
Andin sedang meeting dengan tim WO mempersiapkan project klien mereka yang dilaksanakan 2 minggu lagi.
Tema project kali ini adalah international wedding.
Andin dan tim membahas bersama klien apa saja yang menjadi keinginan dan harapan klien pada pesta pernikahannya.
Dari mulai venue, dekorasi, wadrobe, menu, undangan sampai souvenir dibicarakan secara terperinci.
Andin dan tim selalu mengutamakan kepuasan para kliennya.
Andinpun sengaja merekomendasikan pelatih dansa bagi kedua mempelai yang ingin ada sesi bridal dance.
Selain itu juga para bridesmaid akan menampilkan flash mop saat resepsi pernikahan.
Membayangkannya saja tentu sangat seru sekali konsep yang diusung klien semaksimal mungkin akan diwujudkan oleh Andin dan tim.
Tempat jam makan siang, Andin dan tim bersama klien mereka lunch sekalian test food.
Berbagai menu western tersaji sebagai representasi saat resepsi dilaksanakan.
Jangan cari rendang dan semur kali ini, karena konsepnya international wedding, klien Andin berdarah blasteran Prancis - German - Itali.
Tentu saja menu-menu makan siang kali ini dalam rangka test food juga bertemanakan negara tersebut.
Beberapa menu yang disajikan disetujui klien dan ada sedikit tambahan dari klien untuk menu lainnya.
Venue yang dipilih pun tampaknya sangat mendukung konsep dari pernikahan tersebut.
Sesi makan siang selesai, Andin masih melanjutkan meeting dengan klien bersama beberapa designer pakaian, perhiasan dan sepatu.
Nama-nama besar dan kondangan di Indonesia kali ini ikut dalam meeting kali ini.
Sebut saja Rinaldy Yunardi didapuk sebagai pembuat Wedding Crown mempelai wanita, Sementara Wong Hang mempersiapkan tuksedo bagi mempelai pria dan tak ketinggalan Sebastian Gunawan dengan sentuhan Gaun -gaun cantiknya bagi mempelai wanita.
Adapun perhiasan yang akan digunakan oleh mempelai wanita akan dipesan khusus dari Cartier tak lupa Sepatu mempelai wanita dipercayakan pada Brand Manolo Blahnik.
Tampak meeting berjalan dengan lancar.
Klienpun tersenyum puas.
Andin dan tim sangat bahagia karena bisa memenuhi harapan klien mereka.
Usia kehamilan Andin sudah memasuki ke 4 bulan.
Namun Andin tak sedikitpun terganggu dengan hal tersebut.
Kedua orang tua calon mempelaipun yang berwarga negara asing begitu respek dengan kinerja Andin yang dianggap sangat profesional.
Tak terasa selesai urusannya hari ini nyatanya matahari hampir terbenam.
Andin belum mengecek HP nya, karena memang Andin jika sedang bekerja sebisa mungkin bersikap profesional.
Satya suaminya memanggil Andin di panggilan telpon sebanyak 5 kali.
Andin menelpon balik sang suami yang pasti sudah cemas.
__ADS_1
"Assalamualaikum." Andin mengucap salam.
"Waalaikumsalam. Alhamdulillah. Akhirnya. Lagi sibuk ya Sayang?"Satya lega mendengar suara istri tercintanya.
"Maafin aku ya Mas, tadi meeting 2 sesi dengan klien yang sama. HP aku silence. Maaf ya Mas" Andin dengan tulus meminta maaf pada Satya sang suami.
"Maafin ga ya?" Satya mulai menggoda sang istri.
"Mas jemput aku ya?" Andin merengek manja pada Satya.
"Jemput ga ya?" kembali goda Satya.
"Mas,aku tanpamu hanyalah butiran debu." Kali ini King Gombal dibalas oleh Queen gombal.
"Oh, Cintaku ku mau tetap kamu." Satya justru mengutip sebuah lirik lagu milik Marcel Siahaan.
"Mas, " Andin merengek meminta suaminya menjemput.
"Apa?" Satya tetap senang menggoda.
"Ywd aku pulang minta jemput Dinda aja." Andin pura-pura ngambek.
"Dinda? Ga bakal bisa dia." Satya dengan nada meledek.
"Sotoy."Andin menganggap Satya hanya meledek saja.
