
Baby A kini sudah berada dirumah.
Kini rumah mereka tampak ramai dengan suara tangisan bayi.
Tangisan Baby A lantang dan sangat keras.
Namun bagi Oma Dona dan Oma Shopia mereka malah senang akan hal itu katanya makin meriah suasana rumah.
Sebagai ibu baru Andin menikmati momen-momen berharga kebersamaan dengan Baby A.
Dari mulai begadang, Menyusui tengah malam, sampai Baby A yang sepanjang malam maunya digendong terasa pengalaman yang luar biasa.
Alhasil baru kurang lebih 1 minggu menjadi ibu, bobot tubuh Andin malah turun 5 Kg.
Bayangkan Baby A termasuk bayi yang kuat menyusui.
Alhamdulillah ASI Andin banyak dan lancar.
Andin juga sesering mungkin memompa ASI nya agar Baby A tidak kekurangan Stok ASI.
Hampir 2 jam sekali Baby A meminta menyusu.
Hal ini membuat Andin sering sekali merasa lapar.
Namun sebanyak apapun Andin makan tetap saja energinya terkuras.
Hari ini terlihat Gina tampak mengatur persiapan acara aqiqahan Baby A besok.
Segala persiapan, mulai dari dekorasi, pengisi acara, catering, Souvenir dan tak lupa Satya menginginkan adanya santunan anak-anak yatim.
Oma Dona dan Oma Shopia juga tampak sibuk menghubungi rekan-rekan, sahabat dan tamu undangan untuk acara aqiqah Baby A esok.
"Din, Coba telp Dinda minta tolong agar sekalian mampir ke toko kue langganan kita buat acara besok. Bunda kok bisa lupa ya mestinya pesan dari kemaren. Tapi semoga mereka bisa." Bunda Dona yang meminta tolong Andin.
"Andin telpon ya Bun." Andin memilih menelpon via kantor siapa tahu Dinda ga angkat telpon karena HP Dinda Lowbat.
Benar saja Dinda lupa melihat HPnya di tas, ternyata HP Dinda lowbat.
Dinda juga sudah bersedia untuk melaksanakan tugas dari Bundanya.
Sementara kini tampak pegawai butik Mama Shopia datang membawakan seragam untuk merapa pakai pada acara aqiqah baby A.
Baju seragam dengan warna mint menjadi pilihan keluarga untuk acara aqiqah besok.
Begitupun dengan Satya yang kini memiliki couple bersama Baby A.
Nuansa mint dan putih terlihat dalam dekorasi yang kini sedang dipersiapkan.
Terdapat Booth foto dengan ornamen cantik membuat gemas siapa saja ingin berfoto disana.
Kolam renang juga di dekor dengan indah membuat suasana aqiqah baby A besok begitu spesial.
__ADS_1
Andin kali ini hanya fokus mengurus Baby A.
Segala persiapan dilakukan oleh kedua Oma baby A dengan Gina dari WO.
Jika bayi lada umumnya sering sekali tidur berbeda dengan baby A yang aktif ga bisa diam.
Baby yang senang digendong, mungkin bau tangan, karena Oma, Tante dan Papanya senang sekali menggendong Baby A membuat baby A ga betah jika diletakkan di kasur atau box baby.
Malam hari kenyang menyusu Baby A sudah terlelap.
Satya sudah mandi dan menatap Baby A yang tertidur pulas dalam box bayi dengan senyum mengembang dari kedua bibirnya.
Menatap sang anak yang bak pinang dibelah dua olehnya, seakan melihat miniatur dirinya sendiri dalam wajah baby A.
Andin yang baru selesai mandi melihat Satya tengah berdiri dekat box Baby A menghampirinya.
Satya menyadari Andin mendekatinya.
"Sayang anak kita tampan sekali ya."
"Ya, seperti Papanya. Ganteng."
Satya menatap Andin. Menyandarkan dirinya di Box Baby A.
"Sejak kapan kamu menyadari aku ganteng? Satya coba mencari tahu.
"Sejak jadi Papanya Baby A." Andin berbohong.
"Dulu itu kamu itu Jutek dan Dingin. Kayak Beruang Kutub!" Andin mengingat pertemuannya pertama kali saat kerumah Dinda.
"Pasti kamu terpesona kan sama aku yang ganteng ini." Satya seolah tak terima dikatakan beruang kutub.
