
Sesuai janji Fandi pada Abizhar yang akan mengajak calon keponakan pintarnya itu ke tempat-tempat yang menarik, kali ini Fandi membawa Abizhar dan keluarga ke American Museum of Natural History yaitu Museum Sejarah Alam Amerika.
Museum Sejarah Alam Amerika , lembaga yang didirikan di New York City pada tahun 1869. Ini adalah pusat utama penelitian dan pendidikan ilmu-ilmu alam. Ini mempelopori dalam ekspedisi lapangan yang meningkat dan dalam menciptakan diorama dan pameran manusia hidup lainnya yang menunjukkan habitat alami dan kehidupan tumbuhan dan hewan mereka.
Berbasis di Upper West Side Manhattan di New York, Museum Sejarah Alam Amerika didirikan di 1869 dan saat ini meluas ke 45 ruang pameran yang berbeda. Ini berfokus pada berbagai antropologi, zoologi dan biologi, dengan lebih dari 32 juta spesimen yang berbeda dari fosil, tumbuhan, hewan, batu, mineral dan sisa-sisa manusia awal.
Ada banyak koleksi fosil dinosaurus, meteorit besar, dan satwa liar Amerika asli dan makhluk laut yang dipajang.
Fandi menjelaskan pada Abizhar yang kini berada dalam genggaman tangannya karena sejak aaal masuk Museum Abizhar nempel bak perangko bersama Fandi.
Pameran fosil dinosaurus dan mamalia sangat mengesankan. Museum melakukan penelitian di bidang antropologi , astronomi , entomologi , herpetologi , ichthyology, invertebrata, mamalia , mineralogi , ilmu burung, dan paleontologi vertebrata.
Museum ini memiliki perpustakaan 485.000 volume tentang sejarah alam, serta koleksi foto, film, dan manuskrip.
Museum ini juga melakukan berbagai kegiatan pendidikan untuk masyarakat dan menerbitkan majalah bulanan Natural History . Planetarium Hayden, salah satu yang terbesar di dunia, merupakan bagian dari museum; ia memiliki 10.000 volume perpustakaan tentang astronomi dan Teater Langit berdiameter 75 kaki (23 meter).
"Uncle itu apa, seperti Dinosaurus?" Abizhar menunjuk ke arah sebuah Fosil berukuran besar.
Abizhar tidak takut, justru ia sangat antusias menarik Satya dan Fandi untuk segera membawanya mendekati fosil tersebut.
Sedangkan Andin dan Dinda keduanya sibuk wefie bersama begitupun dengan Trio Oma yang sejak tadi sudah lebih narsis justru Live Instagram.
"Papa zaman dulu sebesar ini hewannya?" Abizhar bertanya pada Papanya?"
"Iya sayang."
Abizhar dengan mata bulatnya begitu mengagumi fosil-fosil di Museum tersebut.
"Pa kalau di Indonesia Abizhar bisa lihat dimana fosil-fosil yang seperti ini?"
"Salah satunya ada di Museum Geologi di Bandung. Nanti jika Abizhar libur sekolah lagi Papa dan Mama akan bawa Abizhar juga ke tempat-tempat seperti ini. Karena di Indonesia negara kita tercinta juga banyak tempat-tempat menarik dan tempat-tempat bernilai sejarah Abizhar." jelas Satya kepada putranya.
"Waktu itu Abizhar pernah Study Tour Pa ke Taman Mini. Kapan-kapan kita kesana lagi yuk Pa, sama Mama, Oma-Oma, Aunty Dinda dan Uncle Fandi." Abizhar mengajak Satya untuk membawanya kembali ke TMII.
"Tentu, Abizhar waktu itu sudah ke Anjungan apa saja?" Satya bertanya.
"Banyak Pa, Waktu itu Mama ajak Abizhar ke Anjungan Jawa Tengah kata Mama, Opa Permana dan Mama berasal dari daerah Jawa Tengah. Lalu Mama dan Oma jiga membawa Abizhar ke Anjungan Sulawesi Utara tempat kelahiran Oma Dona." Abizhar sangat cerdas ia bahkan masih ingat moment Study Tour dari sekolahnya didampingi oleh Mama dan Oma Dona.
Satya bangga dengan sang putra yang semakin hari semakin pinter.
Dalam hati kecil Satya semoga kelak Abizhar tumbuh menjadi Pria yang sholeh, sukses, dan terus ingat dengan Allah SWT.
"Ayo Papa, Uncle, kita lihat-lihat lagi." Abizhar mengajak Papa dan Fandi mengelilingi Museum Sejarah Alam Amerika yang kini sedang ia kunjungi.
Para pengunjung dapat mengamati hampir 40 fosil yang terbentuk selama 90 juta tahun saat LA masih berada di bawah laut.
__ADS_1
Mereka dapat menjelajahi hewan-hewan prasejarah seukuran aslinya seperti seekor hiu yang berukuran lebih besar dari bus kota, dan menjumpai hologram hewan mirip cumi-cumi yang telah punah dan berenang melintasi Los Angeles 74 juta tahun yang lalu saat dinosaurus besar masih berkeliaran di pesisir California Selatan.
