
Menjadi kebiasaan baru Satya yang mual-mual dan sensitif terhadap bau-bauan pagi ini memilih memakan roti tawar dengan teh tawar hangat.
Satya yang sangat mual dengan makanan berbumbu dan bau-bauan menyengat membuatnya memilih sarapan sesuai selera perutnya.
Seperti pagi ini saat yang lain menikmati soto ayam sebagai sarapan Satya memilih duduk menikmati roti dan teh tawar hangatnya di ruang keluarga.
Satya tak bisa mencium aroma masakan memicunya mual.
Andin meladeni sarapan pagi ala Satya di ruang keluarga.
"Mas mual ya?" Andin menatap iba suaminya yang ngidam sejak ia hamil.
"Gpp Sayang, aku ikhlas. Yang penting kamu sehat dan anak kita sehat dan aman." Satya mengusap perut Andin tersenyum.
"Tapi Mas jadi ga bisa makan-makan enak. Aku sedih lihat Mas." Andin kasihan dengan Satya yang kini begitu sedikit makanan yang bisa masuk mengisi perutnya.
"Gpp Sayang. Dikantor juga aku sedia biskuit regal untuk mengganjal perutku. Aku memilih makanan yang nyaman saja, agar tidak memicu mual." Satya menenangkan istrinya yang ia lihat tampak sedih dengan kondisi kehamilan simpatik yang Satya kini alami.
"Baby, udah dong kasian Papa Nak." Andin mengusap perutnya, mengajak anak didalam rahimnya bernegosiasi.
"Sayang Papa, kamu sehat-sehat didalam perut Mama. Jangan bikin mama susah. Papa gapapa sayang." Satya mengusap perut Andin ,menenangkan Andin dan Anaknya.
"Sayang nanti sore Mas akan segera pulang. Mas mau antar kamu periksa kandungan." Satya mengulurkan tangannya dan Andin salim pada Satya.
"Iya Mas. Aku juga nanti pulang lebih awal. Hari ini aku cuma ada janji dengan 1 klien." Andin menjelaskan agenda kerjanya hari ini.
"Nanti Mas jemput saja. Kabari kalau kamu selesai. Hari ini berangkat bareng Dinda?" Satya memastikan istrinya yang berangkat sedikit siang bersama Dinda.
"Iya." Andin sambil menganggukan kepalanya.
"Mas berangkat dulu ya. Assalamualaikum." Satya pamit mengucap salam sebelum mengendarai mobilnya.
"Waalaikumsalam." Andin menjawab salam Satya sambil melambaikan tangannya.
Andin dan Dinda siap berangkat. Keduanya sudah berada dalam mobil Dinda.
Dinda akan mengantar Andin dulu ke kantornya. Barulah ia menuju kantornya.
Selama hamil Satya tidak mengizinkan Andin membawa mobil sendiri.
"Din btw gimana si Fandi masih suka caper?" Andin menanyakan Fandi pada Dinda.
"Gw bakal sering ketemu doi Din." Dinda mendenguskan nafasnya kasar.
"Emang Lo sering ketemu dia dirumah? Gw liat rumahnya sepi aja?" Andin melihat sesekali penampakan rumah tetangganya yang selalu sepi.
"Bukan dirumah, tapi doi pengacara klien gw. Jadilah kita sering meeting bareng." Dinda dengan wajah lempeng terus fokus mengemudi.
"Cie, jodoh kali Din!" Andin menggoda Dinda sahabatnya.
"Johan Din!" Dinda menjawab asal.
"Jiah! TTM Lu!" jawab Andin.
"Ogah!"
Andin tertawa dengan jawaban Dinda.
Andin memang tak terlalu mendalam menanyakan hal tersebut karena Andin paham betul karakter Dinda sahabatnya.
__ADS_1
"Baby, aunty pengen kamu cepet-cepet lahir. Aunty pingin unyel-unyel kamu." Dinda mengelus perut Andin gemas membayangkan jika keponakannya kelak sudah lahir.
"Iya Aunty, Baby juga mau cepet digendong Aunty,"jawab Andin menirukan suara bayi dalam kandungannya.
"Din Lo beneran ga ngidam apa gitu?" tanya Dinda.
"Enggak sih. Emang kenapa? Tapi gw sedih Mas Satya mual-mual setiap hari." Andin teringat Satya dan Andin sedih.
"Ya anggap aja itu rezeki Din. Lo beruntung morning sicknessnya diwakilin Kak Satya." Dinda malah terkekeh teringat kakaknya yang layaknya ibu hamil setiap hari hoek hoek.
"Tapi kasian Din. Mas Satya ga bisa makan enak. Cuma sedikit makanan yang bisa masuk." Andin iba sebenarnya dengan kondisi yang Satya alami sekarang.
"Ya demi anak Din. Anggap aja pengorbanan ayah buat anaknya." Dinda menanggapi dengan bijak.
"Udah cocok nih." Andin tersenyum menatap Dinda yang fokus mengemudi.
"Cocok apanya?" Dinda balik bertanya.
"Cocok jadi istri. Bijak sana banget." Puji Andin.
"Iya, istrinya Refal Hady ya." Dinda sedang ngefans dengan aktor pemeran Mas Bian dalam serial Wedding Agreement.
"Kalo Mas Fandi aja gimana?" Andin mulai meledek.
"Mulai deh!" Dinda melotot ke arah Andin.
"Ok, Ok, Maaf Aunty. Jangan melotot Baby takut." Andin berlindung membawa anaknya.
"No Baby. Aunty baik kok. Mama aja yang jahil." Kini Dinda ngeles bagai bajaj.
Andin dan Dinda tertawa bersama.
Menikmati alunan lagu favorit keduanya milik penyanyi Shawn Mendes berjudul When You're Gone.
Menghibur diri selama perjalanan.
Pagi yang cerah bersiap menghadapi kerasnya dunia.
...You never know how good you have it, oh-oh...
...Until you're staring at a picture of the only girl that matters, ah...
...I know what we're supposed to do...
...It's hard for me to let go of you...
...So I'm just tryna hold on...
...Hold on...
...I don't wanna know what it's like when you're gone...
...I don't wanna move on...
...I don't wanna know what it's like when you're gone for good...
...You're slipping through my fingertips...
...A little bit by a little bit...
__ADS_1
...I didn't know that loving you was the happiest I've ever been...
...So I'm just tryna hold on...
...I need to learn how to cope without you...
...I'm tryna protect myself but only you know how to, yeah...
...Oh, I know what we're supposed to do...
...Oh, but I hate the thought of losing you...
...So, I'm just tryna hold on...
...Hold on...
...I don't wanna know what it's like when you're gone...
...I don't wanna move on...
...I don't wanna know what it's like when you're gone for good...
...You're slipping through my fingertips...
...A little bit by a little bit...
...I didn't know that loving you was the happiest I've ever been...
...So I'm just tryna hold on...
...Starting to feel like you don't need me...
...Wanna believe it's all for the better...
...It's getting real, I'm missing you deeply...
...So I'm just tryna hold on...
...Starting to feel like you don't need me...
...Wanna believe it's all for the better...
...It's getting real, I'm missing you deeply...
...So I'm just tryna hold on...
...Hold on...
...I don't wanna know what it's like when you're gone...
...I don't wanna move on...
...I don't wanna know what it's like when you're gone for good...
...You're slipping through my fingertips...
...A little bit by a little bit...
...I didn't know that loving you was the happiest (oh) I've ever been...
__ADS_1
...So I'm just tryna hold on...
...****************...