Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 33 Kepulangan Bunda Dona dan Mama Shopia


__ADS_3

Satya, Andin dan Dinda ketiga sudah menunggu di bandara.


Rasa rindu terhadap kedua ibundanya terkasih membuat ketiganya tak sabar ingin segera bertemu.


Andin dan Dinda terus menatap lorong kedatangan.


Sementara Satya menghampiri membawakan keduanya minuman yang ia beli.


Tampak dua wajah yang dirindukan menatap kearah mereka dengan senyuman bahagia terpatri dalam bingkai wajah kedua wanita berusia senja namun tampak masih cantik.


Andin dan Dinda segera menghamburkan pelukannya kepada Bunda Dona dan Mama Shopia.


Satya tersenyum lega kedua ibundanya selamat dan dalam keadaan sehat wal afiat.


Keharuan begitu terasa saat ketiga putra dan putri mereka mencium tangan kedua ibunya dan memeluk dengan penuh kerinduan yang selama ini tertahan.


Rasa syukur mereka tak lupa panjatkan kepada Allah SWT dengan mukhjizat yang Allah berikan atas kesembuhan Mama Shopia dari penyakitnya.


Mereka kembali berkumpul bersama. Tinggal bersama selayaknya keluarga yang bahagia.


Kini Semua merasakan betapa kasih sayang Allah begitu nyata dan apapun akan terjadi selama Allah berkehendak.


Itulah kini yang dirasakan keluarga Satya.


Tiba dikediaman Satya.


Bunda Dona dan Mama Shopia beristirahat terlebih dahulu mengingat perjalanan panjang yang dilalui keduanya meski Satya memastikan betul keduanya naik first class namun usia tidak bisa dipungkiri berjam-jam dipesawat meninggalkan letih pada tubuh senja kedua ibunda.


Sementara itu Andin dibantu Dinda tampak menyiapkan makan malam untuk mereka.


Andin kali ini membuat soto betawi, gurame asam manis dan Sambal goreng hati udang.


Sementara Dinda membuat Es ketimun selasih dan Puding Mangga sebagai dessert.


Buah potong pun tersedia. Dinda juga membeli cake ditoko langganan Bunda Dona.


Ya memang mereka sengaja menyiapkan itu semua untuk menyambut kepulangan Bunda dan Mama.


Selain itu Satya dan Andin juga mengundang tetangga mereka Fandi dan Ibunya.


Ibu Fandy yang dekat dengan Bunda Dona dan Mama Shopia begitu senang sekali mendengar kabar kepulangan keduanya.


Tentu Ibunda Fandi berjanji akan datang malam ini melepas kerinduannya pada dua teman seusianya.


Andin dibantu assisten rumah tangga memastikan semua makanan siap.


Sementara Satya menyelesaikan beberapa pekerjaannya di ruang kerja sambil berzoom meeting dengan rekan kantornya.


Dinda mengecek apakah Bunda dan Mama sudah bangun.


Malam yang ditunggu tiba.


Tamu yang diundangpun telah datang.


Pelukan hangat dengan keharuan serta airmata kebahagiaan begitu nampak dari pertemuan Bunda Dona, Mama Shopia dan Ibunda Fandi.


Ketiga tak berhenti-henti saling berpelukan dan tampak airrmata bahagia membasahi pipi ketiganya.

__ADS_1


"Jeng Shopia, Alhamdulillah. Berkat Allah dan rahmatnya Jeng Shopia sehat dan pulih kembali." Ibunda Fandy saat memeluk Mama Shopia.


"Jeng Dona juga sungguh luar biasa. Besan terbaik dan paling the best." pelukan dengan nada bangga Ibunda Fandy pada Bunda Dona.


Ketiganya tertawa bersama dengan penuh suka cerita saling bertukar cerita pengalaman selama di Amerika.


Tak lupa Keduanya memberikan oleh-oleh pada Ibunda Fandy, tentu saja Ibunda Fandi begitu senang malah iya merasa merepotkan keduanya karena kepergian keduanya untuk berobat malah mengingat oleh-oleh untuk dirinya.


"Saya kok Yo jadi merepotkan Jeng. Tapi terima kasih banyak." Ibunda Fandi memeluk keduanya dengan senang.


"Ga repot kok. Memang sengaja kami beli inget Jeng. Semoga suka ya."


Satya berbincang dengan Fandi, sementara Andin dan Dinda menyiapkan makan malam mereka.


Mata Fandi lekat memandang Dinda mengekori setiap gerakan Dinda. Meski si empunya jiwa tak memperdulikan tatapan Fandi pada dirinya.


"Ayo ibu-ibu makan dulu yuk." Ajak Andin pada ketiga wanita seumuran itu.


"Sampe lupa, ayo Jeng kita nikmati masakan anak-anak kita." Bunda Dona mempersilahkan Ibu Fandi.


"Wah hebat betul. Siapa yang masak nih?" Ibu Fandi memuji sambil menatap Andin dan Dinda.


"Kami berdua tante. Silahkan dinikmati." Andin menjawab.


Semua duduk dikursi meja makan menikmati santapan makan malam sambil diselingi obrolan dan canda gurau.


