Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 35 4 Bulanan


__ADS_3

Satya dan keluarga tampak siap dengan tasyakuran 4 bulanan kehamilan Andin.


Memakai pakaian muslimah membuat keempat wanita Satya sangat cantik dan anggun.


Namun bagi Satya Andinlah yang mampu membuat mata Satya enggan berpaling.


Andin melihat Satya menggunakan koko dan peci membuatnya semakin jatuh cinta pada sang suami.


Padahal Andin setiap hari Andin terbiasa melihat Satya memakai koko saat melaksanakan shalat tapi tetap saja Andin jujur akui suaminya memang tampan dan mempesona.


Tasyakuran 4 bulanan sekaligus kepulangan dan kesembuhan Mama Shopia menjadi niat Satya dan keluarga dalam acara kali ini.


Satya juga mengundang anak-anak yatim untuk disantuni.


Mama Dedeh pun diundang untuk memberikan tausiyah kepada para tamu yang hadir.


Andin mengundang rekan-rekannya di kantor begitupun dengan Satya rekan kerjanya tampak hadir hari ini.


Bunda Dona dan Mama Shopia juga mengundang teman dan kerabat keduanya.


Suasana tampak ramai, rumah Satya dan Andin begitu ramai.


Tampak saat acara berlangsung Andin diminta membacakan ayat-ayat Al Quran.


Suara merdu Andin kala melantunkan Ayat-ayat suci Al Quran menggetar hati menentramkan jiwa.


Tampak hadir Fandi dan Ibunya serta beberapa tetangga lain. Pak RT dan Pak Rw beserta istri juga turut serta menghadiri acara tersebut.


Para undangan menikmati jamuan yang mereka sediakan.


Andin memang memesan catering dari salah satu vendornya yang biasa ia jadikan relasi bagi para kliennya.


Selain itu taman belakang kediaman keduanya juga disulap menjadi cantik dengan dekorasi yang begitu apik.


Satya dan Dinda menemui tamu-tamu menyapa serta mengucapkan terima kasih atas kehadiran mereka.


Semua sangat menikmati hidangan yang disajikan.


Makanan khas indonesia seperti Kambing guling, Sate ayam, Bakso, Soto Betawi, Bakwan Malang, Es Dawet, Es Cream, Kue-kue, Soft drink, buah potong dan puding begitu enak tersaji memanjakan lidah para undangan.


Selain itu menu prasmanan pun tak kalah menggiurkan Nasi putih, Nasi goreng seafood, Rendang, Semur, Gurame asam manis, Ayam Rica-rica, gado-gado, Sambal goreng hati, Mie Goreng Seafood, Asinan Sayur, Sop Kimlo, Capcay begitu menggoda perut apalagi acara diadakan saat jam makan siang membuat tak ada yang menolak menyantap hidangan yang disajikan oleh Satya dan keluarga.


Tak ketinggalan souvenir cantik yang mereka berikan pada tamu undangan berupa satu set peralatan mandi dan aroma terapi yang dikemas begitu cantik.


Sebuah booth foto disediakan sebagai sarana mengabadikan moment bahagia mereka tampak para undangan begitu antusias bergantian berfoto disana.


Satya dan Andin begitu mesra beberapa kali mengabadikan moment berharga mereka dengan beebagai pose-pose yang tentu saja membuat mata yang memandang begitu ingin merasakan layaknya mereka berdua.


Selain itu formasi lengkap bersama keluarga tercinta juga tak luput dari bidikan lensa sang fotografer yang mengabadikan moment dalam keluarga Satya.


Masing-masing masih sibuk menemani para tamu.


Dinda berdiri memilih mencicipi Zupa Soup tengah menunggu petugas catering meyiapkan pesanan Dinda.


Fandi melihat Dinda sendiri menghampirinya.


"Nda." Sapa Fandy tang memilih sendiri panggilan Nda lain dengan kebanyak orang yang biasanya jadi tertukar dengan Andin sama-sama disapa Din.


Dinda menengok kearah Fandi yang kini berada didekatnya.


