
Memasuki pekan semester tentu buat sebagian siswa menjadi sebuah momok yang membosankan bahkan ada yang takut menghadapinya.
Entah sejak kapan jika mendengar kata ulangan atau ujian semua siswa seakan sepakat menjadi sesuatu yang tidak mengasikan.
"Sayang, jangan lupa sebelum mengerjakan soal baca doa dulu ya. Mama doakan semoga Abizhar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan ulangannya." Andin saat mengantar Abizhar ke sekolah.
"Anak Papa harus yakin dengan kemampuan sendiri, jangan curang ya! Papa yakin Abizhar pasti bisa. Bismillah ya Nak." Satya mengusap kepala Abizhar menanamkan nilai-nilai sportifitas pada putra sulungnya.
"Iya Pa,Ma. Abizhar masuk dulu ya. Assalamualaikum." pamit Abizhar seraya mencium tangan kedua orang tuanya.
Suasana kelas yang berubah mengikuti aturan sesuai ketentuan saat PAS (Pekan Akhir Semester).
Abizhar dengan absensi nomor 1 alias pertama tentu mendapatkan kursi persis berhadapan dengan meja guru atau pengawas ujian.
Tampak Andrew dan Angel berurutan dibelakangnya disusul Caca dan Dito.
Sebelum bel berbunyi kelimanya mengobrol bersama tentu saja obrolan mereka tak lepas seputar PAS yang akan mereka jalani sesaat lagi.
"Caca deg degan nih, hari ini PAS nya MTK, Caca kan ga begitu suka sama MTK!" Caca yang sudah mengeluh karena mata pelajaran hari ini yang diujikan adalah Matematika.
"Kalo Dito justru besok yang paling males, Bahasa Inggris. Tahukan Dito gimana?" Dito malah sudah mencemaskan hari esok.
"Aku malah bingung lusa, Bahasa Indonesia." timpal Andrew yang juga mendapat anggukan dari Angel.
Abizhar yang sejak tadi hanya sebagai pendengar tentu tak berkomentar apapun.
Tettttttt
Suara bel menandakan waktu PAS segera dimulai.
Suara langkah sepatu Miss Lala memasuki kelas.
Hari ini pengawas ujian mereka adalah Miss Lala.
Abizhar memberikan komando memimpin doa dan mengucapkan salam pada Miss Lala.
"Assalamualaikum Miss Lala." serentak siswa mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam anak-anak. Hari ini sesuai jadwal mata pelajaran yang akan diujikan adalah Matematika. Waktunya 90 menit. Alat tulis dan kartu peserta ujian silahkan diletakkan di atas meja. Ingat jangan sampai ada yang menyontek atau berbuat curang. Miss Lala tidak akan mentoleransinya. Jika ada soal yang kurang jelas atau tidak dipahami, segera beri tahu Miss Lala ya. Mengerti? Bisa kita mulai sekarang?" Miss Lala menjelaskan.
"Mengerti. Bisa Miss!" jawab serentak siswa.
Miss Lala mulai membagikan soal dan lembar jawaban. Tak lupa kertas burampun dibagikan sebagai tempat corat coret.
Semua alat komunikasi disimpan begitu juga dengan tas mereka.
Ekspresi beragam berasal dari wajah siswa saat mengerjakan soal MTK yang ada dihadapannya.
__ADS_1
Dito menggaruk keoalanya seakan sulitnya soal membuat kepalanya terasa gatal.
Sedangkan Caca bibirnya mengerucut menggemaskan seakan kesal mengapa soal dihadapannya begitu sulit ia jawab.
Andrew yang sudah menghabiskan 1 lembar kertas corat coret seakan kurang karena seringnya hasil hitungannya yang tak menemukan dalam pilihan jawaban.
Angel tampak mengingat-ingat rumus yang ia lupakan saat menemukan soal yang ia lupa saat ini.
Abizhar begitu tenang mengerjakan setiap soal demi soal.
Keningnya sedikit mengkerut saat Abizhar menyelesaikan soal-soal dihadapannya.
Miss Lala berkeliling mengawasi para siswanya yang kini berjuang mengisi dan mengerjakan soal Matematika.
Tampak senyum diwajah Miss Lala memperhatikan satu per satu raut wajah siswa siswinya yang beraneka ragam.
"Dito, kenapa kepalanya? Gatal?" Miss Lala yang sejak awal melihat Dito senang menggaruk kepalanya.
"Tidak Miss. Soalnya sulit." Jawab Dito.
"Tenang. Tarik nafas. Relax Dito. Kalo panik semua yang sudah kamu pelajari akan lupa." Miss Lala mengusap kepala Dito.