Fandi menatap Dinda yang duduk tepat didepannya.


Disaat yang sama Dinda sedang diajak ngobrol dengan ibunda Fandi.


Semarah itukah Dinda pada dirinya?batin Fandi bertanya pada dirinya.


Selesai makan semua menikmati dessert di taman belakang dengan obrolan santai ringan.


Andin menyuguhkan es ketimun selasih buatan Dinda pada semuanya.


"Ini yang buat Dinda loh tante." Andin mempromosikan pada ibu Fandi.


Ibu Fandi menyeruputnya dan berkomentar positif.


"Segar ini es nya. Nak Dinda pinter ya. Nah kalo puding ini buatan Nak Dinda juga?" Ibu Fandi menanyakannya langsung pada Dinda.


Anggukan Dinda dan senyum mengembang dari bibir Dinda.


Fandi menangkap senyuman Dinda, seakan menular Fandi ikut tersenyum saat Dinda juga memberikan es kepada Fandi.


"Makasi Nda."Fandi tersenyum manis menerima gelas berisi es yang Dinda berikan.


Dinda hanya mengangguk melewati Fandi setelah memberikan es.


Pukul 21.00 WIB Fandi dan ibunya pamit pulang.


Ketiga ibu-ibu yaitu Bunda Dona, Mama Shopia dan Ibu Fandi saling bercipika cipiki dan berpelukan saat pamit undur diri.


Begitupun Ibu Fandi dengan Andin dan Dinda.


Kedua wanita cantik itu salim pada ibu Fandi dibalas ibu Fandi dengan bercipika cipiki dan memeluk keduanya.

__ADS_1


"Andin sehat-sehat ya, tante doakan lancar sampai persalinan tiba." Ibu Fandi mengusap lembut perut Andin.


"Terima kasih Tante. Oh iya jangan lupa jika Tante sempat minggu depan hadir tasyakuran 4 bulanan, Fandi juga datang ya." Andin mengundang ibu Fandi serta membahasakan Fandi untuk turut hadir dalam acara 4 bulanan.


"Insha Allah tante dan Fandi akan hadir."


"Dinda, terima kasih ya es dan pudingnya tante suka. enak."Ibu Fandi kembali memeluk Dinda dan mengusap pipi Dinda.


Dinda yang mendapat perlakuan seperti itu hanya tersenyum. Canggung ya itulah yang Dinda rasakan.


Fandi pamit pada semua orang tak terkecuali pada Dinda.


"Balik dulu ya Nda." Fandi mengajak Dinda salaman.


Dinda membalas uluran tangan Fandi dengan cepat.


Fandi merasakan Dinda masih menjaga jarak dengan dirinya.


Fandi sendiri kini semakin sulit untuk mendekati Dinda. Jangankan meledek seperti dulu, Dinda seakan acuh dan terkesan biasa saja apapun yang Fandi lakukan.


Keduanya cukup jalan kaki mengingat mereka adalah tetangga sebelah rumah.


Selepas tamu pulang.


Andin, Dinda dibantu asisten rumah tangga tampak berberes.


Sementara Bunda Dona dan Mama Shopia memilih beristirahat dikamar masing-masing.


Satya memilih mandi karena tubuhnya terasa gerah dan lengket bergegas masuk ke kamarnya.


"Sayang, Mas mandi dulu ya. Jangan lama-lama. Segera nyusul Mas ke kamar." Pamit Satya dengan melingkarkan tangannya dipinggang Andin.


"Malu Mas. Iya aku beres-beres dulu. Nanti nyusul." Andin masih sering salah tingkah saat Satya secara blak blakan mesra padanya dirumah apalagi banyak mata yang melihat meskipun hanya keluarganya dan pekerja dirumah.


"Dasar bucin!" Dinda berkomentar dengan sikap kakaknya.


"Biarin! Makanya cepet nikah biar ga iri. Lagian Didepan mata ada yang naksir malah dijudesin. Awas nanti orangnya keburu diambil orang nyesel loh!"


Satya ngomong atau menyindir tanpa dosa pada Dinda.


Kode keras yang ditunjukkan Satya mengarah pada Fandi yang diyakini Satya menaruh hati pada adik kesayangannya.


Dinda membulatkan matanya kearah Satya, sementara Satya hanya senyum cengengesan meninggalkan Dinda tanpa dosa menuju kamarnya segera mandi


Andin yang baru saja akan berkomentar, seketika mendapat pelototan Dinda mengurungkan niatnya.


Andin memilih diam saja dengan semua yang ia saksikan selama makan malam berlangsung.


Andin berulang kali mendapati Fandi menatap pada Dinda, namun Dinda yang ditatap Fandi tidak merespon.


Andin mengenal Dinda yang memang cukup keras kepala. Namun Andin juga tahu alasan Dinda bersikap begitu.


Dinda belum sepenuhnya puluh dengan hatinya.


Sebagai sahabat Andin hanya bisa mendoakan kelak Dinda dapat berdamai dengan hati dan dirinya sendiri dan membuka kembali hatinya untuk cinta yang baru.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2