Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 103 Couple GG SAH


__ADS_3

"Saya terima nikah dan kawinnya Ginara Khairunisa binti H. Ahmad Sofyan dengan Mas Kawin seperangkat alat shalat dan 100 gram logam mulia dibayar tunai." Gilang mengucapkan ijab kabul dalam sekali tarikan nafas.


"Bagaimana saksi, SAH?" tanya penghulu.


"SAH!"


"SAH."


"SAH!!!"


Gilang melepas jabat tangannya dengan Babeh Sofyan ayah Gina yang kini resmi sebagai bapak mertua Gilang.


Gina yang tampak cantik dengan kebayanya diapit oleh Andin dan Dinda masuk ke dalam Masjid untuk menemui Gilang yang kini sudah SAH menjadi suaminya.


Gilang menatap Gina yang kini resmi sebagai istrinya.


Gina mencium tangan Gilang dengan takzim.


Gilang mengecup kening Gina cukup lama.


"Bro dilanjut nanti dong!" Satya usil meledek Gilang yang memang cukup lama mendaratkan diuman dikening Gina.


Sonrak saja Andin mencubit pinggang suaminya.


"Mas!" Andin membolakan matanya.


"Becanda Sayang." Satya meringis meski kecil cubitan Andin terasa pedih dipinggangnya.


Gilang dan Gina kini meminta restu kepada kedua orang tuanya.


Sebagai orang tua dari keduanya tentu mereka memberikan wejangan kepada Gilang dan Gina yang kini akan mengarungi bahtera rumah tangga.


Gilang begitu bahagia hingga tak henti ia menatap Gina membuat Gina tersipu malu dengan tingkah suaminya.


"Abang, jangan ngeliatin gitu ah. Malu!" Gina menyenggol lengan Gilang dengan bahunya.


"Yang romantis dikit kenapa Neng sama suami. Dicium gitu!" Gilang semakin menjadi menggoda istrinya.


"Abang masih punya utang sama aku."


"Utang apa sih Neng Gina sayang?" Gilang mencolek dagu Gina.


"Ih malu bang, tuh ada Babeh, Nyak dan Bunda."


"Abang ga punya utang, yang ada juga nanti malem Abang bakal minta jatah ke Neng, Udah siap kan?" Gilang menaikkan kedua alisnya.


Gina membolakan matanya tampaknya bakat modus suaminya semakin menjadi.


Resepsi pernikahan Gilang dan Gina diadakan di malam hari keduanya tampak menerima banyak ucapan selamat.


Rekan kantor Gilang turut hadir memberikan ucapan dan sekaligus menggoda Gilang yang memang terkenal humoris.

__ADS_1


"Selamat ya Gin, Semoga kalian cepet dapet momongan." Hayati dan Haikal bersama kedua anaknya menghadiri pernikahan Gina dan Gilang.


"Terima kasih Kak Aya, dan Bang Haikal. Wah Jagoan ngantuk ya?" Gina mengopeni putra pertama Aya dan Haikal.


"Iya nih, kalo adeknya malag seger banget tuh." Aya sambil melirik sang anak yang kini dalam gendongan Haikal suaminya.


"Siapa Yang?" Gilang bertanya.


"Itu tadi cucunya Kong Ali, Ka Aya dan suaminya Bang Haikal. Dan itu kedua anak mereka." Gina menjelaskan.


"Tapi kayaknya dia ga kayak kamu Yang bar bar?" Gilang menatap istrinya yang sudah teruji jurus silatnya.


"Jangan salah Bang. Kak Aya itu guru silat juga seperti Kong Ali. Suami Bang Haikal gitu-gitu walaupun Rektor Jago silat juga. Mau coba? Aku bilangin ya?" Gina menakuti Gilang.


"Bukannya aku takut Yang. Tapi malam ini aku ada tanding yang lebih penting. Iya kan?" Gilang cengengesan sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Selamat Gina. Semoga cepet nyusul dapet momongan." Tasya datang didampingi suaminya Abimana.


"Makasi Mbak Tasya dan Pak Abi. Wah udah berapa bulan Mbak?" Gina mengusap perut Tasya.


"Jalan 30 minggu." jawab Tasya.


"Semoga lancar dan sehat Mbak sampai persalinan." jawab Gina.


"Yang tadi anak dan menantunya Pak Kapolri kan?" Gilang bertanya.


"Iya. Mereka itu so sweet deh Bang. Waktu Pak Abimana melamar Mbak Tasya, Pak Abimana di Prank sama Pak Kapolri." Gina yang diceritakan Tasya.


"Wah, mental baja juga sih berani ngelamar anak Jendral." Gilang manggut-manggut mendengarkan penjelasan istrinya.


