
Kehamilan Andin memasuki trimester ketiga.
Perut Andin kini sudah membesar.
Andinpun disarankan mengikuti senam hamil oleh dokter kandungannya.
Pagi ini Satya mengantar sekaligus menemani Andin ke tempat Andin mengikuti senam hamil.
Satya melihat sang istri yang kini kehamilannya semakin besar menjadi lebih protektif terhadap Andin.
Satya mengusap lembut perut Sang istri yang sedang menikmati susu hamil dalam kemasan kotak selama perjalanan.
"Mas kenapa sih mandangin aku terus?" Andin melirik suaminya yang sering menatap dirinya.
"Mas semakin cinta dan sayang sama kamu Sayang." Satya mengelus lembut pipi istrinya yang kini lebih chubby.
"Aku gendut banget Mas. Lihat deh pipiku tembem banget kan?" Andin bercermin menunjukkan pipinya yang membulat.
"No Honey, You look so cute and beautiful."
"Ih Gombal!"
Andin mengerucutkan bibirnya tersipu malu mendapatkan pujian suaminya.
Andin mengikuti setiap arahan instruktur senamnya dengam sangat fokus.
Andin bercita-cita ingin sekali persalinannya kali ini bisa normal.
Namun Satya mengatakan apapun nanti baik normal maupun caesar tak mengurangi rasa cinta dan sayang Satya pada Andin.
Yang terpenting bagi Satya Andin dan anak mereka sehat dan selamat.
Selebihnya mereka akan mengikuti saran dokter karena dokter yang mengetahui bagaimana yang terbaik.
Satya melihat Andin yang antusias mengikuti sesi senam tersenyum dan sesekali ia memberikan tanda love layaknya oppa-oppa korea dalam drakor.
Tentu saja hal itu membuat Andin bahagia sekaligus Satya memiliki fans ibu-ibu hamil lain yang mengikuti kelas senam hamil bersama Andin.
"Mbak suaminya sweet banget sie. Kayak oppa - oppa korea." komentar salah satu wanita hamil yang juga diiyakan oleh wanita hamil lainnya dengan tatapan memuja pada Satya.
Andin tersenyum namun dalam hatinya, Ia tak rela bagi-bagi ketampanan suaminya pada wanita lain.
Satya yang tidak tahu apa yang Andin dan wanita hamil lainnya bicarakan malah kini membuat love dengan kedua tangannya dikepala.
Tentu saja wanita hamil disana begitu memuja ke romantisan Satya pada Andin.
Sementara Andin kini malah menekuk wajah cantiknya karena ia kesal keuwuan suaminya dinikmati bersama rasanya membuat Andin tak rela.
Sesi senam hamil pun selesai.
__ADS_1
Instruktur kemudian selalu memberikan semangat kepada para bumil dalam menjalani kehamilan mereka di trimester terakhir.
Instruktur juga tak bosan memberitahu manfaat apa saja dari senam hamil yang bumil lakukan secara teratur.
Manfaat Senam Hamil :
■Memperkuat otot dan sendi
■Memperkuat jantung dan paru-paru
■Membuat tidur lebih nyenyak
■Menurunkan risiko berat badan naik secara berlebihan
■Mengurangi nyeri pada tulang belakang atau nyeri punggung Mendukung tumbuh kembang janin
■Mengurangi ketegangan menjelang persalinan
■Meningkatkan stamina
■Lebih mudah mengembalikan bentuk tubuh seperti sebelum hamil
Andin mendengarkan dan ia juga sering mengulang gerakan senam hamilnya setiap hari diwaktu senggangnya.
Satya meminta Andin untuk cuti mengingat perut Andin tang makin membesar, namun Andin mengatakan ia tidak apa-apa dan menggunakan kesempatan bekerjanya agar banyak bergerak.
Satya mengizinkan dengan beberapa syarat salah satunya Andin tidak boleh capek.
Andin memang lebih banyak dikantor dan hanya keluar jika memang ada urusan kantor yang mendesak dan butuh penanganannya.
Andin juga sudah membimbing Gina menghandle meeting dengan klien.
Andin menyadari kelak ia akan memprioritaskan keluarganya meskipun Andin tak bisa berhenti bekerja.
Andin menghargai amanah Mama Shopia.
Andin yakin ia bisa menjalani perannya dengan baik.
Sebagai Anak, Menantu, Istri, sekaligus ibu bagi anaknya.
Andin yakin meski berat ia tetap optimis.
