Bunda Dona dan Mama Shopia dengan semangat 45 memilih semua perlengkapan untuk cucu mereka.


Andin dan Dinda juga memilih-milih perintilan untuk baby dalam kandungan Andin.


"Din bagus ga?" Dinda bertanya mengenai pendapat Andin tentang stelan pajamas yang terlihat menggemaskan untuk newborn.


Segera Dinda memasukannya dalam list belanja mereka.


Mama Shopia kini melihat-lihat stroller.


Berbagai macam warna, bentuk dan jenis tersedia.


Mama Shopia meminta pendapat yang lain mengenai stroller mana yang akan mereka beli untuk baby.


"Yang ini bagus Ma, simple." Dinda berkomentar.


"Tapi ini lebih menampung perlengkapan baby, jadi kalo jalan-jalan enak pakai ini. Iya kan jeng?" Bunda Dona meminta dukungan Mama Shopia.


"Kamu pilih yang mana Din?" Mama Shopia meminta pendapatan Andin.


Andin bingung. Semua yang dipilih keluarganya bagus-bagus.


Andin yang belum pengalaman soal memilih stroller dan bagaimana nanti efektifitasnya saat digunakan menyerahkan sepenuhnya pada kedua ibu-ibu senior dihadapannya.


"Gimana kalo beli dua-duanya saja? Jadi bisa dipakai sesuai kondisi." Bunda Dona menyarankan.


"Setuju jeng." Mama Shopia meminta staf toko membungkusnya.


"Sekarang kita makan dulu ya, laper nih!" Dinda mengajar semuanya santap siang dulu karena sudah lewat dari jam makan siang.


Menyesuaikan lidah semua orang kali ini mereka mengisi perut disalah satu resto yang bernama Seribu Rasa.


Makanan apapun akan terasa enak jika dimakan dalam keadaan lapar apalagi disantap bersama orang-orang tersayang gambaran itu yang kini dirasakan Andin.


Satya tiba menghampiri keempatnya.


Satya memang sengaja menyusul para ladiesnya daripada bosan menunggu dirumah selepas bermain golf.


Setelah kenyang mengisi perut barulah mereka kembali menjelajahi toko-toko yang menyediakan segala perlengkapan bayi dan tentu saja Bunda Dona dan Mama Shopia masih semangat mencari segala hal untuk menyambut kelahiran cucu mereka.


Satya sudah menduganya hal ini akan terjadi.


"Sayang, capek? Pulang yuk." Satya melihat Andin yang kini berjalan semakin pelan.


"Gapapa Mas." Andin menjawab.


"Sayang, Bunda sudah pesan gurita dan bengkung jaga-kaga kalau lahiran normal kamu pakai itu, petuah leluhur Sayang, biar rapet lagi. Singset." Bunda Dona bersama Mama Shopia berbicara berbisik pada Andin.


Dinda melihat dua ibunya tertawa cekikikan sementara wajah Andin tampak malu memerah membuat Dinda menghampiri dan penasaran.


"Ngomongin apa sih, kok Bunda sama Mama ketawa?"

__ADS_1


"Anak gadis belum boleh tahu. Ini urusan yang udah punya suami." Bunda menyolek hidung putrinya.


"Nanti Nak kalau kamu nikah dan hamil seperti Andin, Mama dan Bunda akan ajari kamu juga." Mama Shopia menjawil dagu Dinda.


Dinda melirik pada Andin memberi kode seakan minta penjelasan, sementara Andin tersenyum melihat wajah penasaran sahabatnya.


Satya yang selesai menerima telpon dari atasannya menghampiri ladiesnya yang sedang berbincang.


"Masih lama Bun belanjanya?" Satya bertanya pada sang ibu.


"Masih!" jawab kompak Bunda Dona, Mama Shopia dan Dinda.


Melihat keempat wanita itu keluar toko dan melanjutkan pemburuannya bagi sang calon pendatang baru membuat Satya menepuk keningnya.


Satya mau tak mau mengikuti langkah keempat ladies yang ia sayangi tersebut.


Tak terasa kini mereka sudah sampai dirumah.


Bersamaan dengan azan magrib berkumandang.


Satya dan seluruh anggota keluarga bersiap sholat magrib jamaah di mushola rumah mereka.


Satya yang kini menjadi satu-satunya pria dikeluarganya menjadi imam bagi keempat bidadari dalam kehidupannya.


Lantunan suara merdu dan khidmat saat Satya melafazkan setiap ayat-ayat Al Quran terasa sejuk dan tentram di dalam hati bagi semua yang mendengarnya.


