Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 46 Detik-Detik Kelahiran


__ADS_3

Setiap ibu memiliki kisahnya sendiri saat proses kehamilan hingga kelahiran buah hati.


Kini Andin merasakan hal tersebut terhitung sudah sejak malam Andin merasakan kontraksi yang sakit luar biasa.


Andin menyadari cairan ketubannya sudah merembes, segera membangunkan Satya yang kini sedang tidur disampingnya maklum saat ini pukul 23.30 WIB.


Satya yang bergegas mempersiapkan Andin dan segera membawa Andin ke RS.


Suara Satya dan Andin tentu membangunkan semua penghuni rumah.


Bunda Dona, Mama Shopia dan Dinda juga ikut menemani Satya yang akan membawa Andin ke RS.


Sesaat sampai di RS Andin segera masuk ruang IGD.


Dokter IGD segera mengecek kondisi Andin.


Ternyata pembukaan Andin sudah lengkap.


Segera dokter memerintahkan kepada perawat membawa Andin ke ruang bersalin.


Dokter hanya memperbolehkan Satya masuk mendampingi Andin.


Bunda Dona, Mama Shopia dan Dinda menunggu diluar berdoa alan keselamatan Andin dan Bayinya.


Wajah-wajah cemas, panik dan gundah terlihat jelas dari ketiganya yang menunggu dengan gusar di depan ruang bersalin.


Dalam ruang persalinan perjuangan Andin pun segera dimulai.


"Sayang, bertahanlah. Kamu pasti bisa Sayang." Satya mengusap kepala Andin yang sudah banjir keringat.


"Sakit Mas." teriak Andin dengan tangannya mencengkram lengan Satya berulang kali.


Satya seolah tak merasakan tangannya yang terlihat banyak bekas cakaran dan cengkraman Andin.


Mata, hati dan fikiran Satya hanya berfokus pada Andin dan anak mereka.


"Ayo Bu Andin, lebih kuat lagi. Dorong Bu!" Instruksi Dokter memberikan arahan dan semangat pada Andin.


Andin berkali-kali mengatur napas.


Andin benar-benar sudah nggak kuat, padahal Andin sudah mengejan, karena benar-benar sakit banget seperti mau pup tapi nggak pup. Sakitnya luar biasa.


Andin sudah mengejan dan mengatur napas, begitu terus, berulang-ulang Andin tidak bisa, berkali-kali Andin gagal, bayinya tetep nggak keluar-keluar.


Andin sudah nggak kuat, Andin berusaha kuat padahal dokter menyemangati karena memang si kepala bayi, sudah keliatan,


"Dorong Bu Andin, rambutnya sudah keliatan." Andin memdengar kata-kata Dokter.


Sampai akhirnya Andin diinduksi 2 kali suntikan, pasang selang oksigen, dan Andin merasakan digunting 2 kali. Itu bener-bener perjuangan bagi Andin.

__ADS_1


Dokter mengatakan dengan lembut pada Andin


“Ayo Bu Andin, dedenya sudah keliatan, tuh, ibunya yang kuat, ya, dorongnya kasian dia lama-lama, ini sudah sejam lho, ayo yah, bismillah, yang kuat ya ibunya, kalo sampai setengah jam lagi nggak keluar terpaksa harus dibawa ke RS untuk divakum." Ucapan Dokter masih terdengar jelas ditelinga Andin.


"Semangat Sayang, Kamu hebat, Kamu kuat Sayang, Mas memcintaimu Sayang. I Love You." Satya tak henti mengatakan nya.


Satya setia memberikan semangat pada Andin berkali-kali.


Satya memegang tangan Andin dan terus berada sampingnya.


Dokter meneken perut Andin, tangan Dokter mengepal layaknya orang mau tinju, karena itulah salah satu cara membantu baby agar cepat keluar.


Andin merasakan sakit yang luar biasa hebat.


Perawat memegangi kaki Andin, sedangkan perawat lainnya memeriksa detak jantung bayi.


Alhamdulillah masih normal, tapi baby tidak keluar-keluar juga.


Setelah sekian lama dengan perjuangan yang panjang Andin mendengar suara tangisan bayi yang begitu keras dan lantang.


Satya melihatnya dengan airmata yang tak kuasa ia bendung mengalir membasahi pipinya.


Sementara Andin melepaskan lenguhan nafas begitu lelah selesai berjuang antara hidup dan mati.


"Selamat Bapak Ibu Putra Anda lahir dengan Normal, Sempurna tanpa kurang 1 apapun."


Melakukan prosedur IMD (Inisiasi Menyusui Dini).


