Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 108 Wedding Daniel dan Syahla (Miss Lala)


__ADS_3


Dengan sekali tarikan nafas, Daniel mengucap ijab qabul disaksikan oleh penghulu dan dua orang saksi. Suara SAH terdengar bersahutan dari semua yang hadir menyaksikan kedua anak Adam berikrar janji kepada sang pemilik kehidupan.


Tampak Daniel tersenyum lega.


Kini perempuan cantik berdarah Sunda itu resmi menjadi pendamping hidup Daniel.


Syahla Humaira binti Almarhum Bapak Carwinda telah resmi dipersunting Daniel Harold sebagai istri SAH nya.


Syahla mengenakan kebaya putih dengan siger Sunda membuat pancaran kecantikannya begitu mempesona membuat para tamu takjub tak terkecuali Daniel yang tersenyum lebar menanti kehadiran istrinya saat berjalan anggun menuju dirinya.


Menatap penuh cinta itulah arti tatapan Daniel saat memandang wajah cantik Syahla didekatnya.


"Cantik." Daniel berucap saat Syahla menandatangi berkas pernikahannya.


Ucapan Daniel meski pelan terdengar penghulu dan kedua saksi Satya, dan Fandi mampu membuat mereka tertawa melihat gombalan Daniel pada Syahla yang kini menjadi istrinya.


Syahla tentu saja wajahnya merah merona hanya saja saat itu blush on menutupi rona wajah Syahla yang tampak malu.


Daniel membacakan doa dan sighat taklik dihadapan istrinya disaksikan penghulu, saksi dan para undangan.


Keduanya kini meminta restu kepada Mommy Alisha yang kini begitulah Syahla memanggilnya dan Nenek Syahla karena kedua orang tua Syahla telah tiada sejak Syahla kecil.


Dokter Alisha tak mampu menahan air mata kebahagiaannya.


Masih terbayang masa-masa harus membesarkan Daniel setelah kepergian suaminya menghadap ilahi di negeri orang Dokter Alisha berjuang bagi dirinya dan Daniel kecil kala itu.


Begitupun Nenek Syahla, kecelakaan yang merenggut nyawa putra dan menantunya membuat ia harus berjuang menghidupi Syahla hingga sang cucu lulus kuliah S1 dan menjadi seorang guru.


Para undangan yang menyaksikan seolah larut dalam suasana dan moment haru yang tak terbendung.


Andin dan Gina yang bertugas mengiringi pengantin menemani Syahla, mengantarkannya sesaat setelah ijab qabul, mengapit di kanan dan di kiri, memenuhi keinginan Syahla yang telah dianggap sebagai sahabat sekaligus keluarga bagi Syahla.


Suami keduanya, Satya dan Fandi merengkuh bahu istri mereka masing-masing, menenangkan isak tangis kebahagiaan keduanya.


Satu persatu tamu yang hadir di acara akad nikah Daniel dan Syahla memberikan selamat kepada keduanya.


Resepsi pernikahan akan dilaksanakan pada malam hari.


Hingga keduanya masih memiliki waktu untuk beristirahat, melemaskan segala ketegangan yang tercipta hingga kata SAH menggema indah ditelinga keduanya.


"Wait, Kau masih belum boleh bertemu dengan istrimu dulu Dan." Dokter Alisha menahan saat Daniel akan memasuki ruang rias Syahla.

__ADS_1


"Mom? kami sudah suami istri, So?" Daniel tampak sudah ga sabar ingin menemui istrinya.


"Justru itu, nanti malam kalian akan resepsi. Mom ga mau kamu bikin menantu cantik Mom berantakan. Biar Syahla tetap cantik dulu sebelum kamu acak-acak." Dokter Alisha nyatanya tak kalah bar bar dengan Bunda Dona.


"Dan, sabar. Nanti malam sikat Bro!" Dinda dan Andin memasuki ruang rias Syahla ingin melihat persiapan Syahla untuk resepsi.


"Udah mending ikut kita aja Bro!" Fandi mengajak Daniel bersama Satya dan Gilang.


Dengan wajahnya yang menahan sesuatu membuat Daniel menjadi bahan ledekan ketiga pria beristri tersebut.


"Kayaknya Ananconda udah ga sabar banget ya Dan?" Gilang sambil terkekeh meledek Daniel.


"Slow Bro, be Calm!" Fandi menepuk bahu Daniel.


"Pelan-pelan aja, maklum lokal punya dilawan rudal Amerika!" Satya dengan somplak.