Jika dulu makmum Satya hanya Bunda Dona dan Dinda kini Andin dan Mama Shopia menambah barisan makmul Satya.


Satya mengakhiri shalatnya dengan mengucap salam diikuti oleh makmumnya sebagaimana sang imam.


Satya membalikkan badanya.


Ia mencium punggung tangan Bunda Dona dan Mama Shopia.


Kemudian Dinda mencium tangan Kakaknya.


Terakhir Andin dengan takdzim mencium punggung tangan suaminya dibalas kecupan kening oleh Satya.


Satya mengangkat tangannya memimpin doa bagi keluarga tercintanya.


Mendoakan Almarhum Ayahnya, Almarhum ayah mertuanya, kerabat, teman dan saudara seagamanya.


Satya juga memohon doa agar Andin dan Anaknya diberikan keselamatan, kelancaran dan kesehatan tak kurang satu apapun saat waktu kelahiran tiba.


Satya berdoa agar kedua ibunda tercintanya dipanjangkan umurnya, disehatkan badannya dan selalu dalam lindungan Allah.


Tak lupa Satya mendoakan Adik tersayangnya Dinda ahar Allah berikan jodoh yang terbaik menurut Allah, yang mencintai Dinda dengan tulus dan menyayangi keluarga, langgeng hingga maut memisahkan.


Semua mengaaminkan doa-doa yang Satya panjatkan.


Keharuan begitu terasa dari mata setiap orang yang tak terasa airmata membasahi pipi mereka.


Betapa Satya dan keluarga bersyukur dengan karuna dan rahmat yang Allah curahkan pada keluarga mereka.

__ADS_1


Satya dan keluarga melanjutkan dengan bertadarus.


Damai terasa suara lantunan ayat suci bergema dari kediaman Satya.


Betapa bersyukur Andin dikaruniai suami seperti Satya.


Meski sebagai manusia tentunya kita memiliki salah, dosa dan khilaf namun bagi Andin Satya adalah suami yang sempurna yang Allah kirimkan bagi dirinya.


Sungguh janji Allah adalah pasti.


Ketetapan Allah adalah takdir.


Manusia hanya bisa berencana namun Allah yang menentukan.


Allah maha mengetahui kebutuhan setiap hambanya melebihi hamba itu sendiri.


Terkadang manusia sering lupa menjadi penentua bagi diri sendiri seakan memiliki kuasa pada dirinya.


Kita sering lupa bahwa semua yang ada pada diri kita adalah titipan dari Allah.


Tak ada satupun yang luput dari ketetapan Allah.


Daun yang gugur dari dahan pohon tak akan terjadi jika Allah tak menghendaki.


Tugas manusia hanya berusaha/berikhtiar adapun hasil akhirnya adalah kewenangan Zat yang Maha sempurna ialah Allah Azza Wajalla.


Manusia seharusnya selalu bersyukur karena bukanlah amal dan pahal yang membuat seorang hamba masuk syurga namun kerahman kerahim sifat Allah yang membuat kita masuk kedalam syurganya.


Maka berhentilah bersikap sombong karena mudah bagi Allah mengambil apa yang kini diberikan dan mudah pula bagi Allah memberikan yang dianggap manusia tidak mungkin.


"Kun Fayakun"


Kun Fayakun (bahasa Arab: كُنْ فَيَكُونُ) adalah sebuah ungkapan dan kalimat yang disebutkan di beberapa ayat Al Quran.


Di antaranya pada ayat 117 Surat Al Baqarah dimuat: 


إِذا قَضى‏ أَمْراً فَإِنَّما يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ "Dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia".


Allah Swt adalah Maha Pencipta dan Maha Berkehendak tanpa ada seorang pun yang bisa mengatur-Nya.


Dia menciptakan segala sesuatu tidak perlu membutuhkan waktu yang lama, tetapi bisa dalam waktu sekejap.


Dalam firman-Nya,  untuk menciptakan segala sesuatu maka Allah cukup mengucap kalimat “kun” (jadilah), maka jadilah sesuatu yang dikehendaki Allah Swt tersebut.


Tanda kebesaran Allah itu salah satunya terdapat di dalam Surah Yasin ayat 82,


Innamaa amruhuu idzaa araada syai'an ay yaquula lahuu kun fa yakuun


Artinya: Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: Jadilah! maka terjadilah ia.


Ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah Swt sangat mudah tanpa ada kesulitan ketika menciptakan segala sesuatu yang dikehendaki-Nya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2