Andin menatap haru pada bayi didadanya.


Makhluk kecil yang baru melihat dunia kini tampak nyaman dalam dada Andin.


Mulut sang bayi mengatup ngatup mencari sumber makanannya sendiri.


Nalurinya memberikan sang bayi tak lama untuk menemukannya.


Andin merasakan airmatanya mengalir disudut mata mengalir hingga kepipi manakala bayi dalam dekapannya menikmati airsusu sebagai makanan pertama baginya.


Satya tak henti mengucapkan syukur pada Allah atas kelancaran dan keselamatan proses kelahiran sang anak.


Satya bersyukur Andin dan Anaknya bisa selamat dan Bayi tampan dihadapannya begitu tenang menikmati asupan asi langsung dari sumbernya.


Setiap ibu pasti ingin memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Nah, salah satu momen terpenting yang bisa membantu Ibu dalam hal ini adalah inisiasi menyusui dini setelah melahirkan. Inisiasi menyusui dini atau IMD punya manfaat penting untuk fisik serta emosional Ibu dan bayi. Apa saja manfaatnya?


Inisiasi menyusui dini (IMD) adalah tahapan paling penting untuk dilakukan ibu dan bayi setelah persalinan.


IMD adalah proses memberikan ASI sesegera mungkin pada si kecil dalam 30-60 menit setelah kelahirannya. IMD dapat memudahkan proses menyusui untuk ke depannya, terutama saat ingin memberikan ASI eksklusif.


Selain itu, adanya sentuhan kulit langsung (skin-to-skin contact) selama inisiasi menyusui dini juga dapat menjadi momen ‘perkenalan’ untuk memperkuat ikatan batin ibu dengan si kecil.

__ADS_1


Bayi pun bisa merasa semakin nyaman dan dekat dengan sang ibu, karena ia bisa terus didekap dan mendengar detak jantung Ibu sewaktu menyusui.


Cara memulainya sederhana. Setelah badan bayi diperiksa dan dibersihkan, perawat nantinya akan langsung meletakkan si kecil di atas dada Ibu.


Selama proses ini, tubuh Ibu dan bayi sama-sama dalam kondisi telanjang, dengan badan bayi ditutupi selimut agar ia tidak kedinginan.


Selanjutnya, biarkan bayi yang aktif bergerak sendiri mengikuti nalurinya untuk mencari ****** payudara Ibunya.


Selama proses IMD, Ibu tidak disarankan untuk membantu bayi atau sengaja memindahkan posisinya agar lebih cepat mendekat ke ******.


Biarkan keseluruhan interaksi antara ibu dan bayi yang baru lahir berjalan secara alami.


Setelah selesai prosedur IMD dan bayi sudah dibersihkan, Satya mengadzani putranya di telingan kanan dan ikhomah ditelinga kiri.


Andin menggendong anaknya.


Dipandangi wajah mungil didalam dekapannya.


"Ganteng seperti kamu Mas." Andin tersenyum melihat raut wajah putranya.


"Senyumnya manis kayak kamu Sayang." Satya mengelus dengan telunjuknya pada pipi putranya.


Perawat memberikan keterangan bahwa putra Satya lahir Hari Jumat, 20 Mei 2022, Pukul 08.00 pagi. Panjang 54 cm, Berat 3 kg.


Andin sudah dipindahkan keruang rawat inap.


Tampak Bunda Dona, Mama Shopia dan Dinda tersenyum bahagia melihat bayi tampan anak Andin dan Satya.


"Sayang, ini Oma nak, Oma Dona dan Oma Shopia."


Bunda Bunda Dona menggendong sang cucu.


Bergantian dengan Bunda Dona selanjutnya Mama Shopia kini menggendong bayi tampan Andin dan Satya.


"Ganteng betul cucu Oma. Sayangnya Oma. Haus? Mau mimi sama Mama ya?" Mama Shopia yang biasanya kalem tampak lebih ceriwis mengajak sang cucu berbicara.


Mama Shopia membantu Dinda yang ingin menggendong keponakan tampannya.


"Uluh,Uluh tayangnya Aunty Dinda. Ganteng bener cih." Dinda gemes sekali ia menghirup aroma bayi dan Dinda begitu candu dengan aroma keponakannya yang khas aroma bayi baru lahir.


Andin dan Satya tersenyum bahagia.


Kehadiran putranya menambah kebahagiaan ditengah keluarga mereka.


Dihati kecil Andin merasa sangat bahagia tak terkira.


Begitu banyak yang menyayangi putranya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2