Menikahi Kakak Sahabatku

Menikahi Kakak Sahabatku
Bab 29 Kontrol Kandungan


__ADS_3

"Calon Papa senyum-senyum aja nih!"


Rekan sekantor Satya saat masuk ruangan Satya yang melihat Satya senyum-senyum sambil menatap HP.


"Iri, Bilang Boss!" jawab Satya saat diledek rekan kantornya.


"Gimana rasanya jadi calon Bapack-Bapack?"


"Makanya nikah, jangan jadi hamba sabun terus Lo!" ledek Satya.


"Wah mantan hamba sabun mulai sotoy!" cibir rekan Satya membalas ucapan Satya.


"Eits, sorry. Gw ga pernah ya." Satya dengan ga mau kalah.


"Sombong banget Lu!" Cibir rekan Satya.


Satya yang memilih menikmati regal dan susu ultra cokelatnya sebagai makan siang ditatap aneh oleh rekannya.


"Seriusan Sat, Lo ngerasain mual kayak orang hamil?"


"Ya gitu deh. Kalo dokter bilang namanya kehamilan simpatik." Satya asik melahap regal dengan dicelup susu ultra cokelat.


"Kayaknya itu karma Sat. Lo kan playboy!"


Tanpa banyak cakap Satya melempar rekannya dengan pulpen yang ada dihadapannya.


Secepat kilat ditangkis.


Rekan Satya tertawa. Lemparan Satya melesat.


Satya mengeluarkan uang dari dompetnya menyerahkan pada rekan sekantornya.


"Tolongin beliin gw susu cimory rasa strowberry dong." Satya dengan enteng mengatakan hal tersebut.


"Wah beneran Lu ngidam Sat. Ok gw beliin. Ambil lagi duit Lu. Itung-itung gw nyari pahala sama Pakmil."


"Sialan Lu. Ok Thanks ya."


Rekan Satya meninggalkan ruangan Satya bergegas membeli keinginan Satya.


Satya menelpon Andin.


"Assalamualaikum." jawab Andin.


"Waalaikumsalam Sayang. Lagi apa? Sudah makan?" Satya memberondong Andin banyak pertanyaan.


"Aku lagi makan nih bareng Gina. Gina beliin aku ramen. Hari ini dia ulang tahun. Mas makan siang apa?" Andin balik menanyakan suaminya.


"Mas habis makan regal dicelup susu ultra cokelat. Terus sekarang lagi titip beli susu cimory rasa strawberry." jawab Satya enteng.


"Ya Allah Mas. kenyang ga makan itu? Beneran lagi kepingin susu cimory rasa strawberry? Mau aku beliin?" Andin bertanya karena heran Satya layaknya ibu hamil yang ngidam.


"Ga usah sayang, Mas udah titip bentar lagi sampe susu cimorynya. Mas nyaman makanan yang nyaman diperut Mas aja." Satya membela diri memang begitulah Satya kini.


"Makasi ya Mas, kamu memang suami aku yang terbaik." Andin memuji sang suami.


"Pasti dong sayang. Suami siapa dulu." Kini Satya memuji istrinya.

__ADS_1


Andin tersenyum dengan jawaban suaminya.


"Nanti aku jemput jam 4 ya ke kantor kamu. Kita langsung ke rs kontrol kandungan. Aku kangen sama baby." Satya dengan nada bahagia antusias ingin melihat anaknya dalam kandungan Andin.


"Iya Mas." Andin senang suaminya begitu perhatian dan sayang teehadap dirinya dan buah hati mereka.


"Mas aku mau balik ke kantor dulu ya." Andin izin karena iya dan tim WO nya akan kembali ke kantor setelah acara traktir Ulang Tahun Gina.


"Iya Sayang. Hati-hati dijalan." Satya menutup telponnya.


Sementara Andin yang kini duduk disamping Gina dalam mobil bergegas menuju kantor.


"Din serius laki lo yang ngidam?" Gina meski pandangannya fokus mengemudi tak menyurutkan kekepoannya tentang ngidam yang dialami Satya suami rekan kerjanya.


"Ya laki gw setiap pagi bisa mual kalo nyium bau masakan." jelas Andin.


"Wih ada ya yang model begitu. Gw pengen tuh kalo nanti gw hamil biar laki gw aja yang mual dan ngidam."


"Mana bisa direquest begitu Gin." Andin tersenyum mendengar ocehan Gina.


"Ya kali aja dicatet malaikat." Gina terkekeh.