Dinda menyapa dan menawarkan Zupa Sup bagaimanapun Fandi adalah salah satu undangan di acara tersebut.


Kejadian waktu itu tetap tak membuat Dinda berubah sikap pada Fandi.


Namun Dinda kali ini menanyakan kondisi Fandi.


"Gimana luka nya udah sembuh?" tanya Dinda pada Fandy.


"Udah. nih." Fandi menunjukkan kearah dahi dan tangannya yang sudah tidak luka hanya saja meninggalkan bekasnya.


"Syukurlah kalau begitu."


Sesaat tidak ada suara. Keduanya canggung.


"Nda."


"Ndi."


Keduanya secara bersamaan saling memanggil.

__ADS_1


Entah mengapa Fandi baru kali ini mendengar panggilan yang berbeda pada dirinya biasanya orang memilih Fan saat memanggilnya, terlebih kali ini Dinda menyapa dan memanggil ia dengan namanya.


Fandi begitu senang. Akhirnya Dinda mau berbicara padanya.


"Lo duluan." pinta Dinda.


"Maaf ya. Kalau sikap gw selama ini bikin Lo kesel. Maaf juga kalo waktu itu gw membuat Lo marah mengungkit soal Soni." Fandi akhirnya lega bisa menyampaikan permintaan maaf pada Dinda yang selama ini tak memiliki kesempatan karena sikap Dinda yang selalu menjaga jarak padanya.


Dinda tampak tak nyaman mendengar nama Soni disebut. Dinda seakan ingin segera pergi.


"Permisi, " Dinda seketika pamit namun Fandi menaham Dinda.


"Nda besok setelah meeting bisa kita makan siang berdua?" Fandi menatap wajah Dinda mengharapkan jawaban dari wanita dihadapannya itu.


Dinda melihat kearah Fandi.


Wajah datar Dinda tampak menatap manik mata Fandi.


Dinda masih belum bisa meredam hatinya yang masih tertutup seakan ruang itu masih setia terkunci.


"Gimana Nda?" Fandi mengulangi kata-katanya.


Dinda tersadar dari lamunanya.


Anggukan Dinda pada ajakan Fandi meskipun Dinda langsung pergi meninggalkan Fandi yang tersenyum akan ajakannya yang disetujui Dinda.


Dari kejauhan Satya dan Andin nyatanya memperhatikan keduanya.


Andin begitu senang karena Dinda kini sudah mau berbicara dengan Fandi.


"Mas, Dinda akhirnya ngobrol dengan Fandi." Andin berkata pada Satya yang juga sejak tadi memperhatikan sanh adik sedang ngobrol dengan Fandy.


"Semoga Dinda bisa memulihkan hatinya. Adikku itu meski terlihat ceria namun tidak mudah jatuh cinta. Maka saat ia jatuh cinta dan terluka perlu waktu untuk memulihkannya." papar Satya yang sang mengenal karakter sang adik.


"Aku berharap siapapun pria yang akan menjadi pendamping Dinda, bisa mencintai, menjaga dan melindungi Dinda sepenuh hati." Satya menambahkan.


"Aamiin. Aku pun ingin sahabatku Dinda mendapatkan kebahagiaan bisa menemukan pendamping hidup dan berbahagia. Dinda sahabatku adalah perempuan dengan hati yang baik." Andin mengakui Dinda adalah sahabat terbaiknya.


"Istriku juga wanita yang baik, cantik pula." Satya memuji istrinya menggoda Andin, mencium dan merangkul wanita yang ia cintai.


Fotografer tampak tak ketinggalan moment.


Betapa kebahagiaan yang tepancar dari keduanya begitu terasa bagi yang melihatnya.


Sementara ketiga wanita cantik meski usia mereka yang tak lagi muda tersenyum bahagia melihat kearah Fandi dan Dinda.


"Jeng, semoga kita bisa menjadi besan ya." Ibu Fandi menggenggam tangan Bunda Dona.