Banyak dari fosil tersebut ditemukan oleh warga biasa di Los Angeles, mulai dari pekerja konstruksi hingga warga di sekitar museum itu. Fosil-fosil yang ditemukan secara lokal tersebut membantu para ilmuwan memahami topografi kota di masa lalu dan saat ini.
...Tengkorak kepala Camarasaurus Lentus...
Selain menampilkan beragam fosil, di dalam Museum ini juga menampilkan beragam geologi, batu mulia dan mineral.
Koleksi Mineral dan Batu Mulia Nasional di museum ini adalah salah satu dari koleksi terpenting di dunia. Koleksinya terdiri dari batu mulia paling terkenal di dunia, termasuk Berlian Hope dan batu safir yang disebut Safir Bintang Asia.
...Berlian Hope...
Museum memiliki lebih dari 15 ribu batu mulia, 350 ribu batu mineral dan 300 ribu sampel batuan dan bijih.
Selain itu, Smithsonian memiliki sekitar 35 ribu meteorit yang dianggap sebagai salah satu koleksi terlengkap di dunia.
Berlian Hope adalah salah satu dari bintang pameran. Beratnya 45,52 karat dan dipercaya sebagai berlian yang membawa sial bagi pemiliknya.
Ketika dimiliki individu, hampir semua dari pemilik Berlian Hope mengalami kesulitan keuangan dan terpaksa menjualnya.
Safir Bintang Asia adalah safir terbesar di dunia, berasal dari Sri Lanka dan beratnya 330 karat.
...Gajah spesies Elephas Recki hasil ofset...
"Oma, Abizhar laper."
"Yok ikutin Oma, Oma tahu restoran yang enak. Pasti Abizhar suka." jawab Oma Dona.
Abizhar manggandeng tangan kedua Omanya, Oma Dona dan Oma Shopia.
Kini mereka sudah duduk di meja restoran menikmati makanan yang terhidang di depan mata.
"Mama Abizhar mau disuapin." rengek Abizhar.
Abizhar masih suka merajuk jika ia sedang capek dan lelah.
Biasanya Abizhar makan sendiri, namun tampaknya seharian di Museum dengan polah Abizhar yang sangat aktif membuat Abizhar kelelahan.
"Baca doa makan dulu sayang."
Abizhar mengangkat kedua tangannya dan berdoa sebelum ia menyantap makanannya.
"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar"
Artinya: "Ya Allah berkahilah rizki yang telah Engkau berikan kepada kami dan jauhkanlah kami dari siksa Neraka, Bismillah.."
__ADS_1
Abizhar mengusap wajahnya.
Semua yang mendengarkan mengaminkan doa yang Abzihar baca sebelum makan.
Abizhar menikmati makanannya dengan lahap disuapi mamanya.
"Ma, " Abizhar melirik sang Mama saat hendak menyuapi brokoli.
Tanpa kata-kata tatapan Andin membuat Abizhar paham ia harus memakannya.
Abizhar memakan brokoli dan mengunyahnya.
Andinpun tersenyum melihat Abizhar memakan brokoli yang ia suapi.
"Keponakan Aunty hebat betul, sekarang sudah mau makan brokoli ya." Dinda mengusap kepala keponakan gantengnya.
"Abizhar memang tidak suka brokoli?" kini Fandi menanyakannya.
Abizhar menggeleng namun seketika mengangguk.
Senyum mengembang dari semua keluarga yang melihat reaksi Abizhar seakan bimbang antara suka atau tidak.
"Dulu waktu kecil juga Uncle Fandi ga suka makan brokoli." Oma Arini kini bercerita mengenai masa kecil Fandi.
"Masa Oma? benar Uncle?" Abizhar penasaran karena kini ia melihat Fandi memakan brokoli itu.
"Iya. Betul. Tapi tahu ga alasan Uncle mau makan brokoli?" Fandi kini mengajak Abizhar berbicara.
Abizhar menggeleng cepat.
"Itu Vitamin yang bisa buat Abizhar jadi pinter dan ganteng." Fandi dengan asal dan pedenya mengatakan hal tersebut.
Dinda yang mendengarkan seketika tersedak dan batuk-batuk akibat ucapan calon suaminya.
Satya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, "Calon Adik ipar gue kepedean banget ya!" batin Satya.
"Oh jadi begitu Uncle. Ok deh. Abizhar mulai sekarang bakal makan brokoli biar pinter dan ganteng kayak Uncle Fandi."
Dinda kembali tersedak dan batuk-batuk.
"Aunty kenapa sih batuk-batuk terus. Aunty sakit?" Abizhar menanyakan mengapa Dinda batuk.
"Aunty Alergi Sayang." jawab Dinda.
"Alergi apa Aunty?" tanya Abizhar.
"Alergi orang narsis!" Dinda melirik Fandi, sedangkan Fandi hanya cengengesan membalas Dinda.
"Narsis itu apa Ma?" Abizhar bertanya kepada Andin Mamanya.
"Narsis itu kepedean!" bukan Andin namun Satya yang menjawab.
"Lucu ya Cowok-Cowok Tampan Keluarga kita." Oma Shopia sambil tersenyum mengatakannya.
__ADS_1
Semua tertawa mendengar hal tersebut sambil melanjutkan menikmati makanan mereka.
...****************...