"Doanya yang baek neng." Andin geleng kepala dengan keinginan kawannya.


"Assalamualaikum Sayang." Satya masuk ke ruangan kantor Andin.


"Waalaikumsalam Mas." Andin meraih tangan Satya menciumnya.


"Mau langsung atau nanti?" Satya memberikan Andin pilihan.


"Nanti saja Sayang. Kalo kamu sudah siap yuk berangkat." Ajak Satya.


Andin dan Satya berangkat menuju dokter kandungan untuk kontrol rutin kondisi kehamilan Andin.


Andin melihat kotak susu cimory rasa strawberry di mobil Satya.


"Mas, belum diminum susu cimorynya?" Andin menduga Satya belum meminumnya.


"Kamu mau sayang?"Satya menawari Andin.


Satya menyodorkan kotak susu kepada Andin.


"Buat Mas aja, Mas yang kepingin." Andin ingat Satya sengaja titip susu cimory pada rekannya.


"Mas udah puas minum susu cimory Sayang. Si Gilang ga tanggung-tanggung ngebeliin Mas. Masih lebih jadi Mas bawa." Jelas Satya pada Andin.


Andin sedang di USG oleh dokter.


Dengan seksama dokter memeriksa kondisi kehamilan Andin.


"Bu Andin dan Pak Satya, kondisi kehamilan ibu Andin dalam keadaan baik. Janin dalam kandungan Bu Andin juga berkembang baik, sehat dan normal. Berat janin juga ideal. Saya hanya memberikan vitamin dan juga beberapa supplemen. Buah dan Sayur serta proteinnya dijaga ya Bu. Selain itu tetap selalu jaga aktivitasnya jangan terlalu capek." jelas dokter kandungan yang memeriksa Andin.


"Terima kasih dok. Kalau begitu kami permisi." pamit Satya diikuti Andin.


Satya dan Andin kini sudah berada dimobil.


Keduanya sudah pulang dari rumah sakit.

__ADS_1


Satya mengajak Andin sejenak kesebuah cafe bersantai sekaligus menghabiskan waktu berdua.


"Sayang, Mas senang sekali kamu dan baby sehat dan kondisi kalian berdua baik. Mas senang." Satya menggenggam tangan Andin menatap penuh cinta.


"Terima kasih Mas. Aku juga seneng Mas begitu sayang dengan Aku dan Baby kita." Andin menyandarkan kepalanya pada bahu Satya.


Walau tak lama Andin senang.


Keduanya memutuskan pulang kerumah.


Keduanya disambut Bunda Dona, Mama Shopia dan Dinda.


Semua antusias mendengarkan hasil pemeriksaan Andin di dokter.


Andin menjelaskan penjelasan kondisi mengenai kondisi kehamilannya.


Kedua ibu mereka dan Dinda tampak bahagia dan bersyukur.


Mendengar cucu dan menantu serta anak mereka dalam keadaan sehat membuat mereka happy.


Dinda yang kini memakan ice cream strawberry ditatap Satya.


"Kak Satya mau?" Dinda melihat tatapan Satya yang sangat menginginkan ice cream yang dimakan Dinda.


"Ada?" Satya bertanya.


"Banyak." jawab Dinda yang segera beranjak mengambilkan ice cream untuk sang kakak.


Satya menerima gelas berisi ice cream yang diberikan Dinda.


Melahapnya dengan bahagia.


Satya yang dulu tidak menyukai makanan manis berbanding terbalik dengan saat ini.


Entah apakah memang ngidam pada laki-laki benar atau tidak.


Namun kehamilan simpatik benar adanya dan dokter juga pernah menjelaskan.


Bunda Dona melihat Satya sambil tersenyum.


Melihat putranya saat ini hanya bisa geleng-geleng kepala.


Sementara Andin dengan senang hati melihat kebahagiaan Satya yang tampak menikmati ice cream yang kini disantapnya.


Dinda dengan senang kini ada teman makan ice cream strawberry.


Sementara Mama Shopia hanya tersenyum melihat kelakuan menantunya.


Andin dibantu Dinda menyiapkan makan malam.


Mama Shopia membuat tonseng sebagai menu makan malam.


Tentu saja Andin, Bunda Dona dan Dinda begitu semangat dan lahap menyantap menu makan malam mereka.


Satya memilih mengungsi keruang TV karena iya mual mencium bau masakan berbumbu.


Ya begitulah Satya akan terlihat aneh bagi orang yang tidak mengetahui kalau saat ini iya sedang ngidam.

__ADS_1


__ADS_2