"Aamiin. Kita doakan yang terbaik bagi putra putri kita." Jawab Bunda Dona.


"Biarkan mengalir seperti air. Kelak jika keduanya berjodoh maka akan Allah persatukan dalam ikatan pernikahan." Mama Shopia menambahkan sekaligus menyelipkan doa dan harapan bagi kedua anak manusia Fandi dan Dinda.


Ketiganya mengaaminkan.


Ketiganya juga menangkap moment romantis anak dan menantunya siapa lagi kalau bukan Andin dan Satya.


Bunda Dona dan Mama Shopia tampak bahagia menyaksikan keharmonisan putra dan putrinya.


Pernikahan keduanya yang tak terencana terkesan karena situasi yang ada, kini tampak bahagia seolah keduanya memang sudah Allah takdirkan bersama.


Terlebih kini ada buah cinta keduanya membuat kedua ibu merasakan kebahagiaan karena tak lama keduanya akan menjadi seorang nenek.


Keduanya teringat Almarhum suaminya masing-masing.


"Mas, sebentar lagi kita akan menjadi opa dan oma. Kamu bahagiakan kan?" batin Bunda Dona berbicara dalam hatinya seolah sang suami berada disisinya.


"Mas, aku bahagia meski Andin hanyalah anak angkat, namun tak berkurang sedikitpun rasa sayangku padanya. Satya juga menantu yang baik dan suami yang baik. Mas tidak usah khawatir aku tidak akan sendiri, anak menantuku serta besan dan putriku Dinda semua menyayangiku. Mas tenang saja disana. Oh ya Mas, kita akan menjadi kakek dan nenek." batin Mama Shopia seakan berkata pada mendiang suaminya.


Kebahagiaan memiliki caranya sendiri menyapa setiap manusia yang dikehendakinya.


Hidup bagaikan roda pedati yang berputar.


Tak ada manusia tang selamanya bersedih, bahagia akan datang silih berganti.


Manusia sebagai hamba hanya wajib mensyukuri setiap keadaan apapun yang dialami.


Allah SWT sudah menjelaskan dalam firman-Nya di Qur'an Surat Al-Insyirah Ayat 5-6 : 


"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."

__ADS_1


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675].


Surat Ibrahim ayat 7 :


Wa iż ta`ażżana rabbukum la`in syakartum la`azīdannakum wa la`ing kafartum inna 'ażābī lasyadīd.


Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”


Dijelaskan pada surat Ibrahim ayat 7 bahwasanya Allah SWT akan menambahkan kenikmatan kepada siapa pun yang bersyukur kepada Allah SWT. Akan tetapi apabila kamu lupa akan nikmat-Nya, lupa akan bersyukur, maka Allah SWT akan mencabut nikmat tersebut dan melakukan perhitungan di akhirat.


Surat An - Naml ayat 40 :


Qālallażī 'indahụ 'ilmum minal-kitābi ana ātīka bihī qabla ay yartadda ilaika ṭarfuk, fa lammā ra`āhu mustaqirran 'indahụ qāla hāżā min faḍli rabbī, liyabluwanī a asykuru am akfur, wa man syakara fa innamā yasykuru linafsih, wa mang kafara fa inna rabbī ganiyyung karīm.


Sering kali sebagai manusia hanya mengingat Allah SWT ketika dalam keadaan susah. Sedangkan dalam keadaan senang sering kali seseorang lupa nikmat dan karunia Allah SWT.


Padahal masih bisa bernafas, selalu sehat, melakukan makan dan minum, dan mengerjakan tugas lainnya juga termasuk nikmat Allah SWT yang wajib disyukuri. Sebagiamana hal tersebut tertuang pada ayat-ayat Al-Qur'an tentang bersyukur yang musti disimak agar kita makin pandai mensyukuri berbagai hal dalam hidup. Jangan sampai terlewat, ya!



Surat Ibrahim ayat 7



وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ


Wa iż ta`ażżana rabbukum la`in syakartum la`azīdannakum wa la`ing kafartum inna 'ażābī lasyadīd.


Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”


Dijelaskan pada surat Ibrahim ayat 7 bahwasanya Allah SWT akan menambahkan kenikmatan kepada siapa pun yang bersyukur kepada Allah SWT. Akan tetapi apabila kamu lupa akan nikmat-Nya, lupa akan bersyukur, maka Allah SWT akan mencabut nikmat tersebut dan melakukan perhitungan di akhirat.



Surat Al-Jasiyah ayat 12



اَللّٰهُ الَّذِيْ سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَ لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيْهِ بِاَمْرِهٖ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَۚ ۞


Allāhullażī sakhkhara lakumul-baḥra litajriyal-fulku fīhi bi`amrihī wa litabtagụ min faḍlihī wa la'allakum tasykurụn.


Artinya: Allah-lah yang menundukkan laut untukmu agar kapal-kapal dapat berlayar di atasnya dengan perintah-Nya, dan agar kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya dan agar kamu bersyukur.


Pada surat Al-Jasiyah ayat 12 ini dengan jelas bahwa kita harus selalu bersyukur kepada Allah SWT yang sudah menciptakan laut untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Laut dengan sumber dayanya yang melimpah dapat kamu jadikan sumber kehidupan, serta untuk dijadikan jalur transportasi menghubungkan berbagai pulau dan negara.



Surat An-Naml ayat 40



قَالَ الَّذِيْ عِنْدَهٗ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتٰبِ اَنَا۠ اٰتِيْكَ بِهٖ قَبْلَ اَنْ يَّرْتَدَّ اِلَيْكَ طَرْفُكَۗ فَلَمَّا رَاٰهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهٗ قَالَ هٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّيْۗ لِيَبْلُوَنِيْٓ ءَاَشْكُرُ اَمْ اَكْفُرُۗ وَمَنْ شَكَرَ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ رَبِّيْ غَنِيٌّ كَرِيْمٌ


Qālallażī 'indahụ 'ilmum minal-kitābi ana ātīka bihī qabla ay yartadda ilaika ṭarfuk, fa lammā ra`āhu mustaqirran 'indahụ qāla hāżā min faḍli rabbī, liyabluwanī a asykuru am akfur, wa man syakara fa innamā yasykuru linafsih, wa mang kafara fa inna rabbī ganiyyung karīm.


Artinya: Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia.”


Surat An-Naml ayat 40 menjelaskan tentang Allah SWT yang akan memberikan dan melakukan segalanya kepada hamba-Nya hanya dengan kedipan mata. Namun, bagi yang beriman dan menyadari, sesungguhnya nikmat Allah SWT juga sekaligus ujian apakah seseorang akan bersyukur atau malah berpaling. Oleh karena itu, sebagai manusia harus mempercayai serta mengimani tentang kenikmatan Allah SWT.


Surat Al - Qassas ayat 73 :


Wa mir raḥmatihī ja'ala lakumul-laila wan-nahāra litaskunụ fīhi wa litabtagụ min faḍlihī wa la'allakum tasykurụn.


Artinya: Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.


Dijelaskan melalui surat Al-Qasas ayat 73 bahwa Allah SWT menciptakan siang serta malam yang memiliki fungsi tersendiri. Siang hari manusia dapat mengisinya dengan mencari rezeki dan beristirahat atau tidur untuk menghilangkan lelah pada malam hari.


Di mana pembagian tersebut untuk menjaga energi manusia sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Maka dari itu wajib sekali disyukuri atas segala nikmat Allah SWT dan harus dimanfaatkan nikmat tersebut dengan sebaik mungkin.


Surat Al - Baqarah ayat 152


Fażkurụnī ażkurkum wasykurụ lī wa lā takfurụn.


Artinya: Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.


Melalui surat Al-Baqarah ayat 152, Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk mengingat kepada-Nya sebagai bagia dari ungkapan syukur. Di mana hal tersebut dapat dilakukan melalui zikir dengan mengucap hamdallah serta perbuatan dengan membagikan sedikit rezeki kepada orang yang membutuhkan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2