
Abizhar tampak serius mendengarkan penjelasan Miss Lala yang sedang menerangkan pelajaran Matematika.
"Sekarang Miss Lala ingin tahu siapa yang mau maju ke depan untuk menyelesaikan soal di papan tulis." Miss Lala dengan senyuman yang khas memberikan tantangan kepada siswa siswi nya.
Dito mengacungkan tangan.
"Ya Dito, silahkan maju." Miss Lala melihat Dito mengacungkan tangan.
Dito mengerjakan soal yang berada dipapan tulis.
Dito tampaknya mengalami kesulitan.
Namun setelah menunggu cukup lama dan dibimbing Miss Lala Dito dapat menyelesaikan soal tersebut.
"Nah sekarang siapa lagi yang mau mencoba?" Miss Lala kembali membuat soal dan menantang siapa muridnya yang berani menjawab ke depan.
Caca yang memang terkenal jahil, ia mengangkat tangan Abizhar.
Sehingga yang terlihat oleh Miss Lala adalah Abizhar yang mengangkat tangan.
"Abizhar, ayo maju." Miss Lala meminta Abizhar maju menyelesaikan soal tersebut.
"Makanya jangan bengong Abizhar!" Caca memeletkan lidahnya puas karena Abizhar tentu kaget akan hal tersebut.
Abizhar tanpa merespon kejahilan Caca maju ke depan, tanpa kendala Abizhar menyelesaikan soal tersebut dalam waktu yang singkat.
Tampak Miss Lala tersenyum melihat Abizhar dengan tatapan bangga.
Siswa nya yang satu ini memang cerdas batin Miss Lala.
Abizhar kembali ke kursinya.
"Abizhar, Mantap Bro!" Andrew menepuk bahu Abizhar.
Abizhar hanya tersenyum menanggapi respon Andrew.
Sedangkan Caca seperti biasa akan begitu senang gembira kagum pada Abizhar.
Angel pun turut senyum saat melihat Abizhar menyelesaikan soal matematika tadi dengan begitu mudah.
Tanpa terasa bel berbunyi.
Kini mereka istirahat.
Sekolah mereka memang menyediakan katering bagi para siswa.
Abizhar duduk bersama teman-temannya yang begitu menikmati makan siang mereka.
Biasanya setelah makan siang jadwal mereka adalah shalat dzuhur berjamaah bagi yang beragama islam.
"Ayam goreng." senyuman Dito begitu lebar saat mengetahui menu makan siang mereka adalah ayam goreng krispi kesukaannya.
Namun Dito melihat ayam goreng Caca mendapat bagian paha sedangkan milik Dito bagian Dada.
Dito yang mengukai bagian paha ayam dengan sigap segera menukar ayam gorengnya dengan milik Caca.
Caca yang saat itu sedang mencuci tangan tidak mengetahui aksi Dito.
Abizhar tampak tidak memiliki selera makan. Mulit Abizhar terasa pahit.
Abizhar hanya menatap makanannya sambil meminum jus yang Mamanya bawakan dari rumah.
Andrew dan Angel membawa tray makanan mereka ketempat dimana Abizhar, Caca dan Dito duduk.
Mereka berlima kini menjadi semakin dekat.
Abizhar sendiri tampak bergaul dengan semua yang ada dikelasnya.
Namun memang Caca dan Dito adalah teman Abizhar sejak di preschool, TK dan kini.
Caca duduk setelah melihat Andrew dan Angel sudah berada di meja.
Andrew dan Dito sedang asik membicarakan sepak bola.
__ADS_1
Sementara Angel sedang mengajak Abizhar ngobrol.
"Ayam goreng Caca kok berubah?" Caca menatap Ayam gorengnga berubah jadi bagian Dada.
Caca hapal betul pelaku yang menukar ayam goreng miliknya.
Caca menatap piring milik Dito.
Benar saja, Dito yang panik dengan mata Caca yang melotot segera mengamankan ayam goreng di piringnya dan siap disantap.
