Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 93 Class Meeting


__ADS_3

Seminggu berlalu melewati PAS (Penilaian Akhir Semester) hari ini diadakan Class Meeting di sekolah Abizhar.


Antusias para siswa mengikuti Class Meeting dengan beragam kegiatan dan perlombaan.


Hari ini keluarga Permana full team sengaja datang untuk memberikan dukungan pada Abizhar yang mengikuti pertandingan futsal disekolahnya.


Selain itu para orang tua dan wali murid juga tampak hadir menyaksikan putra dan putri mereka mengikuti perlombaan yang beraneka ragam.


Semua tampak semangat memberikan dukungan kepada putra putrinya masing-masing.


Para guru yang menjadi panitia kegiatan sekaligus mentor tampak sibuk menyiapkan perwakilan kelas mereka masing-masing agar bisa menampilkan performance terbaik.


Miss Lala sebagai walikelas 5A sedang menyiapkan siswa siswinya yang mewakili kelas dalam kegiatan Class Meeting.


Abizhar, Andrew, Dito, Aditya dan Bagas adalah perwakilan tim futsal yang akan bertanding melawan grup lain.


Dalam bimbingan sang pelatih Mr. Edo mereka kini sudah bersiap dilapangan mendengarkan setiap arahan coach Edo.


Abizhar sebagai pivot tampak siap dengan wajah seriusnya.


Andrew sebagai kiper tentu sana tampak fokus menatap lapangan dan berjaga.


Dito dan Bagas sebagai flank siap menahan serangan berada diposisi kiri dan kanan.


Aditya sebagai Anchor bertugas mengatur serangan dari belakang.


"Mas, putra kita gagah banget sih. Ya ampun aku merasa putra kecilku kini beranjak remaja. Rasanya baru kemarin aku melahirkannya." Andin menatap Abizhar dari tribun seolah tak percaya putra kecilnya yang dulu dalam gendongannya kini begitu gesit dalam setiap gerakannya di lapangan.


"Tentu saja Sayang. Siapa dulu Papanya. Abizhar, Ayo semangat Nak!" Satya berteriak memberikan semangat pada putra kebanggaannya.


Dinda dengan kacamata hitamnya adalah cara agar ia tidak mual saat melihat siswa yang bertanding dengan seragam futsal mereka.


Memang aneh, Dinda memiliki ngidam yaitu mual setiap melihat orang memakai pakaian bola atau futsal.


Hingga ia tahu cara mengatasinya. Kacamata hitampun menjadi andalan Dinda kini.


"Sayang, mual tidak?" Fandi mengkhawatirkan istrinya yang begitu semangat memberikan dukungannya pada sang keponakan.


"Sedikit, tapi ini sangat membantu." Dinda dengan kacamata hitamnya tentu begitu mencolok dikursi penonton.


Jangan tanya dengan trio oma yang tampak semarak dan sangat antusias mendukung Abizhar.


Miss Lala yang duduk bersama para guru menyaksikan pertandingan futsal tak kalah bersemangat mendukung siswanya yang sedang berlaga di lapangan hijau.


Dengan begitu ekspresif Miss Lala menyuarakan dukungannya kepada Abizhar dan tim.


Mr. Fajar yang duduk di sebelah Miss Lala tampak senang dan tersenyum sambil menikmati wajah cantik dan manis perempuan yang mencuri hatinya.


Tentu saja hal itu juga menarik sang pelatih Mr. Edo tampak memberikan senyumannya pada Miss Lala yang kini begitu cantik dan mempesonanya.


Tampak dikursi penonton Daniel dan Dokter Alisha datang untuk memberikan dukungan pada Andrew yang kini ikut bertanding.


Richard yang kini masih menemani Vera menjalani pengobatannya di luar negeri, dan sang oma yang memang belakangan kurang sehat membuat Daniel dan Dokter Alisha begitu terketuk akan kondisi kedua anak kembar yang saat ini membutuhkan dukungan dari mereka.


"Son, wajahmu kenapa? Senyum terus cemberut?" Dokter Alisha yang memperhatikan perubahan ekspresi wajah Daniel putranya.


Daniel begitu mengagumi kecantikan dan wajah manis Miss Lala namun seketika ia kesal dengan tatapan kedua rekan kerja Miss Lala yang menatap Miss Lala dengan tatapan memuja.

__ADS_1


"Syahla, mengapa hatiku begitu kesal melihat kedua larva itu menikmati senyuman manismu." batin Daniel kesal melihat Mr. Edo dan Mr. Fajar menatap Miss Lala dengan tatapan penuh cinta dan kagumnya.


Suara sorak begitu riuh terdengar saat waktu pertandingan selesai.


Abizhar dan tim memenangkan pertandingan dengan segala jerih payah dan kerja keras mereka.


Mr. Edo menepuk anak didiknya dengan bangga.


Andin dan Satya dengan senyuman lebar begitu bahagia mengaksikan kemenangan sang putra dan timnya.


Trio Oma tak kalah heboh saat kemenangan berada dipihak tim cucunya.


Miss Lala mendekati siswanya dan memeluk kelima siswanya, bangga itupah yang Miss Lala rasakan.


"Kalian hebat, luar biasa, Abizhar, Andrew, Dito, Aditya dan bagas, Miss Lala salut pada kalian. Terima kasih Sayang, Miss Lala bangga pada kalian!" Miss Lala memeluk kelima siswanya dalam mengusap kepala mereka bergantian.


"Coachnya dapet pelukan juga ga Miss?" canda Mr Edo sambil senyum.


"Terima kasih Mr Edo." hanya Miss Lala mengajak Miss Lala bersalaman.