"Ih, ngapain sih. Gw udah punya bini nih! Lagian Lw udah punya buntut juga. Noh laki Lo udah melotot. Sono makan!" Usir Gilang pada rekan kantornya yang dulu sempat naksir Gilang tapi sudah menikah dan punya dua anak.


"Bagus banget, cipika cipiki depan istri sama mantan. Masih inget rasa Bang!" Gina dengan sinis.


"Ya ampun Neng. Ga ada yang diinget. Ga pernah pacaran juga. Cinta Abang buat neng Gina seorang." Rayu Gilang.


"Alah,,, Gombal! Fix nanti malam ga ada belah duren. Yang ada nanti malem kita atraksi palang pintu!" Gina melotot ke arah Gilang.


"Masa palang pintu Neng. Tadi pagi kan udah." Gilang coba bernegoisasi.


"Selamat Bro. Akhirnya Jones laku juga. Untung ada yang mau!" Satya bukan memberi selamat malah meledek.


"Dasar temen laknat Loh. Bukannya kasih kado, malah ngeledek!" Gilang menerima pelukan Satya sahabat plus rekan ledekannya.


"Gina,,, Ya Allah adik Mbak sekarang udah punya suami. Pokoknya samawa kamu sama Gilang ya. Gilang, awas jangan macem-macem!" Ancam Andin saat memberi selamat keduanya.


"Siap Nyonya Satya. Aku kan 11 12 sama Satya setia dan bucin." Gilang masih saja sempat membawa nama Satya sambil melet kearah Satya.


"Sombong. Baru juga Sold Out!" dengus Satya.


"Gina, Gilang, Couple GG, selamat ya. Cepet nyusul. Pokoknya gercep Gin! Oke?" Dinda dengan kode kedipan mata pada Gina seolah ada pembicaraan rahasia hanya mereka yang tahu.

__ADS_1


"Mbak Dinda repot-repot. Makasi ya. Gina menerima sebuah paper bag dari Dinda."


Fandi tang mendampingi istrinya turut memberikan ucapan selamat pada Gilang dan Gina.


Kehamilan tak menyurutkan sikap atraktif Dinda membuat Fandi sering khawatir takut istrinya jatuh dan terjadi hal yang tak diinginkan.


Seperti saat ini dengan gerakan cepatnya Dinda menuruni tangga selepas dari pelaminan Gilang dan Gina membuat Fandi khawatir keselamatan istrinya.


"Adek Kakak kompak banget ya ngasih kita hadiah langsung ketangan begini."


Gilang menerima kotak kecil yang satya selipkan di kantong celana Gilang. Sedangkan Gina menerima paperbag dari Dinda yang keduanya tak tahu apa isi dari kado keduanya.


Tamu-tamu undangan begitu banyak berdatangan memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.


Gilang dan Gina yang merupakan anak satu-satunya dari kedua belah pihak membuat tampak banyak rekan kedua orang tua mereka turut hadir dalam resepsi keduanya.


"Selamat yang Gin. Semoga kamu bahagia. Selamat ya!"


"Makasi Arfan." Gina menerima uluran tangan Arfan yang mengucapkan selamat kepada keduanya.


"Duh, terharu ya yang dikasih ucapan sama mantan?" Gilang dengan wajah meledek namun hatinya kesal melihat tatapan Arfan pada Gina.


"Apaan sih Bang. Masa lalu kali." Gina malas membahas.


"Ya tapi ga usah ditatap juga dong. Ntar CLBK lagi! huh!" dengus Gilang kesal.


"Cie, Abang Ganteng cemburu ya?" Gina menyolek pinggang Gilang.


Gilang sebenarnya geli namun gengsi menahan sebisa mungkin kelitikan Gina.


"Eneng jadi gemes deh sama Abang!" Gina merajuk tersipu malu.


"Ih Neng mah gemesin Abang. Jadi pengen langsung bawa ke kamar." Gilang dengan tatapan mesumnya.


"Masih 1 jam lagi Bang."


Gina menunjukkan jam di tangan Gilang.


"Kenapa lama banget sih. Kita kabur aja yuk Neng?" Gilang dengan asal.


"Huh! Dasar!"


Lagi-lagi Gilang mendapat cubitan dipinggangnya daei Gina.


"Awas aja. Nanti Abang bales jangan minta ampun ya!" bisik Gilang ditelinga Gina.


Gina dengan senyuman smirk nya menatap Gilang dan berbisik


"Siapa takut!"


...Sepertinya bakal seru nih acara belah duren Gilang dan Gina? Readers mau ikut ga? Siapa tahu Couple GG mau live streaming nanti malem. Jangan tidur dulu ya....

__ADS_1


...Jangan lupa doanya Gilang dan Gina ya!😄...


...****************...


__ADS_2