Daniel yang dibuat malu namun sudah diubun-ubun tentu menjadi sesuatu yang menarik untuk digoda oleh ketiga pria yang kini telah sold out.


Sementara di ruang rias Syahla tak kalah dengan perbincangan hot pria.


"Tampaknya kamu harus siap sedia plus ektra tenaga La, maklum yang bakal silahturahmi Rudal Amerika." Dinda dengan frontal dan tertawa bahagia.


"Seekstrim itu memang Mbak Andin?" Syahla dengan wajah paniknya menanyakan Andin karena ia gugup dan Andin terlihat tenang jadilah Syahla meminta pendapat Andin.


"Kalo yang lokal saja bikin KO apalagi made in America La, pasti kamu akan kelelahan." Pasca menikah dengan Gilang, Gina tertular gesrek dan otaknya telah tercemar akibat kemesuman sang suami.


Andin tertawa mendengarkan ledekan Dinda dan Gina mampu membuat wajah panik Syahla yang kini sedang dirias oleh MUA kondang yang menjadi langganan para artis dan anak pejabat.


Sang MUA pun merupakan salah satu MUA yang bekerja sama dengan WO milik Andin ikut menimpali.


"Aduh cantik, rudal made in Bule pasti ga pernah gagal bikin klepak klepak jeder! pokoknya durasi panjang, tahan lama dan dijamin Ye bakal ketagihan!" Sang MUA dengan kedipan matanya sambil membayangkan sesuatu yang membuatnya tersipu malu dengan nada manja suaranya.


"Ampun deh, si bestie. Ngebayangin apa coba? Ayo!" Dinda menepuk bahu MUA yang pembawaannya agak gemulai itu.


"Ih Mbak Dinda tahu aja, aku tuh lupa nama, tapi inget rasa!" tertawa malu-malu cowok gemulai yang saat ini merias Syahla.


"Anjay, bisa gitu ya lupa nama inget rasa. Emang rasanya gimana sampe ga bisa lupa cantik?" Gina tertawa puas dan meledek si gemulai.


"Ah Gina suka gitu deh, akika kan jadi mawar kawilarang."


"Yey, mawar kawilarang sama sapose sie?" Dinda kembali memancing.


"Adindang Cin, tokotek wa, rahasia!" dengan telunjuk dibibirnya memberi tanda.

__ADS_1


"Duh, cantik. Btw gedong ga dese?" Dinda semangat betul menggoda si gemulai.


"Uh,,, Gendong, plus endul terkendul kendul pokoknya Mbak!"


Gelak tawa terdengar dari kamar rias Syahla.


Syahla yang belum pengalaman hanya tersenyum mendengarkan sambil berpikir apa yang akan ia alami nanti malam.


"Bener ga sih? Ih kok ngeri sendiri bayanginnya." batin Syahla.


Lain di sisi pria dan sisi wanita, kini kita beralih kepada genk Oma-Oma cantik sosialita.


"Jeng Alisha akhirnya mantuan juga." Bunda Arini membuat perbincangannya.


"Ga nyangka ya, kita jadi deket begini, karena anak-anak kita." Bunda Sinta menimpali.


"Kayak kita bedua ga sangka bakal jadi besan." ucap Bunda Dona pada Mama Shopia.


"Aku juga ga terasa kini punya sahabat seperti kalian." Mama Shopia menimpali.


"Semoga anak-anak kita selalu saling mencintai sampai maut memisahkan." Doa Bunda Dona.


"Aamiin." serentak.


"Sebentar lagi jeng Arini dan jeng Dona mau punya cucu." Mom Alisha.


"Aku seneng banget, apalagi cucu pertama." Mama Arini.


"Doakan Gilang dan Gina ya, biar aku juga cepet punya cucu." Bunda Sinta menambahkan.


"Pokoknya semua bakal punya cucu dan banyak." sahut Bunda Dona yang kelak akan memiliki 5 cucu sebentar lagi.


Murid kelas 6A tampak menghadiri resepsi pernikahan guru sekaligus wali kelas mereka Miss Syahla.


Abizhar, Dito, Caca, Aditya dan Bagas terlihat disana dengan balutan busana resmi.


Para cowok menggunakan jas sedangkan wanita menggenakan gaun.


Andrew dan Angel menyapa semua teman-temannya yang sudah hadir di resepsi pernikahan uncle mereka tentu sangat senang.


Ada gurat kesedihan di wajah Angel karena Mommy dan Daddy nya yang tak bisa hadir dengan alasan ada pekerjaan yang tak bisa ditinggal.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2