Meski hanya bisa bersalaman, Mr. Edo sengaja lama menahan tangan Miss Lala dalam genggamannya.


"Mr. Edo, terima kasih. Anda coach yang luar biasa." Daniel segera menjabat tangan Mr. Edo menggantikan tangan Miss Lala yang sebelumnya digenggam oleh Mr. Edo.


"Terima kasih."


Daniel dan Mr. Edo bertatapan dengan tajam seakan keduanya perang dingin.


"Uncle!" Andrew memeluk Daniel.


"Good Job Boy! i am proud of you." Daniel menepuk bahu dan mengusap kepala Andrew.


"Papa, Mama,Oma!" Abizhar saat menerima pelukan Papa, Mama, dan Trio Oma menghampiri.


"Papa bangga sama Abizhar!"


"Keren, hebat anak Mama!"


Abizhar heran melihat Dinda yang dengan buru-buru menghampirinya dan memeluk keponakannya tentu saja langkah grasak grusuk Dinda membuat Fandi mengikutinya takut sang istri terjatuh.


"Aunty!"


"Keponakan Aunty paling the best!" Dinda memeluk Abizhar erat.


"Makasi Aunty. Kenapa pakai kacamata Aunty? masib mual sama ini?" Abizhar menyentuh seragam futsalnya.


"Iya. tapi jangan khawatir Aunty sudah pakai penangkal nya." Dinda menyentuh kacamata hitamnya.


Abizhar hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat tingkah Auntynya.


"Keponakan Uncle memang keren, top! Pokoknya ada hadiah dari Uncle, bilang mau apa hadiahnya." Fandi memeluk keponakannya.


"Terima kasih Uncle. Uncle memang terbaik, Nanti Abizhar kasih tahu, jangan disini." Abizhar sudah melihat lirikan sang Mama yang selalu paham anaknya akan meminta games tentu saja Andin sudah tahu siasat sang anak.


Fandi tersenyum melihat keponakan dan kakak iparnya.


Dito yang kini sedang bercanda dengan sang kakak dan orang tuanya juga tampak bahagia. Meski tetap saja Dito selalu jadi bahan becandaan kakak-kakaknya.

__ADS_1


"Adek Abang keren!" kakak Dito mengacak kasar rambut Dito.


"Abang, mulai lagi, adeknya dibecandain!" Bunda Dito harus melerai keusilan sang putra pada Dito si bungsu.


Acara ramah tamah pun dibuat pihak sekolah selesai pertandingan.


Tampak di Aula sekolah sudah disiapkan hidangan bagi rapa walimurid.


Semua orang tua dan walimurid menikmati dan saling berbincang mengenal satu sama lain.


Andin, Dinda dan Trio Oma tentu bergabung dengan para ibu-ibu lainnya.


Sedangkan para ayah berinteraksi pada sesama ayah lainnya.


Satya, Daniel, Fandi, para ayah dan guru-guru pria serta bapak kepala sekolah tampak sedang berbincang-bincang.


"Terima kasih kepada para orang tua, wali murid yang sudah hadir memberikan dukungan dan bersilahturahmi dengan kami dalam kegiatan Class Meeting ini." Bapak kepala sekolah dalam sambutannya.


"Kalian hebat!" Angel memberikan pujiannya pada teman-temannya dalam tim futsal.


"Keren, Top banget sih sahabatku!" Caca dengan mengacungkan jempol.


"Kamu baru tahu Ca, kami itu memang tim futsal paling keren!" Dito menanggapi.


"Ok, kali ini Caca setuju!" tanpa ada pertikaian antara Caca dan Dito.


"Kalian hebat! Miss Bangga!" Miss Lala yang kini berada diantara para siswa nya ikut dalam obrolan murid-muridnya.


"Siapa dulu coachnya, ya anak-anak?" Mr. Edo melibatkan diri dalam obrolan antara walikelas dan siswanya.


"Tentu Mr.!" seru tim futsal asuhannya kompak.


"Terima kasih Mr. Edo." Miss Lala kedua kalinya mengucapkan terima kasih.


Senyum Miss Lala membuat hati Mr. Edo bahagia membuat tertular ikut tersenyum.


"Cie Mr. Edo, senyum-senyum ke Miss Lala!" Bagas dan Aditya meledek sang guru.


"Hello Boys! congrats, kalian hebat! Oh iya Uncle mau mengajak kalian tamasya, sebagai hadiah kemenangan kalian." Daniel yang kini sudah berada diantara mereka.


"Asik! kemana Uncle?" Andrew tampak semangat.


"Bebas, kalian pilih tempatnya dimana saja dan kapan saja waktunya. Miss Lala wajib ikut. Karena Uncle tak sanggup menjaga kalian semua sendirian disana." Daniel dengan wajah tersenyum menatap pada Miss Lala.


"Uncle, kami ga diajak?" Angel menghampiri bersama Caca dan teman-teman wanitanya.


"Tentu kalian semua ikut. Ya kan Miss Lala?" Daniel bertanya pada wanita yang ingin sekali ia segera labeli it's mine.


Miss Lala menjawab dengan anggukan.


Mr. Edo dengan wajah kekinya menatap tajam pada Daniel.


"Oh iya, sebagai coach Mr. Edo juga boleh ikut bersama kami. Saya mengucaokan terima kasih. Karena Mr Edo sudah melatih mereka dengan baik." Daniel dengan tatapan pada Mr Edo yang disambut tajam oleh Mr Edo.


"Wah Caca seneng bangek, Makasi Om Jeruk!"


"Sama-sama Caca." Daniel tersenyum menjawab Caca dan melirik kearah Andrew keponakannya yang selalu tersenyum bahagia menatap Caca.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2