"Iya Miss. Terima kasih." Dito pun mengikuti saran Miss Lala.
"Aditia, Bagus! Miss mengawasi ya!" Miss Lala dengan sedikit memberi peringatan kepada kedua siswanya yang terlihat berkomunikasi mengenai soal ulangan.
Suasana hening tentu membuat semua sibuk dengan pikirannya masing-masing dalam menyelesaikan soal-soal.
"Waktu tinggal 10 menit lagi. Bagi yang sudah selesai jangan lupa jawabannya dikroscek lagi. Jangan sampai ada soal yang belum dijawab. Pastikan dan yakin sebelum jawaban dikumpulkan." Miss Lala memberikan informasi.
Abizhar sudah selesai mengerjakan soal.
Menatap kembali mengecek satu per satu jawaban yang ia isi di lembar jawaban meyakinkan diri bahwa Abizhar telah menjawab semua soal tersebut.
"Bismillah. Semoga hasilnya bagus!" batin Abizhar dengan senyum dibibirnya.
"Miss ini diletakkan dimana?"
"Letakkan lembar jawaban di kanan dan soal di kiri. Absensinya sudah ditanda tangani Abizhar? Indentitas nama dan nomor ujian serta mata pelajaran yang diujikan sudah diisi dilembar jawaban?"
"Sudah Miss."
"Kalau begitu silahkan kami tunggu diluar."
"Baik Miss. Terima kasih."
Senyum Miss Lala merespon perkataan Abizhar.
__ADS_1
"Untuk yang lain, Letakkan lembar jawaban di kanan dan soal di kiri. Absensinya jangan lupa ditandatangani, Indentitas nama dan nomor ujian serta mata pelajaran yang diujikan jangan lupa diisi dilembar jawaban." Miss Lala kembali mengingatkan kepada seluruh siswa.
Akhirnya Bell berbunyi tanda selesai PAS kali ini.
Semua siswa bergantian mengumpulkan lembar jawaban dan soal sesuai arahan Miss Lala.
"Semua sudah mengumpulkan? Miss Lala berharap semoga hasilnya bagus-bagus dan tidak ada yang remedial ya." Miss Lala sesaat sebelum meninggalkan ruang ujian.
Melepas stress pasca mengerjakan soal matematika selama 90 menit semua siswa tampak berada dikantin.
Angel memilih menikmati burger dan segelas milo ice tampak memakannya dengan happy.
Andrew yang baru sampai dengan sigap mencoba burger Angel dan tentu membuat Angel kembarannya kesal.
"Andrew beli sendiri, Angel lagi laper!" Angel yang tidak biasanya makan banyak hari ini begitu lahap mungkin efek stress.
"Kenapa Ca, merengut aja?" Dito yang melihat Caca manyun.
"Caca lagi sebel Dito, masa Caca baru inget, Caca tadi salah rumus, ya jadinya kawaban Caca salah. Huft, kesel deh!" Caca sedang menyesali jawabannya di salah sati soal yang ia kerjakan.
"Abizhar tenang banget ya, Emang bro kita satu ini keren." Andrew merangkul dan menepuk bahu Abizhar.
"Sama lah kamu juga Andrew, Top!" Abizhar memang tahu Andrew adalah siswa yang cerdas.
"Duh besok gimana nih?" Dito semakin cemas seakan Bahasa Inggris sudah dihadapan matanya.
"Slow Bro, gimana kalo kita belajar bareng. Caca ikut juga ya?" Andrew merangkul Dito dan mengajak Caca agar ikut belajar bersama.
"Caca telp Mami dulu deh." Caca meminta ijin ibunya.
Angel tiba-tiba mengajak Caca meninggalkan para cowok yang masih menikmati makanannya.
"Ca, ikut Angel yuk!" Angel tiba-tiba mengajak Caca.
"Ikut kemana Ngel?" Caca bertanya.
"Udah ikut aja.Ayo!" Angel menggandeng tangan Caca meninggalkan Andrew, Abizhar dan Dito.
Andrew menatap kepergian Angel dan Caca.
Sejak kemarin Andrew mengamati gerak gerik Angel yang aneh.
Andrew tak mengetahui sebab apa yang membuat Angel sejak kemarin moodyan dan sensitif.
Selain itu Angel yang biasanya jarang makan cenderung makan sedikit, sejak kemarin sangat menikmati makanannya.
"Mau kemana sih, tumben kita ga diajak?" Dito penasaran melihat Angel dan Caca yang sudah pergi.
__ADS_1
...****************...