"Dito, balikan ga paha ayam Caca!"
Caca yang dengan sigap menahan tangan Dito agar paha ayam tersebut tidak dimakan Dito.
"Ih inikan ayam goreng Dito Ca! itu punya Caca ada!" Dito menunjuk pada piring milik Caca.
"Tapi ayamnya berubah. Pasti Dito kan yang nuker! Caca ga suka dada ayam, balikin paha ayam Caca!"
"Kalian ga usah ribut, Ca makan aja ayam goreng aku." Abizhar memberikan ayam gorengnya yang memang ia dapat bagian paha kepada Caca.
Caca melihat Abizhar yang sejak di kelas lesu kini malah tak lagi mempermasalahkan paha ayamnya yang kini sudah aman dalam mulut Dito.
"Abizhar lagi sakit ya? Abizhar tumben diem aja?" Caca mendekat duduk pada Abizhar.
Abizhar menurunkan tangan Caca yang sedang mengecek dahi Abizhar.
"Gapapa Ca, semalam aku demam, tapi udah turun kok. Cuma mulutku rasanya pahit." Abizhar yang masih merasakan tubuhnya kurang fit.
"Mau aku antar ke UKS?" Angel menawarkan diri.
"Sama Caca aja yuk. Angel kan lagi makan." Caca ga mau kalah.
"Yok Bi, aku anter." Andrew bangun dari tempat duduknya.
Abizhar pun menerima ajakan Andrew.
Abizhar segera pergi daripada pusing dengan Caca dan Dito yang selalu ribut.
"Dito sih, tuh Abizhar sakit kan!" Caca kesal dan melampiaskannya pada Dito.
"Udah ah. Caca mau nyusulin Abizhar!" Caca berdiri segera ia menyusul Abizhar ke UKS.
"Loh Angel mau kemana?" Dito heran karena sepeninggal Caca Angelpun berdiri hendak pergi.
"Mau lihat Abizhar!" Angel berlalu pergi meninggalkan Dito.
"Kenapa sih ga ada yang peduli sama Dito? Huft,,, lagian Abizharnya juga pasti udah di jemput Oma Dona." Dito yang sejak dikelas memperhatikan Abizhar wajahnya lesu ia dengan inisiatif menchat Oma Dona mengabarkan kondisi Abizhar.
Tentu saja mendengar kabar dari Dito Oma Dona langsung melesat bagai kilatan petir secepat cahaya menuju sekolah cucu tercintanya.
Jam pulang sekolah tak terasa tiba.
Caca, Andrew, Angel dan Dito yang sedang merapikan buku dan alat tulis mereka bersiap untuk pulang.
Karena sang ketua kelas harus pulang lebih awal karena sakit setelah dijemput sang Oma yang panik mengetahui cucu tersayangnya sakit.
Dito sebagai wakil ketua kelas memimpin doa pulang dan menyiapkan siswa untuk memberi salam pada Miss Lala.
Mereka pun satu persatu menyalami Miss Lala kemudian pulang.
Miss Lala tampak memanggil Dito.
"Iya Miss ada apa?" Dito menghampiri Miss Lala.
"Miss akan kerumah Abizhar mau menjenguknya, sekalian mau menanyakan Abizhar mengenai keikutsertaannya dalam kegiatan pentas seni sekolah kita, mengingat hari ini Abizhar sakit. Apakah Dito mau menemani Miss?" Miss Lala menjelaskan pada Dito karena Abizhar tak ada maka Dito sebagai wakil ketua kelas yang diajak bicara Miss Lala.
"Wah pas banget Miss, Dito juga memang mau jenguk Abizhar." Dito yang memang mau menjenguk Abizhar sahabatnya.
"Kalau begitu ayo kita berangkat." Miss Lala keluar ruangan bersama Dito.
Miss Lala melihat Andrew, Angel dan Caca berada didepan ruang guru.
"Kalian belum pulang?" Miss Lala menanyakan pada anak muridnya.