Buktinya diluar sana banyak wanita yang memiliki peran ganda sebagai ibu sekaligus wanita bekerja.
Satya pun tak pernah melarang keputusan Andin.
Satya menyadari Andin juga memiliki tanggung jawab akan amanah yang Mama Shopia berikan.
"Sayang, kenapa bibirnya cemberut begitu. Kode ya ingin Mas cium?" Satya tersenyum melihat istrinya kini sedang merajuk namun ia tak tahu alasan dibaliknya.
__ADS_1
"Mas besok ga usah ikut kelas senam hamil ya. Habis nganter langsung pulang atau nunggu diluar aja." Andin kesal mengingat para bumil yang menatap Satya memuja.
"Loh kenapa Sayang, Mas kan ingin menemanimu, memberikan semangat pada istri cantiknya Mas." Satya memang memiliki stok gombalan segudang tak habis merayu sang istri yang kini manyun terus selepas kelas senam hamil.
"Aku sebel masa temen-temenku lihatin Mas terus, muji-muji Mas bilang kayak oppa-oppa korea. apalagi waktu Mas begini." Andin nyerocos mengeluarkan unek -uneknya diakhiri mengulang gerakan Satya saat memberikan tanda love saat Andin senam hamil.
Satya tertawa kini ia tahu kalau istri cantiknya sedang cemburu pada dirinya.
Padahal Satya jujur akui sejak ia jatuh cinta dengan Andin tak pernah terbersit sedikitpun melirik wanita lain karena hati, pikiran dan jiwanya dipenuhi akan rasa cintanya pada Andin.
Bahkan Satya tak lagi memiliki perasaan apapun pada mantan pacarnya.
"Benar begitu Sayang?" Satya masih ingin melihat wajah menggemaskan istrinya saat ngambek memilih membuat Andin semakin cemberut.
"Oh jadi Mas seneng dipuji-puji wanita lain? Ih nyebelin. Baby lihat papa nakal Nak." Andin mendengus kesal kini mengajak serta sang anak diperutnya mengadukan segala kekesalannya pada Satya papa dari anaknya.
Satya yang takut Andin semakin marah ia akhirnya mengalah dan mengakui segala perasaannya pada Andin.
Andin menjawab kata-kata suaminya dengan malu-malu kucing dan mengatakan Satya pinter gombal.
"Sayang, bukti apa yang harus Mas lakukan agar kamu percaya bahwa Mas sangat mencintaimu dan tak pernah ada niat terbersit sedikitpun berpaling darimu. Bagaimana bisa orang lain masuk kehatiku jika disini telah penuh namamu?" Satya menunjuk dadanya sambil menatap penih cinta pada sang istri.
"Mas pinter gombal. Biasanya yang pinter gombal pinter bohong juga!" Andin masih mode ngambek.
"Apa perlu kening Mas kamu tulis " Milik Andin" biar kamu yakin?" Satya menunjuk dahinya.
"Hahahahaa, lebay banget Mas. Ga segitunya juga."
Andin tertawa membayangkan kening Satya jika benar ia tulis begitu.
"Sayang, aku tidak bisa menjanjikan apapun karena hari esok hanya Allah yang tahu. Namun Mas hanya bisa meyakinkan padamu bahwa hingga kini dan insha Allah selamanya akan selalu terukir namamu dalam hati Mas. Bagimana Mas bisa melupakan apalagi meninggalkanmu berpaling pada yang lain kalau semua yang mas sukai ada pada dirimu Sayang, istriku yang cantik."
"Duh, Duh, Duh yang begini nih, yang bikin rahim-rahim cewek-cewek anget." Andin layaknya netizen menggunakan istilah yang kini banyak muncul dikolom komentar pria-pria tampan.
"Mas akan selamu bikin rahim kamu anget dan buncit begini. Karena Mas selalu ingin sama kamu Sayang."
Kali ini Satya malah terbangkitkan nalurinya akibat perkataan Andin.
"Mas kita kok mampir kesini?"
Andin melihat Satya mengajaknya ke Hilton Hotel.
"Salah sendiri ngomong rahim anget, Tuh yang dibawah jadi terganggu Sayang."
Satya menghentikan mobilnya dan segera mengajak sang istri staycation di Hilton Hotel.
"Ih Mas ga bisa kepancing dikit."
Andin tersenyum mengikuti Satya yang menggandeng tangannya memasuki hotel tentu saja keduanya akan menghabiskan waktu dengan penuh sukacita.
__ADS_1
...****************...