
Satya bertindak sebagai wali nikah Dinda sudah siap.
Laki-laki pilihan Dinda yang akan melanjutkan amanah Ayah yang dilanjutkan oleh Satya sepeninggal wafatnya Ayah Permana kini seterusnya akan berada di tangan calon suami Dinda.
Satya membacakan kalimat Ijab dan disambut dengan Qabul oleh Fandi dan kini SAH sudah Dinda dan Fandi sebagai pasangan suami istri.
Kata SAH menggema bersamaan dengan penghulu dan para saksi yang menyaksikan kedua anak manusia yang kini berada dalam ikatan pernikahan.
Kini tidak adalagi aku dan kamu, yang ada hanyalah KITA.
Setelah ijab qabul terucap malaikat pun turut mengaminkan setiap doa yang tercurah kepada pasangan yang baru saja mengikat janji dihadapan Allah SWT dan disaksikan semua yang menghadirinya.
Kata SAH yang menggema mengantarkan Dinda yang kini diapit oleh Andin dan Oma Shopia menuju kearah Fandi.
Keduanya duduk sejajar, bersebelahan menandatangani buku nikah dan berkas-berkas yang disiapkan penghulu sebagai perwakilan Kantor Urusan Agama.
Penghulu meminta Dinda mencium tangan Fandi yang kini telah SAH menjadi suaminya.
Tatapan malu-malu Dinda membuat senyuman Fandi memenuhi wajah tampannya hari ini.
Fandi mengecup ubun-ubun istrinya.
Diletakannya sebentar tangan Fandi pada ubun-ubun kepala Dinda yang kini telah SAH sebagai istrinya sambil membaca doa setelah akad nikah.
"Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih."
Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.
Doa setelah akad di atas sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu hadis berikut, artinya:
"Jika dari kalian menikahi seorang wanita, maka ucapkanlah: 'Ya Allah sungguh aku meminta kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau ciptakan atasnya dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan apa yang Engkau ciptakan atasnya'. Dan bila seseorang membeli unta, maka peganglah ubun-ubunnya dan ucapkanlah seperti itu," (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah).
Fandi membacakan Sighat Ta'lik setelah akad nikah disaksikan penghulu, saksi, wali, orang tua, keluarga dan seluruh undangan yang menghadiri akad nikah Fandi dan Dinda.
...BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM...
...بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ...
...WA AUFUU BIL ‘AHDI INNAL ‘AHDA KAANA MAS’UULAA...
...وَأَوْفُواْ بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْؤُولاً...
...“ Tepatilah janjimu, sesungguhnya janji itu kelak akan dituntut.”...
...SIGHAT TA’LIK YANG DIUCAPKAN SESUDAH AKAD NIKAH SEBAGAI BERIKUT :...
Sesudah akad nikah, saya :
Fandi Rahadian Armando bin Armando berjanji dengan sesungguh hati bahwa saya akan mempergauli istri saya yang bernama : Dinda Kirana binti Permana dengan baik (mu’asyarah bil ma’ruf) menurut ajaran Islam.
__ADS_1
Kepada istri saya tersebut saya menyatakan sighat ta’lik sebagai berikut :
Apabila saya :
Meninggalkan istri saya selama 2 (dua) tahun berturut-turut;
Tidak memberi nafkah wajib kepadanya 3 (tiga) bulan lamanya;
Menyakiti badan atau jasmani istri saya;
Membiarkan (tidak memperdulikan) istri saya selama 6 (enam) bulan atau lebih,
Dan karena perbuatan saya tersebut, istri saya tidak ridho dan mengajukan gugatan kepada Pengadilan Agama, maka apabila gugatannya diterima oleh Pengadilan tersebut kemudian istri saya membayar uang sebesar Rp. 10,000,- (sepuluh ribu rupiah) sebagai ‘iwadl (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya.
Kepada Pengadilan Agama saya memberikan kuasa untuk menerima uang ‘iwadl (pengganti) tersebut dan menyerahkannya kepada Badan Amil Zakat Nasional setempat untuk keperluan ibadah sosial.
Jakarta, 6 Juni 2022
Suami,
Fandi Rahadian Armando, LLB., LLM.
Fandi menyerahkan Mas Kawin kepada Dinda berupa seperangkat alat shalat dan perhiasan.
..."Dinda, Istriku yang cantik ini Mas menyerahkan mas kawin. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan mas kawin dibayar tunai," ucap Fandi tersenyum sambil menyerahkan mahar tersebut dengan wajah yang memancarkan kebahagiaan....
Penghulu pun menuntun Dinda menjawab kata-kata Fandi saat menyerahkan mahar kepada Dinda istrinya.
