
Rencananya hanta sekedar mengajak anak-anak sebagai hadiah kemenangan, namun akhirnya berubah menjadi liburan bersama.
Ya, para orang tua mereka akhirnya sepakat untuk membuatnya menjadi liburan bersama.
Karena itu setelah pembagian rapot barulah bisa direalisasikan.
Hal ini semua karena olah Trio Oma yang juga Oma Caca dan Oma Dito dan tentunya Dokter Alisha.
Oma Dona yang kala itu mendengar ajakan tamasya Daniel kepada anak-anak kemudian memiliki ide untuk sekakian saja liburan bersama.
Oma Dona juga dengan gerak cepat menghubungi sahabatnya Jeng Nita pemilik resort di bali sekaligus mengundang teman-temannya para sosialita diantaranya Jeng Dyah pemilik Brevilia Hotel, Jeng Widya istri bapak Kapolri Listyo dan tentunya Jeng Nita sang pemilik resort sekaligus CEO N'Beauty.
Hari ini akhirnya Liburan Bersama itu terwujud.
Mereka juga sepakat mengajak guru-guru dan kepsek beserta istri untuk ikut bersama mereka dalam trip kali ini.
Oma Dona sebagai pemrakarsa acara tampak begitu antusias.
Oma Shopia malah membuat kaos seragam bagi semuanya agar lebih terasa liburan bersama dimana yang perempuan berwarna pink dan laki-laki berwarna biru.
Sementara sang pencetus awal Daniel, sudah membooking beberapa tempat wisata permainan yang pastinya anak-anak suka.
Sekolah dijadikan titik kumpul mereka memulai perjalanan kali ini.
Rombongan besar kini sudah bergerak menuju bandara karena mereka tak lama lagi akan take off sekitar pukul 9 pagi.
Bali memang selalu mampu memanjakan pengunjungnya dengan pesona yang dimiliki.
Meski tak asing bagi sebagian orang Bali selalu saja membuat rindu dan ingin kembali bagi pengunjungnya.
Setelah landing rombongan memutuskan makan siang terlebih dahulu.
Abizhar dan teman-temannya tentu saja asik sendiri sementara para orang tua dan guru-guru tampak berkumpul berbincang sambil menyantap makan siang.
Andin, Dinda, Miss Lala, Mama Caca, Dan Bunda Dito mereka berada dalam meja yang sama.
Sementara para pria berkumpul bersama sesamanya asik mengobrol seputar pekerjaan, bisnis dan hobi mereka.
"Mom Andin kapan HPL nya?" Miss Lala bertanya pada Andin.
"Kurang lebih sekitar 2 minggu lagi."
"Aunty Dinda selamat ya, saya mendengar dari Abizhar kalau Aunty Dinda sedang hamil. Sudah berapa minggu?" Miss Lala kini bertanya pada Dinda.
"6 minggu Miss Lala. Miss Lala kapan nih nyusul?" goda Dinda.
Dengan tersenyum Miss Lala menjawab" Waduh Saya nikah aja belum Aunty, gimana bisa nyusul Aunty Dinda hamil." Miss Lala tersipu.
__ADS_1
"Nah justru itu, segerakanlah. Bukankah sudah ada, tuh yang disana." Dinda menggoda Miss Lala menunjuk kearah Daniel yang sejak tadi menatap Miss Lala.
"Eh,,, " Miss Lala kikuk dengan kata-kata Dinda.
Miss Lala tahu bahwa Daniel sempat menyukai bahkan ingin Dinda menjadi istrinya.
Miss Lala juga menyadari bahwa ia bukanlah wanita yang sepadan dengan Daniel, ia hanya perempuan biasa, seorang guru dari keluarga biasa. Bahkan ia juga anak yatim piatu, ia hanya tinggal memiliki nenek.
Tentu tidak sepadan apalagi sebelumnya Daniel naksir dengan Dinda yang notabene ceo dan berasal dari keluarga konglomerat.
"Sudah ga usah mikir lama-lama, nanti keburu disabet orang Miss." Dinda meyakinkan Miss Lala.
"Bener Miss, Daniel orang yang baik. Saya juga melihat kalau Daniel begitu tertarik pada Miss Lala. Dokter Alisha banyak cerita loh pada Oma Shopia, Omanya Abizhar." Andin dengan serius menjelaskan pada Miss Lala.
Miss Lala melihat kearah Daniel.
Benar saja si pria bule itu tengah menatap kearah Miss Lala dan tersenyum saat Miss Lala menengok kearahnya.
"Mbak untuk acara dihotel nanti malam sudab Gina kordinasi dan tentu kita akan bikin doorprise agar menarik. Ada sesi karaoke juga nanti sesuai permintaan Aunty Dinda." Gina menghampiri Andin melaporkan segala roundown acara nanti malam.
"Emang Gina paling TOP, makasi bestie!" Dinda mengacungkan jempol pada Gina.