"Kalau kamu kenapa suka sama aku Mas?" kini Andin yang coba kepo.
"Ya sejak kita menjalani pernikahan ini." Satya menjawab lebih jujur.
"Itu karena aku memang cantik kan." Andin dengan pede.
"Lebih tepatnya cantik dan bawel. Tapi aku suka." Satya mencubit hidung Andin.
Satya tertawa melihat reaksi Andin.
Andin memberikan kode pada satya untuk tidak berisik takut membangunkan Baby A.
"Ok, Ok." Satya memelankan suaranya takut sang putra bangun.
Andin dan Satya keluar mereka bergabung dengan Bunda Dona, Mama Shopia dan Dinda.
Dinda tampak baru pulang. Kue- Kue pesanan Bunda Dona pun sudah ada.
Andin mendekati kedua ibunya yang sejak kemarin sudah sibuk mempersiapkan acara aqiqah Baby A.
__ADS_1
"Baby A sudah tidur Din?" tanya Bunda Dona.
"Sudah Bun. Bun ada yang bisa Andin bantu?"
"Sudah beres Din. Lagipula kamu fokus saja dengan Baby A, Baby A selalu haus kamu fokus urus Baby A saja. Ada Mama Shopia dan Dinda yang bantu Bunda." Bunda Dona paham betul aktivitas seorang ibu baru seperti Andin yang butuh banyak penyesuaian.
"Din, makan dulu. Satya kamu juga belum makan kan. Dinda ayo sekalian makan." Mama Shopia sedang membawa Sop sum-sum ke meja makan sebagai menu makan malam mereka.
"Wah Mama, harum sekali sop nya." Hidung Dinda begitu tajam bila mencium makanan yang sesuai seleranya.
"Dasar Kalo makanan heran gercep banget." Satya meledek Dinda.
Dinda hanya merespon Satya dengan memeletkan lidah saja.
Menikmati Sop Sum-sum, Perkedel Kentang, Bacem tempe dengan kerupuk udang membuat semangat makan malam kali ini.
Andin sejak melahirkan dan menyusui porsi makannya lebih banyak, namun berat badan Andin justru lebih turun dari sebelumnya.
Mungkin karena Andin menyusui dan Baby A tipe bayi yang kuat menyusu.
"Seneng banget kalian berdua makan dengan lahap. Satya ayo makannya tambah." Mama Shopia melihat Andin dan Dinda yang semangat makan serta Satya yang makan sedikit.
"Iya Ma, mungkin kebiasaan dulu pas Andin hamil makan ga banyak terbawa jadinya sampai sekarang." Jawab Satya pada Mama Shopia.
Entah sudah berapa kali Dinda mengisi ulang mangkuknya, begitu nikmat menyantap Sop Sum-sum.
Satya melihat Dinda rasa gatal jika tak meledeknya.
"Dikantor kamu kerja rodi Din." Satya geleng kepala melihat Dinda yang bertubuh langsing memiliki porsi makan yang banyak.
"Sirik aja kenapa sih kak!" Dinda sebal kakaknya senang sekali mengomentari selera makannya.
"Kalian berdua ini ga malu ya sama Baby A, masih aja berantem soal makanan." Bunda Dona melihat kedua putra putri layaknya dulu saat masih kecil sering berselisih.
"Oh iya, Aku lupa jeng belum mengabari tetangga kita jeng Arini, Ibunya Fandi." Bunda Dona luput mengirim WA pada Arini ibu Fandi.
"Tenang Jeng, saya sudah wa ke jeng Arini. Insya Allah akan hadir. Hari ini jeng Arini sudah sampai." Mama Shopia sudah mengabari Arini untuk hadir pada acara aqiqah cucu mereka.
"Syukurlah kalau begitu. Oh iya Jeng aku juga undang Dokter Alisha kebetulan masih di Indonesia" Mama Dona menginkan undangan via WA juga pada Dokter Alisha.
"Aku juga katakan pada Dokter Alisha kalau mengajak Daniel putranya." Mama Shopia menambahkan.
Dinda yang senang semangat makan tiba-tiba menyelesaikan makanannya.
"Loh mau kemana Din?" tanya Bunda Dona.
"Sudah kenyang Bun."
Dinda segera membawa bekas piringnya ke belakang.
Tentu saja yang lainnya saling menatap satu sama lain seolah berkata ada apa dengan Dinda.
__ADS_1
...****************...