__ADS_1
"Miss boleh kami ikut menjenguk Abizhar?" Andrew menanyakan kepada Miss Lala, mereka tadi mendengar percakapan Miss Lala dengan Dito.
"Boleh, tapi kalian sudah ijin dengan orang tua kalian?" Miss Lala menatap ketiga muridnya.
"Sudah Miss, Andrew sudah mengabari Daddy." Jawab Andrew dibarengi dengan anggukan Angel.
"Caca juga sudah minta ijin ke Ayah dan Bunda." Caca dengan cepat jawab sebelum ditanya oleh Miss Lala.
"Kalau begitu Miss mau pesan Online dulu ya sebelum berangkat." Miss Lala yang memang beraktivitas mengandalkan kendaraan online kini mengambil HP nya untuk memesan.
"Maaf Miss, kalau tidak keberatan bagaimana kalau naik mobil kita?" Andrew menawarkan.
Andrew dan Angel memang setiap hari diantar jemput sopir layaknya Abizhar.
Hanya saja jika Abizhar berganti-ganti yang mengantar, sedangkan Andrew dan Angel paling ditemani Grandmanya selebihnya setiap hari mereka diantar supir. Daddy mereka tak pernah sekalipun mengantar keduanya kesekolah.
"Oke, tapi sebelum ke rumah Abizhar Miss Lala mau ke toko buah dulu ya."
Andrew dan Angel mempersilahkan Miss Lala dan kedua temannya Dito dan Caca.
Sepanjang perjalanan mereka ada saja yang dibicarakan.
Miss Lala hanya tersenyum melihat tingkah murid-muridnya.
Miss Lala memilih buah-buahan untuk parcel yang akan iya bawa untuk menjenguk Abizhar.
Miss Lala sebelumnya sudah mengatakan agar mereka menunggu di mobil, tapi namanya anak-anak tentu inginnya ikut.
Dan pastinya membuat Miss Lala harus menertibkan murid-muridnya seperti sedang dikelas.
"Brukkkkk!"
"Ga kena we!" Dito melet kepada Caca saat lemparan jeruk Caca pada Dito meleset.
Namun jeruk yang dilempar Caca mengenai orang lain dan tentunya orang tersebut kaget dan teriak.
"Awwww!"
Caca yang takut karena ia yang melempar segera memanggil Miss Lala.
Miss Lala melihat kearah laki-laki yang kini sedang mengusap keningnya yang menjadi salah sasaran timpukan Caca yang meleset untuk Dito.
"Maaf Tuan, Maafkan ketidaksopanan murid Saya. Maafkan ketidaksengajaan murid Saya." Miss Lala menghampiri pria yang menjadi korban lemparan jeruk Caca meminta maaf atas nama Caca.
"Uncle Daniel!"
"Hei Son, Girl! I did not see you for a long time. How have you been?" Daniel mengenali Andrew dan Angel.
Sedangkan Caca, Dito dan Miss Lala hanya diam melihat interaksi mereka.
"i am fine, Uncle. How are you?" Andrew balik bertanya.
"I'm good!"Daniel mengusap kepala Angel dan Andrew.
" Where is your Daddy Angel, Andrew?"
"Daddy's always busy. You knows Daddy Uncle."
"Maaf, Tuan. Sekali lagi maafkan kelakuan murid Saya." Miss Lala mengulangi permintaan maafnya pada Daniel.
"Mr. I'm so sorry. I didn't mean to throw you, but I meant to throw it at him." Caca sambil menunjuk pada Dito.
"No Problem. Girls. It's Ok." Daniel mengusap kepala Caca.
"Oh Ya, I'm Daniel." Daniel mengulurkan tangannya pada Miss Lala.
"Lala." jawab Miss Lala.
"You are theirs teacher right?"
"Yes,I am."
Miss Lala menjabat uluran tangan Daniel.
__ADS_1
Keduanya saling melempar senyuman.
...****************...