Ya Gina tentu saja ada karena didapuk Andin untuk mengurus segala nya.
"Makasi ya Gin." Andin saat menerima laporan dari Gina.
"Duh Kayaknya ga cuma Miss Lala nih yang happy, pujaan hati kamu juga baru sampai tuh Gin." Dinda menggoda Gina menunjukkan arah kedatangan seorang wanita paruh baya dan seorang pria.
Gina pamit pada Andin dan Dinda melanjutkan pekerjaannya.
Padahal dalam hati Gina ingin sekali segera menghilang dari tempat itu karena malas bertemu dengan Gilang.
Oma Dona dan Oma lain beserta teman sosialitanya menyambut kedatangan Bunda Sinta ibunda Gilang yang merupakan teman satu circlenya.
"Duh maaf Jeng, semuanya aku baru sampe, nih nunggu cah lanangku tiba-tiba kepingin nganter." Bunda Sinta bercipika-cipiki pada semua teman-temannya.
"Tuh Satya disana Lang, ada Fandy dan Daniel." Bunda Dona memberi tahu kepada Gilang tempat kumpul para pria.
"Ok, Gilang kesana dulu ya, Tante-tante semuanya."
Gilang berjalan menuju tempat kumpul pria dan ia tak sengaja melihat Gina tentu saja segera Gilang dekati berjalan kearah Gina yang terburu-buru hingga mereka bertabrakan.
Bruk!!!
"Aowww!!!"
Keduanya mengaduh sakit karena tabrakan.
__ADS_1
Tentu saja mengundang perhatian orang disana.
"Loh bukannya itu Gina?" Bunda Sinta melihat memastikan benarkah gadis yang bertabrakan dengan Gilang adalah perempuan yang pernah kerumahnya mengantar Gilang saat itu.
"Jeng Sinta kenal dengan Gina?" tanya Mama Shopia.
"Benar berarti itu Gina. Gina itu pernah kerumah jeng, nganter Gilang waktu itu tangannya terkilir. Loh kok bisa kenal dengan Jeng Shopia?" tanya balik Bunda Sinta.
"Gina itu pegawai di kantor kami, Gina membantu Andin. Jadi saya tahu persis Gina. Kenapa Jeng, Gilang suka ya sama Gina?" tembak Mama Shopia.
"Nah itu loh Jeng Shopia, Gilang tuh suka sama Gina, tapi ya Gitu belum ada kelanjutannya." Bunda Sinta malah curhat.
"Gina itu anak yang baik Jeng Shopia. Kapan-kapan kita ngobrol deh." Mama Shopia senang jika Gina yang ia anggap layaknya putrinya bisa bersama Gilang.
"Wah aku seneng banget Jeng bisa mengenal Gina. Aku tuh sreg gitu sama gadis itu." Bunda Sinta tampak melihat kearah Gina dan Gilang yang kini malah sedang berbincang.
"Kenapa sih kalo ketemu lo pasti nabrak!" Gina dengan kesal.
"Itu tandanya kita jodoh Gin. Hurup awal nama kita aja sama, Gina, Gilang!" santai dan tersenyum respon Gilang akan misuhan Gina.
Gina mengabaikan Gilang dan hendak pergi.
"Heran ni calon istri, kalo lagi diajak ngomong calon suami jangan pergi dulu sih!" Gilang dengan tangannya menahan Gina.
"Pede banget! Mau gw piting lagi sampe terkilir?" Gina melotot dengan melepas genggaman tangan Gilang.
"Kalo kamu mau ga aku bawa kepelaminan?" Gilang justru semakin menjadi menggoda Gina.
"Stress!" Gilang membiarkan Gina berlalu meninggalkannya.
Gilang melanjutkan menemui sahabatnya Satya yang tengah bersama dengan yang lainnya.
"Hai semua!" Gilang mengapa dan bersalaman pada semuanya.
"Ngapain loh kesini?" Satya menatap dengan pertanyaannya pada Gilang.
"Sebagai anak yang baik ya gw nganter nyokaplah." Gilang sambil tertawa.
"Bilang aja mau ketemu Gina kan? Jangan cuma digombalin doang, Langsung lamar, ntar keburu disamber orang lagi." ejek Satya yang tak hanya Gilang yang tersindir tapi juga Daniel.
Satya yang baru menyadari ucapannya lantas kikuk.
"Bener banget tuh Kak, kalo cinta segera nikah takutnya disabet orang!" Fandi dengan sengaja menggoda kedua mantan rivalnya.
"No, Kali ini aku ga akan terlambat!" Daniel sambil mengacungkan telunjuknya.
"Sama! gw juga bakal secepatnya!" Gilang tak mau kalah.
__ADS_1
Satya dan Fandi tertawa mendengar reaksi kedua nya yang senasib dan sepenanggungan mantan rival Fandi.
...****************...