..."Terima kasih Mas Fandi suamiku yang ganteng, yang gagah. Saya terima mas kawin dari Mas Fandi. Insya Allah akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," timpal Dinda menjawab mengikuti ucapan penghulu yang menuntun kata-kata Dinda....
Rona memerah dari wajah Dinda terlihat jelas terpancar.
Dinda yang biasanya bar-bar dan grasah grusuh hari ini tampak shy shy cat.
Tentu saja membuat suaminya menjadi semakin gemas.
...Fandi & Dinda...
Fandi dan Dinda memohon doa restu kepada orang tua mereka.
Bunda Dona dan Bunda Arini tamoak terus menagis penuh bahagia.
Kedua single mother yang sudah begiru hebat membesarkan putra dan putri mereka hingga kini diantarkan menuju gerbang pernikahan.
__ADS_1
Suasana haru tentu saja menular kepada semua undangan yang menyaksikannya.
"Sayang, Bunda titip Dinda. Didik Dinda menjadi istri yang sholeha, tegur dengan lembut jika Dinda salah. Jangan sekalipun berlaku kasar padanya. Jika Kamu sudah tidak mencintainya lagi, jangan beritahu dia, tapi katakan pada Bunda. Dinda jadilah istri yang taat dan patuh terhadap suami. Karena surga kamu berada pada keridhoan suamimu. Jangan sekalipun kamu membantahnya jika apa yang suamimu katakan adalah kebaikan dan benar." Bunda Dona dengan derai airmata melepas tanggung jawabnya dan kini dilanjutkan oleh Fandi sebagai suami Dinda.
"Iya Bunda, insha Allah Fandi berjanji dan akan selalu mengingat pesan Bunda."
"Bunda Dinda janji akan mendengarkan nasehat Bunda."
"Sayang, kini kamu sudah menjadi seorang suami. Seorang kepala keluarga. Jadilah imam bagi istri dan ayah bagi anak-anakmu yang bijaksana. Dengarkan pendapat istrimu selama demi kebaikan, dan ingat dibalik suami yang hebat ada seorang istri yang sangat berharga maka jangan sekalipun kecewakan atau berfikir mengkhianatinya Nak. Dinda, Bunda titip Fandi, ingatkan jika ia salah, dampingi setiap langkahnya. Saling asah, saling asih dan saling asuh ya Nak." Bunda Arini memeluk putra dan putrinya.
"Kak, terima kasih selama ini kakak sudah menjaga, merawat dan mengisi kekosongan ayah bagi Dinda. Dinda mohon agar kak Satya bisa memaafkan semua kesalahan Dinda pada kakak selama ini. Kak, terima kasih." tangis Dinda tak lagi terbendung saat sungkeman dengan Satya kakaknya.
Satya yang biasanya selalu mampu membuat Dinda kesal karena kejahilannya kini seolah semua tak tampak, Satya memeluk Dinda, adik yang ia jaga sejak kecil sepeninggal ayah yang telah wafat.
Kilatan memori memenuhi ingatan Satya.
Kini adik kecil yang ia jaga, ia lindungi sudah menjadi seorang istri.
Satya memberikan tongkat estafetnya kepada Fandi sebagai suami Dinda yang kini berhak atas Dinda sepenuhnya.
"Jadilah istri yang baik dan taat kepada suami. Fandi, kakak titip Dinda, lanjutkan amanah almarhum ayah. Bimbing Dinda kejalan yang baik. Kakak doakan pernikahan kalian Sakinah, Mawwaddah dan Warrahmah." Satya memeluk Fandi yang kini berstatus sebagai adik iparnya.
"Insya Allah Fandi akan mengingat dan meneruma amanah Kak Satya dengan sebaik-baiknya."
Kedua sahabat yang tampak menangis haru, berpelukan.
Sahabat yang berubah menjadi Kakak dan Adik ipar.
Sahabat yang ada dalam suka dan duka.
Tak ada kata-kata yang dapat keduanya utarakan hanya airmata kebahagiaan yang terus mengalir dari keduanya.
Tanpa mereka sadari dengan kompak keduanya sama-sama melontarkan kata-kata yang sama.
"Terima Kasih." Andin dan Dinda kompak bersamaan.
"Terima kasih, karena kamu sudah menjadi sahabat sekaligus kakak ipar terbaik bagiku."
"Terima kasih, karena kamu sudah menjadi sahabat sekaligus adik ipar dan Aunty terbaik bagiku dan Abizhar.
Keduanya kembali berpelukan tak menyadari Abizhar tergencet diantara keduanya.
"Mama, Aunty Abizhar bisa gepeng nih."
"Maaf Sayang." Andin dan Dinda tersenyum dan mengusap kepala Abizhar.
...****************...
...Bonus Foto...
__ADS_1