"Beneran, coba aja kamu telpon Dinda sayang." Satya memberi Andin kesempatan mengkroscek.
"Mas, Kangen." Kini Andin dengan jurus lain.
"Sejak kapan suami aku ganti nama jadi Dilan ya?" Andin hanya cekikikan mendengar gombalan milik Dilan yang pasaran kini digunakan juga oleh suaminya.
Kedua tertawa bersama.
Uh pasangan ini sweet banget sih.
Pengen nyubit Andin dan Satya aja nih!
"Sayang, Mas otw ya. Kamu istirahat dulu aja diruangan. Biar Mas yang keruangan kamu. Kamu tunggu dan berbaring saja dulu selagi nunggu Mas datang. Assalamualaikum." Satya mengakhiri obrolannya ditelpon dengan Andin.
"Waalaikumsalam. Hati-hati dijalan Mas."
Andin penasaran dengan kata-kata Satya soal Dinda.
Sepertinya Andin memang tidak mengalami ngidam selama hamil, namun tingkat kekepoan Andin selama hamil lebih tinggi.
Kini Andin segera menghubungi Dinda.
Cukup butuh waktu sampai Dinda menjawab telpon Andin.
Andin jadi khawatir, pikiran Andin jadi kemana-mana.
"Halo Din." jawab Dinda akhirnya.
"Assalamualaikum Din. Lagi apa?" Andin segera memastikan keadaan sahabatnya.
__ADS_1
"Lagi di RS. Maaf baru angkat. Ada apa Din? Dinda juga mencemaskan Andin yang menelponnya berulang kali.
"RS? Lo gapapa Din?" Andin kaget mencemaskan mengapa Dinda di RS.
"Ceritanya panjang, yang pasti bukan gw yang masuk rumah sakit. Gw cuma nganter. Nanti gw ceritain. Udah dulu ya." Dinda segera mematikan telponnya.
Andin lega Dinda baik-baik saja. Namun Andin kembali kepo siapa yang diantar Dinda ke RS?
Kenapa Dinda terdengar sangat khawatir?
Pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam benak Andin.
Hingga Andin tak sadar Satya kini sudah masuk dalam ruangannya.
Satya melihat kearah istrinya yang sedang beegumam sendirian dengan ekspresi yang bermacam-macam.
Satya tersenyum memperhatikan Andin yang masih sibuk dengan pikirannya namun tangan dan bibir Andin bergerak berbicara dengan dirinya sendiri.
"Assalamualaikum Ya Humaira, Andin Aisyah, Istri tercinta Satya Yudha Permana, " Satya sengaja mengeraskan suaranya agar Andin tersadar dari pikirannya sendiri.
Andin kaget mendapati suaminya sudah berada tepat didepannya.
"Waalaikumsalam Mas. Kapan Mas sampai?" Andin mencium punggung tangan suaminya.
"Waktu Istriku yang cantik lagi komat kamit sendiri." Satya tersenyum sambil melingkarkan tangannya dipinggang Andin.
Satya yang sejak tadi gemas dengan bibir ranum istrinya yang tampak komat kamit dengan lamunannya tanpa basa basi mengulum bibir ranum Andin dengan lembut dan lama.
Andin begitu menikmatinya hingga ia terlupakan dengan pikirannya yang sedang berspekulasi.
Satya masih asik menikmati bibir manis istrinya.
Istri yang selalu ia rindukan meski terpisah selama 8 jam kantor tetap membuat Satya rindu setengah mati.
Melihat Andin gelagapan kehabisan oksigen Satya melepaskan pagutannya.
Satya mendudukan Andin di meja kerja Andin.
Satya menciumi perut Andin menyapa sang anak dalam perut istrinya.
"Sayang Papa, lagi apa Nak? Papa kangen sama kamu."
"Hari ini makan siang apa sama Mama?"
"Oh iya, Mama tadi mikir apa sih, kasih tahu dong ke Papa, sampe ga sadar Papa dateng."
Satya memberondong banyak pertanyaan pada anak diperut Andin.
"Aku makan siang makanan orang bule papa."
"Ih Papa kepo ya sama Mama aku?"
Andin menirukan mewakili sang anak menjawab pertanyaan Papanya.
"Yuk Sayang langsung balik." Satya merangkul Andin mengajaknya segera pulang.
__ADS_1
...****************...